Gerbang Militan episode 24

Kerinduan Ambar

Ramli memandangi wajah dedek Malvin yang meringkuk dalam selimut barunya yang di pasang Park  Kim Sun , terlihat dedek Malvin yang cute dan menggemaskan tertidur di kereta dorongnya…woi banyak yang memesan kereta dorongnya serta selimut yang di desain Park Kim Sun beserta sepatu tidurnya yang lucu. Ambar membolak balik video nya dedek Malvin yang di publikasi Agnes sungguh sangat bagus-bagus.  Kamal masuk ke kamar Ambar yang terbuka sedikit dan Kamal memberikan komentar : ” Keponakan kamu sangat ganteng ya….mirip papa dan  mamanya Sherley dan  Ramli …enkau besok ingin memiliki berapa anak..? ”  Ambar tersenyum, : ” Menikah saja belum kok sudah memikirkan anak……”

Kamal      : ” Setidaknya…rencanalah…..” Ambar mendehem saja karena ummi Almira berada di belakang pintu yang memperhatikan pembicaraan mereka  yang membuat Kamal tekaget dan segera keluar tetapi ummi Almira menarik tangannya dan mengajaknya bicara.

Ummi Almira   : ” Engkau sudah melihat video Malvin sungguh amat bagus pencahayaannya..aku pingin MME seperti itu tampilannya ”

Kamal                 : ” Baik…nanti ‘ana dan Mustofa akan mengoreksinya lagi….”

Tampilan beranda MME di Semarang mengalami pembaharuan dimana tampak Ummi Almira dan Ummi Jameela sedang mengapit Ambar, sedang dibelakangnya ada Abbi Mahmud  berada  ditengah antara Mustofa dan Kamal yang  berada di teras yang telah selesai dibangunnya di MME Sriwijaya Semarang .

Dengan memakai gamis berwarna hitam berbenang emas desainernya Park Km Sun ummi Almira dan ummi Jameela tangannya menggenggam  jemari Ambar yang memakai gamis desainer kakaknya Lusi Sarwo Edi yang berwarna pink dan memiliki bordiran bunga tulip kesayangan Ambar. Mustofa memotretnya secara otomatis dan jadilah. Foto tersebut akan diedit lagi dan semua melihatnya secara natural.

Ummi Jameela : ” Wow bagus nian…”

Ummi Almira   : ” Yaaa…Ambar terlihat cantik dengan gamis pink ini….”

Abbi Mahmud  : ” Anak lelakiku ganteng-ganteng dengan memakai sorban kotak-kotak merah yang ditata melingkar sampai menutupi telinganya dengan senyum menawan dan tinggi sorban setengah bahu , sayang sulungku belum mau menikah dan didahului adiknya Kamal yang cuma selisih beberapa hari kelahirannya ” . Ambar merasa senang karena Dia yang mendandani semua yang berada di dalam foto tersebut, dan dipuji karena kepintarannya dalam memoles kecantikan wajah baik laki maupun wanita.

Ratchanok panas hatinya karena melihat Ambar berada dalam lingkungan keluarga Kamal yang berada dikantor MME ( Mustofa Mahmud Entertainment ) dan mencoba mencari alamatnya di Semarang . Bersama tukang pukulnya Ratchanok meneliti keberadaan mereka di Indonesia .

*******************

Lusi mendapat telepon dari Ibrahim yang hendak melamarnya, dia akan menginap di Semarang dan Lusi dimintai tolong mencarikan hotel terbaik dan tak terlalu jauh dengan rumahnya. Lusi langsung membokingkan hotel Best Western Star yang memiliki panorama indah dan bisa melihat Erlina Entertainment dari kejauhan.

Lusi                 : ” Bu, Ibrahim akan segera berangkat ke Semarang ” kata Lusi pada ibunya Bu Sarwo….yang saat ini sedang santai bersama Sherley dan Ramli yang masih menggendong Dedek Malvin yang belum tidur.

Ramli             : ” Sudah mendapatkan hotelnya Lus….?”

Lusi                : ” Sudah kak…di Best Western  Star”

Ramli             : ” Bagus….jam berapa pesawatnya tiba di Ahmadyani…? ”

Lusi                : ” Jam delapan pagi kak……tapi mereka tidak minta di jemput dan ingin berada di hotel untuk istirahat ”

Ramli             : ” Apakah engkau tak ingin menemuinya barang sebentar ….? ”

Lusi                 : ” Mereka ingin beristirahat …mungkin kecapekan mengurus segala sesuatu…oh iya kak bagaimana kalau di Brunei biar Lusi yang handel class modenya…? ”

Ramli             : ” Silahkan saja Lusi….asal kamu mengirimkan laporan kemajuaanya saja….” .Lusi mencium kakaknya dan berterima kasih pada Ramli juga Sherley. Ambar menelepon Lusi menanyakan keadaannya.

Ambar           : ” Kak Lusi…bapak sama ibu dimana…?”

Lusi                : ” Ada ini lagi bersantai sama dedek Malvin dan keluarga…. mau bicara…ini ibuk…”

Bu Sarwo       : ” Piye nduk…..? ” yang di sononya malah mewek karena kangen sama keluarga di Bukit Asri dengan sedikit agak terbata-bata Ambar ngobrol bersama ibunya

Ambar            : ” Ibuuuu…k, Ambar kangen…..pingn makan masakannya ibuk…..”  Ramli nyemmlong karena pingin denger suara adik bontotnya, : ” Sekarang sudah tak rindu sama kak Ramli ya….? ” Ambar minta bicara sama kakaknya Ramli dan hape Lusi diberikan ke Ramli.

Ramli            : ” Lho kok malah nangis…..bontot nangis…cup…cup…adik kak Ramli sayang jangan nangis ya…..”

Ambar           : ” Kakak……Ambar kangen sama semua yang ada di sini…..” tangis Ambar meledak ketika dipanggilnya bontot.

Ramli             : ” Mau nikah kok gembeng….ndak boleh dong bontot….!? ” tapi tangis Ambar semakin menjadi dan hape direbut oleh bu Sarwo karena tak tega sama Ambar.

Bu Sarwo       : ” Jemput po gimana…? tapi entar ummi dan Abbi masih membutuhkanmu…..? ”

Ambar            : ” Ibuuuk sama bapak main dong ke tempat Ambar…..juga sama dedek Malvin..”

Bu Sarwo       : ” Piye apa sudah kelar dan tak sibuk lagi….? ”

Ambar            : ” Ambar sudah tak sibuk lagi, tapi kecapaian….” Abbi dan keluarga mendengarkan saja pembicaraan Ambar dan keluarganya dan berharap mau berkunjung di hotelnya.

Ramli             : ” Kakak ingin ke sana menengokmu…dimana kamu menginap bersama ortu Kamal…? ” dengan sangat bernafsu Ambar menjawab pertanyan kakaknya Ramli.

Ambar            : ” Di  Grand Candi Hotel kak…ayolah..Ambar kangen semuanya …dedek Malvin diajak ya…..?” Ramli tak tega dengan rengekan Ambar yang kelihatannya kangen banget sama keluarga Bukit Asri dan meminta seluruh keluarganya pergi ke Grand Candi dengan memakai mobil online karena malas ngeluarkan mobil karena ingin bersantai. Mereka langsung berangkat dan bu Sarwo membawakan sup macaroni kesukaan Ambar sekalian membawakan martabak dan jajanan yang berada di depan Java mall. Ambar memberikan kamar hotelnya yang berada di sweet Room , Ramli segera melaju ke sana. Kamal mempersiapkan diri bersama keluarga untuk menjemput Ramli sekeluarga, Kamal menatap Ambar lalu menciumnya karena luapan rasa rindu karena kesibukannya mengisolasi keadaannya begitu melihat bu Sarwo…Ambar memeluknya sambil menangis dan terlihat oleh keluarga Kamal air mata Ambar yang mengucur deras …Ambar mencium tangan ibu bapaknya serta kakak-kakaknya yang membuat terharu  keluarga Kamal akan kedekatannya kepada anak-anaknya. Mustofa menyalami Ramli juga Sherley dan Lusi lalu mencium dedek Malvin

Mustofa       : ” Gantengnya…Malvin ” karena takut menggendong bayi, Ia meminta ummi Almira untuk mengendongnya dan di berikan Malvin untuk di gendong ummi Almira.

Ummi Almira : ” Waaah cakepnya….abn Ramli…( anaknya Ramli ) ” Mereka asik menimang-nimang Malvin dan dibawanya ke sofa dan diberikan celemek oleh Sherley takut kalau -kalau dedek Malvin mengompol . ” Zarif jdan / cakep sekali  ” ,ucap ummi Jameela yang membuat berebut dengan Abbi Mahmud. Kamal memandang saja ummi-umi nya yang sangat berharap cucu. Ibu memberikan masakan sopnya dan membawakan martabak telur yang yang tercium baunya amat sedap Ambar langsung membukanya dan diberikan kepada keluarga Kamal juga membaginya kepada keluarganya. Rupanya mereka menyukai Martabak telur yang membuat mereka menikmati sambil makan sampai lupa pada yang membawakan. Kamal menuju ke arah Ramli dan mengatakan : ” Maaf ya kalau merepotkan” Ambar masih bemeluk ibunya karena amat rindunya juga sama Ramli yang bergantian memeluk dan menciumnya. Air mata bahagia mengalir lembut membasahi mereka semua. Sherley menemani dedek Malvin bersama ummi Jameela karena ummi Almira menemani abbi Mahmud makan martabak bawaan calon besannya yang sedang menatapnya dengan air mata bahagia . Cukup dengan martabak telur mereka merasa bahagia dan makan bersama-sama.


Gerbang Militan

Gerbang Militan

Score 8.4
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2022 Native Language: Indonesian
Merupakan kisah sambungan dari Juragan Untir Untir Kepuntir Cinta kali ini mengisahkan masalah bisnismya yang disatroni pesaing bisniz lainya dari luar negeri yang mencoba merebut keberhasilan Ramli dan saudaranya dengan berbagai macam trik serta kebohongan yang menyakitkan saat Malvin anak Ramli mulai berjuang melawan rivalnya dan memenangkan tambah banyak musuh-musuh yang masuk ke Erlina Entertaiment. Bagaimana kisahnya mari kita simak bersama.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset