Dunia Misteri episode 6

Iblis Naga

Sepulang dari Penawangan Masrul langsung menuju arah Kendal Ketika sampai Gubug masrul dikejutkan seorang ibu sedang menyeberang, saat itu pukul tiga sore bersamaan pulangnya tenaga pabrik plastik kemas. Biasanya ada yang menyeberangkan karyawan, tapi kali ini tak ada seorangpun yang membantunya. Masrul heran ibu itu sudah gak ada ditempat …Masrul berdiamdiri sampai Iskandar memukul bahunya.

Iskandar     : ” Lek….kenapa ? kok bingung dari tadi tengok kanan – tengok kiri….jalan ini sepi Lek…..!!”. Masrul kaget bukan kepalang.

Sedari tadi mobil dimatikan dan bengong sendiri, Masrul tak percaya pada siapapun termasuk Iskandar. Masrul tak berani membuka pintu mobilnya dan Ia melakukan tayamum dengan menggunakan debu mobilnya selanjutnya shollat sunah dua rokaat , lalu membaca Ta’awudz selanjutnya Masrul membaca ayat kursi Masrul merasa ada yang meraba-raba badannya tetapi tak nampak dimata.

Masrul menemukan sosok iblis berekor naga  yang menyerangnya bertubi-tubi, Masrul melompat dan menyerangnya dan berulang-ulang membaca ayat kursi pada sesaat terlihat api yang yang menyala di ekor naga yang menghalangi pandangan Masrul nan tak bergeming dan terus menbacanya sampai api itu sirna dan terlihat Iskandar berada di tepian sungai sedang berkelahi dengan seorang anak kecil yang bertaring, Masrul menuju sungai tersebut dan menyambar Iskandar yang pingsan. Terlintas Kyai Haji Tantowi menyuruhnya pulang segera.

Iskandar dibawanya pergi menuju mobilnya lalu Masrul menitipkan mobilnya di Mranggen secepat kilat Masrul dengan mrnghilang sambil  membawa Iskandar menuju Pondok Al Hadist , sampai di sana Kyai Haji Tantowi yang sudah menunggunya  meminta tubuh Iskandar  yang amat lemas dan picat pasi. Kyai Haji Tantowi meletakkan Iskandar di atas tikar dan para santriwati membacakan Sholawat Syifa’ Thibbil Qulub , tubuh Iskandar kejang-kejang, mata menyala-nyala lalu muntah ……melihat gelagat seperti itu  Haji  Tamtowi membaca Sholawat Ujang Bustoni  diikuti para santri dan santriwati, Masrul membisikkan untuk istrinya yang berada di Kaliwungu agar menyampaikan pada kakaknya Khotijah supaya bersholawat buat Iskandar anak sulungnya juga keponakan Fatimah yang sedang mendapat musibah.

Fatimah berlari menuju rumah kakak perempuannya yang bernama Khotijah dan berjarak 100 meter lebih dengan lewat pintu belakang yang sudah terbuka lebar seolah Fatimah disuruh lewat pintu tersebut

Fatimah    : ” AssalamuAllaikum kak Khotijah..”

Khotijah   : ” WaAllaikum salam, adikku Fatimah ada berita apa kelihatannya suaramu terbata-bata…?!”

Fatimah   : ” Kita segera mengirimkan Sholawat Tibbil Qulub untuk Iskandar nanti biar kang Masrul yang menjelaskan”

Fatimah dan Khotijah segera berwudhu dan melakukan sholat sunah dua rokaat selanjutnya berdoa dan membaca sholawat Ujang Bustoni sebanyak 1000x , Umar yang baru pulang kuliah menemui adiknya Umiyatul dan menanyakan keberadaan ibunya.

Umar       : ” Ibu kemana dik Umi…?”

Umiyatul : ” Tadi katanya ke Budhe Khot..?!”

Umar        : ” Mengapa ibu tak kamu temani…?”

Umiyatul  : ” Tadi ibuk berlari, Umi tak bisa ngejar….maaf kak…”

Umar        : “Kak Umar akan susul ibu  ke budhe dulu ya dik…?!”

Umiyatul : ” Iya kak ….hati-hati…”

Umart       : ” assalamualaikum….”

Umiyatul  : ” wAalaikum salam”

Umar naik motor sambil menjemput ibunya, disana ia menjumpai ibu dan budhenya sedang bersholawat , Yatemi adik Iskandar ikut membantu membacakan sholawat dengan khusuk, sesekali menghapus air matanya. Umar mengangbil air wudhu dan ikut membaca sholawat, dada Umar bergemuruh bagaimana tidak..?

Iskandar adalah kakak sepupunya dan amat baik orangnya  juga jujur, dia saat ini bersentuhan dengan dunia astral  berasal dari Penawangan yang tak disengaja dan membelenggu serta merusak pemikiran Iskandar. Masrul menghubungi Umar agar membawa Khotijah di pesantren. Selesai sholawatan Umar mengajak Khotijah yang sebelumnya Umar mengantarkan Fatimah pulang kerumah.

Dari Kaliwungu Umar mengantar budhe Khotijah ke Weleri di Pondok Al Hadist , Umar menelepon  ibuknya agar Yatemi mengunci rumahnya lalu ngungsi di rumah Lek Fatimah. Yatemi menurut saja apa kata Fatimah dan memberesi pakaiannya dibantu Umiyatul . Jendela-jendela  dan pintu sudah dikunci lalu mereka menuju rumah Lek Fatimah. Jelang maghrib Sholikin sudah pulang.

Sholikin    : ” Kok kak Umar belum pulang buk…”

Fatimah    : ” Sudah …tapi ada keperluan mengobatkan mas Iskandar ke pesantren Kyai Haji Tantowi”.

Sholikin    : ” Waaah….ngeri…Mas Iskandar moga-moga baik-baik saja ya buk ?!”

Fatimah   : ” Aamiin….”

Hape Fatimah berbunyi panggilan dari Masrul  yang meminta speaker di nyalakan .

Masrul     : ” Bune…dan semuanya yang ada di rumah jika nanti ada tamu tolong jangan dibukakan pintu dan jangan bicara apapun karena bapak dan kak Umar tak dirumah, pokoknya kalian semuanya tak boleh membuka pintu, camkan ya Ahmad dan Sholikin kalian anak-anak bapak yang patuh jaga ibukmu yaa..jangan bicara pada siapapun kecuali yang didalam rumah, AssalamuAllaikum….”

” Ya Pak , WaAllaikumsalam”, sahut semuanya .

Fatimah memasang rajah di pintu dan jendelanya, lalu mereka sholat maghrib  dan makan malam . Sambil menunggu sholat Isyak semua beraktifitas membaca hadist nabi dan berkumpul di ruang santri. Tiba-tiba pintu diketuk ” AssalamuAllaikum…..” semua pada menatap Fatimah, dan Fatimah memberi isyarat jari telunjuknya ditempel ke mulut. Berulang salam itu di ucapkan dengan berpindah-pindah tempat mereka menjawab salam tersebut dengan menggerakkan bibir tanpa bersuara.

Suara tersebut berubah mengerikan seperti auman harimau dan menggedor-gedor pintu depan,  tatkala mendengar adzan Isyak suara itu hilang serentak mereka mengambil air wudhu untuk melakukan sholat Isyak yang dipimpin Sholikin anak keduanya. Selesai melakukan sholat sunah  Ahmad melakukan wirid dan dzikir, Sholikin membaca ayat kursi sedangkan para wanita membaca sholawat dengan amat pelan sekali.

Tiba-tiba suara auman itu datang lagi dan seolah-olah menjebol pintu depan  ” duaaaarrr” Umiyatul dan Yatemi saling berpelukan karena kaget campur takut, pintu depan ruangan santri seperti di ledakkan ” bom” tapi pintu itu tak apa-apa. Tiba-tiba piring dan gelas pada gemeretak .. Fatimah menenangkan semua dan meja kursi berhamburan seperti orang mengamuk tapi….itu hanya semu mereka semuanya tetap membaca ayat kursi sambil menggunakan tasbih.

Khotijah memandang Iskandar tak sadar air matanya mengalir perlahan , Khotijah teringat almarhum ayahnya Iskandar yang watak dan sikapnya sama dengan Iskandar, Khotijah membacakan Alfatikhah  untuk Iskandar. Ketika Khotijah mendekap tubuh Iskandar energi Khotijah terserap Iskandar Masrul membantu Khotijah juga Haji Tantowi karena terserap banyak dan tak terkendalikan maka Umar membantu mengarahkan lajunya energi tersebut dan membangunkan Iskandar yang tadi pingsan. Tiba- tiba mencuat iblis berekor naga keluar dari tubuh Iskandar dan lari keluar pesantren dengan raungan yang dahsyat. Parasantri dan santriwati masih membaca Sholawat Ujang Bustoni .

Kyai Haji Tantowi dan Masrul keluar dan mengejar naga tersebut, mereka berdua menghilang dan menuju rumah Masrul yang saat itu naga tersebut sedang mengobrak –  abrik rumah Masrul. Pak Kyai bertempur dengan Iblis Naga dan menggiring keluar rumah. Ahmad melihat ayahnya Masrul mengunjunginya merasa senang tapi tetap membaca ayat kursi Sholikin pun demikian .

Iblis Naga tersebut terbang melarikan diri tahu dikejar terus diapun melakukan penyerangan dan kini iblis naga menjauh dari pengejaran itu sampai kerumah Giatno dan menghilang di blumbang samping rumahnya. Giatno yang melihat Masrul memberi salam juga istrinya. Karena hampir subuh Masrul dan pak Haji Tantowi mohon maaf tak bisa berlam-lama dan segera kembali ke pesantren.

Sesampai pesantren pak Haji Tantowi menanyakan pada Masrul  sambil melihat kondisi Iskandar yang wajahnya mulai memerah, Umar memberikan tenaga dalam kerena sesaat pelepasan tadi Iskandar pingsan lagi. Masrul membantu Umar yang sudah kecapekan. Masrul mengeluarkan hawa murni dan membangkitkan Iskandar yang mulai siuman. Bu Nyai Tantowi menyiapkan sarapan dibantu para santrinya.

Kyai Tantowi  : ” Tadi itu rumah siapa Rul..?”

Masrul menceritakan kejadian Bencana Giatno kepada Kyai Tantowi , Iskandar ikut membantu menceritakan setelah meminum teh hangat dan fikirannya jernih kembali. Umar memeluk Iskandar sepupunya yang sudah baikan dan menelepon ibuknya.

Umar           : ” Alhamdulillah buk Iskandar sudah baikan…ini Iskandar mau bicara”.

Iskandar     : ” Yu…matur nuwon ya…aku sudah sembuh “.

Fatimah      : ” Alhamdulillah Is, kamu sudah baikan mana Ibumu ?”

Iskandar memberikan telpon pada Khotijah ibunya.

Khotijah      : ” Yo piye Fat..?”

Fatimah       : ” Ini benar,  Iskandar sudah baikan ?”

Khotijah      : ” Iya Fat, Alhamdulillah…nanti selesai syukuran akan segera pulang sebelum Luhuran”.

Masrul pamit mengambil mobilnya di Mranggen diantar Umar, sementara syukuran ditungguin Khotijah, Jam sepuluh pagi Masrul menjemput Iskandar dan ibunya pulang ke Kaliwungu setelah syukuran selesai dan Umar sudah berangkat kuliah.


cerbung.net

Dunia Misteri

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Masrul pekerja yang gigih dia seorang wiraswasta yang sering luar kota dengan menghidupi empat orang anaknya, dengan mengorder kecap cap orang tua Masrul membantu memasarkan atau bawaan apa saja yang ia dapat dengan murah dia beli dan dijual ke daerah-daerah yang amat membutuhkan pelan tapi pasti Masrul mengais rezeki . Berbekal mobil pick up dari warisan mertua istri Masrul dan SIM yang ia miliki sewaktu bekerja sebagai sopir angkot, Masrul memutuskan usaha sendiri , Fatimah istrinya tak melarang karena suaminya selalu jujur , hasilnya lumayan pendapatannya tunai, kadang Masrul ndongkrok dari pasar ke pasar menjual ketela pohon atau sayuran yang Ia beli di Weleri dijualnya ke Semarang tepatnya dipasar Johar ditemani Iskandar keponakannya yang kadang membantu menjadi sopir jika Masrul capek. Iskandar keponakan dari istrinya sangat senang bekerja menemani pamannya yaitu Masrul. Bila hari Jum'at selalu shollat jum'at di masjid mana saja yang ditemuinya dan mengaji sambil istirahat, tidurnya di mobil kadang di losmen kalau keuntungannya banyak sebagai pembuang penat saja. Jika kecap dan jualannya habis mereka baru pulang. Istrinya Fatimah tak punya fikiran macam-macam jika uangnya habis dia mengambil di ATM yang selalu di isi Masrul tiap harinya.....

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset