Cinta Monyet Bersemi Di Putih Abu-Abu episode 23

Chapter 23

Tak terasa hitungan hari berlalu, dan tak terasa juga sekarang 14 juni yang artinya besok adalah ulang tahun gue. Hari ini di restaurant tante gue begitu semangat tak seperti biasanya, karena besok adalah hari terpenting dari tahun lalu. Dan gue inget tante bakal kasih tau dimana papa dan mama gue, tak sabar rasanya dan bergitu mengebu-ngebu.
Menjelang malam, lumayan ramai sampai gue pun turun antar pesanan. Jam 10 malam pun selesai tinggal beres-beres, baru kali ini gue lihat tante begitu capek begitu juga om. Dan beakhir jam 11 malam, masih dengan penuh semangat cucian langsung tidur karena tak sabar nunggu besok. Walau awalnya susah tidur karena kepikiran terus besok, akhirnya gue tertidur.
Gue bangun lebih awal karena ini hari special gue dan perasaan yang begitu semangat. Gue lakuin ritual pagi hari yaitu boker hampir 30 menitan di wc. Selesaii gue langsung ke dapur mau minum dan ketemu tante, gue mau langsung tanya tapi gak enak dan hanya tegur sapa, tante keliatan terburu-buru . dan gue putusin ke ruang tengah..
“SUPRISEEEEEEEEEEEE”, teriak tante, om reny dan kedua adiknya.
“Happy Birthday edoo…” ucap ci reny sambil bawa kue.
“Selamat ulang tahun ya do, semoga ( isi sendiri )” ucap tante sama om..
Dapat kejutan sederhana dari keluarga yang sederhana, mempunyai rasa yang berbeda. Gue pun make a wish dan berharap tante sekarang kasih tau dimana papa mama gue. Itu harapan gue saat ini. Dan ditiuplah lilin, di iringi potongan kue kecil gue suapin satu per satu. Tawa pun keluar dari keluarga sederhana ini. Om pun keluar ke teras depan, ci reny dan adiknya pun ikutan pergi tinggalin tante sama gue di ruang tamu.
“Do… duduk dulu ada yang mau tante omongin ke km.” tante taruh kue di meja dan gue duduk di sampingnya.
“hmm ada apa tant?” gue pura-pura lupa.
“ tentang papa mama km, tante kan udah janji ke km kan” lanjut tante.
“ hmm oh ia tant, “ wajah gue senyum lebar karena seneng tante gak lupa.
“bentar tunggu sini do” jawab tante langsung ke kamarnya dan tidak lama membawa kotak kayu, kemudian duduk samping gue.
“ini do.. “ tante langsung kasih gue kotak itu.
“ini apa tante?” gue bingung.
“buka aja, katanya mau liat papa mama km kan?” jawab tante agak ragu.
Gue pun langsung buka kotak tersebut, dan terdapat 2 foto dan kalung dengan giok bulat gepeng dengan ujungnya yang pecah. Gue pun ambil salah satu foto tersebut, terdapat pasangan yang lagi foto ber tiga dengan bayi di tengahnya, gue semakin bingung dan 1 foto lagi 2 tangan di tengah-tengah bayi seolah lagi bergenggaman. Cukup lama gue untuk menalar maksudnya ini dan terlintas pikiran yang enggak-enggak gue pun bertanya.
“Tante ini maksudnya apa?” emang gue gak ngerti.
“Tpi kamu harus kuat ya..” sambung tante.
“iaa.. tante.. “ jawab gue, dan kelihatan tante berkaca-kaca.
“pa..pa.. mama.. kamu udah di surga do..” tante pun langsung menutup mulut menahan isak tangisnya..
“maksudnya papa mama edo udah meninggal, terus ini foto papa mama edo waktu edo lahir?” 1 kalimat yang menjawab arti semuanya, dan dugaan gue benar. Gue pun langsung lihat fotonya lagi.
“iiaaah.. do.. “ tante menunduk sambil terisak tangis.
Gue langsung bengong serasa otak berhenti bekerjaa, gak tau harus gimana. Perasaan yang begitu tak percaya, gue berharap ini bohong, gue mau ini hanya mimpi, bukan ini yang gue harapin di ultah gue. Pikiran campur aduk, terasa mata gue berkaca-kaca, gue gak boleh kelihat cengeng depan tante dan gue pun tahan sekuat-kuatnya, karena tante udah ajarin dari kecil gak boleh cengeng terhadap masalah yang ada. Tapi kali ini gue shock banget, gue cuman bengong sambil terus lihatin wajah 2 orang itu yang ternyata papa mama gue. Mereka kini udah pergi, ini pasti bohong . hati gue masih gak percaya dan masih belum terima semua ini. Dan gue pun diam sejenak.
“Tante…” ucap gue dalam keheningan.
“kenapa tante gak kasih tau edo sejak kecil?” tanya gue pelan dengan mata agak berkaca-kaca.
“tan.tante.. takut kamu jadi anak pemurung, bukan jadi edo yang sekarang.” Jelas tante.
“tapi kenapa harus sekarang tant pas di ulang tahun edo?” tanya gue.
“Tante udah gak kuat bohongin kamu lagi edo, apa lagi kamu selalu tanya papa mama kamu” tangis tante pun kembali lagi.
“ tante pilih sekarang, karena tante harap kamu udah dewasa dan bisa terima kenyataan dan bukan anak kecil lagi.” Jawab tante terisak nangis peluk gue..
“maafin tante ya edo.. tante gak bermaksud, tapi tante gak bisa bohongin kamu terus.” Lanjutnya sambil peluk erat gue. Dan gue hanya tak bisa berkata dan berusaha gak boleh nangis di depan tante. Terdengar suara seperti orang yang ter isak nangis dari teras depan. Gue bingung, pikiran terasa kosong, hari yang harus bahagia kenapa jadi begini.
“ tante,, edo boleh tau mama papa edo duluan pergi?” tanya gue pelan.
“tantee.. gak mau bikin kamu down do, tante takut.” Tante sambil ter isak nangis.
“gpp tante, edo kuat kok dan tante yang ajarin edo gak boleh cengeng walau hadapi masalah gede pun, walau menyayat hati edo harus bisa gak boleh cengeng kan tante dan edo juga dah janji gak boleh nangis kan sampai ketemu ketemu papa mama?” jawab gue sambil terbata-bata karena terus menahan rasa tangis.
“baik kalau itu mau km do, tante bakal jelasin semua. Sebagai permintaan maaf ke km do.” Sambil di usapnya air mata tante. Gue pun berusaha kuat gak boleh mewek, walau hati ini tak masih belum percaya.
“iah tante.. pasti edo kuat ko..” gue berusaha senyum, tante mungkin tau mata gue udah berkaca-kaca tapi sok tahan nangis. Dan tante pun bersiap ceritain semuanya.


cerbung.net

Cinta Monyet Bersemi Di Putih Abu-Abu

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2015 Native Language: Indonesia
Sebuah cinta monyet yang tumbuh saat masuk Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA.Banyak siswa cantik yang mengikuti MOS saat itu , tapi pandangan Edo hanya tertuju pada satu gadis.....Siapakah gadis itu..? yuk dibaca cerita lengkapnya dibawah ini!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset