Hana episode 8

Chapter 8

Sekarang pembicaraan kami tidak jauh-jauh dari Dearest lagi, aku juga sudah bisa mengimbangi sehingga tidak terlalu ke cap fanatik. Tidak terasa waktu begitu cepat sehingga uas sudah berakhir. Untuk masalah nilai aku serahkan semuanya kepada dosen, aku tidak terlalu berharap mendapatkan nilai A, dapat B saja aku sudah bersyukur. Masa libur lumayan lama, aku banyak habiskan di rumah.

Pagi ini aku mendapatkan sms dari Bu Dewi, beliau memberitahu bahwa iklan teh ochazama yang baru akan ditayangkan malam ini di salah satu televisi swasta. Malam ini aku mengumpulkan semua anggota keluarga untuk menontonnya, mereka sudah tahu kalau aku memenangkan hadiah ini. Aku beritahu saat sampai ke rumah di hari yang sama aku mendapatkan hadiah.

Iklannya sendiri kurang lebih dua menit, menayangkan seluruh pemenang promo teh ochazama. Total ada empat orang yang memenangkan hadiah pertama, dibagi masing-masing ke Jepang dan Korea. Beruntung sekali yang menang ke Jepang karena mereka sepasang sedangkan aku bersama seorang lelaki. Ponselku berbunyi setelah iklan beres, ada dua pesan yaitu dari Reza dan Amanda. Aku membukanya satu-satu, yang aku heran Amanda memberikan komentar terhadap iklan barusan padahal aku tidak memberitahunya karena malu. Pasti ini ulah Reza yang memberitahunya.

Menunggu merupakan hal yang sangat membosankan, sudah sebulan uas berakhir dan masa promo teh ochazama juga tinggal menyisakan satu bulan lagi tetapi semua pemenang utama sudah didapatkan. Aku banyak menghabiskan waktu bermain kerumahnya Reza dan sesekali mengajak Amanda nonton. Siang ini Reza meneleponku, aku disuruh main kerumahnya ada hal yang ingin dibicarakan.

Reza ini orang berada hanya saja dia memilih ngekos agar merasakan hidup mandiri. Orang tuanya juga sangat ramah, dia memiliki satu adik perempuan yang masih duduk dibangku smp. Aku masuk kekamarnya, orangtuanya menyuguhkan minuman sirup dan cemilan. Kamarnya Reza sungguh rapih, mungkin Ibunya yang membereskannya.

“Fad, lu udah tau belum beritanya nih?”

Aku memakan biskuit, “Hah? Beriwta appa?” sulit berbicara jika mulut penuh dengan biskuit.

“Habisin dululah biskuitnya,” dia melanjutkan. “lah katanya eluh udah ngikutin mereka lagi. Ah payah nih!…jadi mereka cb di awal september, tanggal 4 gitu. Eluh berangkatnya Agustus apa September sih?”

Aku menelan biskuitnya, mulutku sekaranga lega. “Waktu sama Bu Dewi diwawancara kemungkinan September sih berangkatnya, cuman ga tau di minggu keberapa. Tempat destinasinya aja belum dikasih tau, mau efek kejut kata Bu Dewi.”

Obrolan berlanjut, lebih ke ngalor ngidul saja tidak ada obrolan serius. Sesekali dia menanyakan hubunganku dengan Amanda, aku menjawab hubungan kami semakin baik. Selanjutkan waktu kami habiskan bermain PS, berbeda dengan anak lain yang suka game pes dia lebih suka game fighting seperti mortal kombat dan king of fighters. Di sela-sela permainan Reza menekan tombol start dan game terhenti.

“Lho kenapa Za? Kok di pause?”

“Tiba-tiba gw kepikiran sesuatu, yah ini mah sebenernya kalau eluh bisa mampir ke acara fan signing mereka sih,” membicarakannya saja sudah gugup entah apa maksud perkataan Reza ini.

“Ngomong apa sih eluh Za, ayo donk dilanjut lagi ini gw mau fatality pake Scorpion nih!”

“Maksud gw eluh harus belajar bahasa Korea Fad, biar nanti gampang kalau ngobrol sama mereka.”

“Gw juga sih pengen yah ketemu, apalagi pas banget momennya. Tapi mana mungkin gw bisa ke acara mereka, orang pasti ke destinasi wisata. Terus gw ga bisa bebas keluyuranlah.”

Reza terbangun dari tempat duduknya, dia mengambil ponsel dan melihat layar ponsel dengan serius. Aku tidak tahu apa yang direncakan Reza tapi aku menekan tombol start di stik Reza dan permainan kembali dilanjutkan. Tidak perduli dengan yang aku lakukan dia semakin fokus dengan ponselnya. Tiba-tiba dia berteriak “Yes!” dan aku jujur kaget mendengarnya.

“Woy, bikin kaget aja luh. Knapa sih teriak-teriak?”

“Sabtu ikut gw Fad, eluh ga ada jadwalkan sama Amanda? Kita ke gathering Dearset Indo, nanti gw kenalin sama salah satu adminnya. Dia suka terjemahin ke bahasa Indonesia kalau member sama admin Dearest update medsos. Tenang tadi dia udah setuju kok.”

“Sabtu? Engga ada sih..lho, setuju paan Za?”

“Setuju buat ngajarin eluh bahasa Korea,” Reza juga ikut bergabung dalam Dearest Indonesia, mereka menyebut diri mereka DearestIND. Kalau aku sih lebih suka solo player ketimbang harus ikut ke dalam fanbase. Entah apa yang ada dibenak Reza sampai dia harus berbuat sejauh ini, tapi aku sangat menghargai usahanya karena dia teman baikku.


cerbung.net

Hana

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Fadli adalah seorang mahasiswa biasa yang hidupnya sangat normal. suatu hari temannya Reza memperlihatkan sesuatu hal yang baru baginya yaitu Girlband Kpop dan dari situlah awal masalah di mulai.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset