Juragan Untir-Untir Kepunter Cinta episode 17

Pulau Palawan

Ambar       : “Kak…kapan pulangnya….”, Ambar memohon pada Ramli agar lekas pulang. Pak Sarwo mengingatkan agar Ramli menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, Ibu dan nenek dalam keadaan baik…meskipun nenek masih kena flu tapi nenek tetap semangat menyaksikan Launching Sriti Kosmetik barusan.

Bapak        : “Ini semuanya masih pada melek, pak RT Marwoto juga masih disini sama pak Tugino sekretaris masih pada ngegosip miss Sherley pacar kamu “.

Ramli        : ” Ha..ha…Bapak jangan ikut-ikutan sama mereka…dengerin saja ya…?!”

Bapak        : ” Iya Le… mereka pada taruhan kalau kamu segera menikah sama miss Sherley”.

Ramli         : “Bapak..bapak…jodoh yang ngatur Gusti Alloh….Ramli masih ikhtiar sampai saat ini…begitu saja pak kalau ditanya orang, entah siapa saja….ngaten pak…?!”

Bapak        : “Iya Le memang harusnya begitu.”

Ramli         : “Lo pak Lusi dimana …kok tak ada suaranya….?”.

Bapak        : “Tadi ada …”. Bapak memanggil Lusi,: “Lus.., ini mas kamu mau telepon?!”

Lusi           : “Bentar pak masih telpon sama kak Erlita….?!” Ramli mendengar suara Lusi masih teleponan sama Erlita.

Ramli        : “Ya sudah pak, nanti ramli telpon lagi, pak Ramli dipanggil Mr Andreas dan Mr Jeong Byeong Tae…salam buat ibuk dan semuanya….assalamuallaikum”.

Bapak       : “WaAllaikum salam”.

Ramli sebetulnya sudah mengantuk dan terpaksa ganti baju lagi karena tadi sudah pakai kimono, ketika membuka pintu ternyata Mr Andreas sudah di depan pintu.

Mr Andreas  : ” Mas Ramli besok kita istirahat sampai jam 15.00 lalu pemotretan  di Pantai El Nido di pulau Palawan, besok siang akan saya hubungi…kita ngobrol sebentar karena saya sudah amat ngantuk  atau kita tunda dulu malam ini, nanti saya hubungi lagi.

“Selamat ber istirahat..met malem…”. Mr Andreas kembali ke kamarnya.

Ramli bersyukur kalau dibatalkan karena amat ngantuk sekali, tanpa ganti baju Ramli langsung ambruk dan tepar.

Jam 11.00 Sherley menelepon dan mengirim pesan tapi ‘gak terjawab semuanya, dan mengira Ramli masih tidur lalu keluar kamar dan melihat Ramli masih ngobrol dengan ayahnya Mr Park Kim Sun.

Sherley       : ” Selamat pagi semuanya….”. Sherley langsung membuat energen  , mencium ayahnya dan mencium Ramli.

Park Kim Sun  : “Pagi juga putriku ….ayah barusan ketemu sama  Alexander Adulfo produser dari Jerman , Ramli ngobrol banyak sama dia(Alexander Adulfo ) ayah kurang paham bahasanya, kalau Ramli masih okey bahasa Inggrisnya.

Ramli masih we a nan sama Erlita yang meminta tolong agar dihubungkan ke Sherley , Ramli memberikan hapenya ke Sherley

Ramli     : ” Tolong sayang….ini Erlita pingin bicara sebentar”. Sherley menerima hape Ramli.

Sherley      : ” Hallo kakakku sayang…..apa kabar…?”.

Erlita          : ” Hallo juga cantik….kabarku baik….waaaah kamu hebat semalem sama kak Ramli…maaf ini ibuk pingin dengar suaramu boleh…?”

Sherley       : ” Boleh lah….mana ibu…..?”Bu Darmawan memandang Sherley, air matanya mengalir perlahan lalu Bu Darmawan pingsan….Sherley tiba-tiba menjerit histeris memanggil manggil

Sherley       :  “Ibuuuuu….Ibuuuuu…..”. Park Kim Sun kaget dan hape Sherley jatuh, Ramli menangkap tubuh Sherley yang ambruk dan Sherley ikut pingsan…..Erlita meletakkan hapenya dan menolong ibunya.

Bu Darmawan : “Erlina…Erlina…..engkau masih hidup….anakku sayang…. pulanglah sama ibu….”

Erlita bingung  sebenarnya  apa yang difikirkan ibunya….siapa sebenarnya  Erlina yang di panggil-panggil ibunya…

Bu Darmawan telah sadar dan langsung menjalankan sholat , Ia berdoa setiap habis sholat dan selalu menangis, pak Darmawan mengingatkan” Janganlah engkau menangis terus…dan janganlah mempersalahkan diri sendiri…itu kehendak Tuhan”. Ramli memanggil Erlita berulang kali dan Erlita baru mengangkat hapenya.

Ramli         : “Bagaimana keadaan ibu ayang….?”

Erlita          : “Ibu sedang sholat itu ibuk….” Erlita menunjukkan ibu yang sudah selesai sholat dan Sherley  meminya hape Ramli ingin bicara pada ibu Darmawan.

Sherley       : “Kak Erlita Sherley ingin bicara sama ibu….”

Bu Darmawan  : “Hallo nak Sherley yang cantik…, kalau ke Indonesia mampir ke tempat ibuk ya….”

Sherley       : “Tentu ibu, Sherley akan ke rumah ibu bersama bapak…”

Sherley        : “Ini ayah Sherley dia seorang perancang mode di Seoul dan Busan Korea Selatan ” Park Kim Sun memberi salam dengan menyatukan jemarinya.

Bu Darmawan  : “Salam kenal pak, saya amat terkesan sama putri bapak”. Lalu hape diberikan pada Erlita.

Ramli           : ” Ayang…sebentar lagi aku dan miss Sherley akan ke Pulau Palawan akan ada pemotretan  disana.

Erlita           : ” Ayang….tolong jagain Sherley….aku gak tahu kenapa…aku amat sayang sama dia…”.

Ramli          : “Tentu ayang, akan aku jaga dia seperti adikku sendiri….”. Ramli menutup hapenya karena Mr Andreas dan Mr Adam Lee menemui Park Kim Sun .

Ramli mengatakan kalau ada produser  dari Jerman ingin bergabung mau mengambil film ” Garden Paradise”. Mr Adam Lee minta produser dari Jerman menemuinya dulu dan Ramli menelepon Alexander Adulfo.

Mr Alexander Adulfo berbicara cukup lama dan alot karena Mr Adam Lee agak ngeyel dan memanggil Ramli untuk membantunya. Ternyata Mr Adulfo ingin minta tolong Mr Ramli dan nona Sherley menjadi modelnya yang sedang berenang dan pada waktu malam akan menginap di resort dan biaya akan di tanggung Mr Adulfo. Mr Adam Lee kurang faham dengan maksud Mr Adulfo.

Sebenarnya Mr Alexander Adulfo sedang liburan ke Philipina menuju pantai El Nido dan sangat tertarik dengan Mr Ramli tapi amat sulit menghubunginya maka Ia mengejar sampai ke Philipina dan menunggui sampai ada waktu lengang agar bisa berhubungan dan  Mr Adulfo berharap Mr Adam Lee bisa membantunya. Akhirnya Mr Adam Lee mengerti dan menyetujui keinginan Mr Alexander Adulfo.

Mr Adam Lee sebenarnya baik tapi karena bicaranya Alexander Adulfo yang kurang dimengerti sehingga jadi salah faham, Akhirnya mereka semua berangkat dengan pesawat menuju Bandara International Ninoy  Aquino  dengan naik Cebu Pacific mereka tiba di El Nido Pulau Palawan jam 3 sore dengan menaiki perahu mereka merasakan keindahan pantai nan jernih dan kelihatan berkilau karena dikelilingi pegunungan kapur.

Ramli  dan Sherley segera mengganti pakaian renang yang sudah disiapkan Mr Park Kim Sun, Ramli melakukan snorkeling melihat terumbu karang . Mr Adulfo mensyutting adegan tersebut wow Ramli memegang terumbu karang yang amat segar dan indah.

Sherley naik ke perahu bercadik dan berganti kostum memakai celana panjang batik dan Ramli menggunakan celana berenang warna ungu, ternyata batik mampu menyaingi pakaian produk sintetis . Mereka menginap di Resort Charlie’s El Nido dan disitulah Mr Alexander Adulfo memutar film dokumenternya terlihat model pakaian batik Park Kim Sun amat mewah dan teduh di didalam air.

Ketika makan malam Sherley memakai rok batik dan Ramli memakai setelan yang amat santai , salah seorang pengunjung wanita dari Paris memperhatikan  Park Kim Sun dan mencoba berkenalan lalu bertukar handphone dan menginginkan batik-batik tersebut yang begitu indah dipakai Sherley dan Ramli ternyata wanita itu seorang desainer juga, Mr Park Kim Sun tertawa dan transaksi pesanan tersebut akan tetap berlanjut dengan motif batik . Sebelum tidur Sisca mengganti baju tidur Ramli dan Sherley. dan memfotonya lalu di kirimkan sama kenalan Park Kim Sun dari Paris.

Sherley menelepon Erlita dan menceritakan tentang keindahan pulau Palawan, lalu Ramli bertanya tentang kesehatan bu Darmawan  dan dijawab ibu baik-baik saja

 

 

 

 


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset