Fruits episode 6

Chapter 6 : His rival

FRUITS,ada dua kelas di kantor ini.
Kelas junior dan kelas senior.
Saat masa pengenalan kami selama 7 hari itu aku pernah iseng menanyakan tentang perbedaan keduanya..

Tapi rupanya tak sejauh dugaanku.. Kelas junior adalah untuk mereka yang baru masuk agar bisa dilatih mental dan etika kerjanya.
Setiap 1 bulan menejer mereka akan menentukan mana saja karyawan yang sudah layak bekerja di sana.. Pada kasus ini orang itu adalah Delia.

Yah,baru satu minggu aku ada di sini dan dia seenaknya mengumbar janji kalau aku sudah memenuhi syarat untuk naik kelas… Gehh,ingin sekali memohon-mohon padanya agar memberikanku alasan khusus untuk tetap ada di grup itu bersamanya.
…..
Setiap 3 bulan akan ada pergantian anggota dari grup junior ke grup senior,
Sedangkan orang-orang berbakat tadi bisa saja masuk hanya dengan waktu satu atau dua bulan saja.
mereka yang berada di grup senior kemudian akan ditawarkan ke perusahaan-perusahaan besar lainnya sebagai calon pegawai baru yang sudah lulus uji standar FRUITS.
…..
Bukan kah seperti halnya kamu merawat sekumpulan bayi naga.. Lalu melepaskannya setelah mereka cukup kuat?
Perusahaan ini.. Perusahaan aneh ini demikian,
Tidak bersaing memperdebatkan naga siapa yang paling kuat,tetapi justru membuktikan kalau naga-naga terkuat itu lahir dari tangannya.
…..
Well,naga bukannya tidak ada,yah?
Mungkin harus ku ganti perumpamaan tadi itu.

“Hari senin,yah? Pantas aja sepi.. Lagi pada rapat kan” kata David ke rekan seberang meja kerjanya,Guntur.
“Paling kisaran setengah jam..” Balas Guntur sama-sama masih terdengar suaranya dari meja kerjaku.

Hari ini lengkap kan? Sepuluh orang..
Satu-dua-tiga… Tujuh-delapan…
Kok cuma sepuluh? Kemana Mia?

Chapter 6 | His Rival
“Sedang apa? Raka..” Tanya Mia mengagetkanku saja dari belakang.
“Em..uh- cari angin segar.. Suntuk di dalam” jawabku aneh.

Cukup aneh alasanku tadi memang..
Dari pada jujur dan bilang sedang mencari Delia,kan??

“Cari angin atau cari Deliaa? Fuuu.. ”
“Buat apa cari dia? Jelas-jelas dia kan lagi ikut rapat”

Benar juga,dia kan ikut rapat sebagai menejer grup kami..
Kenapa aku malah cari-cari dia di sini?

“Rapatnya udah selesai..” Balas Mia.
“……”
“Selamat yah,kamu dapat peringkat 2 dari seluruh cabang di pelosok pulau ini”
“Eh?? Apa- peringkat apaan?” Tanyaku pasti terbata dihadiahi senyuman seperti itu dari Mia.
“Hasil karyamu,jumlah klien dan penilaian mereka terhadap pekerjaanmu semuanya bagus.. Cukup untuk menempatkanmu di peringkat 1 dari kesepuluh anggota junior lainnya” jelasnya masih panjang.

Peringkat satu terbaik dari sepuluh orang? Aku.. Diriku??
Siapa yang bilang semua itu? Bukannya seharusnya Delia?
Tunggu… Kenapa Mia?
Dia ikut hadir di rapat tadi juga?
Man.. Siapa dia…

“Delia bilang kalau satu minggu ke depan kamu bisa menguasai ego-mu untuk bekerja sama sebagai tim,kemungkinan kamu siap ditransfer ke kelas senior untuk mendapat bimbingan lebih lanjut” tambah Mia lagi.
“Kamu sebenarnya siapa? Bukan dari kelas junior,kah?”

Meh,aku lupa kalau hal semacam ini pernah terjadi di tempat kerjaku sebelumnya.
Untungnya aku belum sempat macam-macam sama dia satu minggu kemarin..
Ohh.. Delia yang dulu aku lihat mengenakan seragam junior juga,apa jangan-jangan sama yah? Hahaa..

“Aku dari kelas lanjut,atau biasa dikenal kelas senior..” Jawab Mia tak ragu.
“…nah”
“Aku ada di bagian ilustrator ,kamu akan sering lihat aku sibuk menggarap projek pembuatan komik atau jenis visual/artwork semacamnya”

Aku nggak tanya soal pekerjaanmu..
Sial.. Dijebak seperti ini kesal juga kalau dirasa-rasa,

“Hebat lah.. Lain waktu aku mau lihat gambar aslimu” kataku memberi selamat untuk kekalahanku sendiri.
“Ditunggu banget,deh.. Hehe”
“………….”
“Yang kemarin itu sorry banget yah,”
“Soal gambarmu?”
“Iya.. Tapi tau,nggak? Gambarku aslinya lebih bagus dari punyamu lho,hehehee..”

See,aku kecolongan,benar…
Bagaimana bisa aku gagal membedakan tangan awam sama tangan-

“Miaa…!???” Panggil seorang lagi tiba-tiba dari arah belakangku.
“…yayy,di sini!” Jawab mia seraya mengakat tangannya menghadap ke arah belakangku.

Siapa yang memanggilnya? Siapa yang baru datang di belakangku?
Mia kelihatan ramah sekali menjawab panggilan tadi..
Rekan satu grupnya,kah??

“Aku cari-cari dari tadi nggak ada” omel suara itu terdengar dekat ,tepat di belakangku.
“Maaf,maaf.. Aku lagi pamitan sama junior kesayangan Delia,ini” jawabnya seraya meledekku,kelihatannya.

Junior kesayangan?? Huhh..
Nggak kebayang kalau perempuan itu beneran bilang begitu di rapat tadi..
……


cerbung.net

Fruits

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Sebuah perusahaan yang sudah diakui telah banyak melahirkan karya-karya hebat dari tangan para seniman pekerjanya. Raka,pemuda yang memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya karena persaingan ideolagi yang tak kunjung reda,akhirnya memutuskan pergi untuk melamar masuk ke Fruits. Pemuda biasa tanpa banyak pengalaman mendesain karya seni,apa yang bisa dia lakukan?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset