Dunia Misteri episode 15

Mamuju-Majene

Dakwah Umar sebagai Ustadz muda meramaikan blantika dunia Islam tanah air yang mengundang  simpati para ibu yang lagi mumet menghadapi putra-putrinya menuju arah milenial dalam dakwahnya Umar bengharapkan kawula muda belajar ilmu semampunya dan mempraktekkannya sesuai  ilmu yang didapatkan dan mengajak bergabung  semua kepercayaan yang ada di Indonesia untuk bersatu membina Nusantara. PII ( Pemuda Islam Indonesia ) adalah hanya suatu wadah yang menggembleng ilmu pengetahuan , mengapa Umar melakukan semua ini karena untuk melindungi pengaruh perubahan fundamental dunia yang semakin caruk maruk. Dua hari ini sudah ada 5juta lebih anggota PII di Sulawesi Selatan dan keanggotaannya akan segera bertambah mengingat Umar menuju Sulawesi Barat dan berdakwah bersama kawula muda yang didukung orang tuanya.

Pada saat malam hari di waktu perjalanan ke Majene Umar di cegat sesuatu mahluk di Labuang yang tak dikenalnya, Kyai Asrori memberi uluk salam tak ada jawaban malah mengeluarkan api di mulutnya, Umar membaca-baca ayat suci dengan tenang sambil mengontak batin ibunya  Fatimah. Mobil yang mengikuti ustadz Umar ikut berhenti. Umar keluar mobil dan kaki kanannya mengeluarkan cahaya sambil mulutnya komat-kamit, mahluk yang berkepala ikan tersebut meraung kesakitan karena jari telunjuk Umar menunjuk ke arah mahluk  itu sehingga mahluk tersebut berteriak…suara teriakannya menggoyahkan pepohonan disekitarnya sampai mengeluarkan hawa panas.

Sebenarnya Umar tak mau melakukakan hal itu , namun terpaksa karena badannya amat letih dan sekujur tubuh seperti di lolosi tulangnya.Wajah ibunya membayangi Umar dan ia membisikkan agar menginap di Majene jika akan menuju Mamuju karena akan terjadi gempa longsor tiga tempat dan jalannya licin Umar akan kesulitan  jika berangkat hari ini, telepon berbunyi dari Sarah :

” Kak sudah sampai mana…? ” , tanya Sarah

” Dah masuk Majeni ni dah dapat  hotel ” , jawab Umar

” Sarapan disini saja sudah kami siapkan ikang bakar segar lagi ” , saran Sarah

” Siap Sarah rombongan kami ada 10 orang dengan dua mobil ” , sahut Umar sambil menunggu mereka yang sedang menata kamar. Rupanya Sarah sudah menjemputnya dengan mengendarai sepeda motor yang membuat Umar kaget.

Sarah       : ” AssalamukAllaikum ustadz Umar ”

Umar       : ” WaAllaikum salam  ya Sarah , kamu mengetahui kami disini dari mana…? ”

Sarah       : ” H Sadeli paman kami pemilik hotel Kamaru yang ustadz singgahi…itu dia….paman Sadeli ” .

Mereka bersalaman menyambut paman Sadeli yang bermaksud menyambut ustadz Umar.Ternyata Sarah sudah mengirimkan sarapan pagi ke hotel Kamaru yang diambil pekerjanya bersama buah-buahan karena Sarah sudah dihubungi bunda Fatimah yang mengatakan ustadz Umar kelelahan dan benar ustadz nampak capek sekali, Umar segera mandi dan Sarah berbincang dengan paman Sadeli.

Paman Sadeli   : ” Jadi ini ustadz Umar….masih muda ..tampan dan sopan…”

Sarah                  : ” Paman…dia itu terasa kalau dibicarakan disini…sudah ya…saya ke sekolahan menyiapkan pesantren yang akan di resmikan ustadz Umar ”

Paman Sadeli    : ” Iya… silahkan..eh hati-hati ya….”

Umar mengikuti Sarah yang berkendaraan menuju sekolahannya tempat mengajar di SMPN 1 Mandar , semua guru bergabung menjadi anggota PPI . Karena mendengar ada bencana tanah runtuh di kabupaten Mamuju , tepatnya di dari Deking sampai Tappalang terdapat longsoran dan akses jalan ditutup sementara karena mendatangkan alat berat yang sebelumnya terjadi hujan lebat di malam hari. Sahabat kyai Asrori yang tinggal di Mamasa menuju Hotel Kamaru tempat peristirahatan Umar dan masih menunggu antrian karena rombongan dari Polewali lebih dahulu masuk.

Paman Sadeli ikut mengamankan hotelnya yang ramai pengunjung. Umar yang baru selesai meresmikan ponpes Nurul Huda akhirnya menyuruh semua masuk dan berpindah di restoran karena memiliki ruangan luas . Umar meminta maaf karena belum bisa ke Mamasa maupun ke Mamuju karena medan yang amat sulit dan  terjadi longsor tapi mereka mencari jalan alternatif karena hafal medan. Bagian restoran mengalami kenaian pesanan makanan amat ramai …akhirnya paman Sadeli membagi karyawan dan melemburkannya sampai Umar kembali ke Jawa.

Paman Sadeli mengucapkan terima kasih berkat Umar hotelnya menjadi ramai sekali karena mereka pada memesan kamar, Kyai Yusuf Iqbal sahabat Kyai Asrori menemuinya di hotel Kamaru sampai subuh , setelah subuh mereka istirahat . Saat istirahat Umar didatangi mahluk manusia berkepala ikan selama di Majene yang meminta pertolongan agar mau melakukan shollat subuh berjamaah pada hari Sabtu karena akan ada badai yang akan menghanyutkan pesisir pantai katanya.

Kyai Yusuf Iqbal meminta ustadz Umar mau menjadi Imam mereka saat shollat subuh agar hati mereka tenang barkaitan dengan manusia berkepala ikan yang sering dijumpai para nelayan selesai melaut. Mulanya kyai Asrori keberatan tapi Umar bersedia menjadi Imam lalu kyai Asroripun mengijinkannya. Rupanya kyai Yusuf Iqbal merupakan anggota DPRD Kabupaten Mamasa dan menyerukan masyarakat melakukan shollat subuh secara bersamaan pada hari Sabtu. Selama dua hari Umar melakukan shollat tahajud dan memohon pengampunan Allah swt, karena longsoran sudah mendekati Majene , tepatnya perbatasan Majene  Mamuju. Mamuju memang rawan longsor dan sering terjadi gempa terbal . Masrul mendapat kabar tentang keanehan gelombang di pantai sepanjang Selat Makasar lalu bersama KH Tantowi  dan seluruh santrinya akan melakukan shollat subuh secara berjama’ah. Fatimah dan anak-anaknya akan melakukannya dipimpin KH Masrul.

Pagi ini dingin sekali tapi ustadz Umar tetap mandi sebelum melaksanakan shollat subuh, tubuhnya terasa bergitik karena dinginnya menusuk tulang, Kyai Asrori dan Kyai Yusuf Iqbal sudah siap-siap melaksanakan shollat subuh diikuti masyarahat setempat sudah berkumpul di tanah lapang dimana Ustadz Umar berada paling depan menghadap lautan dan shollatpun dimulai. Air lautpun bergelombang terseret habis ke tengah lautan. Orang yang mengira akan terjadi tsunami ada yang berlari dan meninggalkan shollatnya tapi kembali lagi karena Imamnya tak beranjak lari tempatnya… ..anehnya air lautpun kembali normal. Umar berdoa seraya berkata :

” Cara Allah menyayangi kita terkadang  bukan dengan memberi kita hidup dengan limpahan harta, tapi dengan hidup penuh kesederhanaan. Sebab Allah ingin meringankan hisabmu.

Cara Allah menyayangi kita terkadang bukan segera memberikan kita kesehatan, tepi tetap dengan memberimu sakit. Sebab Allah ingin menghapus dosa-dosa kita.

Cara Allah menyayangi kita terkadang bukan memberimu kebahagiaan dan kenyamanan tapi dengan dengan memberikan kita berbagai musibah dan ujian . Sebab Allah ingin meninggikan derajadmu yang kelak di surga.

Cara Allah menyayangimu  terkadang bukan dengan cara mengabulkan apa yang engkau inginkan, tapi dengan menunda doamu atau menggantikan sesuatu yang lain. Sebab Allah tahu ada bahaya dibalik yang engkau pinta.

Cara Allah menyayangimu terkadang bukan dengan cara seketika memberimu kemudahan atau kesuksesan tapi dengan cara memberimu kesulitan dan kegagalan. Sebab Allah ingin ingin memberimu banyak pahala sehingga kelak kau menyadari  bahwa dibalik setiap kesulitan itu akan banyak pelajaran.

Untuk itu tetaplah berhusnudzon kepada Allah, atas segala kesusahan, sakit , ujian, dan kegagalan yang kau hadapi. Karena jalan menuju surga-Nya itu tak mudah.

Butuh ujian agar kita mendapatkan banyak banyak pahala, butuh kesabaran agar kita mendapatkan ridhonya, butuk sakit agar kita mendapatkan ampunan-Nya, butuh pengorbanan agar kita mendapatkan kedudukan yang tinggi di surga-Nya, begitulah terkadang cara-cara Allah menyayangi kita….

Bahkan beberapa luka diciptakan untuk tidak sembuh, agar menjadi pelajaran bermakna dan jika kita iklas maka akan mendapatkan pahala. Maka bersabarlah pada semua takdir yang kau hadapi , sungguh akhirnya engkau akan mengerti bahwa dibalik  semua yang telah Allah gariskan ternyata menyimpan banyak kebahagiaan dan kebaikan ”  Semuanya yang mendngarkan tausiah pagi pada menangis .Ustadz Umar menyelesaikan tausiahnya bertepatan dengan munculnya fajar pagi. Mahluk berkepala ikan itupun menangis mendengarnya lalu mengucapkan salam dan berlalu dan lautpun menjadi amat tenang.

Umar bersiap pulang ke Jawa , kyai Yusuf Iqbal mendampingi Umar dan merangkulnya , Sarah mengucapkan selamat jalan menuju Makasar ( Ujung pandang )dan salam buat bunda Fatimah.


cerbung.net

Dunia Misteri

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Masrul pekerja yang gigih dia seorang wiraswasta yang sering luar kota dengan menghidupi empat orang anaknya, dengan mengorder kecap cap orang tua Masrul membantu memasarkan atau bawaan apa saja yang ia dapat dengan murah dia beli dan dijual ke daerah-daerah yang amat membutuhkan pelan tapi pasti Masrul mengais rezeki . Berbekal mobil pick up dari warisan mertua istri Masrul dan SIM yang ia miliki sewaktu bekerja sebagai sopir angkot, Masrul memutuskan usaha sendiri , Fatimah istrinya tak melarang karena suaminya selalu jujur , hasilnya lumayan pendapatannya tunai, kadang Masrul ndongkrok dari pasar ke pasar menjual ketela pohon atau sayuran yang Ia beli di Weleri dijualnya ke Semarang tepatnya dipasar Johar ditemani Iskandar keponakannya yang kadang membantu menjadi sopir jika Masrul capek. Iskandar keponakan dari istrinya sangat senang bekerja menemani pamannya yaitu Masrul. Bila hari Jum'at selalu shollat jum'at di masjid mana saja yang ditemuinya dan mengaji sambil istirahat, tidurnya di mobil kadang di losmen kalau keuntungannya banyak sebagai pembuang penat saja. Jika kecap dan jualannya habis mereka baru pulang. Istrinya Fatimah tak punya fikiran macam-macam jika uangnya habis dia mengambil di ATM yang selalu di isi Masrul tiap harinya.....

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset