Di ujung jalan episode 7

Bab 7 - Sakit

Nata bangun saat mencium bau yang asing di sekitar tempat tidurnya. Oh bukan tempat tidurnya, dia gak tau di mana ia tidur sekarang.
Nata melirik bagian bawah tubuhnya yang tertutup selimut warna biru. Naked dan ya ampun seorang pria tidur di sebelahnya…. Ardi.
Sedetik kemudian ia sadar bahwa kini ia dalam masalah besar “minuman sialan! Baru sekali aku minum udah kejadian kaya gini.”

“Hai, morning Nat.”
Mo…morningg” Nata terlihat kaget saat Ardi ternyata sudah bangun.
“Kamu kenapa ? Kok canggung gitu ?” Ardi mendekati Nata sambil mengetatkan pelukannya pada Nata.
“Ar, kayaknya ada satu hal yang mesti dilurusin. Dan bisa minta tolong ? You should let me go.” Nata berusaha untuk melepaskan pelukan Ardi, namun ia merasa kelelahan dan akhirnya menyerah juga, membiarkan Ardi memeluk tubuhnya.

“Kamu udah cape ya ? Kok ga mukulin saya lagi ?” Ardi terkikik geli sambil mengelus rambut cokelat panjang milik Nata.
“Ar, kemarin itu kita….”
“Iya, kalo ‘itu’ yang kamu maksud… Saya harus jawab, ya kita udah ngelakuin ‘itu’.”
“Kok bisa ?”
“Kemaren kamu mabok berat. Saya udah coba nanya rumah kamu di mana, tapi kamu malah ngomongin hal yang gak seharusnya….”
“Oh ya ? Misalnya apa ?” Potong Nata dengan wajah penasarannya.
“Kamu ngira saya Restu. Dan kamu cium saya duluan, awalnya saya berusaha tahan kamu, tapi akhirnya laki-laki mana yang bisa tahan kalo terus digodain kayak semalem ?” Ardi tersenyum nakal sambil bangun dari tempat tidurnya.
“AHHHH !!!! Ar, kalo misalkan ada sesuatu yang ga diharapkan terjadi…”
“Kamu nggak usah teriak-teriak gitu Nat. Aku emang pengen ngelamar kamu kok.”

“APAAAAA????”

***

Sejak kejadian ‘itu’ Nata sepertinya terang-terangan menjaga jarak dari Ardi. Sebenarnya ia juga nggak tau kenapa tiba-tiba kalimat lamaran itu keluar dari mulutnya, tapi kalo boleh jujur… Ardi memang udah jatuh cinta sama Nata.
Ardi gak peduli dengan status janda yang dimiliki Nata, ia akan segera menikahi Nata segera setelah Nata mengiyakan lamarannya. Tapi sebelumnya, ia harus membuat Nata berbicara lagi padanya.

“Nat, aku ntar kenalan sama baby Jack boleh ?”
“Maaf Ar. Saya pengen kamu ngelupain kejadian tempo lalu.”
“Maksud kamu ?”
“Anggep aja kita hanya lagi mabok. Saya minta maaf udah lancang cium kamu duluan. Saya mau hubungan kita cuma sebatas masalah kerjaan aja, bisa ?”
Ardi menatap mata hitam milik Nata. Mencoba mencari kebohongan yang tersirat dari tatapan mata Nata. Namun ia terlihat bersungguh-sungguh.

“Nat, liat saya. Bilang kalo kamu gak ada perasaan apa-apa sama saya !” Ardi berteriak sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
Tapi Nata gak bergeming, ia hanya menunduk sambil menahan tangisnya yang sudah di ujung pelupuk matanya.

Ardi menarik dagu Nata untuk memaksa Nata menatapnya balik. Tapi sedetik kemudian tangis Nata pecah.

“Sa.. Saya takut Ar,” kata Nata disela-sela tangisannya.
Ardi tau ketakutan Nata. Melahirkan dan merawat anaknya seorang diri bukan perkara mudah. Ardi mengelus rambut Nata sambil menatap bola mata itu lagi.
“Nat, kamu mau bantu saya ? Tolong biarin saya ngelindungin kamu. Kamu gak perlu nikah sama saya, tapi seenggaknya biarin saya bisa memeluk kamu kayak gini.”
Nata hanya mengangguk kecil. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia tau. Ardi sudah berhasil menaklukan hati kecilnya.


cerbung.net

Di ujung jalan

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2016 Native Language: Indonesia
Kisah perjalanan cinta muda mudi pemilik kedai kopi yang jatuh hati dengan seorang reporter food and travel.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset