Jellybeans episode 9

Part IX Reo’s eyes : Tactics

“Oke, sekarang begini strateginya : elu pegang killer , dan Gw sama Dodi pegang supporter , sisanya ambil balancer, nuke hero. Ngerti?” William sebagai istilahnya pemimpin di tim kami memberi pengarahan sebelum tim kami tanding hari ini.

Kita menunjuk William sebagai leader karena William punya banyak pengalaman dalam bermain game yang kita pertandingkan hari ini, Dot-A.

Saat ini kami sedang mempersiapkan pertandingan tournament Dot-A yang melibatkan seluruh gamers Dot-A diseluruh indonesia. Tournament yang bernama WCG atau kepanjangan dari World Cyber Game yang di adakan di salah satu mall besar di Jakarta, Mall Taman Anggrek. Mengapa World?

Karena pertandingan ini berskala internasional, yang mana pemenang dari kompetisi ini akan dikirim ke singapura sebagai perwakilan dari Indonesia untuk diadu oleh tim-tim di seluruh Dunia yang terlibat.

“Gw ambil killer? Nda salah? Duh jangan gw deh!” pintaku memohon pada William yang kekeuh menginginan aku memegang killer dalam pertandingan pertama kami di babak penyisihan ini.

“Aduh Yo! Emangnya lu mau pegang apa? Lu jelas-jelas gak bisa megang support hero. Dan elu gak mungkin pegang posisi balancer atau disturber. Amat sangat disayangkan kemampuan lu. Percaya sama gw, lu bagus kok pegang bagian itu” William terlihat mulai kesal padaku, terlihat dari kerutan di dahinya dan matanya yg agak sedikit melotot.

“Udah lah. Lu ikutin William aja, biar gak ribet” Dodi pun ikutan merasa terganggu.

Well, mungkin sebagian dari kamu belum mengenal apa itu Dot-A. Kalau sekedar dengar nama Dot-A, aku yakin kalian semua sering dengar nama game berbasis online yang terkenal di kalangan gamers itu. Dot-A ialah game perang 5 versus 5. Biasanya tiap pemain game ini sudah mempunyai tim masing-masing.

Begitu pula denganku. Adapula beberapa pemain yang hanya iseng-iseng bermain game ini tanpa harus membentuk tim. Dulunya aku begitu, tapi setelah dipikir-pikir, gak ada salahnya sedikit komersil dengan membentuk tim dan mengikuti berbagai turnamen untu meraih thropy dan uang tunai. William, Dodi, Anggi, Raynold dan tentunya aku, Reo, itulah tim game Dot-A ku.

Karena game ini melibatkan cukup banyak pemain, maka ada peran-peran tertentu dalam permainan game ini. Yah seperti permainan sepak bola gitu deh,. Kita bisa nemuin yang namanya Striker, Back, Keeper dan apalah itu (aku gak banyak tau tentang sepak bola. Sungguh!!).

Sedangkan di Dot-A, kalian akan mengenal yang namanya Supporter, Balancer/Disturber dan Killer. Posisi terakhir itulah yang harus aku mainkan di pertandingan pertama hari ini, Killer. Posisi yang paling menentukan menang atau kalahnya tim di Dot-A. Aku harus banyak membunuh lawan agar tim-ku bisa menang dan menghancurkan benteng pertahanan lawan.

Jika aku sukses, maka tim-ku bakalan sukses, begitu pula sebaliknya. Makanya aku gak mau banget kebagian jatah untuk peran itu. Ngerti kan sekarang kenapa aku bersikeras menolak perintah William??

“Tapi kan tanggung jawabnya gede banget Dod! Kenapa nda Anggi atau Raynold aja sih?”

“Gw sama William udah pasti balancer. Kita kan main tim. Lu harus terima dong keputusan anggota yang lain. Lagipula kita percaya kok sama lu.” Anggi pun ikut buka suara.

“Santai aja laah..” Raynold menimpali.

Dan akhirnya aku pun menerima apa yang emang harus aku terima. Lagipula toh pertandingan berlangsung sebentar lagi. No Offence No Choice. Lagipula kita kan satu tim. Kalaupun nantinya terjadi kesalahan pada permainanku, teman-teman se-tim-ku pasti akan memakluminya. Aku harap begitu.

Pertandingan segera dimulai. Kami menduduki posisi masing-masing, yaitu duduk berderet di kursi yang sudah disiapkan dengan seperangkat komputer di depan hadapanku.

Pertandingan pun dimulai. Tim kami terlihat unggul dari tim lawan. Tanpa memakan waktu banyak, kamipun menang.

Pertandingan pertama dapat kita lewati dengan mudah. Masih harus melewati 5 pertandingan lagi untuk sampai di babak semi final.

Ya, target tim-ku tahun ini ialah masuk ke semi final. Tahun ini ialah tahun pertama tim kami mengikuti ajang ini, dan kami nggak muluk-muluk berharap jadi juara di kompetisi berskala besar ini. Cukup dengan masuk semi final saja sudah membuat aku dan teman-teman ku ini tersenyum lebar..

Pertandingan kedua kami diadakan hari ini. Dua jam lagi waktu yang harus kami tunggu. Aku dan teman-temanku pun menghabiskan waktu di foodcourt, sambil mengisi perut kami di jam makan siang ini.

“Bener kan dugaan gw. Reo keren banget pegang killer tadi!” sambil menepuk-nepuk pundakku pelan William sumringah.

“Gw akuin tadi itu permainan lu bagus banget Yo! Meskipun gw baru di tim ini, tapi gw udah ngerasa cocok banget maen sama kalian..” Reynold yang memang pemain baru di tim ini pun angkat bicara.

Reynold menggantikan posisi Rengga. Kalian pasti sudah kenal dengan Rengga kan? Sahabatku. Rengga dulunya pemain Dot-A dan tergabung dengan tim ini. Tapi sekarang dia udah pensiun, alias berenti main game online. IPK dan cum laude, itulah alesannya.

“Bagus deh kalo emang lu udah nyaman Nold. Moga kita bisa menang di kompetisi ini trus dikirim ke Singapore yah. Kan lumayan, gw bisa pacaran gratis..” ujar Anggi yang memang memiliki pacar yang sedang kuliah di Singapore itu.

“Yeeeeeeeeeee!!” kamipun spontan menyoraki.

“Mbak sendirian aja?”

“Mbak mau saya temenin gak? Masih SMA ya? Ketauan tuh dari rok-nya. Kok bolos sekolah sih?”

Raynold yang notabene-nya seorang playboy mulai beraksi. Dia berusaha merayu cewek SMA yang duduk di belakang mejaku. Aku gak tertarik dengan percakapan Raynold yang sedari tadi cuma dijawab ‘hmm’ oleh cewek itu.

“Maaf Mbak, sekarang jam berapa ya?”

“Maaf ya mas, saya gak punya Jam. Mas liat sendiri di tangan saya gak ada jam kan?” akhirnya cewek yang dari nada suaranya terdengar kesal itu pun angkat bicara.

“Oh gitu mbak. Kalo jam tangan gak punya, nama pasti punya dong?? Siapa mbak namanya??”

Yak! Reynold mulai keluarin jurus-jurus mautnya menaklukan wanita. Reynold paling jago deh urusan rayu merayu dan gaet-menggaet. Begitu denger kalimat itu, dijamin cewek itu pasti bakalan minimal tersenyum, maksimalnya yah, ketawa sengakak-ngakaknya, kenalan trus tukeran nomer handphone. Kita liat aja.
Sayangnya posisiku sekarang membelakangi meja cewek itu, dan aku lebih tertarik dengan nasi goreng special yang ada di depanku. Laper berat bro!!

JDUG!!

Suara apaan tuh!? Kursiku pun sedikit tergeser.

Rupanya suara Reynold yang dipukul oleh pacar cewek tadi. Tanda bahwa Raynold gagal total dalam rencana dia kali ini. Dan aku menarik kembali ucapanku tentang Raynold yang paling jago dalam urusan menggaet cewek. Ternyata dia GAGAL.

Aku pun tertarik untuk melihat perseteruan mereka. Aku pun tau Raynold bukan tipe orang yang suka cari keributan, pasti dia dapat menyelesaikan sendiri masalahnya. Begitu aku menengok ke meja belakangku, aku pun melihat seseorang yang aku kenal…

“Dina?” tanyaku pada cewek yang dirayu Raynold tadi. Dan itu Dina. Pacar Gerald. Ralat, mantan Gerald. Raynold menatapku sesaat lalu kembali mengelus-elus keningnya yang terlihat mulai melebam.

“Kalo lo brani macem-macem sama cewek gw? Abis lu sama gw!” Ancam sang pacar yang tadi memukul Raynold.

“Sori bro, gw kenal kok sama Dina. Temen lama” Raynold berbohong sambil melirikku berusaha meminta bantuan.

“Kamu kenal mereka?” cowok itu bertanya pada Dina.

“Lupa. Tapi kenal kok. Udah yuk , aku udah gak selera makan disini, aku mau pindah ke tempat lain..” Dina berusaha menarik tangan cowok itu lalu pergi meninggalkan area foodcourt.

Itu beneran Dina kan? Aku masih bingung. Dina pacaran sama cowok itu? Aku kembali bingung. Ternyata emang bener tuh cewek selingkuh…

Because of you..
My live has change..
Thankyou for the love and the joy you bring..

Handphone berdering. Rhea.

KLIK
Kuangkat handphoneku sebelum Keith Martin melanjutkan nyanyiannya trus temen-temenku ikut-ikutan nyanyi pake suara dua.

‘Hallo sayaang’ sapaku

‘Halo honeey’ Rhea pun membalas. Manis.

‘Kenapa nih? Tumben nelpon siang-siang?’

‘Jemput aku dong Hon..’

‘Emang kamu dimana?’

‘Masih di kampus..’

‘Depok?’

‘Iya sayaaaang. Emangnya dimana lagi kampusku?’

‘Aduh, aku gak bisa sayang,. Aku lagi di taman anggrek’

‘Ngapain kamu? Sama siapa disana?’

‘Sama temen-temen warnetku. Ada kompetisi dota disini. Maaf yah sayang aku gak bisa jemput kamu siang ini’

‘Oh ya udah deh hon, gak apa-apa’

‘Gimana kalo Rengga yang jemput kamu?’ tiba-tiba aku kepikiran Rengga.

‘Emangnya dia gak sibuk Hon?’

‘Gak tuh. Hari ini kosong kok kuliah. Dan nda ada tugas. Tadi sih Rengga bilang kalo hari ini dia nda kemana-mana’

‘Oooo’

‘Kok Ooo doang? Gimana ? sayang mau gak?’

‘Boleh deh.”

‘Aku telpon Rengga sekarang yah?’

‘Sipp honeey’

‘Bye tayangkuuu’

‘Muach’

‘Muach muach muach..’
KLIK

“HUEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEK!!!” mendengar ucapanku ditelpon, teman-temanku pun mengHUEEK berbarengan. Sial.

Gak lama kemudian pertandingan kedua kami dimulai. Dan lagi-lagi kami dapat memenangkan pertandingan itu dengan mudah. Telak. Kami pun masuk ke seperdelapan final yang akan diadakan dua hari dari sekarang. Berarti tim-ku harus kembali berlatih dan mempersipakan untuk moment itu.


cerbung.net

Jellybeans

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2014 Native Language: Indonesia
Cerita ini menceritakan tentang Lima orang sahabat. Cowok semua. Rengga, Marvin, Ribby, Gerald dan Reo. Mereka memiliki latar belakang, watak dan permasalahan hidup yang berbeda-beda, khususnya masalah cinta. Mungkin agak basi yah kalo dimana-mana selalu cerita yang mengandung unsur cinta.. Tapi di cerita yang satu ini, akan dipaparkan lebih dalam hal-hal yang erat kaitannya dengan persahabatan, cinta vs persahabatan, masa depan vs persahabatan dan persahabatan vs persahabatan

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset