Fruits episode 2

Chapter 2 : His senior

“Selamat yaa,aku ikut senang kamu akhirnya diterima di sini” kata Lina menyemangati satu per satu teman dekatnya yang lebih berhasil dibanding dia.
“Kamu jangan menyerah juga” jawab temannya bergantian.

Aku benar-benar nggak tau apa yang diinginkan perusahaan ini,
Memilih salah satu dari mereka dibandingkan memilih Lina,itu kan bodoh namanya.
Yah,terlepas dari itu aku juga nggak tau cara kerja penilaian mereka.
…..
Selain itu…

Akhirnya aku bertemu dengan dia lagi,perempuan cacat itu..
Nggak ku sangka dia akan jadi senior kami nantinya,
Benar-benar yah? Perusahaan ini sangat aneh.

Chapter 2 | His Senior
“Nah,dengan begini kalian sudah paham peraturan di sini.. Selanjutnya aku mohon kedewasaan kalian untuk menjaga prestasi FRUITS di mata negara maupun mancanegara..”

‘Mohon’? Dia.. Senior yang rendah hati rupanya.
Tapi maaf saja kalau aku nggak menilai cara berbicaramu..
Aku punya alasan untuk hal itu.. yahh,cuma masa lalu.
….
Hmm.. Jadi namanya Delia yah? kelihatannya dia lebih tua dari aku sih..
Harus panggil ‘mbak’ deh, merusak nama saja jadinya.

“Ada yang mau ditanyakan?” Tanya Delia sudah di penghujung sesi perkenalannya.

Oh,akhirnya ditawari..
Dari pada penasaran,kan??

“Ada” suaraku seraya mengangkat tangan.
“…ya,apa itu?” Balasnya setelah sekian detik diam melihatku.

Yah,tentu.. dia pasti ingat dengan wajahku,kan? aku yang bertanya hal ini 8 bulan yang lalu..
….
Apa ku nggak jadi tanya saja,yah?
Terlanjur juga.. sudah keburu angkat tangan.

“Kenapa orang cacat bisa diterima di tempat ini?”
“……..”
“..!!”

Ah,tentu mereka semua kaget.. Sudah bisa ditebak.
Tinggal tunggu satu orang yang berani menegurku karena bilang demikian..
Sisanya pasti ikut-ikutan membela.

“…….”

Dia masih diam.. Sampai kapan?
Aku nggak akan dikeluarkan dari sini gara-gara tanya begitu,kan??
Hei,kamu boleh salahkan aku kalau mau.. Tapi-

“Kenapa aku bekerja di sini? Karena atasan kantor menerimaku di sini”
“Kenapa mereka menerimamu?”
“Kamu tanyakan saja alasannya pada mereka”
“11 orang yang duduk di sini semuanya diberi tau alasan kenapa mereka diterima.. Jadi kenapa aku harus tanya ke atasanmu kalau kamu sendiri tau”

Ahh,nggak ada satu pun yang menghentikanku.. Ada apa dengan 10 orang ini?
Apa mereka mendukungku? Apa mereka berpikiran sama sepertiku?

“Karena aku pantas berada di posisiku”

….
Setulus itu kah?

“Dengan tanganmu yang seperti itu? Apa yang bisa kamu gambar sebenarnya”
“..nghh-”

Lahh? Dia tertawa?

“Bilang dari awal,dong.. Haha”
“…?”
“Kamu orangnya suka cari perhatian,yah? Raka… aku jadi cepat ingat namamu”

Nggak, sama sekali..

“Aku nggak akan sekali pun menggambar di depan kalian.. Aku juga nggak akan sekalipun mengajari kalian caranya menggambar..”
“…….”
“Aku sudah lihat hasil karya kalian semua saat tes masuk perusahaan,dan bukan pekerjaanku untuk mengomentarinya”
“…….”
“Aku di sini,sebagai menejer sekaligus senior kalian… Hanya akan mengajari kalian etika menjadi seorang seniman” jelasnya tegas namun halus.


cerbung.net

Fruits

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Sebuah perusahaan yang sudah diakui telah banyak melahirkan karya-karya hebat dari tangan para seniman pekerjanya. Raka,pemuda yang memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya karena persaingan ideolagi yang tak kunjung reda,akhirnya memutuskan pergi untuk melamar masuk ke Fruits. Pemuda biasa tanpa banyak pengalaman mendesain karya seni,apa yang bisa dia lakukan?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset