Hana episode 7b

Chapter 7b

Lalu aku putuskan untuk menjalani hidupku seperti biasa, layaknya mahasiswa biasa yang mempunyai mimpi besar. Aku berusaha menahannya sekuat mungkin, tetapi karena semua filenya masih ada di laptop kadang aku masih goyah dengan mengintip video mereka sedikit. Akhirnya dengan tekad yang kuat aku hapus semua yang berbau Dearest yang ada di laptop termasuk yang ada di ponsel. Jika aku membutuhkannya lagi maka Reza merupakan solusinya.

Sudah hampir dua minggu aku berhasil menahan semua godaan, walaupun sebenernya ada hal yang mengganjal perasaanku. Siang ini aku teringat waktu itu Reza membicarakan sesuatu tentang Amanda. Karena kuliah libur aku menanyakannya lewat line.

“Za, waktu itu Amanda ngomongin gw yah ke eluh, ada apa sih?”

Dia sangat cepat membalas, “Oh…weekend aja ya Fad..hihihi.”

“Eh serius gw…, ada apa sih?”

“Hahah..selo bro. Dia baru putus, ya yang namanya cewek baru putus butuh teman curhat gitu.”

Ternyata Amanda baru saja putus dengan pacarnya dan memintaku sebagai teman curhat. Agak aneh jika meminta seseorang yang berlaku jahat sebelumnya sebagai teman curhat. Padahal Amanda ini orang yang supel dan banyak memiliki teman. Karena aku lelaki yang berhati baik maka aku menghubungi Amanda duluan, seperti biasa basa-basi lalu kami berdua sepakat bertemu di luar agar lebih santai.

Kami berdua di salah satu caffe dengan menu utama es krim. Aku tidak menjemputnya jadi kami datang sendiri-sendiri. Setelah 15 menit menunggu Amanda datang, pakaiannya sangat casual berbeda jika ke kampus. Aku memesankan es krim kesukannya, setelah pesanan kami datang Amanda mulai bercerita.

Rasanya seperti balik ke jaman dahulu, di jaman saat kami masih bersama. Dia tidak langsung membicarakan masalahnya, obrolan ringan seperti bertanya kabar, kesibukan, hal lainnya yang menjadi pembuka obrolannya. Baru setelah suasana semakin rileks dia mulai menceritakan semuanya. Aku tidak berkomentar sebelum dia selesai bercerita. Tapi aku merasakan hal yang aneh, lama kelamaan pikiranku semakin menjauh.

Aku teringat akan sesosok lain, sosok yang selalu aku perhatikan dalam selama ini.

“Fadli, kenapa? Cerita aku ngebosenin yah sampe kamu ngelamun begitu…” dengan suara lembutnya.

“Oh engga kok engga, lanjut aja…,” suasana sempat canggung tapi dia melanjutkan ceritanya.

Entah mengapa semakin lama memandangi Amanda bercerita maka sosok Hana lah yang semakin jelas berada didepanku. Padahal aku sudah sekuat tenaga melupakannya, tetapi ternyata perasaanku tidak bisa dibohongi. Aku masih suka Hana beserta grupnya. Apalagi wajah mereka berdua mirip menurut pandanganku. Jantungku berdegup kencang gara-gara membayangkan Hana.

“Ih…Fadli, ngeliatinnya jangan kaya begitu dong…”

Tanpa tersadar aku senyum-senyum di depan Amanda, “Engga, aku jadi keinget aja udah lama kita ga ngobrol santai kaya begini,” aku sengaja mengatakan ini. Tidak mungkin jika aku bilang Amanda mengingatkanku dengan Hana. Bisa-bisa dia malah melempar gelas kaca berisi es krim kekepalaku.

Aku berperan sebagai teman Amanda di sini, seorang teman yang dapat menjadi batu sandaran untuk melepaskan kegundahan hatinya. aku juga tidak menyinggung persoalan kami dahulu, ingin aku mengucapkan maaf namun waktunya kali ini tidak tepat. Setelah selesai aku mengantarkannya pulang, suasana nostalgia semakin terasa.

Sampai dirumahku sendiri aku langsung bergegas masuk kamar kemudian menyalakan laptop. Aku langsung menyetel lagu Dearest. Rasanya sangat berbeda, seperti seseorang yang baru melepas rindu. Kali ini aku akan mengikuti perkataan dari Reza yaitu ‘menyukai karyanya’ saja dan aku menyimpan foto Hana lagi untuk penyemangat diri. Aku belum memberitahu Reza bahwa aku mengikuti Dearest lagi, karena aku malu dengan sikapku yang membodohi perasaan sendiri.

Hari terakhir kuliah sebelum uas dimulai. Tumben sekali cuaca di kampus sangat panas, entah efek pemanasan global atau bagaimana aku tidak mengerti. Aku juga sudah menceritakan kepada Reza bahwa aku dengan Amanda sudah bertemu. Hubungan kami semenjak saat itu semakin membaik, aku juga sudah meminta maaf sama Amanda. Dia bilang yang lalu sudahlah berlalu dan itu membuat hatiku tenang.
Kami berdua berjalan menuju mini market yang tepat berada diseberang kampus kami, untuk membeli minuman.

“Fad, lu asli udah pensi?”

“Hmm..ya gw harus,” aku masih berpura-pura didepannya.

“Oh gitu, padahal dalam waktu deket ini mereka mau comeback lho.”

“Oh…,” jawabku singkat. Aku akan memberitahunya jika waktu comeback Dearest semakin dekat untuk memberikan efek kejut kepada Reza. Dia tahunya aku sudah pensiun dari kegiatan ngidol ini.


cerbung.net

Hana

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Fadli adalah seorang mahasiswa biasa yang hidupnya sangat normal. suatu hari temannya Reza memperlihatkan sesuatu hal yang baru baginya yaitu Girlband Kpop dan dari situlah awal masalah di mulai.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset