Diary Playboy Wanna Be episode 2

Chapter 2 : Cafe Merah

sore itu setelah bang erwin pulang ke rumah istrinya gw tinggal sendirian di apartemen baru itu.“hemm,,,enak juga ya. kulkas ada, kamar ada dua, tivi pake tv cable, dvd full set juga dah ada. wah..ini mah gak bakal kemana-mana gw.. ”

gw yang baru sadar betapa banyaknya potensi yang bisa dimanfaatkan di apartemen ini. a little brief.. apartemen ini termasuk apartemen yang terkenal di jakarta barat, fasilitasnya cukup lengkap. lapangan tenis, kolam renang, lapangan basket, dan yang paling bikin lelaki manapun netes air liurnya adalah wanita-wanita penghuni apartemen yang lalu lalang dengan tank top dan hot pants nya. kulit putih, dada yang terbuka, pantat yang sekal serta pesona lainnya jadi hal paling pertama yang gw temuin ketika masuk lift di apartemen ini.

so.. mulai lah malam itu gw berkelana di cafe lantai dasar tower apartemen. tempat yang cukup bagus untuk mengasah insting play boy, pikir gw.

“penguni baru ya?”

seorang wanita cantik dengan postur mungil, rambut tergerai, kulit putih pucat dan wajah oriental menyapa

“eh,, iya. tinggal di sini juga?
“iya, gw di tower sebelah. gw yang punya cafe ini”
oohh,, gw satria. lo?”
“gw ailin”

dan sore itu gw mulai kehidupan apartemen dengan berkenalan dengan pemilik cafe. dari ailin ini akhirnya gw lebih banyak meng eksplor apartemen ini. walaupun bukan dari sisi wanitanya. tapi setidaknya ini kemajuan.

gak lama ada seorang wanita datang ke cafe itu.

“hallooo…… hai hai hai”

wanita atau lebih nyaman gw bilang cwe karena dia masih sangat muda. lengkap dengan style utama penghuni apartemen ini. tank top dan hot pants. plus kacamata dan kulit putihnya. cantik, gw langsung terkagum terhadap keberanian dia masuk cafe yang cukup ramai itu dengan cuek dan setengah berteriak.

“eh lo, dah lama gak ketemu.” seru ailin
“eh ada ailin toh. jadi malu gw heheh”
“sejak kapan lo punya malu? sindir ailin
“heheheheh, lagi ngapain lo?”
“lagi jaga cafe lah. dari mana lo?”
“abis dari CP. beliin hadiah buat nyokap gw. tau tuh nyokap gw minta macem-macem. masa minta di beliin dompet warna pink trus lingerie juga. berasa masi 17 tahun aja dia. tapi sekalian seh gw beli buat gw juga hehehe”

gw terpana melihat mahluk cantik di depan gw yang menyerocos tanpa henti. dan kecerewetan itu baru berhenti ketika si cwe itu sadar seisi cafe memperhatikan dia.

“tinggal disini juga?” kata gw ketika dia sudah sedikit jinak.
“eh iya, lo tinggal di sini? tower apa? lantai berapa?”
“wiiww,, santai ci.. gw di tower a, lt 7. lo?”
“sama dong. gw di tower a juga. lantai 14.”
“oohh,, btw, nama lo sapa? gw satria”
“eh iya ya hehe. gw grace”

malam itu gw bertambah bahagia. hanya dalam waktu semalam gw berkenalan dengan dua orang cewe yang manis dan pastinya berdandan sangat terbuka hehe. satu hal yang sulit gw temukan dengan keseharian gw yang teratur dan sangat nerd. jujur saja, gw emang bukan tipe orang yang pandai bergaul. apalagi berkenalan dengan cewe manis seperti meraka. pacar gw yang sekarang saja dikenalkan oleh adik gw. so, berkenalan dengan cwe cantik secara langsung seperti ini dan selancar ini bisa di bilang adalah anugrah.

dan akhirnya perbincangan malam itu membuka gw pada kehidupan-kehidupan lain di apartemen ini.


cerbung.net

Diary Playboy Wanna Be

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2013 Native Language: Indonesia
cerita ini kejadian nyata saat gw pertama kali tinggal di apartemen (well,, sekarang juga masih seh), tempat dimana gw mulai meng explor bakat terpendam gw. jadi playboy. tapi emang kayaknya gw gak begitu bakat jadi playboy karena kebanyakan maen hati ma cewe yang gw deketin. dan gw juga bukan playboy yang sukses (makanya judulnya diary playboy wanna be). ceritanya lebih berkisar soal gw yang berusaha deketin cewe hanya untuk bersenang-senang tapi sekaligus menjaga agar my real girlfriend tetap merasa cowonya adalah satu2nya bagi dia.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset