Fruits episode 4

Chapter 4 : His friend

“Anji masuk kelompok Bella,kalian pesanan klien #3”
“Bima kamu sendirian bisa ambil klien #7”
“Raka berdua sama Mia bisa ambil pesanan klien #8”

Ahh,satu tim dengan Mia lagi?
Apa yang Delia pikirkan sebenarnya..

“Untuk klient #1 dan #4,kalian harus selesaikan pesanannya sebelum jam makan siang kantor”
“Ada bonusnya kan,mbak?”
“Selesaikan saja dulu,baru bicara bonus”

senyummu itu.. Matamu juga…
Kenapa bisa sangat tulus?

“Hei, udah siap?” Tanya Mia tiba-tiba muncul di depanku.
“Oh,yuk berangkat” jawabku kemudian pergi menuju tempat klien kami.

Chapter 4 | His friend
“Benarkah begitu? Waah,kami berdua senang mendengarnya” respon Mia setelah hasil presentasi desain kami menuai pujian yang sangat hebat.
“Iya,berikutnya pasti kami memesan jasa kalian berdua lagi.. Kami akan meminta secara khusus agar kalian berdua yang kedepannya selalu bekerja sama dengan kami” tambah si klien kami nampaknya sangat puas dengan hasil pertemuan kali ini.
“Kami tunggu panggilan berikutnya dari anda” balas Mia lagi.

Orang akan sangat senang apabila bekerja sama dengan klien sejenis ini,
Siapa pun pasti akan pulang dengan kantong penuh jika berhasil membuat mereka sepuas ini.
Well,mungkin Mia tak punya kantong celana jadi tempat berikutnya sudah pasti rekening miliknya.

“Sip,klien puas banget sama karya kita.. Kalau ketemu 10 orang saja yang seperti mereka,kamu nggak perlu khawatir lagi sama kebutuhanmu setahun ke depan”
“Itu berkat penyampaian kamu waktu presentasi tadi” kataku masih sambil berjalan bersama Mia.

“Enak aja cuma presentasi.. Aku juga bantu cari ide tadi kan”
“Iya juga”

Idemu jelek semua,Mia..
Fuuu.. Tapi ku akui caramu berbicara sangat enak didengar,
Kata Delia itu salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam karir seorang seniman.

“Desainnya bagus sekali.. Kami ambil yang ini”
“Terima kasiih..”

Oh,ini klien kami yang keempat hari ini..
Apa ini nggak masalah?

“Raka,rating-mu pasti naik derastis setelah hari ini” kata Mia saat sesi istirahat di kantor salah satu klien kami.
“Rating? Apa itu?” Tanyaku memang tak tau.
“Setiap hari senin akan ada rapat para petinggi kantor dari semua cabang.. Salah satu agenda terpentingnya adalah untuk membahas kinerja para karyawan selama satu minggu itu”
“Maksudmu semacam penilaian terhadap kinerja kita?”

“Mmhh.. Kabarnya setiap minggu akan keluar bonus untuk karyawan dengan penilaian paling memuaskan dari para klien yang ditanganinya”

Bonus yah? Itu pasti uang kan?
Andai saja itu berupa hal yang lain..
Jalan berdua dengan Delia,lebih bagus kan?

“Mau kopi? Ku temani lembur kalau kamu mau” kata Mia menawarkan kebaikannya padaku.
“Nggak perlu,lagi pula yang satu ini batas akhirnya kan besok siang.. Kita lanjutkan saja besok pagi” jawabku menolak ajakan lemburnya.
“Hari ini mantap yah,enam klien puas semua”

Yah,terlalu sering menemui klien di luar kantor jadi membuatku jarang bertemu Delia hari ini..
Tapi ngomong-ngomong… Berapa sih target klien untuk satu kelompok setiap harinya?

“Em.. Raka!?” Panggil dia lagi masih menggangguku.
“..yoo”

“Grup David sepertinya bermasalah hari ini”
“Mana aku tau”
“Aku nggak sengaja dengar kalau klien mereka membatalkan kerja samanya dengan perusahaan kita karena pelayanan mereka kurang hari ini”
“Itu kan urusan para menejer di atas.. Para petinggi udah memilih mereka dari 32 kandidat sebelumnya,jadi biar saja mereka menuai hasil dari pilihan mereka”

Delia.. Apa dia sudah pulang,yah?
Maaf Mia,aku benar-benar sedang bosan dengan pembicaraanmu saat ini,
Entah kenapa pikiranku hanya teralihkan pada dia..

“Kalian berdua belum pulang?” Tanya Delia tiba-tiba datang ke ruangan kerja kami.
“Sebentar lagi,mbak.. Kami cuma mau ngobrol soal klien-klien kami tadi” jawab Mia lebih sigap dari aku.
“Oh,ada kabar baik apa?”
“Em.. Semuanya berjalan lancar hari ini”

“Cuma ada satu masalah hari ini” kataku memotong sebelum Delia menanggapi perkataan Mia barusan.
“Masalah apa?” Tanya ia singkat.

“Kami tiga kali lebih baik dari kelompok lainnya” jawabku mantap menatap matanya.
“Benar begitu? Haha..”
“…….”

“Teruslah bermasalah sampai akhir pekan ini.. Mungkin kamu bisa lulus cepat dengan begitu” kata Delia tersenyum ke arahku.


cerbung.net

Fruits

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Sebuah perusahaan yang sudah diakui telah banyak melahirkan karya-karya hebat dari tangan para seniman pekerjanya. Raka,pemuda yang memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya karena persaingan ideolagi yang tak kunjung reda,akhirnya memutuskan pergi untuk melamar masuk ke Fruits. Pemuda biasa tanpa banyak pengalaman mendesain karya seni,apa yang bisa dia lakukan?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset