Dunia Misteri episode 8

Tangan Molor

Bibik Ambar menghampiri Masrul dan meminta membetulkan listrik yang mati dan kini sudah menyala lagi, cuma kamar tamu yang ditempati Masrul dan Iskandar yang gelap karena pecah lampunya. Bibik Ambar minta tolong Fahmi anak tetangga sebelah untuk membelikan lampu putih bening jangan yang cahayanya coklat , begitu pesan Masrul wanti-wanti.

Malam itu Masrul mengganti lampu tapi baru masuk kamar, Ia mendengar rintihan seorang wanita

Masrul            : ” Siapapun kamu, jika engkau berniat baik tampakkan ujud aslimu….insya Allah aku akan menolongmu…” tapi suara rintihan itu malah semakin menyayat hati…

Masrul melakukan meditasi …tampak wanita terbelenggu …yang dicambuk kawat berduri dan dijaga tangan  molor. “Itu dia biang keladinya” gumannya . Masrul menanyakan siapa perempuan itu….? tapi tangan molor malah mencengkeram dan membawanya pergi.

Malam ini Masrul berjalan bersama Iskandar mengitari kampung Krobokan , sambil melafalkan surat Al Iklas dan bertasbih keduanya mendekati peronda, tapi peronda tak melihat kehadiran Masrul maupun Iskandar lalu meneruskan jalan lagi. Di perempatan Masrul melihat perkelahian antara seorang laki-laki dan makhluk astral kelihatannya laki-laki itu tak seimbang  ilmunya dan dipermainkan mahluk tersebut. Masrul menyuruh Iskandar membantunya. Iskandar secepat kilat membantunya ternyata mahluk astral tersebut berubah jadi tangan molor yang tak kuat mengangkat Iskandar dan kepanasan tangannya lalu segera enyah dan menghilang.

Laki-laki tersebut adalah Ustadz Alif yang menjadi guru ngaji di Krobokan, Ustadz Alif mengucapkan terima kasih atas pertolongan Iskandar barusan, dan merekapun berkenalan.

 

Mas Alif dari Masjid Al Hamzah bertandang ke rumah Bibi Ambar.

Bibi Ambar    : ” AssalamuAllaikum Pak Ustadz Alif , tumben mampir..ada yang bisa saya bantu..?”

Ustadz Alif     : ” WaAlaikumusalam Bibi Ambar, saya lihat kemarin sore ada tamu ya bik…?”

Bibi Ambar     : ” OOOh…itu to….iya kemarin ada ponakan saya dari Kaliwungu…tapi subuh tadi sudah pulang..insyaAllah nanti kemari lagi “. Ustadz Alif tersenyum dan berpesan, : ” Kalau nanti kesini tolong mampir ke Masjid Al Hamzah akan saya tunggu”.

Bibi Ambar     : ” Inggih ustadz nanti saya sampaikan…”. Ustadz Alif akan kembali ke masjid yang sebelumnya melongok ke kamar tamu yang tertutup rapat maka ustadz meminta bibi Ambar membukanya.

Bibi Ambar    : ” Lo…tadi sudah dibuka sama Iskandar cucu saya..kok nutup lagi…?” Bik Ambar bingung dan Ustadz membantu membukanya, karena sulit sekali menekan pintu jendela lalu ustadz berdoa dan membaca , ” Allahuma Sholialla sayidina Muhammad….!” dan jendela itupun berhasil terbuka…sinar matahari masuk kedalam ruangan. Ustadz Alif berpesan agar menutup jendela selesai shollat Ashar dan  jangan sampai matahari terbenam. Bibi Ambar berterima kasih atas nasihat dan perhatiannya dan nanti akan disampaikan pada keponakannya. Ustadz Alif  pulang menuju  Masjif Al Hamzah.

Iskanbar menelepon mbak Ratna kalau mie keringnya sudah datang dan mbak Ratna segera mengambilnya. Iskandar sekarang memiliki pelanggan mie kering di Karangayu karena mbak Ratna akan meminta 500 mie kering tiap minggu dan Iskandar akan menyanggupinya. Masrul diberi selendang panjang istrinya Fatimah sebagai alat pengikat kerudung yang bertuliskan ayat kursi di kain tersebut lalu diikatkan di perutnya sebagai sabuk.

Siang itu Masrul menuju rumah bibik Ambar dan diceritakan bibiknya tentang pesan ustadz Alif, Masrul langsung ke Masjid Al Hamzah dan benar Ustadz Alif sudah menunggunya.

Masrul    : ” AssalamuAllaikum  ustadz Alif….”

Alif           : ” WaAllaikum salam Kyai Masrul, senang bertemu anda pak Yai…”. sambil membalas salam ustadz Alif mempersilahkan Kyai Masrul  yang akan melakukan shollat tahiyatul masjid. Selesai sholat Kyai Masrul menemui Alif.

Masrul     : ” Terima kasih sudah membantu bibik Ambar …”

Alif           : ” Itu ‘gak seberapa  dengan uluran tangan kyai yang penuh iklas…terus terang saya ingin  ikut membantu pak Yai, jika diizinkan….”.

Masrul     : ” Alhamdulillah…jika ingin membantu , tapi jangan jauh-jauh dari Iskandar keponakan saya yang semalam mengusir tangan molor….” Ustadz Alif menerima saran Kyai Masrul dan membicarakan kejadian Nasekhah yang tertabrak kereta api Senja Utama dari Semarang menuju Jakarta.

Masrul      : ” Jadi jalan kereta api dari Pasar Karangayu sampai jembatan Banjir Kanal Barat sering memakan korban…?!”

Alif            : ” Begitulah pak Yai…daerah itu sering melalaikan dan menutupi telinga korbannya….”.

Masrul      ” ” Astaghfirullah haladzim”.  Masrul menghela nafas panjang.

Alif            : ” Pak Kyai sudah melihat tangan molor yang menutup telinga dan pendengaran manusia di sini…?”

Masrul      : ” Hhhmm…terus hubungannya apa dengan kematian …..”. Masrul berfikir sebuah nama..

Alif            : ” Nasekhah maksud pah Kyai…?” jawab Alif sepontan. Masrulpum menganggukkan kepalanya.

Seorang marbot membersihkan mihrab karena akan tiba sholat ashar dan Muazin sedang memberi salam pada Ustadz Alif dan Kyai Masrul. Muazin melantunkan Azan amat merdunya , jama ah Masjid Al Hamzah mulai berdatangan ustadz Alif memita Kyai Masrul memimpin Sholat Ashar dan Kyai Masrulpun menerimanya. Iskandar mengikuti sholat asyar yang akan dipimpin Kyai Masrul, ustadz Alif membacakan ikomah dan sholat siap di jalankan. Selesai sholat ashar Iskandar berbincang sebentar dan langsung pulang untuk menutup jendela kamar dan menemani bibik Ambar.

Masrul   : ” Jadi tadi jendela terbuka…? …Masya Allah…..”.

Alif          : ” Iya betul Kyai….sungguh apa yang diinginkan tangan molor tersebut….saya kurang paham Kyai…?!”

Masrul   : ” Tidak usah memikirkan kemauannya…jelas mahluk tersebut berbuat onar di alam manusia dan itu bukan tempatnya, malam ini kita harus menggagalkannya “.

Alif          : ” Inggih pak Yai…”.

Masrul   : ” Jika selesai mengajar tolong bacalah Surat Al Jinn ayat 1 sampai 28 dan pahamilah”. Alif amat senang diperintahkan untuk mempelajari Surat Al Jinn , Alif sadar dia tak sebanding dengan Masrul yang jebolan ponpes Al Hadist Weleri di tambah pergaulannya di Ponpes Kaliwungu Masrul tetap andap dan asor kepada siapapun.

Jam 24.00 Alif menuju rumah bibik Ambar sambil membawa baterai.

Iskandar   : ” Untuk apa bawa baterai Tadz…?”.

Alif             : ” Buat jaga-jaga saja siapa tahu listrik padam…?!” Lalu dimasukkan lagi ke dalam tas cangklongnya yang menyilangkan badan.

Masrul      : ” Sudah siap…..? kita akan menyusuri rel kereta api “.

Hujan gerimis mulai turun , Masrul tak henti membaca tasbih , takmid dan takbir sedangkan Iskandar dan Alif membaca ayat kursi, ketika hendak melangkah ke rel kereta api selendang yang melilit di pinggang Masrul bergerak-gerak sendiri….maka Masrulpun menghentikan langkahnya, Iskandar dan Alifpun ikut berhenti . Iskandar membacakan Surat Al Jinn spontan Masrul terpental mundur keluar dari rel kereta api sejauh lima meter …..mereka kaget kalau kereta sembrani melintas dengan kecepatan penuh dan melayanglah selendang kuning kemerahan bertepatan dengan selendang yang melilit di pinggang Masrul dilepaskannya langsung mengikat selendang yang melayang tersebut. Selendang Masrul kuning keemasan langsung melilit selendang kuning kemerahan…bak seekor ular saling melilit satu sama lainnya. Masrul membacakan surat Al Jinn ayat 12 . Selendang Kuning Keunguan tersebut melembek dan terkunci  Selendang Kuning Keemasan milik Masrul. Mereka bertiga menuju Masjid Al Hamzah dan di gerbang sanalah sudah menunggu arwah Nasekhah.

Atas Kekuasaan Alloh selendang itu dilepaskan Masrul sambil dibacakan ayat Kursi oleh Iskandar dan Alif , Masrul menyerahkan selendang Kuning Keunguan tersebut kepada pemiliknya Nasekhah untuk membawa arwahnya ke alam kubur. Nasekhah berterima kasih kepada Masrul dan yang lainnya agar menyampaikan pesan selendang yang dipakainya tersebut kepada suaminya lalu arwah itupun menghilang .

Selendang Nasekhah tersebut diterima Masrul dan sudah sebagai benda mati lalu disimpannya dalam kardus kecil. Tiba-tiba Alif menjerit karena badannya terasa dililit sesuatu yang amat dendam dan berusaha mencekiknya. Iskandar turut membantu melawan tangan molor yang mencoba menganiaya . Masrul yang saat itu sedang melakukan sholat tahajut segera mengakhirinya dan menuju arah suara Alif yang ketakutan.

Masrul menyuruh Iskandar mundur dan disuruh menjaga Alif lalu menetralkan perasaannya kemudian Masrul menanganinya sendiri, beberapa kali tangan molor berhasil menghindar serangan Masrul yang begitu dasyatnya serta gencar , akhirnya tangan molor itupun terjatuh. Masrul membakar tangan molor. Karena kobaran api itu beberapa warga ikut menyaksikan tangan molor yang terbakar.


cerbung.net

Dunia Misteri

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Masrul pekerja yang gigih dia seorang wiraswasta yang sering luar kota dengan menghidupi empat orang anaknya, dengan mengorder kecap cap orang tua Masrul membantu memasarkan atau bawaan apa saja yang ia dapat dengan murah dia beli dan dijual ke daerah-daerah yang amat membutuhkan pelan tapi pasti Masrul mengais rezeki . Berbekal mobil pick up dari warisan mertua istri Masrul dan SIM yang ia miliki sewaktu bekerja sebagai sopir angkot, Masrul memutuskan usaha sendiri , Fatimah istrinya tak melarang karena suaminya selalu jujur , hasilnya lumayan pendapatannya tunai, kadang Masrul ndongkrok dari pasar ke pasar menjual ketela pohon atau sayuran yang Ia beli di Weleri dijualnya ke Semarang tepatnya dipasar Johar ditemani Iskandar keponakannya yang kadang membantu menjadi sopir jika Masrul capek. Iskandar keponakan dari istrinya sangat senang bekerja menemani pamannya yaitu Masrul. Bila hari Jum'at selalu shollat jum'at di masjid mana saja yang ditemuinya dan mengaji sambil istirahat, tidurnya di mobil kadang di losmen kalau keuntungannya banyak sebagai pembuang penat saja. Jika kecap dan jualannya habis mereka baru pulang. Istrinya Fatimah tak punya fikiran macam-macam jika uangnya habis dia mengambil di ATM yang selalu di isi Masrul tiap harinya.....

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset