Andai kita tidak pernah bertemu… episode 6

Chapter 6

Ane sering banget nge-net semalaman di warnet ini memanfaatkan tarif happy hours. Meskipun tarif happy hours-nya rada mahal dibanding warnet lain, tapi koneksinya lumayan kenceng dan sofa di bilik juga nyaman. Kondisi warnet lumayan rame tapi untung masih ada bilik yang kosong. Ane booking sampai jam 5 pagi, lumayan buat istirahat.

Kemudian ane iseng browsing perihal arwah penasaran. Ane pun menemukan bahwa seseorang yang meninggal tak wajar memang akan menjadi arwah penasaran dan akan menuntut balas pada pihak yang menyebabkan kematiannya, persis sama dengan penjelasan Yudha. Dan ane juga menemukan banyak artikel horor di berbagai situs dan blog cerita mistis, yang berkisah tentang arwah penasaran. Rata-rata korban teror arwah penasaran ada yang bunuh diri, dan ada juga yang masuk rumah sakit jiwa. Memang sih kebenaran kisah-kisah itu belum terbukti, tapi ane teringat kata2 Yudha lagi, benarkah semuanya hanya rekaan ? Masa iya tidak ada satupun yang merupakan kisah nyata ?

Ane kemudian menghubungkan penjelasan Yudha tadi terhadap semua yang ane alami. Berarti kalau teori Yudha bener, itu hantu pasti bermaksud melakukan teror pada ane sampai ane gila bahkan bunuh diri. Dasar kampret, nih cewek hidup nyusahin, mati juga nyusahin, ane mengumpat dalam hati. Setelah sejam browsing ane kemudian tidur di sofa warnet. Wah nyaman banget. Ane merasa tenang di situ soalnya selain banyak orang, warnet juga muter lagu-lagu pop meskipun gak begitu keras. Biarlah rugi duwit daripada harus ketemu hantu Niken lagi.

Ane kemudian terbangun sekitar pukul setengah lima pagi dan memutuskan untuk pulang. Ternyata kondisi warnet udah agak sepi hanya satu dua bilik yang terisi. Dengan terkantuk-kantuk ane berjalan menuju operator bermaksud membayar tagihan billing. Dan saat lewat di bilik yg dekat operator, anjirrrrr…. jantung ane nyaris copot. Hantu Niken ternyata duduk di situ, dan dia menatap ane, dengan tatapan persis seperti tadi, sedih dan kosong. Ternyata dia mengikuti ane sampai ke warnet. Ane langsung ngibrit keluar menuju ke parkiran motor ane, setelah sebelumnya ngelempar 50 ribuan ke operator. Sayup-sayup ane denger si operator teriak manggil ane, mungkin mau ngasih kembalian. Tapi ane tidak peduli. Ane terus menggeber motor menuju rumah. Gila nih hantu, hari udah mau pagi masih nguber juga.

Sampai di rumah ane langsung masuk ke kamar. Hari udah pagi, udah agak terang. Ane jadi sedikit tenang, tapi tetap aja ane masih ketakutan gara2 semalaman diteror hantu Niken. Apa bener tuh hantu mau mencelakakan ane? Mau menteror ane sampai gila ? Ane mencoba berpikir jernih. Meskipun baru kenal, ane rasa Niken cewek baik-baik. Nggak mungkin hantunya mau mencelakakan ane. Hantu si Niken emang bikin ane takut setengah mati, tapi kalo ane pikir lagi tuh hantu nggak ada niat mengancam. Dia hanya menampakkan diri di depan ane. Lagipula sosoknya juga nggak serem-serem amat, masih menyerupai saat dia masih hidup. Wajahnya masih cakep, cuma sangat pucat. Maksud ane sosoknya nggak mengerikan seperti hantu-hantu di film yang berdarah-darah dengan bola mata keluar misalnya.

Mungkin seperti dugaan ane di awal, Niken ingin ane menemui ibunya untuk mengabarkan kematiannya. Yah, sepertinya emang begitu. Hantunya Niken kemungkinan besar mau menyampaikan sesuatu.

cerbung.net

Andai kita tidak pernah bertemu…

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2016 Native Language: Indonesia
Kisah seorang pemuda (Alvino) yang bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Niken di sebuah kafe tempat biasa dia nongkrong , dengan wajah penuh kegelisahan Niken menghampiri Alvino yang sedang bersantai sendirian  , Alvino yang terpesona oleh ke elokan Niken kehilangan kata-kata saat bertatapan dengan Niken , namun pertemuan mereka berdua tidak berakhir manis....Penasaran dengan kisah Alvino selanjutnya ? Yuk check it out kisah selanjutnya !

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset