Gerbang Militan episode 36

Terkena Serangan Roket

Jelang memasuki gerbang Rafa para pengemudi sudah tak kuat karena angin malam serta debu pasir yang menghalangi pandangannya, terpaksa mereka istirahat dan tidur di tempat. Pagi hari mereka melanjutkan perjalanan lagi setelah melakukan shollat subuh dan sarapan roti seadanya dan segera memasuki Rafa. Ternyata Ummi Almira mengikuti dari belakang bersama rombongan pejalan kaki, dan ada yang nunut para wanita yang mengantar barang.

Kamal  : ” Ummi ya salam…., kenapa mengikuti kami….? ”

Almira : “Salam….. Ini ada barang yang tertinggal di rumah….yang ternyata mie instan serta corned beef yang terlambat datangnya yang hanya selisih enam jam ”

Kamal  : ” Aiiihhh…ya sudah …ummi bersama Ambar saja, dan ini mobil biar sopir yang bawa” . Ummi Almira sebenarnya sengaja membawa makanan tadi yang dia borong dari super market karena masih rindu dengan anak-anaknya dan sopir telah memberitahukan situasinya kepada abbi Mahmud. Ahmed sopirnya Almira yang selalu bersamanya semenjak Almira mengalami kecelakaan tunggal merasa bertanggung jawab dengan segala aktivitas ummi Almira.

Abbi selalu menelepon Almira juga ummi Jameela yang mengkhawatirkan keberangkatannya yang dikira bohongan.

Abbi Mahmud  : ” Mengapa engkau tak menanyakan kepergiannya…? ”

Jameela              : ” Dia menceritakan kalau semalam sudah membicarakan dengan abbi….!? ”

Abbi Mahmud    : ” Terus kamu percaya begitu saja ceritanya tanpa konfirmasi pada aku suaminya…..?! ” Jameela merasa bersalah karena telah dikelabuhi Almira.

Jameela               : ” Katanya Ahmed drivernya sudah menghubungi abbi….”

Abbi Mahmud     : ” Itu hanyalah bohongan belaka karena Almira amat menyayangi Mustofa anak kandungmu….”

Jameela                : ” Terus apa yang akan abbi perbuat…tentang Almira yang sudah berangkat dan sekarang kemungkinan mereka sudah bertemu….”

Abbi mendapat telepon dari Almira kalau mereka segera berangkat ke RS Al -Quds karena akan membagikan kiriman dari Lusi yang ditujukan ke  Rumah Sakit Al-Quds yang kena rudal zionis, Abbi hanya dapat bilang : ” Hati-hati dan selalu berdoa…” . Jameela melakukan shollat sunah untuk warga Gaza serta keselamatan anak-anaknya . Ummi Almira membantu bersama barisan bantuan yang dibawa rombongan MME . Sampai di RS Al Quds banyak sekali puing-puing bangunan berserakan dan warga sipil membantu korban . Ambar menyuapi Hana seorang anak kecil yang terluka di mukanya. Ummi Almira memasakkan mie instan dan mengurus makanan sedangkan Lusi membagikan kepada siapa saja yang membutuhkan.Mereka meminta air minum namun sayang air minum tinggal untuk persediaan pribadi pengirim serta personal, Ambar tak tega dan memberikan minumannya kepada anak-anak kecil. Ummi Almira yang baru saja selesai memasak mie instan sudah dirubung beberapa yang membutuhkan karena mereka kelaparan serta kehausan . Ummi Almira tak tega dan membagikan sambil menangis. Desingan serta lontaran granat terdapat di mana dan Ummi Almira tetap kekeh ingin membantu walaupun nyawa taruhannya dan siap mati sahid. Ambar tersenyum sambil memeluk ummi Almira. Bantuan segera pulang karena selesai membagikan dan mereka persiapan untuk kembali ke Mesir. Malam hari mereka berada dalam mobil karena situasi yang gelap, semua mobil sudah diisi bahan bakar dan siap pulang tetapi terdengar bom yang mengguncangkan  bangunan yang sudah mulai roboh.

Kamal    : ” Kakak…kita berangkat sekarang menuju ke Rafa…disini sudah tak aman…..ayoook…!!! ” Semua segera berangkat karena terdengar ledakan yang ternyata adalah Rumah Sakit Indonesia yang kena bom.

Ambar    : ” Ya Allah…lindungilah mereka…..dan lindungi juga perjalanan pulang kami….aamiin ” Kamal dan Mustofa sudah bergabung menjadi satu karena mobil Mustofa sudah tak bisa dipakai dan menggunakan mobil ummi Almira yang duduk didepan. Ahmed sangat lincah membawa mobil dan rombongan melaju menuju Rafa. Serangan udara membabi buta padahal mobil Kamal di berikan tanda bantuan kemanusiaan tetap saja pesawat menembakkan mortir dan roket ke arah rombongan kemanusiaan.

Kamal  : ” Zionis sungguh engkau akan dikutuk Allah….”

Ummi Almira : ” Ya Allah….lindungilah kami semua yang berjalan dengan lampu satu ini…” Ya lampu mobil ummi Almira mati satu karena kena tembakan granat dan masih ngebut terus untuk mencapai Rafa. Sesampai Rafa mereka beristirahat karena ternyata ada yang cedera dari kru Mustofa yang sudah digantikan oleh temannya untuk mengambil video keadaan keamanan  MME .

Ummi Almira membawa mie untuk para relawan dan memasakkannya, Pagi hari mereka istirahat terdengar berita bahwa Hamas telah menyerang Israel dan menghancurkan Tel Aviv dengan memborbadirnya dan terdengar suara pesawat meluncurkan roket  bertubi-tubi, karena Hamas marah kepada Zionis yang telah menghancurkan Rumah Sakit Indonesia yang berdekatan dengan perbatasan Israel.

Abbi Mahmud tak mau mengirimkan minyaknya kepada Zionis yasng jelas-jelas melakukan kejahatan dengan memborbadir Rumah Sakit-rumah sakit dan banyak memakan korban. Mobil Mustofa ditinggal begitu saja di Gaza karena sudah rusah parah tertimpa bangunan . Ummi Almira mendapat telepon dari abbi Mahmud karena hand pone Mustafa maupun Kamal memang sengaja dimatikan karena tak ada sinyal, dan buruk penerimaannya serta listrik tak nyala selama di Gaza. Sehingga ketika sampai Rafa semua hape di carjer agar bisa berkomunikasi dengan saudara- saudaranya.

Ummi Almira amat marah kepada situasi di Gaza dan memaksa anak buahnya tak mengirimkan minyak ke Zionis Israel, suara gemuruh masih terdengar sayup-sayup …dentingan suara mortir masih terdengar atau mungkin ini adalah kondisi stres mereka yang ingin segera kembali ke Mesir. Ummi Almira menelepon suaminya abbi Mahmud kalau mereka sudah dalam perjalanan pulang ke Mesir. Alhamdulillah mereka semua selamat dan ada anak buah Mustofa yang terluka tapi tak mau mengobatinya di Gaza karena trauma dengan peperangan dan serbuan roket yang beterbangan serta balasan Hamas ke Tel Aviv. Abbi Mahmud merasa lega dan memeluk ummi Jameela karena amt senang dengan kepulangan ummi Almira .

Sesampai di Mesir Lusi serta Ambar memberesi semua pakaian mereka dan mencucinya . Ketika mandi ternyata badan Lusi maupun Ambar ada yang terluka karena serpihan-serpihan bangunan ataupun pecahan kaca yang porak poranda begitu juga ummi Almira yang kesakitan karena kakinya terluka yang tak di sadari selama di medan perang. Mereka bergantian mengobati luka-luka yang tak di rasa secara bergantian.

Ambar    : ” Memang terasa cekit-cekit tapi karena tertekan fikiran yang tegang sehingga kita  tak sadar akan luka-luka kecil  ini ”

Lusi         : ” Iya …ini di tangannu juga ada luka-luka kecil….”

Ummi Almira : ” Auh….tanganku….ternyata tergores sesuatu dan memar….” Abbi membawa mereka ke dokter dan mengobati luka yang tak dirasakan karena situasi.

Dokter     : ” Waaah ini para mujahidin kita telah kembali…..selamat ya nona-nona bersama ummi Almira selamat dari roket serta rudal yang mengentayangan di Jalur Gaza..mari satu-satu saya periksa ” .Dokter hanya tertawa saja dan memberikan anti biotik agar takterinfeksi dan demam tinggi. Selesai diperiksa Kamal , Mustofa dan Ibrahim mengambil obat di apotik terdekat serta makan malam di restoran terdekat karena mereka sangat kelelahan, dan segera minum obat serta berisirahat karena hari sudah malam. Kamal memeluk istrinya Ambar yang badannya panas dan mengigau. Kamal mengambil air wudhu dan bertahajud mendoakan istrinya segera sembuh serta mendoakan para korban perang di Gaza . Kamal menangis dalam doanya dan mengakhirinya takala Ambar mengigau…dan tidur lagi. Kamal memeluk lagi Ambar dan mengelus kepalanya. Ambar yang badannya mulai terasa dingin menggeliat dan memeluk Kamal. ” Selamat tidur sayang..engkau istriku yang benar-benar pemberani membela keselamatan rakyat Gaza…terima kasih istriku “, Kamal mencium kening Ambar istrinya dan memeluknya begitu erat.

 


Gerbang Militan

Gerbang Militan

Score 8.4
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2022 Native Language: Indonesian
Merupakan kisah sambungan dari Juragan Untir Untir Kepuntir Cinta kali ini mengisahkan masalah bisnismya yang disatroni pesaing bisniz lainya dari luar negeri yang mencoba merebut keberhasilan Ramli dan saudaranya dengan berbagai macam trik serta kebohongan yang menyakitkan saat Malvin anak Ramli mulai berjuang melawan rivalnya dan memenangkan tambah banyak musuh-musuh yang masuk ke Erlina Entertaiment. Bagaimana kisahnya mari kita simak bersama.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset