Di ujung jalan episode 8

Bab 8 - Happiness

Hubungan Nata dan Ardi sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Nata memulai membuka dirinya dan nggak lagi bersikap formal. Ardi juga belum bisa memastikan status hubungannya dengan Nata, karena ia gak mau membebani Nata dengan menuntut macam-macam. Buat Ardi, Nata yang mulai membuka diri sudah lebih dari cukup.

“Nat, kerja di sini bikin kamu kecapean ya ?” Ardi datang menghampiri Nata sambil melingkarkan kedua tangannya di bahu cewek itu.
“Ar, jangan kayak gini… Ntar kalo Bimo liat, jadinya malah gak enak.” Nata berusaha melepaskan lingkaran tangan Ardi di bahunya.
“Si Bimo lagi cari makan di luar kok…”

“GILAAA… gue gak salah liat ? Kalian berdua udah….” tiba-tiba Bimo datang entah dari mana sambil menunjukan ekspresi terkejut dan tersenyum jahil.
“Simpen pikiran mesum lu. Gue nggak ngapa-ngapain sama Nata. Lagian kalo ngapa-ngapain…thats not your own business !”
“Jadi kalian udah ‘ngapa-ngapain’?” tanya Bimo sambil membuat tanda kutip di samping pelipisnya.
“Anu… enggak kok Bim. Gue gak ngapa-ngapain.”

Nata buru-buru kembali ke pekerjannya sebelum mereka berdua menyadari kalo wajahnya udah berubah kemerahan kayak kepiting rebus.

***

“Pokoknya hari ini aku mau kenalan sama baby Jack !” Ardi gak mengerti alasan Nata enggan memberikan izinnya untuk mengenal anaknya.
“Ar, kayaknya waktunya belum tepat…”
“Sampe kapan Nat ? Aku pengen banget kenalan sama anak kamu…. Maaf ralat, calon anak kita.”

Mata Nata membulat mendengar perkataan Ardi tadi. Ia gak menyangka kalo akan semudah itu buat Ardi menjadikan Jack menganggap anaknya. Ardi memperhatikan ekspresi Nata, ia tau kalo perkataannya tadi membuat Nata kaget. Ardi gak masalah dengan kehadiran Jack, ia akan dengan senang hati menerima anak Nata dari pernikahan sebelumnya.

“Kamu kaget banget ya, Nat ? Jack itu anak kamu, dan aku bakal nikah sama kamu, jadi itu bukan cuma anak kamu aja tapi anak aku juga.”
“Oke, aku bolehin kamu main sama Jack.”

Mereka akhirnya sama-sama tersenyum. Ardi tau bahwa perlahan akan mudah membuat Nata mengiyakan lamarannya.
20 menit kemudian, Ardi dan Nata sampe di depan rumah Nata…

“Nat, Jack lucu banget,” kata Ardi sambil mencubiti gemas pipi bayi berumur 4 bulan itu.
“Hehe, makasih Ar. Tapi Jack-nya jangan dicubitin terus dong…”
‘Abis gemes banget. Jadi gak sabar ngajarin dia manggil aku ‘ayah’.”

Nata merasa detak jatungnya hampir berheti begitu mendengar Ardi tadi. Sebenarnya Nata gak memaksa Ardi untuk menganggap Jack sebagai anak kandungnya, menerima kehadiran Jack saja sudah lebih dari cukup. Nata jadi terharu sendiri, perlahan isak tangisnya pecah.

“Hey, kamu kenapa Nat ? Aku salah ngomong lagi ya ?” Ardi menarik Nata mendekat dan memeluknya. Ia gak mau Nata sedih atau menangis lagi.
Nata menggeleng pelan, sambil mengusap kedua matanya. “Enggak kok. Aku seneng banget kamu mau terima Jack. Aku gak tau mesti gimana buat buat balesnya…”
“Cukup nikah sama aku Nat.”

Nata terkejut, ini sudah kedua kalinya Nata melamarnya secara terang-terangan. Kalo boleh jujur, Nata sebenarnya sudah memiliki perasaan ke Ardi, hanya saja sepertinya lamaran Ardi masih terbilang terlalu cepat. Apalagi mereka berdua belum menjalani masa pacaran yang sebenarnya. Sedetik kemudian Nata dibuat terkejut ketika Ardi mengeluarkan cincin dari sakunya.
“Nat, aku minta maaf untuk lamaran paling gak romantis ini. Harusnya aku bawa kamu ke restoran mahal dan lamar kamu di sana. Aku gak tau kenapa, tapi sejak aku kenal kamu, dan denger cerita kamu… aku makin kagum sama kamu. Dan, lambat laun kekaguman itu bikin aku sayang sama kamu. Kita gak akan nikah buru-buru, tapi cincin ini bakal jadi tanda kalo aku serius sama kamu. Jadi…will you marry me ?”

Nata tau perasaannya. Sebelum ia sempat ragu, Nata memilih untuk mendekatkan bibirnya dan mencium Ardi kecil. “Yes i do.”
Ardi tersenyum dan memasangkan cincin itu di jari Nata, ia memeluk Nata sebelum akhirnya mencium kening Nata.

Both of them are totally happy.


cerbung.net

Di ujung jalan

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2016 Native Language: Indonesia
Kisah perjalanan cinta muda mudi pemilik kedai kopi yang jatuh hati dengan seorang reporter food and travel.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset