Di ujung jalan episode 3

Bab 3 - Pertemuan Kedua

Hampir dua minggu Ardi gak mendengar kabar dari Nata. Setelah bertukar nomor hp, tidak ada komunikasi yang mereka lakukan. Ardi juga makin sibuk dengan kedai kopi miliknya yang makin rame, Apalagi dia hanya dibantu oleh satu sahabat yang merangkap menjadi karyawannya yaitu Bimo.
“Bim, buat meja nomor empat jangan lupa ekstra susu,” kata Ardi setengah berteriak.
“Iya Ar, buset dah. Gue gak lupa kok.”

Bimo mengamati sahabat yang dikenalnya sejak di bangku SMA. Ardi banyak berubah saat kehilangan Bulan. Bulan adalah sahabat dekatnya dan Ardi, Tapi kemudian takdir berkata lain, Bulan dan Ardi sepakat untuk berpacaran pertengahan SMA. Hubungan mereka terbilang baik-baik saja, tapi mendadak suatu hari Bulan berubah dan menjauh dari Ardi, puncaknya Bulan memutuskan hubungannya dengan Ardi karena alasan ingin sekolah di Amerika. Sampai sekarang sudah 8 tahun Bulan menghilang, dan belum pernah muncul lagi di kehidupan mereka.

“Kayaknya lo digaji bukan buat bengong deh…” ujar Ardi agak sinis.
“Oh, sorry. Pesanan yang tadi gue langsung anter deh.”

Bimo buru-buru mengantar pesanan meja nomor empat. Ia gak mau kena damprat si Ardi. Bimo mengulaskan senyum kepada pengunjung kedai yang duduk di meja nomor empat.

“Silahkan diminum. Terimakasih sudah berkunjung.”
“Sama-sama. Oh iya, Mas Ardi nya ada ?” tanya wanita itu sebelum Bimo hendak beranjak dari meja itu.
“Ada kok, Ada keperluan apa sebelumnya, Mbak ?”
“Saya… temannya. Bisa tolong dipanggilkan ?”

Bimo hanya mengangguk dan segera memanggil Ardi. “Ar, ada yang nyariin tuh. Cewek yang duduk di meja nomor empat.”
“Oke, lo handle pesanan yang lain ya. Gue ke sana dulu.”

Ardi terkejut ketika mendapati siapa yang mencarinya. Nata, reporter perempuan yang mewawancarainya beberapa waktu yang lalu. Nata tampak manis dengan jumpsuit motif batik dengan tas selempang kecil warna hitam, sambil mengalungkan satu buah kamera di lehernya.
“Hai. Apa kabar kamu ?”
“Saya baik, Nat. Saya cukup terkejut kamu ke sini lagi.”
“Masa ? Padahal aku udah sms kamu. Mungkin kamu gak liat kali.”
“Iya nih. Sejak artikel kamu tentang kedai ini dimuat, saya dan Bimo jadi kerepotan. Kayaknya saya mesti cari karyawan tambahan deh.”
“Iya tuh. Kasian Mas Bimo, jadi ngerangkap jadi tukang anter pesanan.”
“Tapi susah sih cari karyawan lagi, Mau gabung ?”

Sebenarnya pertanyaan Ardi sekedar basi-basi, ia gak mau benar-benar menjadikan Nata karyawannya. Tapi jawaban Nata diluar dugaan. “Boleh. Aku emang udah lama mau ganti profesi. Seneng deh ditawarin kerjaan lagi.” kata Nata sambil tersenyum.

“Serius ? Tadi saya cuma sekedar basa-basi doang kok.”
“Aku udah terlanjur bawa itu jadi serius Ar.” Nata tertawa sambil meneguk sisa kopi di gelasnya.
“Oke deh. Kamu digaji perbulan tiga juta. Saya minta maaf kalo baru bisa gaji kamu segitu. Jam kerja mulai jam 11 siang sampe jam 8 malam.”
“Gak papa kok, gaji dari kamu udah lebih gede daripada gaji aku kerja jadi reporter.”

Ardi terkejut. 3 juta terbilang gaji yang pas-pasan. Ia sengaja gak langsung memasang gaji besar, Ardi mau melihat kinerja Nata terlebih dahulu. Nata memang berbakat di bidang tulis-menulis, tapi Ardi gak yakin Nata bisa berbakat jadi waitress….


cerbung.net

Di ujung jalan

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2016 Native Language: Indonesia
Kisah perjalanan cinta muda mudi pemilik kedai kopi yang jatuh hati dengan seorang reporter food and travel.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset