Fruits episode 11

Chapter 11 : His feeling

“Delia itu.. orang yang mengajari Alia menggambar,selisihnya sudah seperti guru dan murid,paham?”

Hahh’ ah-hahaa..
Nggak nyangka deh,
Apa aku harus temui dia hari ini? Tanyakan langsung,kah?
Apa situasinya tepat kirakira?

“Raka,pinjam buka sama pulpenmu,sini” pinta Mia selesai dengan satu porsi kecil ketoprak pedasnya.
“Ada.. Buat apa?” Tanyaku tetap memberikannya sebelum mendapatkan jawaban.
“Nanti kamu bawa dan kasih lihat ke Delia,sebagai gantinya” jawab Mia sudah fokus dengan buku catatan yang tadi ku berikan padanya.

Chapter 11 | His feeling
Gila.. Gambarannya ajib maksimal,sumpah!
Pantas dia pernah bilang kalau kemampuanku nggak bernilai dibandingkan dia.
Dia buat gambar ini di jam istirahat kami yang sudah hampir habis.. Ditambah,
Dia bahkan hafal mukaku tanpa perlu meirik ke arahku dua kali.
…..
Tapi gambar wajah Delianya juga.. Benar-benar mirip,
Aku bahkan perlu banyak sempel untuk menggambar ulang wajah seseorang,apa-apaan dia ini??

“Pulang,gan.. Istri udah kangen di rumah” ledek rekanku dari belakang.
“Sendirian di sini,nanti kesambet kau..” Tambah satu lagi hendak ikut pergi juga karena jam kerja kami sudah selesai hari ini.

Yapp.. Menunggu Delia datang sudah jadi kebiasaanku sebelum pulang,
Biarlah telat 15 menit atau lebih.. Paling lama juga 1 jam,itu terjadi dulu sekali waktu minggu pertama.
Lagi pula aku harus kasih liat gambar buatan Mia ini.. Sekalgus menanyakan pendapatnya tentang komik yang ku buat itu.
……
Gehh, dipikir-pikir.. Setelah lihat gambar ini aku nggak yakin Delia akan bilang gambarku lebih bagus dari Mia.
Orang-orang senior itu.. Aku nggak menyangka kemampuannya sudah setinggi ini.
Ohh,iya!!? Ada Delia dan juga Alia kan?
Alia lebih hebat lagi dari Mia,lalu Delia berada satu tingkat lagi di atas Alia..
Damn.. Anak tangga macam apa ini? Yang paling bawah saja sudah sehebat ini,bagaimana yang teratasnya.

“………?”

Nah,dia datang.. Ku kasih sekarang kah,atau ku tanyakan pendapatnya dulu tentang keryaku tadi??
Dia masih diam… Apa perlu ku turuti syarat Mia tadi?? Apa aku tanya soal komikku saja tanpa menunjukkan gambar ini?
……
Apa perlu aku diam soal keduanya? Lalu menyapanya seperti biasa..
Meminta maaf juga,mungkin-

“Kamu harus memikirkan urusanmu kedepannya,Raka..” Kata Delia tiba-tiba saja langsung pada urusannya.
“Ah!? Maksudmu?” Tanyaku tak siap dengan perkataan Delia yang datang begitu saja tanpa ada pembukaan atau semacamnya.
“Sisa 1 minggu lagi.. Aku berencana mengusulkanmu masuk ke kelas Alia” jawabnya kini duduk seakan ingin membicarakan hal yang panjang denganku.

“Kamu berfikir seperti itu?”
“Awalnya sulit.. Karena kamu dasarnya sudah bagus di empat bidang ini,andai saja ada 4 Raka dengan masing-masing 1 bidang ahli maka akan mudah meluluskan keempatnya-”
“…..”
“Tapi kembali lagi,kamu diwajibkan untuk fokus ke satu bidang.. Dan aku pikir kamu sangat cocok masuk ke kelas ilistrator,di sana kedepannya kamu akan lebih dituntut menguasai baik seni menggambar langsung maupun digital.. Alia yang paling mengerti bidang itu”

“Hahh, bukannya Alia itu murid didikanmu? Jadi yang lebih paham kamu kan?”
“..!!?”

“Nih, Mia menggambarnya untukmu.. Sebagai nilai tukar untuk 100 lembar gambarku yang masih jelek itu” kataku menunjukkan selembar kertas yang telah disobek dari buku catatanku.
“Hmmm??? Berapa nilaimu untuk gambar itu?” Tanya dia seperti ingin semua obrolannya tetap berjalan.

“100 dari 10.. ” jawabku memang begitu adanya.
“Di gambar itu Arah bibirmu nggak sesuai dengan arah lehermu.. arah tatapan mataku juga melihat ke tempat yang nggak spesifik.. Posisiku terlalu dekat denganmu,kalau itu diniatkan untuk membuat kesan romantis bagusnya tukar posisi keduanya sehingga cacat fisikku nggak terlihat di kertas” komentar Delia cukup panjang entah akan berlanjut lagi atau tidak.

Serius? Kamu melihat semua kekurangan itu saat yang ku lihat hanya sebuah kertas dengan gambar yang hebat??
Kamu bahkan nggak tau bagaimana Mia menggambarnya..
…..
Aku nggak bisa berhenti memandangi gambar ini.. Terlalu bagus,
Seseorang mungkin bisa menggambar,atau beberapa memang sangat berbakat.. Tapi gambar buatan Mia ini komposisi dan aspek detailnya sangat sempurna,jelas tak semua orang bisa mlakukannya..

“7 dari 10.. Itu kalau kamu mau tau pendapatku” tambah Delia terdengar selesai mengutarakan kesalahan si seniman yang satu ini,Mia.
“Gehh, kamu cuma malu melihat gambar dirimu yang sedang dicium keningnya oleh seseorang.. Iya,kan?” Balasku tabrak saja.

Kalau alasanmu kongkrit kenapa nggak kamu buat saja gambar yang sama yang menurutmu benar..
Orang lain pernah bilang kalau seni bukan hanya soal hasil kan? then perlihatkan caramu menggam-
…….
-bar?

“…..hei?” Panggil Delia seperti ingin semua perhatianku terfokuskan padanya.

Benar juga.. Aku bahkan belum tau apa dia kidal atau kanan,
Aku juga belum tau seperti apa kondisi fisiknya saat masa ia mengajari Alia caranya menggambar..
……
Dia pernah bilang kalau dia nggak akan pernah menggambar di depan kami,yah..
Iya.. Waktu awal bertemu,dia mengatakannya dengan jelas.
Apa dia kanan? Itu artinya.. Yang tersisa padanya sekarang hanya sebuah pengalaman,
Pengalaman telah menjadi seniman yang sangat hebat.

“Huh?” Balasku melupakan sejenak soal gambar di tanganku.
“Kamu ini.. Apa kamu suka sama aku,Raka?”
“..!??”

Suka??? Delia?
Apa artinya pertanyaan itu,

“………..”

Ohh,matanya berbeda..
Dan lagi-lagi.. Kenapa di saat seperti ini pandanganku teralihkan ke sana?
Dia ada di depanku dan bertanya apakah aku suka.. Tapi kenapa aku melihat ke arah itu?
……..
Apa aku suka-
Apa aku suka Delia-
Apa aku… Suka dia hanya karena dia cacat??


cerbung.net

Fruits

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Sebuah perusahaan yang sudah diakui telah banyak melahirkan karya-karya hebat dari tangan para seniman pekerjanya. Raka,pemuda yang memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya karena persaingan ideolagi yang tak kunjung reda,akhirnya memutuskan pergi untuk melamar masuk ke Fruits. Pemuda biasa tanpa banyak pengalaman mendesain karya seni,apa yang bisa dia lakukan?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset