Gerbang Militan episode 1

Menanti Si Buah Hati

Park Kim Sun membaca biodata Marten pengusaha cabang Sriti Kosmetik di Seoul yang akan bergabung dengan Rani Entertainment mengolah dunia modeling, Ramli dan Sherly setuju saja karena hanya dua kali dalam sebulan mengajar di Seoul. Sungguh sayang sekali karena pandemi ( covid-19 )melanda dan segala aktivitas ditangguhkan namun demikian Marten mempersiapkan segala suatu dengan baik dan selalu berkomunikasi dengan Ramli ataupun Sherley dan mempersiapkan pengadaannya.

Vaksin Corona sudah dilakukan Ramli sekeluarga dan mulai berktivitas lagi . Bu Rani dan pak Nanang meninggal akibat covid -19 Rani Intertaiment berubah menjadi Erlina Entertainment dan direkturnya Ramli sedangkan komisarisnya adalah Sherley dan gebyar grand opening dilakukan di kawasan Simpang Lima, Lusi dan Ambar turut membantunya dengan menjadi ikon peragawati bersama anak didik Ramli maupun Sherley.

Peragaan busana menggunakan desainer Park Kim Sun  dan Lusi ikut mendisain dengan arahannya tapi khusus pakaian anak-anak karena Lusi amat cinta hijab anak-anak. Marten ikut melakukan kerja sama agar dia berpengalaman dan melakukan kegiatan yang melibatkan calon mentor Erlina Entertainment. Park Kim Sun mendapatkan orderan membeludak khususnya hijab anak-anak, model anak Ranti dan Irma mulai terkenal namanya dan berada diatas seniornya Widya sama Erlangga yang debutnya di nasional sering dipakai batik keris dan majalah mode tranding yang menawarkan model pakaian yang diurusi Wartik teman kuliah Ramli yang sudah memiliki 2 orang anak yaitu Erlangga yang sudah remaja dan Ranti masih balita dua-duanya masuk klas model asuhan Sherley dan Lusi sedangkan Erlangga asuhan Ramli.

Marten mempelajari masalah keuangan yang dikelolanya nanti saat buka baik di Seoul maupun di Busan dengan memakai bahasa Korea yang artinya sebagai berikut :

Marten   : ” Mister sangat cakap dengan keuangan , sebelum menjadi model Mister lulusan apa..?”

Ramli     : ” Saya bekerja sambil kuliah di perbankan…jadi saya menghadapi segala keuangannya amat enjoy ”

Marten   : ” Waaahh hebat sekali mister ini , tentu Sherley nyaman sekali keuangannya….”

Sherley    : ” Nyaman bagaimana maksudmu….? aku tu…sedih ngliatin dia yang selalu bawa kalkulator ….” Marten tertawa mendengar cerita Sherley yang dikira mengada-ada.

Ramli       : ” Ayolah sayang bukankah engkau bilang sangat enjoy padaku…”

Sherley    : ” Iya aku sangat enjoy…tetapi kapan kau beri aku anak…aku amat menginginkannya….”

Mendengar pembicaraan agak panas Marten meminta maaf ingin keluar sebentar, Sherley mempersilahkannya sambil menangis. Ramli bingung karena istrinya menginginkan anak padahal Ia juga sudah usaha dan sama-sama menyayangi anak.

Sherley   : ” Wartik sudah memiliki anak dua bahkan ada Erlangga yang sudah remaja…tapi aku belum…aku amat menginginkan Ramli sayaaaang…! engkau pulang kerja masih saja memegang kalkulator..apakah kamu menikah sama kalkulator…?!” Sherley agak marah dan lemas karena uneg-unegnya keluar semua.

Ramli      : ” Sabar dong beb…jangan seperti itu…”

Sherley    : ” Engkau terlalu hati-hati dalam bekerja hingga aku nyaman berada di klas khursus “.

Ramli baru menyadari kesalahhannya…karena Ia amat fokus dengan keuangan dan ia berjanji akan memperbaikinya dan iapun berharap demikian pula.

Semalaman Ramli merenungi dirinya yang ternyata itu bakal menjadi malapetaka dan Ia memasuki kamar tidurnya yang seperti biasa Sherley menyemprot wewangian pengharum ruangan , Ramli meminta maaf pada istrinya tentang kesalahannya …Sherley membuka matanya dan memeluk suaminya dan memaafkannya lalu mereka bergumul dan amat merindukan sang buah hati.

Wartik menangis saat memberikan laporan kalau ayahnya Erlangga mau membawanya ke MataramNusa Tanggara Barat karena ayahnya orang asli Lombok

Ramli      : ” Jadi kamu sudah menikah dua kali …? pantas…setahuku engkau baru menikah tujuh tahun tapi kok kamu memiliki anak remaja…? ternyata dari suami pertamamu to..? ya sudahlah mungkin dia amat rindu sama anaknya jika kamu ingin cuti tak apa…ada Ambar kok biar dia yang handel pekerjaanmu…selesaikan permasalahanmu ya Tik ..?!”

Wartik     : ” Trima kasih Ramli kamu baik sekali surat izinku hanya satu minggu kalau agak terlambat karena melihat keadaan Erlangga apakah betah berada di Lombok…? ”

Ramli       : ” Okey Wartik good lock !!”

Wartik segera turun dari lantai 2 dan menuju mobil yang membawa Erlangga ke Lombok, Ramli menyaksikan kepergian Wartik dari jendela kamar kerjanya. Sherley mendekati Ramli yang masih menyaksikan kepergian Wartik.

Sherley    : ” Wartik jadi dia ke Lombok sayang… ” Ramli agak kaget tahu-tahu Sherley sudah berada di belakangnya.

Ramli       : ” Iya sayang…ah..kau mengagetkan aku saja….” Sherley hanya tersenyum  dan memeluk Ramli , sambil menunjukkan surat dari Agnes seorang model dari Perancis yang ingin bertandang di Erlina Entertainment yang akan menayangkan iklan class mode yang dikelola Ramli dan selembar kertas dari laboratorium yang menyatakan kalau Sherley sedang hamil 4 minggu, olala Ramli seperti mendapat surprise dari istri tercintanya dan disampaikan pada Park Kim Sun yang langsung naik lantai dua ke ruangan Ramli.

Pak Sarwo dan ibu yang berada di cafetaria ikut berkumpul bersama mengucapkan selamat kepada pasangan anaknya Ramli dan Sherley.

Pak Sarwo  : ” Pasti Allah memberikan keturunan karena baik ibu maupun bapak memiliki keturunan , cuma waktu yang menentukannya dan setelah kalian menikah selama 7 tahun baru diberikan keturunan, Alhamdulillah…”

Ramli          : ” Iya pak terima kasih atas doa-doanya pada kami “. Sherley memeluk suaminya dan mengelus perutnya yang masih normal. Park Kim Sun membuatkan baju hamil tiap bulannya untik memperingati cucu kesayangannya.

Park Kim Sun  : ” Jaga kandunganmu sayang nanti aku kabari Kyung Soon agar liburan di Indonesia ”

Sherley       : ” Terima kasih papah “. Ramli diam -diam menghubungi pak Darmawan kalau Erlina hamil 2 minggu dan meminta kakak kembarannya Erlita dikasih tahu agar dia ikut bahagia juga.

Pak Darmawan  : ” Tentu Erlita amat bahagia dia, barusan kalian dibicarakan semalam dan sekarang keduanya sudah berangkat kerja , sehatkah Erlina..? ”

Ramli         : ” Alhamdulillah Erlina sehat dan masih mengajar di klas perawatan skin care di beauty class “.

Bu Darmawan menyatakan kerinduannya karena sejak covid melanda Erlina jarang berkunjung dan menyatakan keinginannya akan mampir di Bukit Asri Ungaran yang berhawa sejuk dan memiliki pemandangan yang indah juga bersih dan segar. ” Ramli amat menunggu kehadiran ibu dan bapak “, begitu harapannya .

Erlita menghubungi Sherley dan mengabari tentang keamanan kesehatannya dimohon mau memeriksakanmya lewat dokter Firman suaminya

Erlita    : ” Tenang saja dijamin gratis, ayo periksakan sekarang ..”

Sherley  : ” Bener nihhhh..’tar suamimu marah…”

Erlita      : ” Enggaklah…dia baik kok..’gak nakal gitu…”

Sherley  : ” Emang ada yang nakal dokter kandungan…? ”

Erlita      : ” Heee kalau sama aku nakal dia …”

Sherley   : ” Aaah kakak… namanya suami kalau tak nakal katanya kita yang kangen kenakalannya ha..ha…ha..”.

Ramli bergegas mengantarkannya ke Kokrosono tempat prakteknya berada di rumah orangtuanya agar mereka selalu ditungguin anaknya.

Ramli    : ” Mas Firman bagaimana keadaannya..?”

dr Firman  : ”  Waah istrimu ini doyan kerja… jadi agak dikurangi kerjanya sampai usia 3bln….. nih aku kasih vitamin agar kuat kandungannya juga banyak minum susu ya..”. Erlita menemui Sherley lewat pintu samping yang berbatasan dengan ruang makan. Dan Sherley mengikuti Erlita diikuti Ramli.

dr Firman  : ” Wah ..aku ditingal sendiri nih…”

Erlita          : ” Ehhh biasanya kan sendiri…” . dr. Firman mengikuti sebentar karena masih ingin mengobrol dengan Ramli tapi Erlita bertolak pinggang sambil berkata: ” Tak boleh…tak boleh” sambil telunjuknya bergerak menuju balik ke arah pasien tapi dr Fiman mengabaikannya tetap mengikuti Ramli.

Ramli         : ” Jangan galak-galak dong ayang…aku juga masih kangen ….sebentar saja “. Erlita kalah kalau Ramli yang bicara dan membiarkan Firman dan Ramli saling tos tanda setuju.

Bu Darmawan memeluk Sherley serta menciumnya sedangkan pak Darmawan mengajak ngobrol , setelah mempersilahlan Ramli dokter Firman kembal ke prakteknya dan menerima pasien.

pasien X    : ” Dok , itu tadi kan Ramli dan Sherley peragawan dan peragawati terkenal kan…?”

dr.Firman  : ” Iya…mang kenapa…?”

pasien X     :  ” Dokter hebat pasiennya orang top…”

dr. Firman  : ” Itu adik saya pak/buk, yang lagi hamil…”

pasien X      : ” Saya nanti mau minta fotonya biar bayi yang ada dalam kandungan tak ngiler..”

dr.Firman    : ” Ya silahkan… kalau tak capek kan bisa kapan saja toh periksanya bareng “.

pasien X       : ” Iya sih dok…tapi mau sekarang mumpung agak sepi..” dokter Firman mulai memeriksa kandungan pasiennya .

 


cerbung.net

Gerbang Militan

Score 8.4
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2022 Native Language: Indonesian
Merupakan kisah sambungan dari Juragan Untir Untir Kepuntir Cinta kali ini mengisahkan masalah bisnismya yang disatroni pesaing bisniz lainya dari luar negeri yang mencoba merebut keberhasilan Ramli dan saudaranya dengan berbagai macam trik serta kebohongan yang menyakitkan saat Malvin anak Ramli mulai berjuang melawan rivalnya dan memenangkan tambah banyak musuh-musuh yang masuk ke Erlina Entertaiment. Bagaimana kisahnya mari kita simak bersama.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset