Hana episode 10

Chapter 10

Surat yang sudah dituliskan abjad Korea oleh Rida aku bawa pulang. Di rumah surat itu aku masukkan bersama hadiah yang akan aku bawakan, sebuah bobblehead the flash tv. Hana sangat menyukai serial tv the flash makadari itu aku memberikan hadiah ini. Sebuah kotak kecil berwarna merah muda menjadi pembungkus hadiahku. Waktu subuh aku sudah berada di bandara, teman-temanku mengantar kepergianku. Mereka adalah Reza, Amanda, Rida dan Daigo. Mereka semua mengantarku sambil tidak lupa menitipkan pesan yaitu sebuah oleh-oleh.

“Fad, jangan lupa yah?” menatapku dengan serius
.
“Woles, tar gw kasihin deh,” menepuk pundaknya.

Para pemenang dan juga tim dari the ochazama juga sudah ada termasuk Bu Dewi dan BA produk ini. Kami semua berangkat sebelum matahari bangkit dari tidurnya. Bu Dewi dan BA ternyata masuk ke rombongan yang pergi ke Korea. Perjalanan dari Jakarta ke Seoul memakan waktu tujuh jam perjalanan. Aku banyak tertidur di pesawat karena teman di bangku sebelah juga lebih banyak diam. Kami semua sampai saat siang hari, di sini siang hari tidak terasa panas.

Dari bandara dilanjutkan menuju hotel, kami semua takjub dengan keadaan kota Seoul yang rapih dan bersih. Sampai tidak tega aku membandingkan dengan ibu kota di negeri sendiri. Hotelnya sendiri sungguh nyaman, ada wifi yang kencang juga. Aku manfaatkan untuk menghubungi keluargaku melalui video call, lalu Amanda, sedangkan Reza cukup dengan line saja. Dia bilang kalau ada info di mana fan signing diadakan akan langsung diberitahu.

Istirahat sejenak lalu dilanjutkan dengan mengunjungi Gyeongbokgung, sebuah istana peninggalan kerajaan Korea pada waktu lampau. Di sini juga ada museumnya dan tour guidenya. Sesekali kami disorot kamera dengan BA untuk dokumentasi. Si BA ini nantinya akan ke Jepang untuk melakukan adegan dengan pemenang di Jepang, hanya saja dia lebih suka di Korea.

Tempat ini lumayan ramai oleh turis-turis juga. Setelah berkeliling dan menikmati tempat yang bagus ini kami semua mencari makan. Restoran cepat saji dipilih oleh Bu Dewi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lagipula hotel juga akan mengadakan makan malam khas Korea dengan jaminan halal. Di tempat ini ada juga wifi, aku dibredel pesan dari Reza. Aku baca bagian akhirnya.

“Fad, mereka ada tuh tanggal 12 di Coex Mall tuh jam 10 waktu sono.”

Aku mencoba mengetes wifi resto ini, ternyata kencang. “Besok dong berarti, eh iya Za, hadiah eluh buat Karis tadi gw ga liat tuh di koper ketinggalan kali.”

Dia juga cepat membalas. “Hah? Yang bener luh? Ah eek lah!” lalu mengirimkan emot marah beberapa kali.

“Ya ilah sensi amat sih luh kaya anak perawan lagi PMS,” aku mengirimkan emot ketawa. “tenang masih ada.”

Perbedaan waktu Korea dan Indonesia terpaut dua jam, saat aku membalas chat Reza posisi sudah jam 5 sedangkan di Indonesia baru jam 3. Menunggu yang lain selesai aku sengaja meledek Amanda dengan mengirim foto-foto makanan ini. Memang di Indonesia ada tetapi pembungkus di sini memakai bahasa Korea. Lantas saja Amanda cemburu dan ingin ikut ke sana kalau dilihat dari balasan chatnya.

Aktivitas hari ini mengunjungi tempat wisata, resto makanan cepat saji, hotel lalu mengunjungi tempat wisata lagi. Bu Dewi tahu betul cara memanfaatkan waktu, hanya saja jeda istirahat terlalu singkat kadang aku merasa kakiku pegal-pegal. Malam hari setelah makan di hotel dan rebahan sebentar jalan-jalan dilanjutkan ke menara N Seoul. Tempat yang sangat cocok dikunjungi malam hari karena bisa melihat pemadangan malam kota Seoul. Langit mendukung sehingga pemadangan terpampang indah.

Aku jadi teringat akan Hana, sedang apa dia sekarang. Memikirkan esok saja aku sudah keringat dingin, masih belum tahu apakah aku bisa mengunjungi eventnya atau tidak. Setelah puas melihat pemandangan kami semua kembali ke hotel, sesampainya di hotel Bu Dewi mengatakan bahwa aktivitas akan dimulai pada jam yang sama seperti hari ini untuk detilnya bisa dilihat di rundown acara.

Teman sekamarku tidak pandai membangun suasana, kami hanya mengobrol acak dan aura canggung sangat terasa sekali. Aku mengecek barang-barang titipan Reza dan teman-teman dari DearestINd. Ternyata mereka semua masih tertata rapih, termasuk hadiah dari Reza. Dia memberikan sebuah boneka, ukurannya tidak besar hanya sekepal tangan. Jika ditekan perutnya akan menimbulkan bunyi “I..Love..You.” dan berbentuk binatang jerapah.

“Akhirnya bisa istirahat juga,” dalam benakku.

Kasur di hotel ini begitu empuk dan nyaman, walaupun sekamar tetapi kasurnya dibagi dua jadi tidak mencampur satu sama lain. Agak geli jika disatukan, apalagi orang ini berkelamin laki-laki dan aku hanya kenal di bandara saja tadi. Besok pagi aku dikagetkan suara ketukan dari luar, ternyata salah satu tim ochazama. Katanya makan pagi sudah siap, aku baru saja bangun sedangkan temanku ini masih tidur. Dengan santai aku membangunkannya, kami hanya cuci muka saja lalu bergegas ke bawah.

Sarapannya enak, berupa roti sandwhich dengan isi telur dan salmon. Saat makan aku teringat bahwa acara Dearest di mulai hari ini, aku melihat jam sudah jam 8 saja. Aku bergegas makan kemudian duluan ke kamar, lalu bersiap-siap. Ketika sudah rapih dan keren aku ke bawah lagi, mencari Bu Dewi. Aku ingin izin terlebih dahulu, jika Bu Dewi mengizinkan maka aku akan berangkat ke Coex Mall jika tidak maka hari ini menjadi hari yang sangat buruk.


cerbung.net

Hana

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Fadli adalah seorang mahasiswa biasa yang hidupnya sangat normal. suatu hari temannya Reza memperlihatkan sesuatu hal yang baru baginya yaitu Girlband Kpop dan dari situlah awal masalah di mulai.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset