Dunia Misteri episode 2

Kerasukan Jin Kafir

Fatimah menunggu Umar pulang, tak biasanya anak sulungnya pulang sampai larut malam . Perasaan gelisah menggoda hatinya rasa bersalah menggoda fikirannya. ” Kemana kamu nak..? sudah jam setengah satu malam kok belum sampai rumah? ” Fatimah dipermainkan perasaannya sendiri. Dia lupa kalau Umar anak sulungnya sudah pamit pulang lambat karena ikut membuat dekorasi dirumah gurunya yang akan menikah. Umar yang pintar merias dekorasi memang sering dimintai tolong biasanya pernikahan ataupun hajat yang lainnya.

Ahmad mengingatkan ibunya,

” Ibuk lupa ya , kan kak Umar ada di ustadz Fikri ..” Fatimah tersadar, rupanya si bungsu memperhatikan ibuknya yang mondar-mandir di depan kamarnya.

” Ahmad sendiri kok belum tidur nak? ” tanya Fatimah masuk kamar si bungsu dan di lihatnya Ahmad selesai sholat hajad sebelum tidur dan memberesi perlengkapan shollatnya di bantu Fatimah ibuknya.

” Ibuk istirahat sama kak Umiyatul di kamar saja biar Ahmad dan kak Sholikhin yang menunggu kak Umar”. Demikian Ahmad meminta ibuknya untuk tidur, meski mata Fatimah terpejam tapi fikirannya belum bisa istirahat.

Jam dua pagi dekorasi pernikahan gurunya sudah selesai. Umar mohon diri untuk pulang, tapi ustadz Fikri melarangnya dan disarankan istirahat dulu nunggu subuhan dan baru pulang bareng ke pondok tapi Umar sudah berjanji tak menginap di rumah ustadz Fikri dan Umar akhirnya pamit pulang. Udara amat dingin tapi Umar tetap bertahan melawan dinginnya malam, hingga tiba di sebuah gubug tua tiba-tiba motornya mogok, Umar menstater berulang-ulang tapi motor tak nyala.

Bulu kuduk Umar rasanya tebal kulitnya merinding, Umar membaca bacaan Alqur’an yang selalu dibacanya jika sedikit ada rasa takut, Umar melihat disekelilingnya.. sepi..Umar ingin kembali ke rumah ustadz tapi sudah cukup jauh padahal saat ini dia masih berada di jalan yang amat sepi ketika ada sorot lampu hati Umar tenang dan menstater motornya lagi. Motor kenapa kamu ngadat disini mana jauh dari tempat penduduk? Umar menuntun motornya sekali-kali distaternya tapi lampu yang tadi jauh jadi mendekat dan semakin dekat tapi anehnya motor itu tak bersuara dan berjalan sendiri tanpa  ada pengendaranya.

Hati Umar terasa tertancap paku sementara lafal bacaan ia baca keras-keras.. anehnya malahan datang lagi motor tanpa pengendara dan berhenti lalu pergi lagi. Umar rasanya tak kuat menuntun motornya.. badannya terasa lemas.. motornya ambruk dan Umar duduk ditempat sambil bersila . Batin Umar berkecamuk tak karuan lalu datang laki-laki besar hitam matanya merah dan menyeramkan, bahkan makhluk itu ikut membaca ayat kursi yang dibaca Umar.

Dadanya terasa sesak makhluk itu tak pergi-pergi juga bahkan melotot ke arahnya. Mulut Umar tetap bertahan tiba-tiba Umar teringat ayahnya Masrul dan membacakan surat Al Jin saat itu juga, badan Umar menjadi hangat pandangannya terasa tak berkabut, jin – jin tersebut tak nampak dihadapannya.

Dada Umar kembali menghangat, sayub-sayub terdengar adzan subuh , Umar mencari arah suara tersebut karena bingung Umar duduk bersila lagi sambil mendengarkan adzan karena penerangan kurang jelas Umar menstater motornya lagi, Alhamdulillah akhirnya nyala dan lampu motornya bisa jelas lagi. Perlahan motor berjalan menuju arah pulang akhirnya Umar shollat subuh di surau bersama penduduk kampung setempat. ” Dik baju kamu kotor semua sebaiknya kamu mandi dulu ” kata jamaah setempat dan orang itu menunjukkan tempat mandi.

Umar merasa bahagia sekali dan mandi secepatnya meski dinginnya minta ampun dan memakai sarung serta baju koko milik surau itu karena bajunya kotor kena lumpur . Pak Tamsun marbot surau itu meminjami sarung dan koko yang dipakai Umar untuk dibawa ke rumah dan dikembalikan lagi karena persediaan terbatas,

” Terima kasih pak nanti segera saya kembalikan” Jam setengah enam pagi Umar sampai di rumah, Fatimah memeluk anaknya sambil menangis diikuti Sholikhin dan Ahmad, Umiyatul menyiapkan sarapan melihat kakaknya berpakaian seperti itu Umiyatul mengambilkan seragam. Mereka sarapan bersama, Umar banyak minum teh hangat dan melahap mie instan dan telur ceplok.

” Ibuk maafkan Umar buk, Umar belum bisa bercerita banyak, malahan Umar membebani ibuk karena bungkusan pakaian kotor di plastik itu, tolong di cucikan ya buk, dan Umar akan memberikan sarung yang baru juga baju koko pemberian ayah untuk surau perempatan bulak buk?! ” Fatimah mencium anak sulungnya sambil berkata:

” Berhati-hatilah dalam bertindak ambil semua hikmahnya dan bersabarlah”. Umar mencium tangan ibuknya, Sholikhin berangkat membonceng Umar dan Umiyatul menggunakan sepeda menuju sekolahnya.

Ahmad membantu ibuknya membuka plastik yang berisi pakaian Umar penuh lumpur, Ahmad menginjak-injak pakaian yang berlumpur dan Fatimah menyiram kotoran lumpur tersebut, Fatimah berfikir sebenarnya apa yang dilakukan Umar..? tak ada bercak darah ..hanya lumpur saja, motornyapun bersih .

” Ibuk sebenarnya kak Umar kenapa sih semalam sampai lumpurnya banyak gini, apa cari ikan dengan menguras kubangan sungai…? ” Fatimah menjawab;

” Entahlah nang, ibuk sendiri juga bingung nanti pasti kakakmu menceritakan pada ayahmu “. Ahmad segera mandi setelah membantu ibuknya mencuci pakaian kakak-kakaknya. Ahmad masuk jam 10 pagi karena kelasnya dipakai untuk latihan membaca Alqur’an sampai selesai. Masrul pulang karena ada janji dengan kek Amrun untuk memanen kacang panjangnya nanti sore. Fatimah sedang mengantar Ahmad sekolah, Kek Amrun sedang nego harga dengan Masrul,

” Kek Amrun bagaimana deal dengan harga ini? “, tanya Masrul

” Yo wis cocok nanti habis ashar ya panennya? “. Iskandar menurunkan kecap pesanan bibiknya dua krat dan mencuci pick up, kek Amrun ngobrol dengan Masrul tentang dagangan yang lainnya. ” Kek kalau kluwehnya dipanen sekalian bagaimana? beserta gori ( nangka muda ) nya? ” Masrul mengingatkan kek Amrun.

” Yo wis kono bawa saja sekalian harga terserah kamu Rul idep-idep buat jajan ponakan kamu “.

” Wah sip kek tak wenehi rego duwur wis, soale ini pesenan pasar Karangayu. Iskandar membuatkan kopi untuk bertiga.

Fatimah melihat suaminya pulang dan ada kek Amrun sedang bergurau bertiga.

” Wah.. sudah pada ngopi, piye yah kecapku bisa ditambah satu krat lagi kan? ni duwitnya dah siap lo….. ” Masrul tertawa

” Wah istriku ternyata bakat dagang juga, okey aku tambahin satu krat , Is turunkan satu krat lagi. ” Iskandar menurunkan satu krat lagi

” Waah.. makin banyak pelanggan kecapnya ya bik ?”

” Lumayan Is, pelanggan mie ayam dan bakso banyak yang pesan, juga nasi goreng katanya kecapnya cocok dengan seleranya “. Fatimah berseri kecapnya ditambahi satu krat. Kek Amrun pamit mau menyiapkan tenaga pemanen .

” Kamu ikut manen kacang gak Fat? ” yang ditanya gak dengar karena sedang ngitung uang pelanggan yang mau beli kecap. Masrul memastikan istrinya ikut dan kek Amrun segera pulang

” Jo lupa jam empat nanti di sebelah barat dulu lanjut ketimur , buah sukunnya sekalian sudah di panen tadi pagi aku lupa nyampaikan tadi”. Masrul tertawa

” Beres kek Amrun, siaaaapp “. Kek Amrun menaiki motornya dan berlalu. Umar pulang sampai rumah dia langsung tepar badannya serasa berat sekali, Masrul merasa aneh tak biasanya Umar seperti ini ketika ditanya Masrul dimana adiknya Sholikhin kok gak pulang bersama dan dijawab enteng saja.

” Sholikhin masih ada tugas disekolah, aku capek banget yaaahhh… ” suara Umar terasa lemas sekali

Masrul segera menuju kamar anaknya dan mendobrak sekuat tenaga mencengkeram punggung anaknya.

” Keluar kamu..!! ” Umar menjawab ” Tidakkk!!! ” Masrul melepaskan sabuk dan membaca doa sabuk itu diayunkan ke arah Umar, Umarpun berteriak sejadi-jadinya

“. “Tobaaat… Tobaaat… Kapoook…. Kapooook” Masrul menarik punggungnya dan membaca surat-surat dalam Alqur’an dengan khusuk.

” Toobaaat….. Tobaaaaat…”

” Yen tobat ayo lekas keluar…. ” teriak Masrul. Tubuh Umar ditelingkung Iskandar sampai lemas, Masrul mengawasi sekitarnya dan sabuknya di ayunkan lalu menyuruh Iskandar menulis asma Allah sebanyak dua puluh dan dimasukkan di gelas dan air itu disiramkan dikepala Umar serta membasuh kepala umar, Umar berteriak-teriak tobat…. Ampuuun… Kapok… tapi Masrul tetap mengayunkan sabuk itu dan memukulkan ke tanah tiga kali.

Umar terdiam…… lemas, Iskandar meletakkan Umar ke lantai, badan Umar lemas, Fatimah langsung memeluk anak sulungnya. Iskandar membantu Masrul dan membaca surat Al Jin bersama-sama. Fatimah mendengarkan dan ikut pula membacanya sambil memeluk Umar. Beberapa saat Umar tersadar, dan memeluk ibuknya. Masrul memeluk Umar dan meminumkan air yang diberi doa Alfatikhah. Umar pun tenang lagi badannya rasanya lungkrah dan keletihan. Ibunya menyuruhnya mandi dengan air hangat karena badan Umar basah penuh keringat.


cerbung.net

Dunia Misteri

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Masrul pekerja yang gigih dia seorang wiraswasta yang sering luar kota dengan menghidupi empat orang anaknya, dengan mengorder kecap cap orang tua Masrul membantu memasarkan atau bawaan apa saja yang ia dapat dengan murah dia beli dan dijual ke daerah-daerah yang amat membutuhkan pelan tapi pasti Masrul mengais rezeki . Berbekal mobil pick up dari warisan mertua istri Masrul dan SIM yang ia miliki sewaktu bekerja sebagai sopir angkot, Masrul memutuskan usaha sendiri , Fatimah istrinya tak melarang karena suaminya selalu jujur , hasilnya lumayan pendapatannya tunai, kadang Masrul ndongkrok dari pasar ke pasar menjual ketela pohon atau sayuran yang Ia beli di Weleri dijualnya ke Semarang tepatnya dipasar Johar ditemani Iskandar keponakannya yang kadang membantu menjadi sopir jika Masrul capek. Iskandar keponakan dari istrinya sangat senang bekerja menemani pamannya yaitu Masrul. Bila hari Jum'at selalu shollat jum'at di masjid mana saja yang ditemuinya dan mengaji sambil istirahat, tidurnya di mobil kadang di losmen kalau keuntungannya banyak sebagai pembuang penat saja. Jika kecap dan jualannya habis mereka baru pulang. Istrinya Fatimah tak punya fikiran macam-macam jika uangnya habis dia mengambil di ATM yang selalu di isi Masrul tiap harinya.....

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset