Hana episode 10c

Chapter 10c (FINAL)

Mereka semua berdiri di depan panggung, pakaian yang dikenakan sangat casual bukan kostum panggung. Satu persatu mulai memperkenalkan diri, tiap member memperkenalkan dirinya selalu disambut teriakan penonton. Jujur aku malah merasa tidak enak badan, badanku mengigil dan keringat dingin mengucur. Jery keliatan sudah pernah ke event ini sebelumnya, dia terlihat lebih santai.

Setelah saling memperkenalkan diri mereka duduk, ujung kiri ada Hana, lalu Miyu, Chara, Rayeon, Jyuri, Alice, sedangkan Karis berada di ujung kanan. Ternyata saat mereka duduk, mereka memulai obrolan singkat. Sangking terpananya aku tidak mengerti mereka membicarakan apa. Lalu masuk ke acara utama, orang dengan nomor duduk 1 dipersilahkan naik ke panggung. Jery menjelaskan tiap orang hanya diberikan waktu dua menit, setelah itu bergeser lalu nomor 2 naik begitu seterusnya sampai akhir. Jadi kalau ditotal fans mendapatkan waktu 15 menit lebih untuk bertemu secara dekat.

Aku menunggu lumayan lama karena aku mendapatkan nomor 46, selagi menunggu aku membuka catatan tentang apa yang harus aku katakan kepada mereka nanti. Aku tahu betul waktu satu bulan bukanlah waktu yang cukup untuk mempelajari bahasa mereka. Untuk itu Rida sengaja memberikan catatan ini untuku takut aku tidak bisa berbicara dihadapan mereka. yang ditunggu-tunggu tiba sekarang giliranku maju.

Member pertama yang aku temui Karis, dengan sorot mata tajam sebagai ciri khasnya. Aku duduk didepannya, ponsel aku taruh di tangan kiri untuk menyontek.

“Halo…siapa namanya?” sungguh putih sekali, wajahnya juga mulus. Aku tidak bisa bayangkan kalau Reza berada di sini, mungkin dia sudah dibawa ambulans. Aku masih mengerti soal ini.

“Saya Fadli,” mengeluarkan ketiga photobook, Karis mulai mencari fotonya dan menandatangani. Aku menyontek catatan di ponsel, “ini..ada..hadiah..dari fans kamu di Indonesia,” dia berhenti menulis dengan takjubnya tidak menyangka ada fans dari Indonesia. Lalu aku memberikan hadiah boneka dari Reza, dengan senyuman menggodanya dia bilang terima kasih.

Aku geser ke kiri kemudian bertemu Alice, aku memberikan bandu berbentuk telinga kucing titipan dari Rida. Aku terkejut ketika dia langsung memakainya dan menuai reaksi heboh dari fans lain. Mereka semua sangat ramah, bahkan Jyuri sempat mengatakan sesuatu mungkin menyuruhku agar tidak gemetaran. Miyu, Chara, Rayeon sudah menandatangi ketiga photobook. Sama seperti sebelumnya ketiga member itu sangat ramah dan manis. Memang benar artis akan jauh lebih cantik jika dilihat secara langsung dibanding melalui kamera.

Terakhir aku sampai di depan Hana, senyumannya sangat menggoda membuatku semakin gugup.

“Aku ga dikasih hadiah nih?” menurut Rida, Hana ini memang senang meminta hadiah kepada fans. Dan hal ini sudah ada dicatatanku, aku semakin percaya diri walaupun gugup.

Aku memberikan kotak hadiah, dia mengoyang-goyangkan kotaknya. Lalu menanyakan isinya apa dengan lucu, aku menjawab. “kamu pasti suka kok,” dia membalas senyum kepadaku. Aku semakin tidak bisa bergerak.

Melihatnya dari dekat begini membuat diriku benar-benar jatuh hati padanya, mukanya yang kalem saat memainkan pulpen membuatku tidak ingin beranjak dari tempat ini. Aku rasa waktu dua menit sangat sebentar sekali, jika boleh aku ingin berada didepannya dalam jangka waktu yang lama. Aku kembali ke tempat duduk begitupun dengan Jery.

Setelah semua fans sudah maju, akhirnya masuk ke segmen akhir. Mereka berdiri lagi lalu maju kedepan. Untuk akhir segmen ini mereka menanyakan kesan-kesan selama acara ini berlangsung, tatapanku tidak bisa lepas dari Hana. Kotak hadiah dariku digenggamnya erat di tangan kanannya. Aku harap dia membaca surat yang aku selipkan di bawa bobblehead the flash.

Acara sepenuhnya berakhir, aku sangat puas dan aku rasa pengalaman ini tidak akan aku lupakan selamanya. Aku melihat jam melalui ponsel, waktunya masih banyak tapi aku harus cepat ke hotel. Aku tidak mau mengecewakan pihak teh ochazama, walaupun aku tahu perbuatan aku ini sangat egois. Aku meminta Jery untuk memanggilkan taksi lalu memberitahu supir untuk menuju hotel tempat aku singgah. Ucapan terima kasih aku ucapkan kepada Jery, dia telah banyak membantu hari ini.

Aktivitas hari ini bersama teh ochazama sama seperti hari sebelumnya, kami mengunjungi tempat-tempat bersejarah lagi. Kali ini aku menikmati perjalanan ini, teman pemenang yang lain sampai keheranan melihat perubahan sikap yang aku perlihatkan. Sebenarnya aku harap-harap cemas apakah surat aku itu terbaca olehnya atau terbaca namun tidak dianggap serius.

Tak terasa waktu sudah malam di sini, karena ini malam terakhir kami semua dibebaskan ingin pergi kemana saja asalkan masih di daerah Seoul. Bu Dewi dan tim lebih memilih berbelanja, aku menitipkan beberapa uang untuk dibelikan oleh-oleh kepada salah staff Bu Dewi. Orang itu setuju namun aku harus memberikan upah, bagiku itu tidak masalah.

Aku memutuskan pergi ke Taman Hangang menggunakan taksi. Catatan dari Rida aku berikan sehingga supir langsung tahu tempat yang aku maksud. Kalau Hana membaca suratku kemungkinan dia akan kesini. Aku sengaja percaya diri agar tidak terbawa suasana, tapi jika dipikirkan rasanya tidak akan mungkin dia kesini. Mana mungkin seorang idol mau menemui fansnya secara personal, seperti mengharapkan matahari menjadi dingin. Pahit-pahitnya aku akan menghabiskan malam ini di sini, menikmati udara malam, angin sepoi-sepoi, dan juga lampu-lampu neon yang menyala indah.

Sekarang baru pukul delapan, masih ada sisa empat jam lagi sebelum tengah malam. Aku menyender saja di besi-besi sambil melihat sungai yang berdansa meliuk-liukan alirannya. Membuka ponsel juga tidak ada artinya, karena aku hanya mengandalkan wifi. Semakin malam udara semakin dingin, nafasku saja berasap. Sudah pukul sebelas lewat lima puluh, rasanya memang tidak mungkin. Aku tersenyum saja, lagipula permintaanku ini sangat-sangat berlebihan. Apalagi aku hanya fans biasa tidak masuk fanbase official.

“Ga apa-apa yang penting udah ketemu langsung tadi, hadiah juga udah dikasih,” aku menyemangati diri sendiri. Lampu-lampu taman ini seakan-akan menertawakanku, aku sih tak acuh. Isi surat itu tentang kekagumanku atas dirinya, dan di akhir aku berharap bisa bertemu dengannya sekali lagi karena ini satu-satunya kesempatan aku datang ke Korea.

Aku pulang dengan tangan hampa, permintaanku terlalu berlebihan memang. Rida juga sudah mengingatkan bahwa isi suratku sangat beresiko. Bu Dewi ternyata sudah menungguku di lobi, aku dimarahi habis-habisan karena terlalu asik sehingga lupa waktu. Padahal waktu bebas hanya sampai pukul sepuluh karena kami akan pergi ke Indonesia saat waktu subuh. Sesampainya di kamar hotel banyak pesan masuk dari Reza.

“Fad!!!!!!…eluh bener-bener sahabar terbaik gw!!!!” banyak mengirimkan emot sedih lalu mengirimkan gambar hasil screenshot, aku lihat ternyata itu foto dari ignya Karis. Captionnya sudah bahasa Indonesia, pasti Rida sudah menterjemahkannya.

“Terima kasih tuk boneka jerapahnya, lucu sekali lho…bisa bilang I LOVE YOU..LOVE…LOVE” kira-kira seperti itu pesannya. Banyak sekali dia mengirimkan pesan, lalu ada satu screenshot lagi dari Hana. Dia sedang memegang bobblehead the flash, lagi-lagi captionnya sudah diterjemahkan.

“Senang sekali melihat flash menggoyang-goyangkan kepalanya,” lalu aku melihat dia membahas tentang surat yang aku berikan dengan caption lanjutan, “Kita pasti akan bertemu lagi…di waktu yang akan datang Dearest lebih banyak mengadakan acara dengan Fans! Fighting!”

Perasaanku sangat senang, setidaknya hadiahku dan suratku ditanggapi oleh seseorang yang aku kagumi. Akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang, semoga kejadian tadi tidak masuk kedalam mimpiku. Pesan-pesan dari Reza hanya aku baca saja, sudah lewat tengah malam di sini. Sudah banyak kejadian yang aku hadapi hari ini. Saat ingin terlelap ponselku bergetar, ada pesan dari Amanda.

“Pokoknya kalau kamu udah nyampe sini harus ajak aku ke tempat eksrim waktu itu…titik!”

Aku tersenyum lebar lalu menyetel lagu Dearest yang berjudul “Everyday” untuk menemani tidurku.


cerbung.net

Hana

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Fadli adalah seorang mahasiswa biasa yang hidupnya sangat normal. suatu hari temannya Reza memperlihatkan sesuatu hal yang baru baginya yaitu Girlband Kpop dan dari situlah awal masalah di mulai.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset