Fruits episode 7

Chapter 7 : His pursuit

Leh!? Bocah??
Siapa dia?

“Ayo cepat! Aku tunggu di studio” perintahnya pada Mia tetap tak menganggapku ada di sana.
“Iy- iya.. Iyaa.. Aku harus ambil peralatanku dulu di ruang junior, nggak lama kok” jawab Mia melempar alasan padanya.

Ohh,matanya melirik ke arahku sekarang..
Mungkin cuma tubuhnya saja yang kecil.. Tatapannya sudah dewasa,menurutku.
Tapi kok, aku baru lihat dia yahh?

“Mia, siapa perempuan tadi? Rekanmu?” Tanyaku penasaran.
“Hahaha.. Yang benar saja,Raka? Nggak kelihatan,yah?” Balasnya tertawa.
“…??”
“Dia satu anak tangga di atas kami semua.. Bisa dibilang dia adalah Delia di grup senior kami… Tiap divisi punya satu menejer lho,ya? Ingat itu”

Delia… Jadi jabatannya setingkat dengannya,
Hhahaa, lagi-lagi kan? Apa ukuran yang kantor ini pakai untuk merekrut para pengurusnya,sih?
Perempuan dengan hanya satu lengan.. Yang ini perempuan-

“Hei,Raka!? Kalau kamu diangkat ke divisi kami,kamu akan tau seberapa payahnya kemampuanmu yang sekarang ini,hehehh” Mia mendorongku sambil mengatakannya.
“Kemampuanku?”
“Sudah satu minggu aku mengawasimu,jujur saja kamu yang paling baik dibanding sisanya.. Aku nggak yakin bulan depan kalian masih berjumlah 10 orang”

“Maksudmu bulan depan?”
“Kalau mereka nggak berkembang maka mereka akan dikeluarkan.. Dengan begitu semuanya kembali ke tempat awal lagi,yakni pembukaan untuk penerimaan karyawan junior baru”

Aneh..

“Di bawah pengawasan Delia,kalian semua saat ini belum resmi diterima sebagai pekerja seni di tempat ini.. Terkesan sudah melepas status pengangguran,kan? Padahal 1 bulan ini nggak jauh berbeda dengan 7 hari pelatihan di awal” jelasnya lagi membeberkan semuanya padaku.

“Kenapa kamu kasih tau aku?” Tanyaku.
“Hmmm? Kenapa yah??”
“…….”
“Hehmm.. Tanya sama pujaan hatimu saja nanti”

Chapter 7 | His pursuit
“Raka,ini masih jam kerja.. Jangan seenaknya pergi tanpa kasih alasan” tegur Delia sudah menungguku untuk dimarahi.
“Maaf.. Aku kira rapatnya masih lama,jadi aku pergi sebentar ke tempat sebelah” jawabku tak langsung menyebutkan artinya.

Hari kedelapan bekerja,
Aku masih suka saja mencuri pandangan ke arahnya..
Mostly aku suka lihat ke arah wajahnya.. Rambutnya juga bagus.
Tapi pandanganku selalu saja berakhir di sana,
Bagian tubuhnya yang tak mungkin luput dari pandangan siapa pun.

“Yoo.. Haloo semuaa??? Hehe” Mia masuk kembali ke ruangan kami.

Ahh,itu dia.. Pasti mau buat pengakuan,kan.
Dia harus merasa bersalah sudah pura-pura menjadi bagian dari kami,
Tapi dilihat-lihat sih nggak ada rasa bersalah di wajahnya.. Sedikit pun.
Dasar,perempuan..

“Sudah jelas,yah? Jadi di samping pesanan klien pada kalian,aku mewakili menejer grup kami meminta bantuan pada kalian.. Selesaikan pesanan yang paling diburu oleh klien,setelah itu manfaatkan waktu sebaiknya untuk mengerjakan pesanan yang aku berikan tadi..” Jelas Mia di depan.
“Orang di sebelah malas kerja,yah? Jadi dilimpahkan ke kami?” Tanyaku enteng saja.
“Kami kebanjiran pesanan,okay?? Semua anggota kami sudah mengambil porsi pesanan yang paling rumitnya,jadi yang lumayan kecil ini ku serahkan pada kalian.. Jangan setengah-setengah yah mengerjakannya? Semua Menejer di kantor ini kalau marah serem,lho??”

Gehh, apa Delia bisa marah?
Dia bisa saja menegurku bahkan membalasku dengan perkataan yang seenaknya kalau mengingat posisinya lebih tinggi dariku..
Tapi dia tetap lah dia…
…..
Apa aku perlu buat dia marah yah,sekali ini.

“Mia.. Nggak ada yang lebih sulit lagi? Tuker dong dengan punyaku” pintaku setelah memeriksa satu bundle kertas detail pesanan yang dibagikan masing-masing tadi.
“Jangan bertingkah yah,itu semua sudah diperhitungkan supaya kalian sanggup mengerjakannya” jawab Mia menolak.
“Dibayar 3x lipat tapi pekerjaannya seperti ini,yah? Kalian di kelas senior”

“Hoi,Raka..” Tegur satu rekanku mengingatkan.

“Kami 2x lebih sibuk dari pada kalian yang bisa santai santai,tau.. Lagi pula itu belum seberapa dibanding yang sebenarnya kami kerjakan di sana” jawab Mia dari nadanya berubah seperti melawanku.

Hhh,Dia tersinggung… rasakan.

“Nah,sekalian saja jadikan motivasi kalian bersepuluh supaya cepat naik kelas.. Gaji senior mantap lho.. Jangan betah betah terus di sini” tambahnya lebih ditujukan untuk semua orang kali ini.

Gaji lagi..
Semenarik itu kah uang?
…..
Jangan betah betah di sini,tadi yah? Hmm..
Aku nggak setuju denganmu,Mia.


cerbung.net

Fruits

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Sebuah perusahaan yang sudah diakui telah banyak melahirkan karya-karya hebat dari tangan para seniman pekerjanya. Raka,pemuda yang memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya karena persaingan ideolagi yang tak kunjung reda,akhirnya memutuskan pergi untuk melamar masuk ke Fruits. Pemuda biasa tanpa banyak pengalaman mendesain karya seni,apa yang bisa dia lakukan?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset