Fruits episode 3

Chapter 3 : His Crush

“Kenapa aku di sini,katamu? Tentu saja untukmu”
“Kamu tanya apa yang bisa ku lakukan dengan hanya satu tangan,heh? Tentu saja ku bisa menggandeng tanganmu”
“Aku sebagai menejer sekaligus seniormu,di sini aku ada untuk mengajarimu etika memperlakukan gadis pujaanmu”

Meh,sampai acara terbawa mimpi segala,
Parah,hahaa..
Jam berapa sekarang? Tumben aku bangun sebelum alarm-ku berbunyi..
Hari pertama bekerja.. Akhirnya-

Chapter 3 | His crush
“Mau sejauh mana kamu cari perhatian orang,Raka?” Tegur pelan Delia padaku.
“maaf,besok aku nggak akan telat lagi.. Janji” jawabku lalu berjalan ke meja kerjaku dengan tertunduk malu.

aku bangun setengah jam dari jam alarm-ku.. sial,

tapi itu kan bukan salahku juga.. Ngapain malu,
Biasa aja,deh..

“…….”

Ahh,dia lihat ke arahku..
Apa dia diam-diam marah yah soal perkataanku kemarin?
…..
kira-kira kamu tau maksud kenapa ku bertanya seperti itu nggak yah?

– – –

FRUITS,nama perusahaan ini sama anehnya dengan para pengurus di dalamnya.
Bangunan bertingkat 3 yang cukup megah ini,akhirnya aku tau setelah masa pengenalanku selama 7 hari itu.. Ah,jadi itu salah satu kegunaan masa-masa latihan.

Yang jelas ada 4 cabang seni di dalam FRUITS,seni menggambar & desain 2D,seni animasi & desain 3D,seni arsitek bangunan & perencanaan tata ruang, yang terakhir seni photografi & editing gambar.
Di sesi wawancara dahulu aku mengatakan kalau aku bisa mengerjakan keempat hal tersebut..
Berharap aku langsung diterima dan mendapat gaji tinggi.

Tapi katanya… Aku tak bisa mengambil keempatnya sekaligus,
Dengan kata lain mereka hanya ingin mengambil satu di antara keempat bidang itu yang benar-benar menonjol pada kami.. lalu mengasahnya betul-betul.
Seperti jika kamu lebih bagus dalam merebus air dibanding memasak mie instant maka sebaiknya kamu fokus hanya merebus air saja dan anggap memasak mie instant sebagai kegiatan sampingan.

Nonsense!
Aku bisa melakukan keempatnya.. Aku akan lakukan keempatnya..
Aku akan jadi sama baiknya di keempatnya..

“Kedepannya kalian akan bekerja sebagai kelompok.. Atau mungkin individu jika memang diharuskan.. karena di tahap yang lebih tinggi kalian harus bisa bagus di keduanya”
“………”
“Ini yang jadi salah satu peranku sebagai menejer kalian”

“Kamu mau menentukan siapa dan siapa saja yang pas untuk menangani projek kedepan,begitu?” Tanyaku pada Delia,senior yang sangat mencuri perhatianku itu.
“Hoi,masa panggil ‘kamu’,tok? ” komentar salah satu rekanku.
“Kenapa? Kalau Delia nggak suka dia bisa bilang nggak suka.. atau balas dengan hal yang nggak aku suka” jawabku tentu bisa didengar seluruh penghuni ruangan kami.
“Dih-”

Benarkan? Kalau kamu tidak suka,tinggal balas saja dengan apa yang tidak aku suka..
orang seperti kamu… aku percaya pasti tau,
…..
Dia.. Diam saja? Kenapa diam saja..
Ayolah…

“Kamu benar,mas-sukacariperhatian..” Jawabnya berhasil membuat seisi ruangan tertawa dan ikut meledekku.

….Setulus itu?

“Raka!??” Panggil seorang perempuan seraya menepuk pundakku dari belakang.
“Oh,kamu.. Mia” balasku memutar badan ke arahnya.
“Satu tim bersamamu asik,yah.. Gambarmu juga bagus” katanya terdebgar memujiku.
“Mmhh.. Makasih”

Apa? Apa lagi?
Jangan berdiri di situ dan menunggu pujianku balik,

“Em.. Kita bisa tukeran nomor HP?” Tanya Mia sudah siap dengan ponselnya.
“….boleh”

“Okay,sudah..”
“……”
“Lain kali kita satu projek lagi yaah?”
“Mmhh..”


cerbung.net

Fruits

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Sebuah perusahaan yang sudah diakui telah banyak melahirkan karya-karya hebat dari tangan para seniman pekerjanya. Raka,pemuda yang memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya karena persaingan ideolagi yang tak kunjung reda,akhirnya memutuskan pergi untuk melamar masuk ke Fruits. Pemuda biasa tanpa banyak pengalaman mendesain karya seni,apa yang bisa dia lakukan?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset