Catatan Hanya Aku episode 1

Chapter 1

Nike Andarani

Selamat pagi.

Hari ini hari Kamis tangal 17 November, Jam 7.39 WIB, dan aku masih diatas kasur single empuk ini, di kost-an bang Ricky di daerah Bandung, sekarang aku kerja di kota ini.

Kenapa aku ga apel pagi? Karena entah kenapa semangat buat nulis datang lagi tadi malam, nyusun konsep sama ngetik-ngetik bagian cerita yang masing-masing minimal 4 lembar, huft.

Aku memang berencana membuat buku, buku pengalaman hidup aku selama ini, menurut kalian itu ga menarik? Aku akan berusaha lagi untuk menggali pengalaman menarik dalam hidup aku lagi kalau belum menarik.

Dan entah sampai kapan aku bakal nulis dan untuk siapa aku akan nulis, yang aku tau itu menyenangkan dan membuatku bahagia dalam skala yang terkecil.

Oke, ada catatan hanya aku, ada cerita dibalik isinya.
Entah kenapa, aku keinget dengan Keke.
Yap, Keke, panggilan aku untuk Nike Andarani.

Biar kalian tau, Keke adalah perempuan yang aku dekati dulu saat tahun 2011 dimana aku masih pacaran dengan Lulu, dan posisi Lulu saat itu masih di Malang, jadi kami jalin komunikasi jarak jauh alias LDR yang bisa dibilang sangat sulit untuk hubungan kami.

Dan bodohnya, aku jalan dengan Keke (belum pacaran, tapi keliatan PDKT-nya, hampir dibilang selingkuh, yang ujung-ujungnya aku nyesel ngelakuin ini)

Dan hubungan kami gak pernah benar-benar berjalan sesuai yang kami inginkan, aku ga pernah dituntut apa-apa sih memang sama Keke, hanya saja, aku yang egois ninggalin dia dengan dalih kalau aku ga ada alasan lagi untuk punya hubungan komunikasi jenis apapun ke Keke, karena aku sadar hanya Lulu yang aku mau.

Tapi, anehnya dia ga marah, sekedar nyebut aku cowo bajingan atau semacamnya. Yang udah datang dan pergi gitu aja ketika sedang hangat-hangatnya jalin komunikasi. Mungkin dia pernah nangis, mungkin. Aku tak pernah tau. Udah diperlakukan seperti ini, ditinggalkan oleh orang yang dia suka dengan taruhan walaupun nantinya dia akan jadi orang kedua dalam hubungan antara aku, Lulu dan Keke, walaupun begitu dan pada akhirnya pun dia masih bisa senyum dan ngucapin kalimat “terima kasih” untuk aku.

Laki-laki memang bajingan.

Nah, satu hal yang aku masih kagum dengan Keke sampai hari ini adalah, kepribadiannya.

Keke adalah murid SMU 55 dulu di Batu Aji, Batam, dimana daerah itu dicap dan dikenal sebagai wilayah kumal dan kurang dibilang baik, asik tawuran dan berantem aja, kenapa aku tau? Ya dulu aku SMP juga di daerah Batu Aji, hehehe… jadi tau persis Batu Aji kaya gimana.

Setelah dia lulus SMA dia kuliah di UNRIKA, di daerah Batu Aji juga, dan mengambil jurusan Sarjana Sastra Inggris, dan lulus dengan gelar SS. Huft, ini menjadi perdebatan awal aku dengannya, kenapa ga ambil jurusan yang familiar dan ambil kuliah di tempat yang akreditasi yang lebih baik? Kayak di luar kota? Atau ambil jurusan hukum biar mudah?

Dia ga ngejawab itu dengan argumen yang mendetail atau penuh dengan kalimat intelektual khas anak kuliah. Dengan santai dia bilang…

“Karna hanya bahasa inggis kemampuan aku, dan aku ga sanggup untuk nempuh kuliah diluar kota”

Setelah lulus kuliah dia akhirnya menapaki karir awal pertama di Batam, dan bekerja sebagai Teller Bank Bpr di daerah Panbil, deket dengan Batu Aji (lagi).

Nah, disini aku mulai kenal awal dengan Keke. Kenalan antara teman dan teman, ketemuan pulang kerja, antar jemput dan, ajak dia jalan makan malam atau sekedar nonton. Dan disaat aku ngerasa hangat itu pula aku yang minta diri untuk ninggalin dia. Aku yang awalnya datang dan bilang mau ke Keke, dan akhirnya aku yang pergi dan bilang aku udah ga mau ke Keke.

Aku yang memulai, aku pula yang mengakhiri…

Tapi, balik lagi ke pribadi Keke, dari kredit bibit bebet yang kurang meyakinkan itu, dia bisa survive, dari keterbatasan kemampuannya, yang aku tau (berkat tanya-tanya dengan temen aku juga) dia akhirnya berhasil lulus tes pertama kali sebagai Flight Attendant atau yang biasa dibilang Pramugari di maskapai penerbangan terbesar Indonesia yaitu di PT. Garuda Indonesia (Persero), maskapai jalur penerbangan internasional pula, yang berarti di luar negeri. Karna apa? Karena dia bisa lancar bicara bahasa inggris dari kuliah di kampus yang biasa biasa aja, dan lulus tes fit and proper test dari pengalam kerja sebagai Teller di BPR yang biasa biasa aja.

Aku ga pernah nyangka Keke bisa seimpresif ini.

Entah kalimat apa yang bisa aku gambarkan, Keke sangat luar biasa, bagi aku dia sangat tough untuk pribadi perempuan.

Aku masih, ngeliat semua aktifitas nya di twitter, di instagram, untuk sekedar melihat udah sampai mana dia meraih mimpi-mimpinya, ngeliat dia dengan outfit yang casual yang dia padukan sesuai cuaca luar negeri, Tokyo, Amsterdam, New York.

Kini aku percaya, mau kuliah ambil jurusan apapun itu, ga ada lebih dan kurangnya, yang menetukan masa depan bukan jurusan populer ataupun kuliah di tempat terkenal dengan akreditasi A B C. Namun yang paling terpenting adalah, seberapa kuat kau ngejalani hidup tanpa harus mengeluh.

Sekali lagi, seberapa kuat kau ngejalani hidup tanpa harus mengeluh.

Kalian tau? Alasan aku untuk ambil kuliah di UT jurusan Sastra Inggris mungkin adalah dia salah satunya, dan aku harus akui, akulah fans yang sampai saat ini masih mengagumi Keke Nike Andarini, dan tadi malam saat aku ngopi diluar bareng Valen, Agung dan Inggit, sekali lagi aku buka galeri fotonya di instagram lewat web (karena aku ga punya aplikasi instagram dan akun-nya, makanya buka lewat web) untuk sekedar ngeliat, apa kabar si Keke dan sudah sejauh apa ia menjalani mimpi besar dan kehidupan nya saat ini.

Kini aku tau, dia sudah menikah dengan pacarnya yang sama sama satu profesi, Pramugara, satu maskapai penerbangan juga di perusahaan yang mengambil nama wahana Dewa Wisnu dalam mitologi India kuno.

Terus menginspirasi aku ya, Keke. Aku harap kesalahanku mau kamu maafkan, walau masa itu hanya seperti serpihan biskuit, manis sedikit dan mudah jatuh terlupakan oleh tangan.

Mau kamu ingat aku lagi atau tidak, pada intinya aku mendoakan yang terbaik buat kamu dan Tara.


cerbung.net

Catatan Hanya Aku

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Apa arti cinta ? Kenapa aku menduakan seseorang yang pernah bersamaku hanya untuk sekedar keisengan ? Apakah ini benar hanya sekedar "keisengan"ku saja ? waktu telah berlalu akhirnya aku sadar bahwa dialah cintaku yang sebenarnya, tapi aku terlambat.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset