Diary Playboy Wanna Be episode 3

Chapter 3 : Kerlipan Mata di Siang Itu

Malam itu gw berkelana di salah satu forum turunan BB17nya kaskus. Mencari-cari calon sesajen gw untuk bang Erwin. Yup, seperti wakil rakyat lainnya, Bang Erwin yang sedang dalam masa puber kedua itu ingin memanfaatkan fasilitas barunya tersebut untuk bersenang senang. Gw sangat mengerti kenapa dia memilih gw untuk jadi penunggu apartemennya. Reputasi dan jaringan gw yang sedikit berlebih di dunia esek-esek membuat bang Erwin tertarik. Sebenarnya, gw juga tidak terlalu terkenal di dunia nyata dalam hal seperti ini, tapi reputasi di dunia maya adalah hal lain. Setidaknya satu balok cendol sudah ada, yang berarti akses ke resources lainnya.
Gw tertarik pada salah satu thread tentang jasa layanan esek-esek yang bermarkas di apartemen. Tertarik karena beberapa “dagangan” yang ditawarkan, gw pun mengontak sang suhu penjaga kandang (alahh,, bahasanya..). Konfirmasi pun didapat. Segera gw telp no yang tertera di HP gw.

“malam bos, gw tertarik neh ma lapak ente. Posisi dimana ya?”. Bahasa santai seperti ini secara tidak langsung menunjukkan pangkat dan pengalaman user tersebut.
“gw di Apartemen ******. Tahu gak?” jawab si penjaga
“Hah ! serius lo? Gw tinggal di sana juga. Tower apa?” serta merta gw kaget mendengar penjelasan dia
“Tower * lt *.” Kata dia tidak kalah kagetnya
“Ok. See u there bro.”

Malam itu gw langsung kegirangan. Setidaknya besok siang gw ada teman tidur. Yah,, walaupun short time..

Beres dengan kuliah, gw dan Bang Erwin beranjak ke Apartemen kami. Langsung menuju lantai si penjaga yang ternyata hanya beda 2 lantai dari lantai kami.

“tok tok” ketukan singkat gw mengawali siang engas itu. Rencananya bang Erwin mau bertarung dengan dua bidadari primadona di sana. Sedangkan gw, tunggu lungsuran aja. Secara semua dibiayai oleh juragan satu itu.
“Cari siapa ya?” seorang dara manis membuka pintu kamar itu.
“errr,, si bos ada? Gw temennya” seru gw agak grogi.
“oohh,, masuk aja. Nanti bentar lagi dia turun.” Si cantik itu tersenyum genit
“Ok” kami pun masuk. Di dalam kamar sudah ada beberapa wanita cantik lainnya tentunya dengan baju standar apartemen itu. Tank top dan hot pants. Mata gw langsung jelalatan gak karuan.

“Gila !, ini manusia-manusia kok pada cakep-cakep amat ya? Mulus mulus pula” Pikir gw saat itu.

Dan memang benar, ada 4 wanita siang itu yang memandang genit dan manja ke kami. Berbagai macam bentuk, dari yang kelebihan bola (a.k.a toge), putih mulus, wajah imut, rambut panjang, body kurus serta perpaduan lainnya. Yang pasti mereka berbeda dengan wanita kebanyakan. They may a call girl, but they got some style. Mata gw seakan tidak percaya ketika melihat seorang dara manis berkulit putih dan berkacamata di meja yang sedang asyik dengan laptopnya.

“Grace?” gw agak ragu karena dia berkacamata. Yup. Grace yang gw temui di café lantai bawah. Grace yang PD dan berisik.
“Satria? Lo ngapain disini? Dia yang asyik dengan laptopnya kemudian membalikkan badannya.
“Ooohh gw tahu.. lo temen si bos ya?? Hehe ketemu juga disini kita” Tidak ada canggung atau malu yang keluar dari wajahnya. Malah senang.
“Lo mau ma sapa? Ma gw aja ya” kerlip nakalnya kembali menyusul.
Gw? Hanya bengong setengah menganga. Gw dah duga kalau Grace bukan wanita baik-baik tapi gw gak nyangka kalau kerjaan dia memang seperti ini. Dan dia bisa sebinal ini.

Tak lama, si bos pun datang. Bang Erwin memilih untuk masuk dengan salah satu primadona disini. Dan gw? Tentu saja dengan Grace

Semua terjadi dengan cepat. Berawal dari senyuman senyuman nakal, flirting gak jelas dan akhirnya berakhir dengan kepuasan (imagine that by your self dude ! this is not a sex stories). Kami ngobrol singkat siang itu. Diatas seprei yang sudah acak-acakan dan pakaian yang entah dimana. Gw pun meminta no hp nya.

Tujuan utamanya jelas. Memanfaatkannya untuk kepentingan yang lebih panjang. Turun dua lantai bukan hal yang sulit tampaknya. Siang itu, berbagai taktik dan khayalan memenuhi kepala gw.


cerbung.net

Diary Playboy Wanna Be

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2013 Native Language: Indonesia
cerita ini kejadian nyata saat gw pertama kali tinggal di apartemen (well,, sekarang juga masih seh), tempat dimana gw mulai meng explor bakat terpendam gw. jadi playboy. tapi emang kayaknya gw gak begitu bakat jadi playboy karena kebanyakan maen hati ma cewe yang gw deketin. dan gw juga bukan playboy yang sukses (makanya judulnya diary playboy wanna be). ceritanya lebih berkisar soal gw yang berusaha deketin cewe hanya untuk bersenang-senang tapi sekaligus menjaga agar my real girlfriend tetap merasa cowonya adalah satu2nya bagi dia.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset