Hana episode 7

Chapter 7

Akupun bertekad mengurangi rasa fanatik yang sudah terlanjut dalam diriku ini, salah satu langkah yang aku lakukan adalah dengan mengurangi intensitas menonton Dearest. Jadi aku hanya menonton dan melihat mereka saat weekend saja. Awalnya sangat sulit, karena memang sudah menjadi kebiasaan kalau setiap malam aku memperhatikan mereka.

Belum lagi pertemanan aku dengan Reza yang obrolan kami tidak jauh-jauh membicarakan tentang Dearest. Reza sendiri belum menaruh curiga kalau aku sudah mulai mengurangi Dearest. Hingga suatu ketika dia menilai aku berbeda.

“Fad, eluh lagi galau?”

“Galau kenapa? Ah ga ada hal yang musti gw galauin…”

“Kok belakangan ini tiap gw bicarain Dearest ekspresi eluh langsung berubah, kaya yang udah ga tertarik lagi. Kenapa? Lu udah ga suka?”
Aku terdiam sebentar, mencoba meramu kata. Aku sebenarnya tidak enak kepada Reza kalau harus berhenti di tengah jalan begini. “Engga Za, ya cuman…gw rasa gw udah terlalu fanatik deh ngefans mereka.”

Reza malah menertawakan aku, “Ya ilah Fad, woles aja kali. Emangnya sejauh mana eluh fanatiknya? Delusi? Gw juga cuman buat hiburan aja delusi begitu…udahlah ga usah di bawa pusing hal beginian mah enjoy aja.”

Mungkin mudah tuk mengatakannya, padahal untuk melakukannnya jauh lebih sulit. Reza berkata begitu karena dia sudah terbiasa dengan hal begini sedangkan aku baru saja mengikutinya.

“Gw ga bisa kaya begini terus, kalau hari biasa jangan ngomongin mereka ya Za,” melihat aku berbicara dengan gaya serius Reza mengerti dan setuju untuk mengobrol tentang mereka hanya saat weekend.

Malam hari merupakan waktu yang sangat berat yang harus aku jalani. Jika biasa setiap malam aku selalu nonkrong di forum atau mengulang-ngulang video mereka tapi saat ini aku hanya bisa diam. Kembali mendengarkan musik-musik intrumental. Jari ini begitu gatal ingin merusuh di forum global. Aku seperti Naruto yang harus menyegel kyubi dalam dirinya.

Reza ini teman yang pengertian, saat di kampus dia sama sekali tidak menyinggung apapun tentang Dearest. Obrolan kami sekarang lebih tentang perkuliahan. Obrolan seperti ini memang terasa membosankan, jujur aku rindu saat obrolan kami begitu menyenangkan hanya gara-gara Dearest. Namun kalau aku terus begini, maka akan tidak akan maju. Begitu kata pikiran egoisku.

Saat weekend tiba dia terus menyerbuku dengan berbagai obrolan Dearest. Entah waktu mereka comeback, atau ada acara apa kedepannya. Balasanku terasa datar walaupun di dalam chat aku begitu antusias. Mengecek forum global saja aku sudah tidak ada tenaga untuk melakukannya. Aku hanya melihat sesekali koleksi foto Hana yang masih tersimpan dalam ponselku. Aku seperti orang kebingungan. Menghindar namun merindu, menjauh namun masih suka.

Siang hari di kampus, tempat biasa kami mengobrol. Angin siang ini begitu lembut, mereka menyapa dengan hangat. Kami berdua hanya duduk-duduk sambil diam, seperti layaknya orang baru kenal.

“Fad, lu asli mau pensiun dini aja?”

“Hm..gimana yah Za, gw tuh kalau dibilang sih masih suka cuman gw rasa udah terlalu berlebihan aja.”

“Berlebihan gimana sih? asli gw masih bingung, ya kalau itu mau luh sih gapapa. Gw juga bisa ngewota sendirian.”

“Tiap malem gw pantengin forum, ga mau ketinggalan berita terbarunya sambil dengerin lagu mereka. Belum lagi sebelum tidur suka delusi sama Hana, gw liat di web itu udah perilaku fanatik Za.”

Angin semakin kencang, meniupkan suaranya menangkan hati yang gundah.

“Eluh suka sama Dearest karena karyanya apa karena Hana? Gw sih suka karyanya, soal Karis wajar ada member favorit tapi gw suka keseluruhan. Gw masih nonton walaupun cuman Miyu, Rayeon aja yang tampil jadi bintang tamu. Waktu Jyuri di RM juga gw tonton. Mungkin eluh terlalu baper aja gara-gara Hana ngingetin eluh sama Amanda. Btw, kemarin Amanda ngontak gw di Line. Katanya kalau ada waktu sih pengen ngobrol sama eluh.”

“Amanda? Dia ngomongin apa sama eluh Za?”

“Males gw, tar aja yah weekend ngomonginnya.”

“Kampret!”

Reza mulai bangun dari tempat duduknya, karena ada kelas sehingga dia pergi duluan. Sebelum pergi dia berpesan.

“Gini aja Fad, ikuti kata hati eluh. Kalau masih suka sama mereka yowis, tapi kalau emang eluh mau udahan ya udah. Lagian ngidol gini bukan sesuatu yang harus diikuti pake perasaan. Di mana-mana kalau pake perasaan ujung-ujungnya bisa nyakitin. Ok gw cabut duluan ye.”

Aku masih terduduk, sekarang sendiri. Temanku angin sudah tidak ada, mereka lelah setelah meniupkan apa yang mereka punya. Walaupun Reza sudah berbicara begitu aku masih bingung, tak tahu harus berbuat apa.


cerbung.net

Hana

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Fadli adalah seorang mahasiswa biasa yang hidupnya sangat normal. suatu hari temannya Reza memperlihatkan sesuatu hal yang baru baginya yaitu Girlband Kpop dan dari situlah awal masalah di mulai.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset