Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 10

Tiga Wanita Membelenggu Ramli

Ramli tak bisa tidur, wajah Erlita amat tertekan sekali waktu difoto kemarin. Anita video call lagi jam dua pagi waktu Indonesia tapi Ramli sudah tidur. Anita cemas sekali dan membuat ayahnya sedih karena Anita tak bisa tidur, ibu Anita menemani di kamar dan mengelus-elus kepala Anita.

” Nita janganlah kamu berharap lebih dengan Nak Ramli, maaf mama kasih nasihat kamu, karena kamu sudah berulang kali patah hati harusnya bisa memilah-milah dan memantapkan pilihan yang benar-benar melindungi kamu sayang… “.

Air mata Anita mengalir dan matanya memandang hape lalu menghubungi Ramli lagi. Anita tak mau menjawab pertanyaan ibunya mulutnya terkunci. Malam ini Erlita bangun hendak shollat tahajud dia melihat hape lampu kelap-kelip bertanda we a masuk, Erlita shollat dulu dan baru dilihat ternyata Ayang Ramli kirim foto dan diberi keterangan 1. Bersama Mr Byeong Tae alias Mr Jeon. 2 . Bersama Sherley dan ayahnya. Ramli diapit Sherley dan Park Kim Sun ayahnya. Ramli yang ganteng berpose amat serasi sekali memakai jas dan memberikan kado kosmetik satu kit lengkap untuk tatarias wajah dari Sriti Cosmetic sedangkan sang ayah memegang bahu Ramli. 3. Foto Ramli saat bertatap langsung dengan penggemar. Erlita sadar ayang Ramli sedang menguji dirinya agar tidak cemburu. Ramli begitu terlihat we anya sudah terbaca langsung videocall dan Erlita mengangkatnya masih pakai mukena.

” Apakabar ayang.. selesai sholat ya… ” kata Ramli dan dibalas senyuman Erlita sambil berkata,

” Baik ayang.. fotonya Bagus, ceweknya juga oke.. ” Erlita memberikan ibu jarinya dan mencium hape…Ramli berteriak

” eeh.. belum muhrimmm?! sambil tangannya memberikan isyarat stop. Erlita tertawa terlihat gembira sekali wajah ayang Ramli . ” Aku tadi sore jaga dan mendapat tiga pasien yang melahirkan semuanya selamat ” . Ramli bangga sekali dengan tugas Erlita dan menunjukkan gaun cantik untuk hadiah Erlita dari Sherley dan yang memilihkan Sherley juga kebetulan wajah Erlita dan Sherley hampir sama, hanya warna kulit Sherley lebih bening sedangkan Erlita berkulit kuning langsat. Lebih tinggi Sherley terlihat dari fotonya.

Erlita menyuruh Ramli istirahat karena besok pagi sudah sederet acara harus dilakukannya. Ramli menurut meskipun di Busan masih jam 00.30 tapi di Indonesia sudah jam 02.30 selisih dua jam lebih cepat di Korea dan Ramli pamit istirahat sambil memberikan cium jauhnya. Erlita lega sekali dan persiapan untuk istirahat.

Anita mendapat pesan we a dari Ramli dan meminta maaf karena amat sibuk sekali ketika berada di Korea Selatan khususnya di Busan. Anita menelepon balik lewat vediocall dan Ramli menjawabnya. Terlihat mata Anita sembab karena habis menangis dan Ramli menggodanya yang membuat Anita tersenyum lagi. Malam ini Anita bisa tidur lelap dan ibunya masuk kamar dengan lega.

Ramli matanya tak bisa merem tapi fikirannya tertuju pada Erlita, Anita dan Sherley tiga wanita itu tlah mengusik hatinya, tapi hati Ramli saat ini harus konsentrasi pada Sherley karena wanita ini begitu profesional dengan bidangnya Sherley begitu sayangnya pada Ramli bahkan pada Erlita yang diperkenalkan lewat foto sedang digendong Ramli sambil tertawa dengan rambut panjang terurai sepinggang sama panjangnya dengan rambut Sherley .

Ramli memandang lagi foto yang disimpannya di dompetnya sedang dibalik dompet dilihatnya foto Anita yang sedang bekerja diruang kerja dan Ramli dibelakangnya sambil memeluk pinggang. Ramli tersenyum ” Aku akan memilih salah satu dari wanita ini , mereka sudah mapan semuanya dan aku tak mungkin akan terus – terusan dengan pekerjaan glamour ini, aku akan tetap mengurusinya di perbankan, biarlah saat ini begini saja dulu aku tak bisa menyakiti hatinya “.

Jam 10 pagi Ramli sudah ditunggu mobil untuk melakukan jumpa pers acara sudah disiapkan oleh pak Andrean dan Mr Jeong dan Ramli sebagai model dibantu Sherley dan sahabat – sahabat model Koreanya Sherley yang begitu imut dan cantik-cantik, Ivan dan Sisca sudah sudah merias model dengan Sriti Cosmetic dan begitu cocok dengan kulit orang Asia.

Peragaan pakaian dan kecantikan kulit dimulai pukul 14.30 di Paradise Hotel Busan dan selesai pukul 16.00. Ramli capek sekali juga Mr Jeong , Bu Rani serta pak Nanang didampingi Sisca membuka meja selama dua jam buat konperensi pers dagang yang sudah diatur bu Rani dan pak Nanang. Pak Andrean menelepon Ramli menanyakan kabar bisniznya, Ramli senang sekali menyampaikan kabar kesuksesannya dan masih di handel Mr Jeong, Pak Nanang dan Bu Rani. Bu Rani mempersiapkan ticket pesawat ke Seoul pak Andrean sudah mengagendakan peragaan pakaian dan kecantikan di Seoul sementara Ramli tertidur di sofa karena kecapekan

Sore itu Ramli dan rombongan sudah berada di Seoul , rombongan tidak jadi naik pesawat karena ada badai dan menggunakan ticket kereta api. Seoul kota itu amat bersih dan indah tapi karena capek Ramli tertidur di kereta KTX Korea Train Express.

Sherley memandangi Ramli dan ayahnya memberikan bantal serta selimut. Mr. Park Kim Sun dan Mr Byeong Tae meminta agar Mr Ramli tidur di kamar sebelahnya agar mudah putrinya membantu mengatur pesanan kebutuhan negerinya dan diapit kamar Siska dan bu Rani . Jam tujuh malam kereta sudah sampai Seoul Ramli dibangunkan Sherley untuk persiapan turun, langsung menuju Central Tourist Hotel .

Bu Rani membuka catatan dan melihat jadwal sesuai scedule malam ini istirahat dan siangnya di Sungai Cheonggyecheon untuk pemotretan sekaligus jumpa pers . Malam itu mereka pada mandi dan persiapan makan malam di restauran Central Tourist Hotel. Udara yang dingin membuat mereka meringkuk masuk kamar. Ramli menelepon bapak dan ibunya.

” Kapan pulangnya le…? Ibuk kangen …..rumah sepi Lusi belajar dikamar sedang ujian “.

Mendengar ibunya bicara sama Ramli Lusi langsung keluar disitu ternyata sudah ada Ambar yang mengantri bicara. ” Kak Lusi ayok sini bareng ngomong sama kak Ramli minta oleh-oleh ” Lusipun mendekat dan ikut mengantri tapi telpon dikasihkan bapaknya Ambar dan Lusi jadi sewot akhirnya Lusipun dapat giliran. ” Kak kapan nih pulangnya ?” tanya Lusi dan Ambar serentak, Ramli tertawa dan menjawab : ” Dua hari lagi sampai Semarang Lus ” mereka kegirangan.

” Jangan lupa oleh-olehnya yang banyak” Ambar nyelonong bicara sedangkan Lusi tersenyum dan mengatakan kalau yang mendaftar sekolah model banyak dan formulir diperbanyak Lusi sendiri. Ramli bangga pada Lusi kok masih sempat-sempatnya mengurus sekolah modeling Ramli yang ternyata membeludak.

” Kak, sekolah modelnya dibagi tiga tingkat, mulai dari usia balita, remaja dan dewasa bagaimana kak? ” tanya Lusi dan Ramli senang ternyata minat Lusi besar sekali didunia model.

” Kapan ujiannya selesai Lus? ” Ramli menanyakan tentang ujian Lusi.

” Ini hari terakhir kak, jangan lupa oleh-olehnya ya kak ?!” pesan Lusi untuk kakaknya dan Ramli gantian bicara sama Ambar.

” Nah..ini adik kak Ramli yang paling lincah dan lucu….kapan ujiannya nih? ” dengan tegasnya Ambar menjawab

” Nunggu kak Lusi selesai ujian dulu mungkin satu bulan lagi kak !!” Ramli senang sekali melihat ayah ibunya serta nenek dan adik-adiknya ngumpul.

Tiba-tiba Sherley masuk dan membawakan minuman hangat dan melambai pada Ambar. ” Loh kak itu kak Erlita kok ada di situ kapan berangkatnya?” .

Mendengar nama Erlita semua pada ingin ikut melihat.

” Oh..dia itu miss Sherley dari Korea dia gadis model terkenal di Korea Selatan orangnya baik ”

Ramli memberikan hapenya pada Sherley dan Sherley memperkenalkan dirinya memakai bahasa Inggris

” Hallo I’m Sherley , Apakabar kalian semua , I like to see you ”

Ramli meminta hapenya dan Sherley memberikannya. Ibu bingung

” Kok ada wanita masuk ke kamarmu to lee?! ” tanya ibuk.

” Gak apa buk dia orang baik membuatkan minuman hangat untuk Ramli , ibuk santai saja ya gak ada apa-apa kok , dan Ramli ditunggu sama Mr Byeong Tae dan Mr Park Kim Sun, Ramli ke ruang tamu dulu ya buk, Assalamualaikum ” kata Ramli dan telpon mati.

” waalaikumsalam” jawab ibu.

” Sudahlah buk jangan dipikiri kak Ramli dia aman – saja pasti ” kata Lusi pada ibunya.

” Bukan begitu Lus, dia itu kok mirip dengan Erlita..apa kamu gak memperhatikan..?” lanjut ibu.

” Iya buk memang mirip badannya langsing,cantik lagi persis kak Erlita cuma namanya Sherley dari Korea Selatan “. Ramli mengirimkan foto Sherley ketika berada di Jepang dan mengirimkan foto Erlita ketika masih digendong Ramli dan memang benar-benar mirip antara Sherley dan Erlita sama cantiknya.


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset