Betapa Sulit Memaafkanmu episode 1

Pernikahan Karlina dan Darman

Karlina memandangi hapenya berharap pesanya terbalas, 10 menit kemudian terbalaslah pesan itu.

Darman     : ” Pagi juga sayang…nanti akan kujemput jam setengah dua…tunggu saja di sekolah maniiis ”

Karlina amat bergetar hatinya membaca pesan dari Darman pemuda pujaannya sambil makan bakwan disekolah, Karlina membalas ” Oke aku tunggu “.

Saat yang ditunggupun tiba, Darman sudah menunggu diatas sadel motornya dan Karlina keluar kelas dengan tas disilangkan di dadanya perasaan senang dan bahagia menghinggapi kedua muda mudi tersebut yang baru pertama kencan sepulang sekolah.

Karlina  : ” Mas Darman kok sudah pulang kerja kan pulangnya jam empat sore kalau hari Sabtu “.

Darman : ” Sudah gak tahan kangenya sama Lina ….maka kali ini ijin pulang gasik…kita jadi nonton bioskop…?”

” Kita ke Taman Lele saja ya…sambil aku awasi truk-truk pengangkut tanah….”, lanjut Darman sambil menarik tangan Karlina melingkar di pinggang Darman , gadis itupun mengangguk tanda setuju. Darman adalah pekerja bagian logistik di Semarang yang sedang membangun perumahan di Tamanlele dan dia mengawasinya  saat timbunan sambil pamer sama kekasih hatinya ,Karlina yang akan ujian sengaja ditunjukkan kerjanya berharap mau segera menikah selesai kelulusan.

Darman membelikan mie kopyok dan es kelapa muda karena disana adanya pas makanan itu yang ada, mereka saling suap-suapan layaknya pacaran sambil bernaung dibawah pohon yang lebat daunnya.

Darman  : ” Kapan ujiannya Lina sayang…”

Karlina   : ” Tiga bulan lagi beb…..minggu depan saat latihan ujian , dan kita akan jarang ketemu beb…?!”

Darman   : ” Tak apa tapi kita langsung nikah kan aku sudah tak sabar…. kamu disini dulu ya…ada truck yang masuk dan keluar ”

Karlina   : ” Oke..selamat bekerja”.

Darman naik ke atas truck dengan lincahnya lalu turun lagi, truck tersebut membawa tanah dan ada yang masuk untuk antri mobilnya untuk diisi tanah menggunakan exavator

Harno     : ” Ya gitu dong pacarnya diajak biar tahu jelas kerjaan kamu, cantik sekali pacarmu …putih bersih kulitnya…”

Darman  : ” Trima kasih mas No.., dia agak pendiam…dan mau ujian makanya sambil baca buku ”

Harno sopir truck mengawasi Karlina dari jauh yang sambil membaca buku dan sesekali memandang ke arah Darman yang mandi debu karena diterpa angin.

Darman  : ” Oke..jalan …” truck tersebut keluar lokasi tak puas Harno sambil menggoda Darman

Harno      :Wis ndang rabi…ndang punya bayi lan bahagia selamanya ”

Darman mengepal tangannya dan berteriak : ” Hati-hati kang…selamat sampai tujuan !!” Begitulah suasana di proyek tempat Darman ditugaskan dan segera pulang setelah temannya menggantikan. Karlina amat menikmati pekerjaan Darman dan pulang membawa buah mangga yang dibelikan Darman ketika di proyek tadi ada penjual mangga .

Darman yang sudah melamar Karlina menginginkan secepatnya menikah khawatir nanti Karlina direbut orang tapi mertuanya menyatakan : ” Biar menunggu lulus dulu toh kurang beberapa bulan saja….kasihan kalau berijazah SMP , sabar …..tak kan lari gunung dikejar “.  Orang tua Karlina amat bijak terhadap anak – anaknya dan menjaga wibawa keluarganya yang tinggal di Brebes.

Mau tak mau Darman harus melatih kesabarannya karena dunia proyek amat mengerikan penuh dengan kemaksiatan walaupun tak semua proyek seperti itu. Setiap malam  Darman disuguhi video  yang sudah di setting oleh Harno si sopir truck tentang film porno yang membuat Darman bergejolak dengan perasaannya. Ditempat kerja Darman tak konsentrasi dan selalu ingin menonton konten tersebut apalagi sopir-sopir truck selalu menggodanya dan membicarakan Karlina yang amat cantik serta polos dan amat lugu dalam penampilannya.

Darman yang kos di Tamanlele dan ditemani tenaga kasar sebut saja Warto nama  pekerja yang membantunya untuk calon pekerja kasar ditempat kerja barunya dan mengikuti Darman agar dapat masukan uang karena sudah dua tahun menikah belum ada kerjaan tetap dan mengajak istrinya yang bernama Maryati untuk memasakkannya serta mencuci pakaian Darman dan tinggal satu kontrakan. Maryati yang bersih-bersih semua ruangan dan memasakkannya sedangkan Warto yang membantu semua pekerjaan Darman sehingga tak perlu melapor ke Ungaran setiap harinya cukup WA saja , dan Warto yang belajar melapor ke kantor pusat sambil membawa berkas.

Siang itu terasa penat sekali Darman merasa kecapekan dan pulang ke kosan , Maryati melihat Darman yang jalannya lunglai merasa iba dan memijitnya dikamar entah setan apa yang memasukinya tiba-tiba keduanya melakukan hubungan badan layaknya suami istri, Darman terkapar lunglai merasakan kenikmatan luar biasa tapi ia merasa bersalah telah melakukan hubungan tersebut dengan istri Warto tapi istri Warto malah tersenyum dan merasa bahagia lalu menciumnya dan memeluknya maka terjadilah hubungan terlarang itu sekali lagi.

Kejadian tersebut akhinya dilakukan berulang-ulang dan Darman mempraktekkan semua foto mesum yang ia miliki , Maryatipun amat menikmatinya bahkan melakukan pembalasan yang tiada tara reaksinya. Setiap jam istirahat Darman tiap hari melakukannya nafsu bejatnya dan lama kelamaan Warto mengetahuinya karena Maryati berani menyusul pada malam hari kekamar Warto untuk berhubungan badan tapi Warto tak bisa apa-apa dia nyerah takut kalau istrinya marah-marah.

Pekerjaan urugan akhirnya selesai dan Darman ditarik ke kantor lagi, Maryati merasa kehilangan penghasilan dan memohon pada Darman untuk  bisa bekerja lagi dengan pekerjaan apa adanya. Darman berupaya bagaimana agar Warto dapat bekerja .

Warto  : ” Tolong mas Darman , kasihan Maryati yang kurus di rumah karena tak ada penghasilan”

Darman : ” Ya coba nanti saya hubungi lagi kamu Warto, ohya dimana rumahmu ? ”

Warto     : ” Di Kewengen desa Salelu ”

Darman  : ” Maksudmu di desa Salelu Ungaran Timur ? ”

Warto      : ” Inggih leres mas..”

Darman    : ” Wah dekat dengan proyek baruku dong, aku mengerjakan perumahan di Ungaran Timur …ya nanti tak hubungi ”

Warto        : ” Siap…tak tunggu mas Darman ”

Karlina lulus sekolah dan Darman sudah siap mengurus pernikahannya, cukup meriah dengan adanya dangdut lokal , teman-teman Darman menghadirinya di Brebes , Karlina diapit teman sekolahnya Bartini dan Yatni dan diikuti sahabat-sahabatnya di Brebes.

Karlina amat sayang sekali pada Darman mereka berdua membuka kado dari teman-temannya dan amplop yang di bukanya

Darman     : ” Wah aku ‘gak perlu membeli keperluan dapur semua sudah ada disini ada gelas, piring, sendok dan garpu , mangkok dan masih banyak lagi ”

Karlina       : ” Iya mas…semua ini akan mengingatkanku pada seluruh sahabatku di Brebes ”

Lalu mereka membuka amplop satu per satu ternyata lumayan banyaknya bahkan ada yang memberikan kunci rumah yang ternyata dari kepala proyek tempat Darman bekerja

Darman   : ” Terima kasih pak Antok hadiahnya amat berarti sekali, kita tak jadi sewa rumah sayangku…manisku…”

Karlina memeluk Darman dan bersukur dengan pemberian hadiah perkawinan yang berupa rumah tinggal terutama bapak/ibunya ( pak/bu Kandar)

Bapak  mertua   : ” Kalian berangkatnya nunggu sepasaran yo…?!”

Darman               : ” Inggih pak/buk, tapi bapak nganter Karlina sampai rumah kan..?”

Ibu  mertua         : ” Iyo lah tak temeni sampai seminggu biar kalian lancar mengatur rumah tangga kalian ”

Karlina                 : ” Terima kasih pak/buk… temeni Lina sampai lancar ya….?”

Darman                : ” Iya buk temeni Lina biar hafal dulu…”

Ibu mertua           : ” Iya tak usah khawatir ”

Keberangkatan mereka sudah amat dekat dan saat ini sedang menata kado dari teman-teman Karlina dibantu ibunya sedangkan kakek dan nenek Karlina menjaga rumah bersama pak Leknya yang mengurus pertaniannya. Dengan menyewa angkutan mereka menuju Semarang dan dilanjut ke rumah barunya yang sebelumnya mampir dikantor Darman dulu untuk ijin tinggal .

Pak Atok               : ” Wah penganten baru semoga akan menambah omsetku…silahkan masuk pak Kandar dan ibu, rumah itu hasil kerja Darman selama 5 tahun  ”

Pak Kandar          : ” Terima kasih pak semoga mereka langgeng bersama bapak ”

Pak Antok             : ” Aamiin…matur nuwun ”

Darman membaca gambar posisi rumahnya dan  memiliki tipe 36 amat cukup untuk keluarga muda dan segera dimasuki Darman.

Darman                 : ” Ini kamar kita sayang sebagai kamar utama dan ini kamar ibu dan bapak berada di ruang tamu ,dapur dan kamar mandi saling berhadapan karena ruang makannya ada di dapur dan selebihnya tanah kosong ” . Bapak dan Darman memberesi kamar sedangkan ibu dan Karlina memasak dengan kompor kenang-kenangan dari remaja Brebes .

Karlina pandai memasak ia siapkan benar-benar untuk berumah tangga hidupnya ia curahkan untuk Darman suami tercinta untuk selama-lamanya. Darman mencium mesra istrinya dan makan bersama dengan mertuanya.


cerbung.net

Betapa Sulit Memaafkanmu

Score 7.9
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2022 Native Language: Indonesian
Karlina istri yang amat sayang suami harus menerima kenyataan yang pahit karena ulah suaminya dari awal pernikahan sampai memilki 4buah hati genderang perang selalu terdengar betapa sakit hatinya sampai suaminya meninggal tanpa pesan dan maaf untuknya. Seperti apakah dukanya ? Yuk kita simak bersama penderitaan Karlina

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset