Hana episode 6b

Chapter 6b

Daripada semakin terbawa perasaan aku melihat forum personal Hana, belum ada postingan terbaru. Aku lalu mencoba mengunjungi forum member lainnya, yaitu Alice. Jujur saja aku sempat goyah saat Alice tampil solo, suaranya begitu lembut. Dia ini member yang paling kalem, walaupun di acara bincang-bincang dia tetap anggun.

“Nama asli Park Jie Yeon…20 tahun…hobi membaca buku dan menonton drama,” aku membaca profilnya lagi.

Satu persatu halamannya aku buka, semakin lama aku semakin suka dengan sosok Alice ini. Begitu kalem, anggun, dan memiliki suara yang bagus pantas saja dia di plot sebagai main singer di grup mereka. Begitu dalam aku memandangi sampai terbayang bagaimana rasanya jika memiliki wanita seperti Alice ini.

“Jangan…jangan…Hana udah cukup,” aku menggerutu dalam hati.

Di pagi buta aku terbangun, entah bermimpi apa aku tidak mengingatnya. Badanku seperti kejang, membuatku kaget lalu terbangun begitu saja. Aku melihat ponsel masih berada dalam forum, sepertinya aku ketiduran. Aku melanjutkan tidur lagi sampai subuh dibangunkan ortu. Biasanya saat berangkat kuliah aku tidak pernah mendengarkan lagu diperjalanan. Tapi entah mengapa pagi ini aku ingin sekali mendengarkan lagu.

Sudah pasti lagu-lagu dalam mini album Dearest menjadi pilihan pagi ini, aku setel dan mulai menjalankan motor untuk pergi ke kampus. Aku mengendarai seperti biasa, namun bayang-bayang Hana selalu muncul dihadapanku. Saat lampu merah terbayang aku dan Hana sedang jalan-jalan di taman hiburan. Kami berdua berpegangan tangan dan bercanda ria. Bayangan itu kabur ketika seseorang dibelakangku membunyikan klakson padahal saat aku lihat lampu baru saja hijau.

Saat berada dikampuspun masih sama, ketika dosen menerangkan pikiranku kemana-kemana. Lagi-lagi berdelusi, tapi kali ini aku dan Hana menonton film bioskop setelah makan-makan. Aku bahkan sampai tersenyum-senyum sendiri, aku baru tahu saat mengobrol dengan Reza setelah mata kuliah awal. Berada ditempat biasanya, pinggir parkiran aku dan Reza menunggu jam berikutnya.

“Fad, lu tadi senyum-senyum aja kenapa?”

“Ah masa sih? perasaan gw fokus deh…”

“Pala luh! Gw kan disebelah eluh keliatan banget lah, oh gw tau nih pasti eluh lagi berdelusi sama Hana kan?”

Hebat dia bisa menebak tanpa aku beritahu, “Ah eluh juga suka berdelusi sama Karis kan? Malahan eluh suka mesum, dipanggil bobo lah, pengen dipijit lah…”

“Hahaha….,” dia tertawa puas.

Gara-gara kebiasaan ini aku menjadi suka melamun, bahkan untuk fokus saja sangat sulit dilakukan. Entah itu lagi diperjalanan pulang dan pergi, menunggu jam kuliah berikutnya, dan saat di kelas. Ibuku saja sampai bertanya begini “Fadli, kenapa suka senyum-senyum sendiri? Lagi deket lagi yah sama Amanda?” ya memang Amanda ini sudah lumayan dekat dengan Ibuku dan saat kami putus Ibuku merasa kehilangan. Tapi bukan itu alasan utama aku sering senyum-senyum sendiri tetapi karena aku selalu terbayang wajah Hana dan bagaimana tingkah lakunya yang selalu berhasil membuatku tersenyum.

Aku pun teringat saat pertama mengetahui Dearest, aku pernah bilang tidak ingin menjadi fans fanatik seperti Reza. Tapi kalau sudah begini sepertinya aku sudah menjadi fans fanatik. Ingin membuktikannya, aku mengetik di chrome “Ciri-ciri fans fanatik kpop” dalam detik muncul banyak web. Lagi-lagi aku membuka paling atas.

Dengan seksama aku membaca intro dalam web ini, semakin menurun sudah terlihat bahasan utamanya.

“Ciri-cirinya adalah, selalu mendengarkan lagu mereka diberbagai kesempatan, playlist lagu hanya lagu grup kpop kesukaan…,” satu sudah benar, aku melanjutkan membaca. “selalu update lagu, musik, acara variety show dan juga aktif diberbagai forum grup kpop,” benar lagi, dan satu lagi. “baik fans cewek maupun cowok suka berdelusi dengan member yang menjadi biasnya. Kebanyakan berdelusi berpacaran dengan member bias,” aku terhenti membaca, dari ketiga ciri-ciri itu semuanya ada pada diriku.

Aku mematikan lagu Dearest yang sedang aku putar, headset aku lepas. Aku terbaring di atas kasur, memikirkan kata-kata barusan.

“Padahal dulu udah niat ga akan jadi fanatik eh taunya termasuk fans fanatik,” aku berbicara dalam hati. “apa memang harus seperti ini?…”

Aku terbangun dari kasur lalu melanjutkan membacanya lagi, dan di akhir penulis artikel itu menuliskan pesan yang membuatku berpikir ulang dengan kegiatan ‘idol’ ini.

“Menjadi fans adalah hal yang lumrah, namanya manusia pasti memiliki sosok idola yang disukai. Tetapi apakah harus berlebihan? Coba dipikirkan lagi. Kalau kalian hanya ngefans dengan lagunya dan menyukai attitude mereka itu hal yang wajar. Setiap waktu memperhatikan mereka, gundah mereka tidak bersosialisasi di medsos, cemas tidak comeback, melamun dan berdelusi apakah itu hal yang wajar? Bagaimana dengan orang tua, sahabat, orang terkasih, apakah mereka harus dilupakan? Bagaimana dengan diri anda sendiri, anda tentu mempunyai mimpi yang harus diwujudkan bukan? Jadilah fans yang elegan yang dapat membuat diri anda lebih bersemangat dan antusias dalam mewujudkan impian anda!

Aku memikirkan hal ini sepanjang malam, nyatanya memang aku sudah bertindak di luar batas. Lalu aku menyetel lagu instrumen smooth jazz dan berharap esok akan lebih baik.


cerbung.net

Hana

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Fadli adalah seorang mahasiswa biasa yang hidupnya sangat normal. suatu hari temannya Reza memperlihatkan sesuatu hal yang baru baginya yaitu Girlband Kpop dan dari situlah awal masalah di mulai.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset