Hana episode 7c

Chapter 7c

Kami sudah berada di depan pintu masuk mini market, ada sebuah poster besar berisi iklan minuman terpasang di sana.

“Menangkan liburan ke Jepang dan Korea tanpa di undi,” aku membaca poster itu. “bisaan yah orang marketing narik konsumen,” kataku.

“Widih mayan nih, ada dibalik tutup botol. Apa sih minumannya,” Reza melihat poster dengan seksama. “oh…teh ochazama, beli ini ah Fad. Lumayan jalan-jalan ke Korea nih.”

“Kemakan iklan luh, lagian satu banding berapa ini.”

“Siapa tau rezeki bro.”

Aku dan Reza memasuki mini market, dia langsung menuju rak minuman dingin. Mencari letak ochazama, dia kegirangan setelah mendapatkannya. Aku pun menuju rak minuman dingin, tidak ada yang menarik perhatianku. Aku juga mengambil ochazama tapi dengan rasa yang berbeda. Kami keluar mini market dan langsung membuka tutup botol.

“Coba lagi masih banyak kesempatan,” melihat tutup botolnya. “ah asem, lu gimana Fad?”

Aku bergeming tidak percaya, saat melihat tulisan yang terpampang dibalik tutup botolku. “Selamat..,” Reza mengambil tutup botolku.
“Selamat Anda menang hadiah utama! Gila Fad!”

Aku tidak tahu harus berbuat apa, Reza menemaniku masuk lagi kedalam. Dalam waktu singkat mini market menjadi gaduh, kasir-kasir mini market memberikan aku selamat. Kasir menyarankan agar aku menelepon call center yang nomornya ada di poster. Aku meneleponnya, cs menyuruhku untuk memotret tutup botol beserta struk pembelian dan mengirimkannya lewat email. Karena banyak sekali orang-orang yang mengaku menang.

Balasannya belum juga datang, aku dan Reza kembali ke kampus untuk melanjutkan mata kuliah yang masih tersisa. Saat berada di kelas aku mendapatkan balasan emailnya, dan tim dari teh ochazama ternyata langsung datang. Mereka menunggu di mini market tempat aku membeli ochazama. Aku izin keluar kelas terlebih dahulu, Reza mengikuti dari belakang. Kami berjalan lagi menuju mini market, di sana sudah banyak orang termasuk beberapa kamera. Kami berjalan pelan sambil mendekati.

“Diantara kalian berdua siapa yang dapatkan hadiah utama?” seorang pria dewasa dengan tampilan eksentrik bertanya.

“Saya Pak,” jawabku.

“Oh kamu, coba saya boleh liat tutup botolnya sama struknya?”

Aku memberikan keduanya, orang itu memeriksanya lalu memberikan ke tim yang berada disampingnya.

“Ok, kamu sah yah sebagai pemenang, selamat!” dia menjabat tanganku. “sekarang kita mulai filmnya yah. Nanti sama tim saya dikasih tahu reka adegannya, ini untuk pembuatan iklan. Temen kamu juga kalau mau bisa kita masukan.”

Aku dan Reza lalu diberitahu, harus berkata apa dan melakukan apa. Karena ini iklan jadi mereka membuat semenarik mungkin dengan tidak mengesampingkan bahwa aku berhasil mendapatkannya dengan cara yang benar. Bukan skrip dari teh ochazama untuk menarik konsumen lebih. Pembuatan iklannya berlangsung cepat, pria dewasa itu ternyata brand ambassador teh ochazama. Setelah selesai kami diberitahu bahwa iklannya akan tayang secepatnya, lalu aku diminta untuk datang ke kantor utama teh ochazama untuk informasi detil lanjutan.

Keesokkan harinya aku datang ke kantor teh ochazama, di sana aku dipertemukan dengan penanggung jawab promo ini Ibu Dewi.

“Selamat yah mas…?”

“Fadli Bu,” aku menjawabnya.

“Selamat mas Fadli, saya akan menjelaskan terlebih dahulu detilnya lalu berlanjut tentang apa saja dan persyaratan yang harus dipenuhi.”

Bu Dewi menjelaskan lebih dari 30 menit. Tentang promo ini yang hanya berlaku 3 bulan, persyaratan seperti hal-hal administrasi dan dokumen seperti paspor, visa dan yang lainnya. Jadi semua pemenang akan diberangkatkan setelah masa promo berakhir, semua biaya pesawat, serta akomodasi di tanggung pihak teh ochazama. Di saat akhir aku menandatangani surat perjanjian yang isinya aku setuju dengan semua syarat yang diberikan.

Masa uas datang, dalam dua minggu aku harus berkutat dengan soal-soal. Aku tidak pernah belajar serius ketika uas, hanya membaca-baca catatan yang ada di dalam binder. Hari pertama uas dilakukan di gedung serba guna. Kami semua seperti orang-orang yang mengikuti tes cpns. Tepat jam 12 siang ujian berakhir, tempat andalan kami masih kosong. Kami duduk-duduk di sana mengistirahatkan pikiran.

“Fad, jadi gimana kelanjutannya? Eluh ke Jepang apa Korea?”

“Oh soal itu, ditutup botol gw ada angka dua di bawah tulisan selamat. Artinya gw ke Korea.”

“Widih! Mantap bro…eh masa promo tiga bulan kan,” dia menghitung dengan jarinya. “uas akhir mei beres, trus libur semester 3 bulan…promo baru di awal mei…bisa luh Fad.”

“Bisa paan?” aku bertanya keheranan.

“Iya Dearest kan cbnya di bulan September, biasa mereka di minggu kedua sih…oh iya eluh kan udah pensi ya, lupa gw…”

Mimik mukanya langsung menciut, seakan-akan kecewa walaupun aku pergi ke Korea.

“Oh iya?! Mantep nih kalau bisa ke acara mereka, biasanya suka ngadain fan meeting sama fan signing kan kalau lagi masa promo comeback?”

Reza menatapku dengan heran, tidak percaya dengan yang aku katakan. “Eluh bukannya…,”

“Engga, kemaren-kemaren gw lagi galau aja. Ga mungkin gw ninggalin Hana sama Dearest pas lagi sayang-sayangnya.”

Muka Reza kembali berseri, dia sekarang tahu kalau aku sudah kembali menyukai Dearest.


cerbung.net

Hana

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Fadli adalah seorang mahasiswa biasa yang hidupnya sangat normal. suatu hari temannya Reza memperlihatkan sesuatu hal yang baru baginya yaitu Girlband Kpop dan dari situlah awal masalah di mulai.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset