Dunia Misteri episode 7

Kematian Nasekhah

Masrul mendapat kabar dari Bibinya  Ambar yang tinggal di Semarang tepatnya di daerah Krobokan bahwa bibinya sedang memerlukan bantuannya, Iskandar sudah mempersiapkan keberangkatannya meskipun adiknya Yatemi masih kangen dengan Iskandar karena habis sakit tapi Iskandar sudah merasa sehat. Iskandar pamit pada ibunya dan menuju rumah Masrul yang dijemput Umar pakai motor dengan membawa dua karung zak mie kering buatan keluarga sendiri.

Masrul     : ” Magaimana Is, sudah sehat betul..?”

Iskandar  : ” InsyaAllah aman Lek…”. Iskandar menurunkan kecap satu krat untuk buleknya Fatimah dan menumpuk mie kering buatan Khotijah ibunya untuk dijual ke pasar. Khotijah tak tega melihat Iskandar membanting tulang sendiri untuk menghidupi ibu dan adiknya Yatemi makanya usaha mie kering warisan suaminya ia kerjakan bersama Yatemi dirumah dan dititipkan Iskandar untuk dijual ke pasar. Kek Amrun mencegat di jalan dan membawakan buah sukun serta daun pisang untuk dijual di pasar.

Masrul      : ” Piro…kabeh ini..kek..?”

Kek Amrun  : ” Wis berapa saja terserah kamu , buat jajan ponakanmu juga kok..”

Masrul memberikan uang 50 ribu , kek Amrun melongo , : ” Kebanyaken ini…sebentar….”. Kek Amrun mengangkat bayam yang sudah disiapkan dan juga daun singkong  lalu dimasukkan ke bak mobilnya di bantu Iskandar.

Iskandar      : ” Berapa ikat ini kek…?”

Kek Amrun  : ” Biasalah harga umum biasa…lekmu sudah tahu jumlahnya …”

Melewati pasar Pagi Iskandar disuruh mengambil kerupuk wedi alias kerupuk goreng pasir dan sambalnya dalam plastik besar dan Yu Lah pemilik kerupuk wedi itu minta 30 ribu, Iskandar meminta uang Masrul. Yu Lah melihat mie kering dan membelinya 10 ribu lalu Iskandar mengambilkan lima bungkus.

Yu Lah     : ” Jadi satu bungkusnya 2000 ya Is..?”

Iskandar  : ” Ya Yu…..murah lo dagangane mbokku dewe…”.

Yu Lah      : ” Dadi…De Khot gae mie kering lagi…?”

Iskandar  : “He..eh..Yu , langsung di rumah saja belinya …harganya sama kok…?!”

Yu Lah     : ” Yo yen ngono…. wis muga-muga laris dagangane….”

Iskandar  : ” Amin…Aamiin….suwon Yu….”  Iskandar langsung duduk di bak sambil menata barang dagangan yang akan di bawa ke Semarang. Masrul mengamati Iskandar lalu menyuruhmya berwudhu dan pindah ke depan . Iskandar disuruh membaca bacaan Alquran dan membacanya berulang -ulang dan tak sadar sudah melewati pasar Krapyak. Iskandar senang sekali badannya terasa ringan dan perjalanannya terasa cepat.

” Matur nuwun Lek….nambah ilmu…”. kata Iskandar dan dijawab Masrul, ” Amalkan dan baca dengan khusuk dan percaya pada Allah”.

Iskandar      : ” Ya Lek….”.  Pick up berhenti, pedagang pada mengitari dan memilih bayam ataupun daun singkong, Iskandar membantu Masrul menata dagangannya dan menata mie keringnya .

Pembeli        : ” La lamtoromya ada gak….”.

Masrul          : ” Lamtoromya masih berkembang”.

Pembeli        : “Besok kalau ada saya tunggu”.

Masrul          : ” geh dua mingguan lagi bisa panen”.

Pembeli        : ” Tolong carikan to Lek….buat obat jualan bothok nih”.

Masril           : ” InsyaAllah akan saya carikan”. Tiba-tiba Iskandar berteriak,

” Cuma 2000 sebungkus mie kering anak Yatim, ditanggung murah”, teriak Iskandar pembelipun berdatangan menyerbu dan memborong mienya.

Pelanggan    : “Lo ini mie keringnya di produksi lagi…? tapi namanya berubah kalau dulu mie kering istikomah sekarang Anak Yatim”.

Iskandar      : ” Iya sama saja…saya kan sudah Yatim sekarang..he..he…he…”.

Pelanggan  : ” Halaaah….wis bisa cari uang gitu kok masih dipikirkan yatimnya…mas Is..mas Is”. Masrul tersenyum mendengarkan  percakapan mereka dan tertawa dengan jawaban Iskandar

Pembeli     : ” Mas Iskandar besok bawakan 50 bungkus buat saya mbak Ratna ini nomor hape saya..?”

Iskandar   : ” Siap mbak Ratna….waaaahhh di borong semua…suwun..suwun….”. Masrul senang melihat dagangan Iskandar sudah habis yang segera membantu Masrul mengirim kecap-kecap pesanan pelanggan. Jam 08.00 dagangan sudah habis tinggal kerupuk wedi yang masih sedikit dan di bungkus Masrul memakai plastik kecil-kecil untuk oleh-oleh bibiknya di Krobokan. Masrul sarapan nasi rawon di mbak Menik lalu langsung menuju Krobokan.

Ketika  akan melewati palang kereta api   dari jalur Amarta masuk Sawojajar tiba-tiba langit gelap, Masrul menghentikan mobil pickupnya dan menengok kanan dan kiri lalu Masrul uluk salam bersamaan dengan Iskandar terlintas terbang selendang warna kuning dan menghilang ” Innalillahi wa innaillaihi roziuuun…” teriak Masrul juga Iskandar. Masrul kembali memutar melewati jalan yang yang aktif palang pintunya dijaga petugas kereta api dan memutar ke Banjir kanal Barat yang aman.

Masrul sampai ke Bibik Ambar jam 15.00 WIB, Masrul heran apa yang terjadi mengapa begitu lambatnya dia sampai pada hal jarak antara pasar Karangayu dan Krobokan biasanya ditempuh 15 menit tapi ini setengah hari..?! . Masrul menanyakan kabar apa yang memaksa Bik Ambar memintanya datang, dan apa yang sudah dialami masyarakat sini..?

Masrul     : ” Sebenarnya kabar apa yang akan Bibik sampaikan ke Masrul..?”  Bik Ambar diam…lalu menghela nafas panjang dan mulai bercerita.

Bik Ambar  : ” Mbak Nasekhah meninggal tertabrak kereta api…..kata orang dia sering mendatangi warga meminta kain kerudungnya yang akan dipakainya untuk pergi mengaji, jadi masyarakat sini pada ketakutan kalau malam jarang keluar…tolong kamu ikut ronda malam ini agar warga bisa tenang. Bik Ambar tak menceritakan kalau dia mengundang Masrul ke Krobokan .

Masrul        : ” Siapa mbak Nasekhah sebenarnya..?”

Bik Ambar  : ” Mbak Nasekhah itu kepala sekolah SD Ar – Rohman, dia orang baik dan tinggal di belakang sekolahan Ar- Rohman dia juga rajin mengaji, tapi kematiannya amat tragis mengapa bisa seperti itu Rul…?”

Masrul   : ” Mbak Nasekhah asli mana dan sudah nikah apa belum..?”

Bik Ambar  : ” Mbak nasekhah asli Lampung dapat suami orang Bumi Ayu maka dia diboyong ke Bumi Ayu, kemarin suaminya yang mengambil jenazahnya dan dimakamkan di sana dia belum memiliki anak karena telat nikahnya”.

Masrul   : ” Yo Bik aku nginap disini dulu sampai menemukan titik terang…”.

Bik Ambar senang dan menyiapkan kamar buat Masrul dan Ambar lalu membuatkan minuman buat mereka. Masrul tak mau diganggu bibik Ambar karena akan melakukan shollat dari Ashar sampai Isyak sambil melakukan wirit disela shollatnya bersama Iskandar.

Bibik Ambar  : ” La terus makan malammu jam brapa….?”.

Masrul            : ” Nanti setelah selesai shollat Isyak saja bik dan gak usah bingung , biarkan saja nanti saya akan keluar kamar kalau sudah selesai…”.

Bik Ambar     : ” Iya Rul istrimu Fatimah juga sudah menceritakan padaku dan aku disuruh tenang saja dan melindungi dari sesuatu agar selesai tujuannya dan tidak memutuskan shollatnya..”

Masrul            : ” Baik bik saya mau mandi dan persiapan shollat  Ashar bersama Iskandar bibik bisa bersantai saja “.

Bibik Ambar  : ” Iya Rul, moga-moga Gusti Alloh ngijabahi.. ” Masrul segera mandi bergantian dengan Iskandar, kala terdengar adzan Ashar bik Ambar segera mandi dan menutup jendela karena ingin mengikuti saran Masrul sambil mengaji di rumah. Jam lima sore Bu Musiri datang untuk mengikuti arisan.

Bu Musiri       : ” Bu Ambar ayuk ke kelurahan ada demo masak…”.

Bik Ambar     : ”  Maaf bu Musiri saya belum bisa saat ini..?!”

Bu Musiri      : ” Wah…bagaimana ini saya mengharap banget lo..?!”

Bik Ambar    : ” Saya masih mengaji sampai Isyak nanti baru selesai..”

Bi Musiri       : ” Ada apa sih bu kok sampai lama sekali..?”

Buk Ambar   : ” Ya…ada perlu saja sama Alloh….?!” kelihatannya bu Musiri kecewa tapi tetap pulang karena bik Ambar tidak bisa mengikutinya.

Selesai shollat maghrib Masrul mengeraskan bunyi wirid nya Iskandarpun demikian. Lampu kamar tiba-tiba mati lalu menyala dan mati lalu menyala lagi Iskandar menambah volume suaranya agak ditekan malah dengan cepat pintu jendela terbuka dan masuklah tangan molor yang bisa memanjang yang hendak mencekik Masrul tapi Masrul tak bergeming dengan suara tersebut, Iskandar membaca Lailaha illolloh dengan semangat yang tinggi sampai tubuhnya bergerak-gerak dan mengeluarkan keringat.

Dan keluarlah asap putih bercampur hitam lalu keluarlah sosok wanita yang dibelenggu meminta tolong Masrul untuk melepaskannya, wanita itu bernama Nasekhah.

“Tolong saya pak Yai…… saya di dera seseorang dan dia telah mengambil selendang saya digunahan untuk membungkus arwah saya sehingga tak bisa lepas dari alam dunia…tolong pak kyai….bantu kembalikan arwah saya ke alam kubur…..” . Perempuan itu menjerit dan menangis tersedu-sedu meminta tolong, tapi tangan yang bisa memanjang sendiri itu telah merenggutnya membawa dari hadapan Masrul. Dan membuat lampu kamar itu pecah berantakan. Bik Ambar kaget lampu kamar meledak sendiri dan Masrul juga Iskandar keluar, Bik Ambar menuju kamar tamu dengan takutnya.


cerbung.net

Dunia Misteri

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Masrul pekerja yang gigih dia seorang wiraswasta yang sering luar kota dengan menghidupi empat orang anaknya, dengan mengorder kecap cap orang tua Masrul membantu memasarkan atau bawaan apa saja yang ia dapat dengan murah dia beli dan dijual ke daerah-daerah yang amat membutuhkan pelan tapi pasti Masrul mengais rezeki . Berbekal mobil pick up dari warisan mertua istri Masrul dan SIM yang ia miliki sewaktu bekerja sebagai sopir angkot, Masrul memutuskan usaha sendiri , Fatimah istrinya tak melarang karena suaminya selalu jujur , hasilnya lumayan pendapatannya tunai, kadang Masrul ndongkrok dari pasar ke pasar menjual ketela pohon atau sayuran yang Ia beli di Weleri dijualnya ke Semarang tepatnya dipasar Johar ditemani Iskandar keponakannya yang kadang membantu menjadi sopir jika Masrul capek. Iskandar keponakan dari istrinya sangat senang bekerja menemani pamannya yaitu Masrul. Bila hari Jum'at selalu shollat jum'at di masjid mana saja yang ditemuinya dan mengaji sambil istirahat, tidurnya di mobil kadang di losmen kalau keuntungannya banyak sebagai pembuang penat saja. Jika kecap dan jualannya habis mereka baru pulang. Istrinya Fatimah tak punya fikiran macam-macam jika uangnya habis dia mengambil di ATM yang selalu di isi Masrul tiap harinya.....

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset