Diary Playboy Wanna Be episode 21

Chapter 21 : Selingkuhan = Sumber Lain

Mempunyai pilihan adalah hal yang paling menarik dalam keseharian playboy. Ketika orang normal lainnya hanya punya satu wanita untuk dikasihi, disayangi dan tentunya mendapat kasih sayang dan perhatian, maka seorang playboy punya banyak pilihan untuk melimpahkan kasih sayangnya. Setidaknya ada 2 wanita dan seringkali lebih, sumber kasih sayang bagi seorang playboy. Pertama dan paling utama jelas dari pacar utamanya dan sisanya dari selingkuhan, TTM, teman dekat wanita atau apapun sebutannya. Ketika orang lain masih bisa merasakan kesepian ketika pacarnya tidak ada karena jauh, sibuk, atau cuek maka seorang playboy yang baik akan mencari source lain ketika satu sumber tidak dapat memenuhi kebutuhannya.

Itulah sebab utama dan alasan utama kenapa orang-orang seperti gw memutuskan untuk menjadi playboy. Simpel saja, gw punya banyak kasih sayang untuk dibagi dan butuh banyak kasih sayang pula dalam kehidupan gw. Sebisa mungkin gw tidak mau mensiasiakan waktu gw tanpa ada perhatian atau kasih sayang dari orang-orang terdekat gw. Makanya, seorang playboy biasanya orang dengan status hubungan dan perhatian yang kurang dari pacar utamanya. Semua berawal dari kebutuhan menurut gw. Kesempatan dan kemampuan adalah hal yang selalu bisa didapatkan karena ada niat dan keinginan.

Yah, walaupun tetap ada orang-orang bodoh yang merasa boleh melakukan playboisasi (haiss,, bahasa apaan pula ini) dengan alasan kesenangan dan kebanggaan. For that kind of type, I give u my middle finger. Back to topic, karena pacar gw jauh maka gw pun merasa boleh dan berhak untuk setidaknya membagi kasih sayang gw pada orang lain. Toh, kadar sayang dan perhatian ke pacar utama juga tidak berkurang. FYI, sejak kasus penghapusan nocan dan insaf sesaat gw itu, gw gak punya TTM atau selingkuhan satupun. Murni hanya ke pacar gw, tapi setelah kejadian malam itu dengan Sherly, gw pun sadar kalau gw memang membutuhkan kasih sayang dari orang lain. LDR buat gw yang butuh sentuhan adalah siksaan. Maka gw pun mulai bergeriliya demi misi mulia. Dapet TTM lagi.

Target awal tentu yang paling dekat. Sherly. Sekitar 2 minggu setelah malam itu, gw menelpon Sherly untuk janji makan malam

“Malam Sher, udah makan ?” sapa gw via telp
“Eh kamu. Udah makan kok. Ini lagi di kostan siap-siap mau dance” jawab Sherly
“Ooh, dance dimana? Jam brapa acaranya?” sahut gw lagi
“Di Fashion, jam 8 standby disana” jawab nya singkat
“Selesainya kamu dijemput siapa? Kujemput ya trus kita makan” Kesempatan. Gw tahu Sherly pulang biasanya naek ojek
“Malem lho. Lagian mau makan dimana? Aku kan udah makan”
“Gak papa, nanti makan dimana kek, pasti capek kan?” Jawab gw cepat
“Ntar aja ya, gak enak kalau makan abis ngedance. Capek, lagian aku maunya kita candle light gitu. Di Plaza Senayan ada tempat enak tuh.” Plaza Senayan ? Candle light dinner ? Pacar gw aja blom pernah. Masa baru calon TTM dah minta beginian. Walau berat hati gw iyakan aja permintaan Sherly. Toh bawa cewe secantik dia emang gak cocok kalo tempat biasa
“Ya udah, kapan bisanya?Malam Rabu bisa?”
“Ok,sampai nanti ya beb” jawab Sherly riang

Sejak malam itu hingga malam Rabu, gw manfaatkan untuk PDKT dengan Sherly. Dari personality sebenarnya Sherly termasuk cewe labil yang moody. ABG banget lah. Versi paling buruk buat dijadikan pacar apalagi TTM. Beberapa kali gw nelp Sherly, dia lagi dalam keadaan masih tipsy habis tripping dan pastinya sisa basian kyak gitu emang paling susah diajak ngobrol. Sms dan telp gw cuma dijawab seadanya dan gak jarang dengan nada males.Well, pada tahapan ini sih gw gak ada masalah. Dekat dengan Viona memberikan gw kesabaran lebih buat menghadapi cewek kayak gini. Tipe-tipe dancer seperti mereka semua sama. Jutek dan nyebelin tapi sebenarnya butuh kasih sayang, dan butuh orang yang nerima pekerjaan mereka tanpa banyak tanya. Kuncinya cuma sabar, ketika mereka merasa lo adalah orang yang tepat maka mereka akan memberikan feedback yang sepadan. Sejujurnya cewe seperti mereka akan jadi pasangan yang sangat perhatian dan menyenangkan. Viona, Via, dan Tania adalah contoh konkritnya.

Tapi, Sherly memang ternyata bukan dancer seperti yang gw duga. Selain moody, Sherly juga tahu banget kalau gw suka sama dia dan dia memanfaatkan itu dengan sebaik-baiknya. Berawal dari minta kirimin pulsa, Sherly mulai merajuk dikirimi uang dengan alasan gajinya blom turun. Kalau pulsa gw masih ok, tapi kalau kirim uang nanti dulu. Ketemu aja blom. Take and give tetap jadi panutan buat gw. Sebisa mungkin gw pun menghindar dengan alasan uang gw juga lagi cekak. Lama kelamaan, Sherly yang tahu gak bisa morotin gw pun menjauh. Sampai satu hari sebelum ketemuan dia marah dan menghapus BBM gw dari contactnya. Yah sudahlah, toh dia juga yang rugi. Kalau ada party gak bakal gw ajak-ajak lagi. Artinya gak bakal ada lagi duit segar dari Bos dan klien gw.

One target failed, another target wait to be maintain. Namanya Nana, anak Bandung yang tinggal di lingkungan apartemen gw. Kenalan waktu pulang kuliah dalam perjalanan ke tower kami. Secara fisik, Nana cukup manis. Umur 19 tahun dengan wajah oriental, badan kecil, kulit putih bersih dan senyum yang manis. Another target that classified as must succesfull one. Dari penampakan jelas gw suka, dia juga enak diajak ngobrol, walau agak pendiam. Alasan utamanya jelas karena kami tinggal di lingkungan apartemen yang sama yang pastinya memenuhi syarat sebagai pacar kedua.

Malam itu sepulang kerja, gw jemput dia di salah satu mall dekat apartemen kami dan dilanjut dengan makan malam di Solaria. Chit chat standar dan nice guy form, gw lakukan.sebagai permulaan. Gw gak tahu bagaimana pribadi Nana dan apakah dia bisa diajak wild atau tidak. Sekali lagi, prinsip tidak akan merusak wanita baik-baik adalah peraturan utama. Setelah makan, gw ajak dia ke unit gw. Kita nonton DVD di sofa dan gw pun coba cari tahu sikap dan pribadi Nana yang sebenarnya. Berawal dari nonton biasa, becanda-becanda rebutan guling sampai akhirnya gw tarik Nana buat menyender ke pundak gw. Hanya sebatas itu saja yang gw lakukan. Mengelus-elus kepalanya sambil nonton TV. Segera gw tahu kalau Nana bukan anak baik-baik. Dia cerita soal dia yang sudah kehilangan keperawanan sejak SMP (parahhh) dan sudah terbiasa buat sex. Tapi entah kenapa gw malah gak niat buat ngapa-ngapain dia malam itu. Yang ada malah rasa sayang yang mulai tumbuh

Dan malam kedua Nana maen ke tempat gw, hal yang seharusnya tertunda itu pun terjadi juga. Berawal dari beberapa gelas Chivas sambil nonton DVD dan akhirnya syarat terakhir sebagai selingkuhan dipenuhi dengan sangat baik oleh Nana. One of the best I ever had.


cerbung.net

Diary Playboy Wanna Be

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2013 Native Language: Indonesia
cerita ini kejadian nyata saat gw pertama kali tinggal di apartemen (well,, sekarang juga masih seh), tempat dimana gw mulai meng explor bakat terpendam gw. jadi playboy. tapi emang kayaknya gw gak begitu bakat jadi playboy karena kebanyakan maen hati ma cewe yang gw deketin. dan gw juga bukan playboy yang sukses (makanya judulnya diary playboy wanna be). ceritanya lebih berkisar soal gw yang berusaha deketin cewe hanya untuk bersenang-senang tapi sekaligus menjaga agar my real girlfriend tetap merasa cowonya adalah satu2nya bagi dia.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset