Diary Playboy Wanna Be episode 5

Chapter 5 : Crazy Saturday Night

Bersenang senang itu selalu bisa dilakukan oleh semua orang, dengan semua cara, pada setiap waktu dan di setiap tempat. Gw selalu percaya itu. Makanya moto hidup gw adalah simply enjoying my life (bener gak sih grammarnya??). Bersenang senang buat gw berarti santai dan menikmati hidup. Contohnya adalah nonton tv kabel seharian sambil ngemil diatas sofa yang empuk. Hobi itu jadi tersalurkan ketika gw tinggal di apartemen. Gw pun betah melewati malam minggu yang seharusnya dengan pacar demi kesenangan itu. Seharusnya malam minggu itu gw melakukan hal yang sama. Ngemil French fries sambil menikmati film. Tapi ajakan bang Erwin untuk eksis malam itu sangat sulit ditolak.

Yup, bang Erwin mau merayakan keberhasilannya menduduki kursi panas di Senayan. Caranya? Pesta semalaman di salah satu private karaoke di daerah mangga besar. Acaranya cukup membuat air liur menetes, karaoke dengan lady escort cantik dan seksi adalah pasti. Open bottle juga bukan hal yang biasa. Inex sebebasnya juga termasuk dalam paket. Sajian utamanya ialah private striptease. Gadis gadis cantik melenggak lenggok memainkan badannya yang seksi sembari melepaskan kain di tubuhnya. Satu demi satu. Hingga bugil. Jujur saja, hanya orang bodoh yang mau melewatkan tawaran itu.

Dan malam itu selesai kuliah terakhir, gw dan Herman menuju apartemen untuk mengganti baju. Bang Erwin tidak ikut kuliah seharian ini. Dia standby di tempat hiburan malam tujuan kami. Persiapan nanti malam katanya. Yah,, kami hanya tersenyum geli mendengarnya. Persiapan bisa saja berarti banyak hal jika dilontarkan oleh teman kami yang kebanyakan uang itu.

“Sat, kita susun strategi dulu. Malam ini pasti nginep neh. Harus laporan ma ibu negara kalau gak mau besok di interogasi” seru Herman di perjalanan Bogor-Jakarta.
“Setuju. Any idea?” kata gw
“Gw telpon cewe gw kalo kita belajar bareng malam ini di tempat bang Erwin. Ntar gw bilang lo juga ikut. Ntar gantian.” Jawab Herman dengan cepat
“Nice !!. laksanakan kawan ! ”. Gw tersenyum puas. Sobat satu ini insting playboynya masih tajam juga ternyata.

Maka sepanjang jalan tol Bogor – Jakarta, gw dan Herman menelpon pacar masing-masing. Dimulai dari salam sayang disusul pertanyaan simple seperti “lagi dimana, ngapain, dah makan blom dll” , lalu dengan cepat langsung masuk ke topic pembicaraan, dilanjut dengan me loud speaker HP untuk meyakinkan pacarnya tentang keberadaan gw yang merupakan alibi kuat bagi Herman, acting tambahan dari gw tentang pentingnya mengerjakan tugas tersebut malam ini, lalu ditutup dengan ucapan sayang dan kecupan mesra via telp. We call that PSOP. Playboy Standard Operating Procedure. So simple, so standard, but always works to most of our beloved client (aka pacar, gebetan, TTM, selingkuhan).

Dan malam itu, sajian makan malam kami bukan hanya tenderloin steak dan sapi lada hitam. Campuran Martel dan Cola, dentuman music “selatan”, keremangan ruangan, dan gadis manis di pelukan menambah semaraknya ruangan VVIP Sun City kala itu. Tak lupa sajian utamanya. Tubuh-tubuh polos mulus yang berputar-putar di bawah pengaruh alcohol dan inex. Tak bersisa. Tanpa penutup. Semua terlepas malam itu.


cerbung.net

Diary Playboy Wanna Be

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2013 Native Language: Indonesia
cerita ini kejadian nyata saat gw pertama kali tinggal di apartemen (well,, sekarang juga masih seh), tempat dimana gw mulai meng explor bakat terpendam gw. jadi playboy. tapi emang kayaknya gw gak begitu bakat jadi playboy karena kebanyakan maen hati ma cewe yang gw deketin. dan gw juga bukan playboy yang sukses (makanya judulnya diary playboy wanna be). ceritanya lebih berkisar soal gw yang berusaha deketin cewe hanya untuk bersenang-senang tapi sekaligus menjaga agar my real girlfriend tetap merasa cowonya adalah satu2nya bagi dia.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset