Diary Playboy Wanna Be episode 16

Chapter 16 : Pembalasan Dinda

Sejak malam itu, gw mulai melanjutkan kebiasaan yang sudah lama gw tinggalkan. Menghubungi Dinda sehari 3x sehari. Bangun pagi, makan siang dan sebelum tidur. Bedanya ialah sekarang gw tidak mendapati lagi keceriaan dan nada manja Dinda. Hanya kata-kata singkat dan datar. Usaha gw untuk melucu pun hanya berbalas tawa singkat. Keadaan benar2 berbalik. Dulu gw yang cenderung menanggapi obrolan-obrolan Dinda dengan nada malas. Kini gw tahu rasanya menjadi Dinda. Sakit hati karena tidak dihargai paling gw benci. Tapi gw bersabar. Karena selama proses pemulihan kepercayaan itu gw belajar hal-hal yang sudah lama gw lupakan. Menghargai pasangan.

Sikap cuek Dinda pun perlahan menghilang. Dia mulai merespon dan membalas rasa sayang gw. Dalam waktu seminggu, hubungan kami berangsur normal walau gw sendiri secara pribadi merasakan anomali dalam hubungan ini. Ada rasa yang aneh. Tapi gw anggap angin lalu. Wajar semua rasanya berbeda. Mungkin hanya karena hubungan kami yang baru saja di restart ini. Toh akhirnya semua akan kembali seperti seharusnya, pikir gw saat itu.

Tapi ternyata gw memang terlalu mudah puas. Pagi itu gw dibangunkan dengan telp dari Yusa, sahabat karib gw di kuliah.

“Sob, lo kok gak bilang2 ma gw kalo lo ngomong ma Dinda lo nginep tempat gw?” Nada suaranya cemas dan terbata-bata.
“Hah? Emang kenapa?”Sontak gw terbangun. Badan yang lelah dan kurang tidur seakan menghilang.
“Dinda nelp gw barusan. Dia nanya lo, trus gw jawab lo gak ada disini”jawab Yusa
“Kok bisa? Gw gak pernah kasih no hp lo ke dia. Dia nanya apa aja?”Gw panik. Worst case. Dinda memang gak gw kasi tahu tentang apartemen gw. Selama ini gw berbohong kesemua orang kalau gw nginep di tempat Yusa selama gw tinggal di Jakarta.
“Dia nanya macem2. Soal lo kapan nginep disini. Soal kegiatan lo,bahkan dia tahu soal bang Erwin dan private party lo. Lo kalo boong bilang2 dong. Gila neh gw ditanya macem2 kek gitu. Bingung gw jawabnya.” Jawab Yusa setengah marah
“Asli sob, gw gak pernah nyangka kayak gini kejadiannya. Gw minta maaf ke lo. Gw bener2 minta maaf udah ngelibatin lo di masalah gw” Cuma maaf yang bisa gw katakan. Gw jelas salah membuat alibi dengan Yusa tanpa koordinasi seperti ini.

Nada bip berbunyi di hp gw. Waiting call, Dinda. Mati gw. Dia nelp. Tanpa mengalihkan line, gw akhirnya bicara lagi ke Yusa. I need Yusa to make a fake fact.

“Thanks sob. Lo udah ngomong apa aja ma Dinda? Anaknya nelp neh.” Jawab gw cepat

Yusa pun dengan sigap menceritakan detail jawabannya. Dia menceritakan kalau gw hanya sesekali tinggal di tempat dia. Dinda juga tahu tentang apartemen dan paling gawat ialah Dinda tahu tentang private party gw dengan bang Erwin. Yusa berusaha melindungi gw dengan menjelaskan kalau gw cuma sesekali tinggal di apartemen dan menjawab tidak tahu tentang private party. Terlalu banyak kenyataan yang Dinda tahu. Tapi setidaknya Dinda tidak tahu tentang Viona dan TTM gw lainnya. Setelah mengucapkan terima kasih sekali lagi, dukungan semangat dan nasehat singkat tentang taktik menghadapi Dinda, gw pun mengangkat telp.

“Kamu bohongin aku lagi? Maksud kamu apa ?” cecar Dinda setengah menangis.
“Sabar, aku jelasin ke kamu semuanya. Semua ada alasan dan penjelasannya” jawab gw.
“Apalagi kebohongan kamu? Mau sampe kapan kamu boongin aku??”
“Aku gak bisa jelasin lewat telp. Aku jemput kamu sore nanti di kantor. Kita ke apartemenku. Nanti kujelasin semua” jawab gw.

Untungnya Dinda mau. Gw dan dia harus kerja pagi ini. Gak ada waktu untuk berantem di pagi hari. lagipula jangan pernah menjelaskan sesuatu ke cewe kalo mereka lagi nangis dan marah. Gak ada gunanya. Makanya gw mengalihkan pembicaraan ken anti sore. At least masi bisa nyusun strategi dan penjelasan yang lebih masuk akal.

Sorenya gw jemput Dinda di kantor. Di taksi, gw berusaha menjelaskan tentang alasan kenapa gw gak bisa memberitahu Dinda tentang apartemen itu. Selain karena bang Erwin yang tidak mengizinkan siapa-siapa tahu tentang apartemen ini, gw juga beralasan tidak mau membuka potensi yang tidak-tidak dengan pacar gw. Lingkungan apartemen yang bebas dan hedonis memang tempat cocok untuk pasangan. Seperti kalian tahu, gw menjaga Dinda dan tidak mau dia rusak oleh gw. Jadilah alasan itu diterima oleh Dinda.

Private party di email kamu itu gimana?” Tanya Dinda dengan mata tajam
“Yah,, itu salah satu konsekuensi aku tinggal disini. Bang Erwin minta dibantuin. Tapi aku gak ikut kok. Kamu liat sendiri kan di jadwal acaranya?” jawab gw

Dinda percaya. Pada tanggal acara di email itu memang gw lagi ada acara juga sama Dinda. Aslinya gw memang ikut private party, tapi karena diundur dari jadwal, alibi gw pun sempurna. Masalahnya ialah Dinda berhasil melacak dan mengobrak abrik email gw. Salah gw juga yang lalai menghapus sent item. Password email memang gw kasi ke Dinda. Demi kepercayaan dia ke gw. Setelah kejadian itu, gw mengubah password email dan FB.

Kasus apartemen itu tidak semulus yang gw bayangkan. Semalaman Dinda yang menginap di apartemen hanya bisa menangis dan membungkam mulutnya. Esoknya pun dia ke kantor sendiri, tanpa mau gw anter. Kepercayaan yang awalnya mulai kembali pun hancur berkeping-keping. Semakin lama hubungan gw dan Dinda makin gak jelas. Hanya gw yang berusaha mempertahankan hubungan ini. Dinda sudah benar-benar tidak percaya sama gw. Tapi gw gak bisa melepaskan Dinda begitu saja dan Dinda juga tidak mau putus dengan gw. Banyak alasannya. Aneh memang, kami hanya dihubungkan dengan status “harus pacaran” tanpa kepercayaan dan cinta.


cerbung.net

Diary Playboy Wanna Be

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2013 Native Language: Indonesia
cerita ini kejadian nyata saat gw pertama kali tinggal di apartemen (well,, sekarang juga masih seh), tempat dimana gw mulai meng explor bakat terpendam gw. jadi playboy. tapi emang kayaknya gw gak begitu bakat jadi playboy karena kebanyakan maen hati ma cewe yang gw deketin. dan gw juga bukan playboy yang sukses (makanya judulnya diary playboy wanna be). ceritanya lebih berkisar soal gw yang berusaha deketin cewe hanya untuk bersenang-senang tapi sekaligus menjaga agar my real girlfriend tetap merasa cowonya adalah satu2nya bagi dia.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset