Dunia Misteri episode 5

Petaka Giatno

Masrul pamit sama istrinya untuk berjualan ke Semarang dengan membawa kecap cap orang tua memenuhi mobil pick up nya, Masrul yang asli Kendal dan sering bepergian di areal Semarang sampai  Purwodadi  bahkan pernah sampai Cepu karena ingin mencari pengalaman hidup dan mengabdi pada Tuhannya juga tanggung jawab kepada anak-anaknya. Masrul yang jebolan pesantren di Kaliwungu bersama istrinya Fatimah ingin mendidik putra-putrinya cinta kepada Allah dan Rosulnya juga berbakti kepada kedua orang tua dan sesama.

Masrul berhenti ke pasar Weleri dan menurunkan kecap ke toko-toko pemesannya bersama Iskandar mengangkati kecap tersebut. Biasanya sisa setengah pick up kecapnya baru menuju Semarang karena Weleri butuh banyak,  maka Masrul kembali lagi ke pabrik dan meminta 25 krat lagi menuju pasar Mangkang sambil membawa bentol, daun pepaya, kacang panjang dan sekarung singkong yang di dapat dari pasar Weleri. Di pasar Mangkang hanya menurunkan 5 krat kecap tapi bentul, daun pepaya, kacang panjangnya habis tinggal  singkong setengah karung.

Untuk mengisi kekosangan pick upnya Masrul menambah lagi singkong yang didapat dari teman lama yang menjual di pasar Mangkang di tambah kacang tanah yang baru diturunkan dari hasil panen penduduk setempat. Masrul menuju pasar Jrakah dan menurunkan 15 krat kecap, singkong dan kacang tanahnya sudah habis, Masrul istirahat dan menjalankan ibadah shollat gantian dengan Iskandar. Selesai shollat Masrul membaca Alquran surat Al-A’raf ayat 204 dan 205 dengan suara yang indah di masjid  pasar Jrakah .

Iskandar dihampiri seseorang yang membutukhan kecapnya dan membeli 5 krat. Pedagang di Jrakah sudah hafal dengan mobil Masrul dan mau menerima hasil jualan apa saja asal hasil bumi ataupun sayur. Seorang laki-laki menawarkan ketimunnya 2 karung, Iskandar bingung mau menerimanya karena sudah siang tapi orang itu menunggui terus karena tahu Masrul masih di mesjid. Tatkala melihat Masrul ia menawarkan lagi.

Pedagang       : ” Pak, tolong mentimunnya diborong…saya amat butuh uang untuk membeli sepatu anak saya”.

Masrul            : ” Mau dijual berapa ketimunnya…?”

Pedagang        : ” Lima Puluh Ribu satu zak nya”

Masrul            : ” Ya sudah naikkan di pickup ” Pedagang segera menaikkan ketimunnya dibantu Iskandar, Ia amat senang dan mendoakan Masrul semoga dimudahkan rezekinya.

Masrul            : ” AAmiin, terima kasih “.

Iskandar         : ” De Rul kecape laku 5 krat ini uangnya….” Masrul menerima uang dari Iskandar lalu mengambil terpal dan menggelar ketimun di pondok-pondok dan dijual 10ribuan per pondok. Iskandar menunggui ketimunnya sedangkan Masrul menerima pedagang petai  satu gerobag dan bengkoang 3 karung. Masrul menjual  bengkoang seikat 15.000 rupiah besar kecil ( acak ) sambil memisahkan yang besar dan kecil. Bengkuang dan petai tersebut dari  Boja, Iskandar dipanggil bapake yang tadi beli kecap dan minta 10 krat lagi. Iskandar mengantarnya ke toko pak Dofar nama lelaki itu dan meminta tokonya di isi bila datang ke sini, Iskandar meng iyakan.

Pak Dofar   : ” Jok lali lo mas toko Dofar”

Iskandar     : ” Inggih “. Iskandar melaporkan pada Masrul kalau tambah pelanggan pak Dofar, sambil membawa bungkusan makan siang dengan teh hangatnya. Masrul mencatat toko Dofar dalam catatannya.

Masrul        : ” Wis, ini tinggal 7 botol untuk Semarang ”  Iskandar menutupi kecap tersebut lalu menyusun krat-krat dan mengikatnya kuat biar tak jatuh. Mbak Sri penjual nasi langganan Masrul berterak-teriak:

Mbak Sri    : ” Mas…masih gak kecapmya….ni kentek-an…”.

Masrul        : ” Entek Yu….tuku ‘gon pak Dofar saja…”

Mbak Sri    : ” O..pak Dofar juga jualan kecap to…matur nuwun Mas…?!”

Masrul        : ” Yo Yu…podo-podo…” Masrul menyuruh Iskandar mengikat ulang bengkoang karena dipilihin pembeli juga mengikat petai ulang dan memisahkan yang isinya banyak dan yang sedikit, jika sebelah kanan harganya 2000 per batang dan yang isinya sedikit 1000 rupiah per batang.

Sebelum Ashar Masrul menuju Semarang karena kecapnya sudah ditunggu dan Iskandar memasukkan petai dan bengkuang lalu menutupnya dengan terpal dan Masrul menuju Semarang ke pasar Karangayu langsung menuju toko Sumunar yang berada di tepi jalan raya dan mengirim kecapnya. Masrul mencari masjid untuk shollat  Ashar karena Ia belum shollat. Iskandar mencoba membuka petai dan bengkuang sambil menunggu Masrul, ternyata malah diborong petainya dan tinggal bengkuang yang kecil-kecil. Iskandar mencobanya ternyata manis juga Masrulpun ikut  mencobanya .

Iskandar    : ” Kok manis ya padahal masih muda dan kecil”.

Masrul       : ” Bengkoang Boja katanya memang seperti ini dari kecil sampai besar manis dan banyak mengandung air”.

Datang seorang pedagang yang meminta tolong mengantarkan gandum 20 zak, gula 1 zak , telur 3 krat dan minyak goreng 1 blek ke Penawangan Purwodadi karena sudah kemalaman.

Pedagang   : ” Tolong antarkan saya ke Penawangan daerah Purwodadi bisa mas..?”

Masrul melihat Iskandar dan Iskandar kasihan melihat laki-laki itu sambil menggandeng anak laki-lakinya, Iskandar setuju dan Masrul sedang menentukan harga yang disetujui penyewa tersebut, semua mengangkat gandum dan lain-lain ke bak mobil, karena akan hujan maka Masrul memasang  atap penutup bak setinggi  mobil dan memindahkan posisi krat dan menumpuknya, gandum  dan gula ditaruh di bagian atap penutup bak dan dibungkus terpal lalu memberikan tempat istirahat buat Iskandar dan paling belakang krat kecap, setelah aman Masrul segera berangkat. Pedagang dan anaknya didepan bersama Masrul.

Masrul menanyakan tentang penyewa mobilnya

Masrul  : ” Siapa nama sampeyan pak ? kalau saya Masrul dan itu keponakan saya Iskandar namanya “.

Giatno  : ” Saya Giatno asli Purwodadi dan tinggal di Penawangan , ini anak saya yang pertama bernama Patrio, istri saya sedang hamil tapi gak lahir-lahir anak saya sedangkan istri takut di operasi, hasil usg anak saya laki-laki tapi pada cek ulang anak saya ganti perempuan.Saya bingung sekali saat ini istri saya lemas dan tak mau makan sehingga anak harus ikut saya kemanapun. Waktu istri saya mulas-mulas dan hendak melahirkan istri saya malah bertingkah aneh masuk ke blumbang dan mengurasnya lalu mandi dan tiduran lagi. Ketika saya minta operasi Ia malah marah-marah dan membantingi benda yang ada didekatnya. Saya amat kasihan sama Suwarni istri  saya karena kadang merintih dan kesakitan dia selalu berkeringat. Pokoknya nanti mas Masrul pasti ketemu dia”

Masrul  : ” Kalau nanti saya menginap dirumah sampeyan bagaimana ?”

Giatno  : ” Boleh mas malah kebetulan sekali semoga mas Masrul bisa mencarikan orang pintar agar istri saya mau operasi ”

Masrul  : ” Tapi saya tetap tidur di mobil ya…gak di dalam rumah karena sudah terbiasa tidur di gerobak ini sepanjang waktu “.

Giatno  : ” O ya di dalampun tak apa silahkan pilih cuma keadaan rumah saya ya begitulah adanya ?!” Dua jam akhirnya Masrul sampai di penawangan dalam kondisi hujan lebat tapi gandum tetap aman . Masrul memasukkan pickupnya di halaman sampai masuk teras agar tak kehujanan lalu Iskandar menurunkannya.

Ketika Masrul sedang atret sepintas terlihat mahluk astral bergentayangan di sekitar rumah pedagang tersebut . Giatno membantu menurunkan dagangan bersama  Iskandar. Masrul melakukan meditasi, selesai menurunkan barang Iskandar tanggap dengan kemauan Masrul maka Iskandarpun  membersihkan diri  lalu membacakan ayat kursi dengan pelan , Giatno memasak air untuk membuat kopi sedangkan anaknya tidur di kursi . Terlintas mahluk itu masuk kekamar lalu tidur dan masuk ketubuh Suwarni.

Suwarni : Mas…! Mas…! siapa ini yang berada di sini…cepat usir dia…( Suwarni kepanasan ) Giatno yang melihat Masrul sedang merapal bacaan Alquran bersama Iskandar merasa senang dan menyadarkan istrinya, tapi Suwarni malah mencak-mencak akibatnya secangkir kopi panas menumpahi tangan Suwarni tapi Suwarni tak merasa kepanasan. Giatno sadar dan hafal tingkah istrinya . Giatno segera memeluk Patrio dan membacakan alfatikhah dan bacaan Alquran apa saja yang ia bisa .

Masrul lalu berdiri dan memegang kepala Suwarni . Mahluk lain membantu tapi Iskandar dengan sigap berdiri dan melindungi Giatno dan Patrio . Masrul minta tolong istrinya beserta anak-anaknya agar melakukan shollat tahajud dan mengirimkan doa untuk menambah kekuatannya. Umar yang memimpin shollat dan semuanya menambah kekuatan ayahnya, termasuk Kyai Tantowi yang dihubungi Fatimah di tambah para santri dan santriwati. Rupanya rumah Giatno dan seisinya disiapkan menjadi santapan mahluk-mahluk tersebut .

Hujanpun reda dan subuh segera hadir, Masrul menuju ke Mushola terdekat untuk melaksanakan shollat subuh berjamaah. Sepulang dari masjid Masrul memajukan pickupnya rupanya Suwarni melahirkan anak perempuan , Iskandar mengantar Giatno memanggil bidan untuk merawat istrinya, tetanggapun pada berdatangan mengucapkan selamat atas kelahirannya.


cerbung.net

Dunia Misteri

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Masrul pekerja yang gigih dia seorang wiraswasta yang sering luar kota dengan menghidupi empat orang anaknya, dengan mengorder kecap cap orang tua Masrul membantu memasarkan atau bawaan apa saja yang ia dapat dengan murah dia beli dan dijual ke daerah-daerah yang amat membutuhkan pelan tapi pasti Masrul mengais rezeki . Berbekal mobil pick up dari warisan mertua istri Masrul dan SIM yang ia miliki sewaktu bekerja sebagai sopir angkot, Masrul memutuskan usaha sendiri , Fatimah istrinya tak melarang karena suaminya selalu jujur , hasilnya lumayan pendapatannya tunai, kadang Masrul ndongkrok dari pasar ke pasar menjual ketela pohon atau sayuran yang Ia beli di Weleri dijualnya ke Semarang tepatnya dipasar Johar ditemani Iskandar keponakannya yang kadang membantu menjadi sopir jika Masrul capek. Iskandar keponakan dari istrinya sangat senang bekerja menemani pamannya yaitu Masrul. Bila hari Jum'at selalu shollat jum'at di masjid mana saja yang ditemuinya dan mengaji sambil istirahat, tidurnya di mobil kadang di losmen kalau keuntungannya banyak sebagai pembuang penat saja. Jika kecap dan jualannya habis mereka baru pulang. Istrinya Fatimah tak punya fikiran macam-macam jika uangnya habis dia mengambil di ATM yang selalu di isi Masrul tiap harinya.....

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset