Andai kita tidak pernah bertemu… episode 3

Chapter 3

Esoknya meskipun badan terasa lemas dan pikiran yang nggak karuan, ane tetep berangkat kuliah. Lagipula di rumah ane malah makin stress. Siapa tahu ketemu dengan temen2 bisa menenangkan pikiran. Tapi tetep saja ane penasaran. Kemudian ane iseng nanya ke Yudha, temen sekelas ane. Dia merupakan maniak film-film horror dan kisah-kisah mistis. Yang paling disukai Yudha adalah film horror Jepang macam Ringu atau Ju On.

“Yud, kamu percaya sama hantu ? “ tanya ane.

“Kok tumben kamu nanya gituan ? “ sahut Yudha sambil mainin HP-nya.

“Nggak, cuma iseng nanya aja, soalnya kamu kan penggemar film-film hantu. “

Tahu akan diajak bicara tentang topik yang disukainya, Yudha terlihat antusias. Kemudian dia memasukkan HP-nya ke saku.

“Aku agak bingung menjelaskannya. “ jawab Yudha.
“Maksudmu gimana ? “ ane penasaran.
“Soalnya hantu atau makhluk sejenisnya itu masih kontroversi sampai sekarang. “
“Kontroversi gimana ? “ ane makin penasaran.
“Ada yang bilang kalau penampakan hantu cuma manifestasi pikiran seseorang akibat kondisi fisik dan psikis, misalnya trauma atau kelelahan. “ papar Yudha.
“Jadi semacam halusinasi ? “ tanya ane.
“Bisa dibilang begitu. “ sahut Yudha sambil mengacungkan jarinya ke ane.
“Berarti hantu itu nggak ada ya ? “ tanya ane lagi.
“Aku nggak bilang begitu, Vin. “ sanggah Yudha.
“Masalahnya kamu tahu kan, sejak jaman dahulu udah tidak terhitung testimoni orang yang melihat penampakan hantu, bahkan foto dan rekaman juga ada. ” tambah Yudha.
“Editan mungkin, bisa aja kan ? “ kata ane sambil ketawa.
“Bisa juga. Tapi masa iya dari semua itu seluruhnya merupakan rekayasa ? “ Yudha balik bertanya dengan mimik serius.
“Intinya gini, menurut aku, makhluk astral itu ada. Mereka ada di dimensi yang berbeda dengan kita, hidup berdampingan dengan kita. Hanya saja kita tidak bisa saling melihat. “ jelas Yudha lagi.
“Jadi menurutmu hantu itu ada Yud ? “ ane mulai nggak enak dengan penjelasan Yudha.
“Kamu simpulkan sendirilah. Udah ya. “ tutup Yudha sambil berdiri.

Rupanya Yudha udah dijemput sama ceweknya naik mobil. Enak juga yah si Yudha udah punya pacar. Sedangkan ane baru kenalan sama cewek aja cuma berumur beberapa jam. Penjelasan Yudha tadi bikin ane jadi rada takut, sebab secara nggak langsung Yudha bilang kalau hantu itu emang ada. Tapi ah sudahlah, ane berusaha melupakan masalah Niken. Seharian mengikuti kuliah dan bertemu dengan teman-teman membuat ane sedikit lupa dengan masalah Niken. Lagipula saat ane sendirian ke toilet juga tidak menemukan hal-hal aneh. Tidak ada hantu atau apa, semua berjalan normal seperti biasanya.

Ane merasa lebih baikan. Tapi tunggu dulu, bukankah hantu dan sejenisnya itu gentayangan malam hari. Dan celakanya hari ini ane ada kuliah malam yang berakhir pukul 21.00. Dan lebih celakanya tuh kuliah digelar di ruang paling pojok dan sering cuma diikuti segelintir mahasiswa. Ane nggak mungkin absent soalnya ane dah sering bolos dan kalo bolos lagi bisa-bisa malah nilai ane nggak keluar.


cerbung.net

Andai kita tidak pernah bertemu…

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2016 Native Language: Indonesia
Kisah seorang pemuda (Alvino) yang bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Niken di sebuah kafe tempat biasa dia nongkrong , dengan wajah penuh kegelisahan Niken menghampiri Alvino yang sedang bersantai sendirian  , Alvino yang terpesona oleh ke elokan Niken kehilangan kata-kata saat bertatapan dengan Niken , namun pertemuan mereka berdua tidak berakhir manis....Penasaran dengan kisah Alvino selanjutnya ? Yuk check it out kisah selanjutnya !

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset