CHUKO SI PEMBERANI episode 9

Pulang Di Sambut Banjir

Bik Atun akhirnya mengikuti Mas Effendi pulang ke Jawa karena untuk membantu pernikahannya, sudah dua minggu mereka beradadi Metro dan sekarang saatnya pulang ke Jawa.

Bik Atun  : ” Jadi bulan Juni kamu akan menikah….. ?” tanya bik Atun

Effendi    : ” Iya bulik…alhamdulillah…” .

Mereka sudah berada di kapal dan bulik Atun langsung memilih tempat peristirahatan. Darman memangku Chuko di kursi tengah sambil memakan criping singkong bawaan bik Atun, Chuko memandangi Darman saja dan tak mau ketika di beri criping singkong. Bik Atik yang melongok Chuko ke belakang amat gemas dan ingin memeluknya tapi dia khawatir kalau Chuko mainan kerudungnya. Ternyata Chuko dibawa lagi ke mobil karena tak boleh ada binatang yang berkeliaran di kapal, Darmanpun menggendonya dan memasukkan di kandang Chuko lalu menguncinya. Mas Effendi bersama Darman melongok lewat kaca mobil dan membuka sedikit untuk pernafasan Chuko. Mas Effendi dan Darman kembali lagi di ruangan penumpang dan terlihat bik Atun masih memperhatikan mereka.

Darman : ” Bik Atun ingin menggendong Chuko tadi tapi Darman khawatir karena banyak penumpang yang melihatnya untung mas Effendi membawa Chuko kembali ke mobil lagi jadi aman dah dari teguran security…..”

Effendi   : ” Memang sebenarnya tak diizikan sih…..makanya kakak masukin di mobil lagi biar tidak mengganggu penumpang…”.

Chuko sendirian di mobil dia memandang disekitar parkir mobil tapi dia takut karena ada yang jaga dan mengecek mobil-mobil . Buru-buru Chuko masuk ke kolong jok karena dilihatnya ada penjaga yang menuju ke arahnya,tapi ternyata penjaga itu hanya lewat saja .  Chuko melihat wanita bersama anak kecil membuka mobil dan disitu terdapat beberapa ekor kucing , ternyata dia memberikan makanan untuk kucing tersebut….anak laki-laki itu memeluk kucingnya . Ada perasaan iri di hatinya…tapi ternyata kucing tersebut di kembalikan lagi ke kandangnya, rupanya dia ditinggalkan oleh majikan tersebut seperti halnya Chuko. Perasaan membosankan menunggu keluar mobil dan ingin mengikuti mas Effendi maupun Darman tapi mereka tak datang- datang dan akhirnya Chuko tidur di kandangnya lagi.

Rupanya kapal sudah sandar karena dilihatnya semua penumpang memasuki mobilnya termasuk mas Effendi, Darman serta bik Atun. Chuko senang sekali karena akan keluar dari mobil dan benar… Darman sudah mengeluarkan Chuko dan memangkunya. Mengantri keluar kapal satu satu sementara ombak laut naik-turun . Rupanya ombak besar dengan penuh hati-hati mas Effendi keluar dari dalam kapal di pelabuhan Merak terjadi ombak besar kapalpun bergoyang-goyang bik Atu berpegangan erat dihendel mobil

Bulik Atun : ” Pendi hati-hati…ombaknya besar….”

Effendi        : ” Iya bulik….Fendi cuma tunggu aba-aba.. ” .

Setengah jam sudah menanti ombak tenang…perlahan tapi pasti Effendi dengan cepat melintas di penyeberangan Merak…..dan akhirnya selamat bisa meninggalkan kapal meskipun mobil tersiramair laut Effendi segera keluar dari dermaga.

Effendi   : ” Wuiiiih besar banget ombaknya……”

Bulik Atun  : ” Iya…..kok bisa sampai segitu besar ombaknya…kenapa yaaa……”

Effendi        : ” Yah…mungkin pengaruh cuaca yang ekstrim…klo panas…panas sekali klo hujan…musti banjir besar….bumi dah semakin tua…..”

Bulik Atun  : ” Iya….makanya jaga iklim kita jangan tebangi hutan….dan jangan suka menggerutu….” . Effendi kaget mendapat panggilan telepon yang ternyata dari Rukmini.

Effendi    : ” Hallo kenapa yang……? ”

Rukmini  : Jangan lewat Pekalongan…..banjir melanda disana….”

Effendi     : ” Haduuuh …lewat mana ya…..? ”

Rukmini   : ” Itu di televisi pada lewat Wonosobo…..”

Effendi     : ” Haduh…sampai di Jawa dikejar banjir….Iya deh nanti lihat yang aman….makasih sayangku…..” Effendi mematikan hapenya dan segera membuka google map mencari lokasi yang aman perjalanan pulangnya. Jalan-jalan tergenang banjir tapi mas Effendi melihat kendaraan depannya sambil sesekali melihat google map. Karena perut lapar maka mas Effendi melihat-lihat rumah makan yang buka sepanjang jalan, bik Atun mengeluarkan kue dan menyuapi mas Effendi agar tak kelaparan. Mas Effedi sudah melewati tol dan masuk ke Cikarang lanjut tol lagi.

Effendi : ” Kita makan di res area ya….sebelum nanti mendapatkan banjir lagi….”

Bulik Atun : ” Dah lewat mana saja…yang penting aman…..”

Effendi    : ” Untung bulik bawa roti…jadi terganjel perut ini….la Darman makan apa tadi…..”

Darman   : ” Darman sudah makan criping telo….dan kue juga….perut Darman aman kak…”

Saat ini cuaca panas tapi banjir belum surut dan kini sudah sampai Brebes hujansedang melanda di sana…karena capek mas Effendi pencari penginapan untuk beristirahat dan beristirahat di Slawi. Mas Effendi tak bisa tidur memikirkan banjir yang rata dari Jawa Barat sampai Slawi masih hujan . Mas Effendi mencari info untuk perjalanan pulangnya sambil makan malam di Slawi , hujan mengguyur jawa tengah sudah dua hari.

Effendi  : ” Waaah… gimana nih…semuanya terkepung banjir…” Bulik Atun hanya diam saja karena bingung dengan keadaan di Jawa yang hujan terus mengguyur, dan akhirnya mas Effendi paginya lewat Kalimas dilanjut Karangtengah dan Sukorejo lanjut Boja dan menuju Semarang. Badan mas Effendi rasa capek…punggung terasa kaku….tapi mobil tetap di pacunya sampai Ngalian.

Effendi   : ” Gimana Darman …apakah kamu capek…….”

Darman  : ” Darman bingung badan capek sumua….untung Darman masih bisa kakinya di selonjorkan sambil peluk Chuko dan guling masih bisa sebagai penghangat …yang capek itu mas Effendi dan bik Atun yang tak bisa tidur dan selalu bangun..”

Mas Effendi : ” Gimana mau tidur…mobil jalan terus klo berhenti paling ngliyep tidur sebentar karena mata tak tahan ngantuk..untung saja kamu bawa guling Darman…”

Darman        : ” Darman sejak berangkat selalu peluk guling biar perut tak mual dan bisa tidur nyenyak…..” sampai dirumah hari sudah larut malam, dan buk Wasilah segera membukakan pintu gerbangmobilpun segera masuk.

Bik Atun      : ” Ini bik Wasilah ibuknya Darman ya….kenalkan saya bik Atun bibiknya mas Effendi adik dari bapaknya yang sudah meninggal….”

Wasilah       : Inggih…dalem Wasilah ibuknya Darman….” Wasilah membantu menurunkan semua bawaan mas Effendi juga bawaan bik Atun dan mengambil semua bantal dan selimut serta mengeluarkan kandangnya Chuko. Darman menuju tempat tidur Chuko dan Chukopun langsung tidur dengan nyenyaknya.

Wasilah mengelus dan memijit kepala Darman yang kecapekan sepulang perjalanan dari Lampung , kepala Darman terasa agak panas Wasilah sudah mempersiapkan parasitamol andalannya jika Darman mriyang ketika Darman terbangun bu Wasilah menyuapi makanan paginya berharap Darman segera membaik. Darman kembali tidur dan bu Wasilah segera beberes untuk mencuci pakaian mas Effendi , Darman ditinggalkan dan menyelimutinya dulu. Bik Atun bangun untuk sholat subuh tetapi tidur lagi karena capek.

Jam sembilan pagi mas Effendi baru bangun tetapi matanya masih pingin merem, sementara Darman sedang bermain bersama Chuko yang selesi makan biji-bijian, sementara bik Atun membantu bu Wasilah mempersiapkan sarapan tapi bik Atun kelaparan dan duluan menyantap nasi goreng dengan sate ayamnya serta kerupuk udang yang membuat bik Atun kekenyangan dan masuk kamar lagi. Jam 12 mas Effendi sudah selesai mandi dan rapi.

Wasilah    : ” Selamat siang mas Effendi…sarapan sudah siap…..”

Effendi     : ” Siang… bu Wasilah…Bik Atun sudah makan….? ”

Wasilah    : ” Sudah…dia barusan minta obat karena badanya panas….dan sekarang sedang istirahat ….”

Effendi     : ” Masih ada obatnya buat saya buk….? ”

Wasilah    : ” Oh ..masih..masih mas…., ini bisa langsung di minum….” Bu Wasilah memberikan obat turun panas dan segera di minum mas Effendi agar sakit yang dirasakannya lekas hilang dan dilanjut tiduran di kursi panjang.


CHUKO SI PEMBERANI

CHUKO SI PEMBERANI

Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2023 Native Language: Indonesia
Chuko adalah seekor kucing Persia jantan yang nakal tetapi penurut sama majikannya , polah tingkahnya yang aneh membuat gemas para hewan dan khususnya para kucing yang iri pada Chuko. Tapi Chuko tetap tenang dan enjoy. Dia tak mau memamerkan bulunya yang mekar  dan indah, Chuko selalu melindungi sesama dari musuh-musuhnya. sehingga ditakuti semua musuh-musuhnya karena keberaniannya. Mari kita ikuti keberanian Chuko seperti apa sajakah....?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset