Dunia Misteri episode 14

Kembali Ke Alam Nyata

Munajad menanyakan ular yang memiliki kepala dua di rumahnya , karena sepertinya tak mungkin dia memelihara ular apalagi berkepala dua naudzubillah, keheranannya disampaikan pada Khotijah istrinya juga putranya Iskandar.

Iskandar    : ” Entah apalagi yang ada disana…”.

Munajad      : ” Tadi Lek Masrul  kenapa Is..? Kok membakar ular segala bikin merinding..” Munajad merasakan hawa dingin yang menusuk-nusuk tulang , perasaan takutnya mendadak hilang tatkala Umar pamitan mau berangkat ke Majene .

Munajad     : ” Sore ini..?”

Umar           : ” Iya dhe…itu sudah dijemput Kyai Asrori, karena besok acaranya padat sekali ” .

Munajad      : ” Alhamdulillah…hati-hati dijalan semoga Allah melindungimu selalu “. Umar mencium tangan Munajad  dan Khotijah juga Iskandar yang senang melihat kegantengannya Umar lalu bergegas menuju rumahnya yang sudah ditunggui kyai Asrori. Masrul masih berbincang dengan Kyai H .Tantowi sambil memperhatikan Umar dan kyai Asrori. Semua peralatan kebutuhan Umar sudah disiapkan Abdullah wakil Kyai Asrori , Umar hanya mengurus tas pakaiannya saja. Kopor sudah masuk mobil semua , jas dan sorban tertata rapi …Umar yang ganteng sangat memikat hati dia mencium Ibunya lalu adik-adiknya terakhir Masrul dan KH Tantowi.

Masrul     : ” Anakku Umar ditanganmu nasib bangsa ini, maka berilah contoh yang baik ”  Umar merangkul bapaknya dan mengatakan lirih, ” InsyaAllah…”

KH.Tantowi : ” Jaga sholatmu sepanjang waktu ” sambil menepuk bahu Umar . Fatimah mewek karena tak pernah ditinggal jauh selama hidupnya , sekali lagi Umar mencium Ibundanya, Umiyatul iseng memotret kakaknya yang ganteng memakai gamis dan bersorban kotak-kotak merah pemberian ayahnya. Iskandar berlari hanya ingin mengucapkan selamat jalan kepada Umar dai muda usia. Masrul meminta difoto sebelum berangkat berada di samping mobil avanza operasionalnya.

Jam 19 Umar sudah siap mengikuti sholat tarawih di Masjid Baitulrahman di Simpanglima disana Umar memberikan tausiahnya yang hanya 10 menit dengan tema Romadhon tahun ini di dunia milenial , Umar yang memiliki suara lemah lembut memang enak didengar dan membuat hati nyaman yang membuat penasaran pendengarnya ingin untuk bertatap muka. Selesai sholat Umar istirahat di Citraland, Umar selalu membaca Alquran sebelum tidur dan mendoakan ayah, ibu serta saudara-saudaranya kyai Asrori mengatur jalannya pertemuan dengan organisasi dan mempersiapkan jadwal selanjutnya.

Umar sudah sampai Ujung Pandang karena rindu adanya dai muda banyak kawula muda ikut menjemput di bandara Internasional dan di arak menuju Hotel Dalton disana Umar diajak membentuk organisasi  Pemuda  Islam Indonesia yang mengajak generasi muda tetap eksis melantunkan ayat suci Alquran dan pecinta hadis nabi sehingga terbentuk generasi penerus yang kuat dan penuh semangat.

Malam hari Umar memberikan dakwah yang menyemangati organisasi yang telah terbentuk dengan jelas amat Islami tetapi non muslimpun ikut gabung karena memiliki wadah yang saling berhubungan dengan kemampuan kawula muda, khusus organisasi ini masuk dalam aturan lain dan diawasi organisasi Pemuda Islam Indonesia ( PII ).

Sebenarnya Umar kurang sreg tapi kyai Asrori meminta toleransi akhirnya Umar menjadi penanggung jawab PII Ujung Pandang yang akan rapat setahun sekali. Dalam berdakwah non muslim ikut membantu bahkan banyak yang menaksirnya karena masih muda tampan lagi, tapi mereka amat sungkan karena Umar begitu disiplin dan aturannya baik .

Sarah menelepon Umar kalau sudah mengatur acara tasyakuran dalam pembukaan sekolah madrasah di Majene.

Umar     : ” Nanti habis di Polewali aku langsung ke Majene, tolong di siapkan ya…”

Sarah     : ” Iya pastilah…oke sampai ketemu , kabari kalau sudah menuju arah tujuan ya..?! ”

Umar     : ” Oke makasih Sarah…”.  Umar menutup telepon dari Sarah dan menunggu acara selanjutnya dari kyai Asrori


Masrul dan Tantowi membicarakan Ular berkepala dua

Masrul    : ” Kita panggil saja Munajad yang kenal dengan pengontrak asli Kalimantan ”

Tantowi   : ” Ya..karena itu amat perlu yang berkenaan dengan pengontrak rumah.

Akhinya Munajad tahu bakwa pengotrak tersebut memuja arwah dari daerah asalnya agar di mudahkan mendapatkan kemuliaan dalam mencari sandang pangan, cuma Ia sekarang ada dimana dia tak tahu. Dengan mengorbankan putrinya Pek Swie ( nama pengontrak ) mendapatkan kemuliaan dan bisa memiliki rumah serta yang lainnya tapi dia lupa membawa arwah putrinya dan masih berada di rumah itu dengan penuh amarah. …sedih …dan menangis. Masyarakat sekitar sering terganggu dengan adanya suara tangisan serta penampakan ular berkepala dua

Meski raganya sudah dibakar Masrul tapi jiwanya masih bergentayangan karena dia tak mau meninggalkan rumah kalau belum ketemu orang tuanya. Hal ini amat menyulitkan pemilik rumah yang selalu diganggunya. Setiap pengontrak baru tak betah karena mahluk tersebut memakan daging ayam mentah sambil berbelepotan darah dan kakinya terbelenggu besi bulat. yang berseliweran di ruang makan.

Masrul dan Tantowi bermeditasi untuk menemui Pek Swan yang ternyata sudah pindah di Pasuruhan Jawa Timur dengan membawa kekayaannya dan berdagang sembako lagi yang malah semakin besar usahanya. Masrul sudah mengetahui posisi rumahnya dan akan menemuinya bersama Tantowi.

Malam itu Masrul ditemui sosok wanita cantik memakai pakaian serba putih yang memperkenalkan dirinya bernama Shania.

Masrul    : ” AssallamuAllaikum Shania …”

Shania    : ” WaAllaikumsalam kyai Masrul ” sambil menangis Shania memohon pada Kyai Masrul, ” Tolong aku kyai…pertemukan pada papa dan mamaku, agar ia meminta ampun pada Allah….karena aku ingin pulang menghadap sang khaliq tapi tak tahu arah jalan pulang…” air mata Shania terus mengalir.

Masrul   : ” Kau boleh bertemu tapi tak boleh dendam padanya , hilangkan rasa dendammu kalau ingin bertemu sang Khaliq “. Isakan Shania semakin menjadi – jadi dan merubuhkan diri didepan Masrul sambil bersujud.

Shania   : ” Bisakah Allah menerimaku…? ”  Masrul membaca Sahadat dan Shania menirukannya.

Masrul   : ” Shania berdirilah..kau sudah menjadi hamba Allah, engkau akan ikut aku saat ini , jadi menurutlah ”

Tantowi yang sudah menunggu Masrul saling berpegangan dan tubuhnya lenyap. Masrul dan Tantowi sudah berada di perkampungan dengan rumah yang megah, nampak Pek Swie dan istri sedang duduk dikursi wajahnya terlihat sayu dan menunduk seperti kecapaian. Masrul mengeluarkan Shania dalam balutan kain, Ia kaget melihat mama dan papanya menderita dalam tahanan mahluk yang bernama *Buto ijo*. Tapi dilain ruangan dia melihat mama dan papanya sedang menghitung uang bersama beberapa karyawannya.

Tantowi  : ” Shania tak usah heran papamu yang bersama karyawannya adalah dalam alam kasar kehidupan sehari-harinya sedangkan yang ditahan *buto ijo * adalah jiwanya jadi antara jiwa dan raganya berlainan kehidupannya, temuilah yang jiwanya dulu..”.  Kyai Tantowi dan Masrul merebut Pek Swan dan istri sedang *buto ijonya * tertidur tengkurap.

Shania    :” Mama….Papa….apa salahku …kau berikan aku pada buto ijo”

Mama     : ” Shania anakku…maafkan mama…mama salah…mama menyesal…”

papa        : ” Iya maafkan kami telah mengorbankan kamu…papa menyesal….” . Shania tak bisa memegang papa dan mamanya yang memohon ampun padanya hanya darah yang mengalir dari air mata bedua orang tuanya yang menempel di tangannya . Shania meminta tolong pada kyai Tantowi dan Masrul tapi keduanya menggelengkan kepala tanda tak bisa menolongnya.

mama     : ” Pah kyai saya tobat ….nafsu dunia telah menipuku..aku akan kembalikan semuanya apabila bisa kembali dari semula…”

papa        : ” Iya pak kyai saya salah menempuh jalan sesat dan amat dosa karena melawan jalan yang Allah tunjukkan  dan melaknat jalan yang menyesatkan karena itu musrik dan syirik  “.

Masrul   : ” Benar kamu menyesal…. dan mau menerima apa adanya..?”

mama/papa : ” Iya kami menerima apa adanya…”

Seketika ruangan itu gelap dan terdengarlah ledakkan yang mengakibatkan Masrul dan Tantowi terpental kembali kerumahnya  bersama arwah Shania . Ternyata terjadi kebakaran yang hebat dan menghabiskan rumah seisinya sedangkan suami istri Pek Swan terpental dijalanan yang membawa kehidupannya tanpa memiliki semuanya dan orang tak mengenalnya karena mukanya menjadi hitam dan kotor akibat kebakaran tersebut.

Shania sudah lega bertemu dengan orang tuanya dan meminta kembali ke alamnya.Masrul danTantowi membacakan Alfatihah dan tubuh Shania menghilang , Masrul dan Tantowi dibangunkan untuk makan siang karena sudah tiga hari mereka tertidur panjang dan tak makan sedikitpun makanan. Fatimah membuatkan bubur yang langsung disantapnya dan berucap Subkhannallah. Iskandar mengajak bapaknya untuk menengok Masrul sedangkan Nyai Tantowi mengusap kepala suaminya , Fatimah menyuapi KH Masrul yang tertawa dan terharu karena mendengar suara Adzan dhuhur yang di lantunkan Solichin.


cerbung.net

Dunia Misteri

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Masrul pekerja yang gigih dia seorang wiraswasta yang sering luar kota dengan menghidupi empat orang anaknya, dengan mengorder kecap cap orang tua Masrul membantu memasarkan atau bawaan apa saja yang ia dapat dengan murah dia beli dan dijual ke daerah-daerah yang amat membutuhkan pelan tapi pasti Masrul mengais rezeki . Berbekal mobil pick up dari warisan mertua istri Masrul dan SIM yang ia miliki sewaktu bekerja sebagai sopir angkot, Masrul memutuskan usaha sendiri , Fatimah istrinya tak melarang karena suaminya selalu jujur , hasilnya lumayan pendapatannya tunai, kadang Masrul ndongkrok dari pasar ke pasar menjual ketela pohon atau sayuran yang Ia beli di Weleri dijualnya ke Semarang tepatnya dipasar Johar ditemani Iskandar keponakannya yang kadang membantu menjadi sopir jika Masrul capek. Iskandar keponakan dari istrinya sangat senang bekerja menemani pamannya yaitu Masrul. Bila hari Jum'at selalu shollat jum'at di masjid mana saja yang ditemuinya dan mengaji sambil istirahat, tidurnya di mobil kadang di losmen kalau keuntungannya banyak sebagai pembuang penat saja. Jika kecap dan jualannya habis mereka baru pulang. Istrinya Fatimah tak punya fikiran macam-macam jika uangnya habis dia mengambil di ATM yang selalu di isi Masrul tiap harinya.....

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset