Fruits Prolog

Prolog : Him

“Apa alasanmu mengajukan lamaran kerja ke tempat ini?”
“Alasanku…”
Sialan.. Gagal lagi,
Apa yang sebenarnya mereka cari,sih!?

“Hmmm… Alasanmu kedengeran seperti dibuat-buat,yah”
“Eng.. Tidak, kok”
Mereka menerima semua surat lamaran pekerjaanku tapi tak sekalipun menerima alasan kenapa aku ingin bekerja dengan mereka,
Apa yang mereka mau sebenarnya..

“Kamu sudah yakin akan bekerja di sini?”
“Ya.. Saya sudah yakin”
“Ini yang ke lima kalinya kamu datang ke sini,aku sampai hafal wajahmu”
“Ah- haha.. Aku harap yang kali ini berhasil”
Gaji,huh?
Ku kira aku terlalu berlebihan meminta sebanyak itu,tapi..
Aku bahkan selalu menurunkan nilai ekspektasiku setiap kali aku datang ke sini..
Tetap saja keempat-empatnya ditolak,

“Aku puas dengan nilai tes-mu kali ini, untuk itu mulai besok-”
Well,bagusnya mereka berani mengatakannya langsung di depanku..
Paling tidak aku tak perlu harap-cemas menunggu kabar yang tak jelas hasilnya,
Saking seringnya terulang sampai sampai aku terbiasa mendengar kalimat penolakan orang itu..
Dia juga pasti sama terbiasanya sampai yang kali ini ia lupa meminta maaf seperti yang ia lakukan di tiga kunjunganku sebelumnya.

“……….”
Huuuaa… Nasib orang berbeda beda,yah?
Bisa diterima masuk ke perusahaan yang diinginkan itu sudah suatu keajaiban,
……
Tapi Perusahaan ini juga berbeda…
Berkali-kali ikut tes masuk di satu tempat yang sama,apa iya menejernya profesional?
……
Apa kirim surat lamaran lagi,yah?
Bulan depan kedeketan,kah??

“Kamu akan masuk masa pengenalan selama 7 hari dimulai dari besok,setelah itu kita bisa bicarakan soal kontrakmu kedepannya”
“Lah?? Bukannya barusan sudah?”
“Itu wawancara penerimaanmu untuk 7 hari ke depan”
“Ahh.. Aku kira sudah… Final begitu”
“Seniman macam apa yang mau bekerja dengan gaji serendah itu”
Lamaran berikutnya apa aku harus pasang ekspektasi serendah mungkin,yah?
Asalkan diterima kedepannya bisa naik gaji,kan..
Nggak mungkin juga sih.. Perusahaan pasti menghindari hal semacam itu,
……
Skill-ku apa masih kurang,yah??
Etika,kah??

“Di tempat ini tidak ada keharusan memakai seragam,tapi untuk pemula sepertimu akan diberi seragam khusus semasa pengenalan besok”
“Mhh..”
“Temui bagian penyedia di ruangan sebelah-”
Seragam itu..
Ah,jangan-jangan dia salah satu seniman di tempat ini?
Yang pakai seragam masih junior,kan??
…….
HEHH!!!?


cerbung.net

Fruits

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Sebuah perusahaan yang sudah diakui telah banyak melahirkan karya-karya hebat dari tangan para seniman pekerjanya. Raka,pemuda yang memutuskan keluar dari pekerjaan lamanya karena persaingan ideolagi yang tak kunjung reda,akhirnya memutuskan pergi untuk melamar masuk ke Fruits. Pemuda biasa tanpa banyak pengalaman mendesain karya seni,apa yang bisa dia lakukan?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset