Gerbang Militan episode 3

Agnes Descartes

Sesampai di Semarang Ambar mendadak rindu pada Kamal dan menyimpan kembali cincinnya dalam kotak perhiasan yang begitu indah, Ambar berharap telepon dari Kamal tapi tak ada panggilan bahkan nomor teleponnya tak aktif….Ambar trustasi. Dibukanya labtop untuk megetahui aktifitas Kamal lewat google pencarian tapi ia tak menemukan yang Ia maksud , hatinya serasa hampa.  Sakit hati Ambar karena maksudnya tak terpenuhi . Air matanya membasahi pipi…hatinya terasa teriris…tubuhnya terkapar di permadani kamarnya.

Sebaliknya Lusi memanfaatkan desain gaun malam Cleopatra yang Ia kenakan kemarin dan ditunjukkan Park Kim Sun.

Park Kim Sun   : ” Nice selangkah lebih maju pengetahuanmu, aku suka desainmu kali ini ” . Lusi amat bahagia disanjung Park Kim Sun.

Lusi                     : ” Kok cepat sekali di Seoul…apakan Mister menemui kejanggalan…? ”

Park Kim Sun    : ” Kejanggalan tak ada hanya pendaftarnya menurun ”

Lusi                      : ” Kok bisa..padahal kemarin membeludak “.

Park Kim Sun tak mau menceritakan sesungguhnya yang terjadi karena hanya mau bercerita pada Ramli . Park Kim Sun ingin segera pindah ke Bukit Asri mendekati rumah Ramli agar bisa selalu komunikasi dengannya juga Sherley serta yang lainnya, karena di Pandanaran II dia tinggal sendirian.

Agnes melihat seseorang sedang mengatur rumah dan beberapa mobil menurunkan barang menuju rumah tersebut , terlihat Ramli menyambutnya bersama Sherley maka Agnespun turun menemuinya , perumahan itu kini menjadi ramai sekarang dengan pendatang baru.

Sherley     : ” Kenalkan, ini papah saya namanya Park Kim Sun ” Agnes menjulurkan tangannya.

Agnes        : ” Saya Agnes Descartes  panggil saja Agnes asal saya dari Perancis …” Park KimSun tersenyum saja memandang kecantikannya yang mirip Rosalie Comte sahabatnya yang meninggal karena dibunuh Comte suaminya sendiri karena kecemburuannya.

Ramli        : ” Ayook kita bantu papah ” Ramli memanggil adik-adiknya agar turun, Ia tak melihat Ambar dan memburu dikamarnya, Bapak/Ibu Ramli melarangnya mengetuk pintu Ambar

Ibu            : ” Dia sedang kalut…” , ” Apa lagi yang difikirkannya” , keluh Ramli dalam hati

Ramli        : ” Sampai kapan Ia akan seperti ini terus….bisa manja..cengeng…!!” Suara Ramli sengaja dikeraskan agar Ambar sadar, memang Ambar mendengarnya dan mencoba tenang… Lusi mengetuk pintu kamarnya.

Lusi            : ” Aaaiiih yang lagi nangisi Arjunanya…aku temeni nangis apa..? biar seru sedihnya…bukain kakak dong bontot…”

Perlahan Ambar membukakan pintu tapi kakaknya tak ada…ternyata Lusi mojok di dinding dan ingin melihat reaksi adiknya, lalu mengagetkannya, ” BBBAAA…” Ambar kaget dan berteriak,

” Kakak ngagetiiiin…”Ambar berteriak dan teriakan Ambar kenceng sekali sambil memeluknya dan menangis di dada Lusi. Ramli geli dan memberikan muka ngeledek, ” Kak Ramli jelek……..”

Ambar menangis Lusi memberikan nasikat.

Lusi            : ” Memang kalau menangis seperti ini pacarmu akan datang ? atau malah lari mencari cewek lain lagi…? ” Ambar langsung diam tinggal isakan tangisnya , ” Aku jengkel kaaaak” suara Ambar parau dan matanya basah, Ia malu kepada semuanya betapa Ia seperti anak kecil yang merajuk.

Lusi            : ” Bukankah kamu behijab…rasa malumu tuangkan pada hijabmu yang melindungi dirimu dari rasa malu”.

Ambar       : ” Iya bagaimana caranya…?”

Lusi            : ” Shollat dan shollat…kelak engkau tahu jawaban Tuhanmu…” Ambar diam, lalu Lusi mengajak turun ke bawah menyambut Mr Park Kim Sun., Sherley memperkenalkan Mrs Agnes padanya karena sudah dua hari Ambar menutup pintu.

Agnes         : ” Aiih hallo…ini adik Lusi ya…cantik sekali…apakah sudah punya pacar…? ” Ambar menggeleng

Lusi             : ” Dia baru lulus sekolah dan ingin mendalami model ”

Agnes          : ” Ahh…..aku siap membantumu…tapi Ambarkan ikut model terbarunya Mustofa Mahmud..”

Lusi              : ” Iya..tapi kami belum tahu akunnya karena lupa memintanya….”

Agnes           : ” OIhh…siapa yang tak kenal cowok cakep macam Mustofa Mahmud ..ini buka di internet…” Agnes memberikan tulisan kecilnya

Ambar          : ” Ini sih Ambar punya….”

Lusi               : “Trima kasih Mrs Agnes..!”

Agnes           : ” Panggil saja aku Agnes itu saja cukup ”

Lusi              : ” Baik Agnes, trima kasih atas kebaikanmu”

Agnes           : ” Iya trima kasih kembali ” Ambar langsung ke kamarnya dan melihat kartu kecil yang di selipkan mepet dengan sisi kotaknya dan membacanya lalu membuka laptopnya dan mengetik akun tersebut dan terlikat Mustofa bersama Kamal sedang berjalan di Padang pasir dan memakai gamis biru dan bersorban ungu.

Ambar menjerit riang, “Kakak…kak Lusi…iya ini ada email dan IGnya..” Lusi masih berada dirumah Park Kim Sun membantu merapikan rumah jadi Ia tak mendengar teriakan Ambar. Ambar yang online dan lupa mematikan laptopnya karena memanggil Lusi tak tahu mendapat pesan dari skype : Apa kabarmu ?( dalam bahasa Inggris ),

” Aku ingin menjumpaimu disini…Ayolah ”

“Hai..kamu dimana..?”

” Aku tunggu disini dulu…sampai kamu muncul..” Ambar menarik-narik kakaknya tak sabar menunjukkan yang Ia dapatkan. Lusi terpaksa mengikuti Ambar yang keriangan menuju kamarnya. Lusi melihat Kamal sedang berbicara dengan beberapa orang dan namanya tertulis disitu. Ambar duduk di kursi meja belajarnya dan mengetik ” Terima kasih cincinnya amat indah” lalu terlhat wajah Kamal dan tersenyum.

“Kamu kemana saja..?” dan Ambar membalasnya

” Aku dari kamar mandi..maaf …”

” Tungu sebentar ya…aku masih bersama Maria ” Ambar bingung…dia disuruh menunggu Kamal berbicara dengan wanita lain..?mau apa dia..? Ambar merasa disingkirkan , Lusi memperhatikan dari jauh lalu mendekati adiknya dan berkata , ” Sudahlah…teman wanitanya banyak…apa yang Ia inginkan padamu belum jelas. Hati Ambar marah laptop mau dimatikan lalu Lusi melarangnya

” Kamu tak pantas melakukan itu tunggu Ia mau apa lalu pamitlah dengan sopan.

Ambar menuruti kemauan kakaknya Lusi agar mau menjaga adab kesopanan dalam pergaulan online. Ambar tak sabar lalu menulis pesan ” Aku turun dulu ya..mau mandi dulu…byee…” laptop ia matikan lalu menemui kakaknya.

Lusi       : ” Bagaimana kabarnya….dia..?”

Ambar   : ” Kelihatannya sibuk sekali …aku capek…kak aku nanti tidur disini ya….?”

Lusi        : ” Tumben…tidur sama kakak …kenapa…?”

Ambar    : ” Pingin ngobrol saja….boleh…?”

Lusi         : ” Nanti kalau kak Mustofa telpon jangan nguping ya….?”

Ambar    : ” Telepon..? yang bener saja…..?Kok Kamal ‘gak telpon aku ya…? ” Lusi hanya mengangkat lengan dan tangannya. Ambar terdiam karena malu pada kakaknya yang lebih diperhatikan mereka . Sebenarnya Lusi belum pernah dihubungi Mustofa ataupun Kamal dia hanya ingin adiknya bersabar saja dan tak ingin berharap jauh-jauh. Ambarpun akhirnya harus menekan emosinya dan berubah tak grusa-grusu lagi dan lebih percaya diri akhir-akhir ini.

Agnes mendatangi Ambar mengajaknya jogging di areal situ-situ saja karena Lusi masih belajar memasak bersama ibunya.

Agnes     : ” Omong-omong apakah apakah kamu sering ngobrol dengan Mustofa maupun Kamal…? ”

Ambar    : ” Pernah…, tapi tak sering..karena Ia amat sibuk..”

Agnes     : ” Kamal titip salam untukmu…..” Ambar kaget tapi dia mencoba tenang

Ambar    : ” Terima kasih…mengapa tak telepon aku…? Apakah dia sehat…? ”

Agnes     : ” Dia baik-baik saja hanya itu saja ”

Ambar    : ” Apakah dia malu padaku…? ataukah tak menyukaiku..maksudku dalam bekerja mungkin kurang puas padaku..”

Agnes      : ” Saya tak mengerti..hanya itu saja pesannya..”

Hari ini semua bersiap-siap ke Sriwujaya semua keluar hanya menyisakan keamanan dua orang ,  Kamal mengirimi pesan permintaan maafnya karena harus terputus pembicaraannya kemarin dan akan menghubunginya lewat WA saja, Ambar belum membacanya karena masih sibuk. Kamal dibuat tertekan hatinya dan memandangi kapenya yang belum terbaca dan penuh was-was.

Siswa yeng mengikuti kursus sangat antusias sekali serta menggunakan prokes. Semua menuju ruangannya sendiri-sendiri. Ambar yang diberi tugas menggantikan wartik sudah siap melayani pelanggan.

Agnes    : ” Mister Ramli saya akan menuju ruangan Ambar dengan kosmetiknya ”

Ramli    : ” Silahkan , pilihlah informasi mana yang kau butuhkan sesuai scedule maaf saya sebentar lagi mengajar klas dewasa ”  Agnes mengambil video klas mengajarnya Ramli yang langsung dimulai cara berjalan di catwalk dengan memakai high heels sambil Ramli membenarkan muka mereka yang salah, ditempat Sherley dan Lusi  melatih anak-anak memilih gaya tegak sambil membawa beban dan melenggang , ditempat Ambar sedang praktek dandan bersama Ivan menggunakan Sriti Kosmetik. Ibu dan bapak mempersiapkan makan siang , Park Kim Sun sedang mendesain pakaian,  disampingnya nya desain milik Lusi.

Agnes tertegun dengan gambar milik Lusi yang menggabungkan gaun malam Cleopatra dengan desain modern sungguh menarik sekali, Park Kim Sun menjelaskan gambar Lusi yang masih setengah jadi

Park Kim Sun      : “Lusi amat berbakat, sekali lihat langsung menganalisanya dan amat tepat hitungannya, saya bangga padanya yang memiliki selera yang tinggi ” Agnes mengambil video tersendiri dan meminta izin pada Park Kim Sun dan membolehkan asal jangan yang sebelah sana sambil menunjuk desain yang sudah jauh.

 


Gerbang Militan

Gerbang Militan

Score 8.4
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2022 Native Language: Indonesian
Merupakan kisah sambungan dari Juragan Untir Untir Kepuntir Cinta kali ini mengisahkan masalah bisnismya yang disatroni pesaing bisniz lainya dari luar negeri yang mencoba merebut keberhasilan Ramli dan saudaranya dengan berbagai macam trik serta kebohongan yang menyakitkan saat Malvin anak Ramli mulai berjuang melawan rivalnya dan memenangkan tambah banyak musuh-musuh yang masuk ke Erlina Entertaiment. Bagaimana kisahnya mari kita simak bersama.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset