Fruits episode 12

Chapter 12 : His wish

“Iya.. Aku suka Delia”
Hehh! Nggak bisa langsung begitu.. Lagi pula alasanku juga belum jelas.
Tapi aku harus jawab apa??

“Nggak juga.. Aku hanya mengagumimu”
Nggak bisa! Aku nggak mau kasih penjelasanku terlebih dahulu sebelum memberi tau dia jawabanku yang sebenarnya.
Sial.. Ini rumit sekali,

“Raka.. Kamu suka sama aku?” Tanya Delia lagi,kini dengan nada lebih pelan dan lebih jelas serasa tak ada satu pun alasan untuk manusia di depannya tak paham.

Damn! Dia sampai mengulangi lagi pertanyaannya..
Kali ini lebih singkat… Bagaimana dengan matanya?
Ahh,aku nggak sempat melihatnya saat dia mengatakannya tadi..
Nah.. Aku harus bilang apa? Serius.

Chapter 12 | His wish
“guk-guukkGUKK!!

Diam kamu mahluk berkaki empat..
Kalau aku bisa mengutukmu berubah menjadi seorang lelaki, aku mau kau mengalami hari ini terus menerus sampai kau mati.
…..
Fuu.. Nggak nyangka hari ini lebih berat dibanding hari kemarin,
Keringat dingin bertatapan langsung dengan Delia serasa seratus kali lebih mudah dibanding saling menghindari satu sama lain seperti yang terjadi hari ini.
Ya,kami belum saling bertemu lagi sejak kejadian kemarin sore,
……
Sial,andaikan kemarin aku jawab dia dengan kata iya atau tidak,kan nggak akan jadi beban seberat ini..
Lagi pula…. Kenapa dia bertanya seperti itu?
Aku mungkin suatu saat akan menyatakannya.. Karena itu kenyataannya,kalau aku suka dia…
Tapi bukannya berlaku sebaliknya? Kenapa dia lebih ingin tau dari pada memberi tau..

“gukk- GUKK!!
“Berisik!! Anjing!”

Wahh,ini klien terakhirku hari ini..
Setelah ini aku akan bingung kan kalau nggak minta klien baru lagi ke Delia?
Apa aku pergi keluar saja sampai jam pulang??
Minta klien sama saja aku harus bertemu Delia di kantor.. Kan?
…kan??

“Tumben 1 klien bisa seharian,boy??” Tanya Andre masih mau saja meledeki ku setiap kami hendak mau pulang.
“Klien 1 tapi busuk,Ndre.. Jadi susah selesainya” jawabku langsung menuju meja kerjaku dan membereskan semua barang bawaan ke dalam tas.
“Lah,tumben balik gasik? Kesambet apa di jalan??” Balasnya senang meledekku.
“Istrimu marah-marah yah jatahnya telat terus.. Haha” tambah lagi dari rekanku yang lainnya.

Istri dengkulmu! Kalau kan saja aku punya pasti aku sudah bangun usaha desain grafis punyaku sendiri..
Fuuuuuuuu…. Keluhanku lebih panjang saja dari hari -hari sebelumnya,
Delia apa sudah pulang yah? Hari ini aku juga nggak ketemu Mia,apa perlu menyapa ke studionya,yah?? Wuuh,jangan.. Bisa jadi justru ketemu Delia di sana.

“Apaan dah? Ban bisa bocor begini? Perasaan pagi baik-baik aja” gerutuku menendang nendang ban depan motor kesayanganku.

Hmm.. Apa Delia yang sengaja membuatnya bocor,yah?? Di tusuk,gitu.. Pakai paku?
Nghahaa nggak mungkin lah..
Kalau ini karma karena bolos kerja sih mungkin,
…..
Lama sekali nggak pernah naik bus, ternyata enak juga jalan keluar pakai bus kota..
Ohh, waktu itu Mia basah kuyup di halte ini.. Sekarang harusnya sih sudah belajar dari pengalaman, jadi lain kali aku akan kaget kalau perempuan sepintar dia termakan jebakan yang sama untuk kedua kalinya,
……
Coba Mia ada di sini lagi.. Pasti bisa diajak main ke rumah,
Paling nggak dia bisa jadi temen ngobrol,kan?
….iya kan,Delia?

“…!!!?”


cerbung.net

Fruits

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Sebuah perusahaan yang sudah diakui telah banyak melahirkan karya-karya hebat dari tangan para seniman pekerjanya. Raka,pemuda yang memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya karena persaingan ideolagi yang tak kunjung reda,akhirnya memutuskan pergi untuk melamar masuk ke Fruits. Pemuda biasa tanpa banyak pengalaman mendesain karya seni,apa yang bisa dia lakukan?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset