Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 12

Erlita menunggu Ramli untuk menghadiri Pengambilan Naskah Kelulusan Akbid , Ramli akhirnya sampai juga bersama ayah ibunya tepat waktu. Wisuda, Angkat Sumpah dan Pelantikan Ahli Madya Kebidanan tahun 2015 berjalan dengan hikmat. Selesai wisuda Erlita berfoto ria bersama sejawat dan keluarga, Ramli amat bahagia sekali dipeluknya Erlita dan di depan ayah ibu Erlita juga ayah ibunya Ramli menyatakan keinginannya meminang Erlita . Hati Erlita rasa berbunga dan mendaratkan ciuman di pipi Ramli saat itu juga Ramli memeluk dan membalas ciuman Erlita sambil mengucapkan ” Selamat ya ayangku kamu benar-benar seorang bidan yang kudambakan serta calon istri yang kuidamkan” . Saking bahagianya Erlita menangis dan di depan sejawatnya Ramli menyatakan cintanya yang mendapatkan tepuk tangan dari mereka. Foto bersama Ramli sang primadona model acara yang ditunggu sahabat Erlita mereka berkumpul dan bersalaman serta berikrar memajukan kesejakteraan dengan hidup sehat tanpa membedakan budaya , kekayaan maupun agama . Ramli meminta foto sedang memondong Erlita dan dibuat foto profil di WA nya demikian juga Erlita mengubah foto profilnya dengan menerima sumpah kelulusan dan seikat bunga dari Ramli sambil jongkok ..alangkah senangnya mereka berdua.

Sore itu merupakan sore yang membuat Sherley dan Lusi bahagia bagaimana tidak ? pendaftaran peserta klas mode begitu membeludak apalagi ada Sherley si bintang dari Korea ikut mengajar disitu , Lusi yang mengurus admin kewalahan sehingga Sherlley ikut membantu memanggil nama peserta kursus satu persatu sambil menyerahkan kwitansi . Peserta kursus tertawa bila mendengar Sherley memanggil nama yang salah logatnya hingga Lusi mengulang lagi tapi keadaan itu membuat peserta semakin menikmatinya..Ramli datang bersama Erlita yang sudah ganti pakaian memakai celana panjang dan sepatu hak rendah menggunakan kaos yang kembar dengan Ramli yang sudah disiapkan Ramli ketika di Korea. Semua peserta seharusnya sudah mulai pada pulang dan berkurang malah kembali lagi karena melihat Ramli bersama Erlita serta menatap Sherley pada melongo…artis Koreanya kembar begitu perkataan peserta yang memadati kantor Rani Intertain. Ivan dan Siska menyambut Ramli dan Erlita serta membenarkan penampilannya. Ramli menuju ke Sherley hendak mengenalkan Erlita, melihat kedatangan mereka berdua sepertinya Sherley tidak merasa asing ….Sherley menyambut tangan Erlita dan berucap : ” Selamat atas kelulusannya kak, lalu mereka berpelukan, Lusipun demikian . Peserta klas model memandang takjub ke arah Sherley dan Erlita . Lusi menutup acara dan memberikan pengumuman pembagian kelas besok hari Senin, pesertapun bubar ada yang minta foto Ramli dan Erlita ada pula yang meminta foto Sherley dan Erlita serta Lusi dan Ramli , mareka masuk ruang meeting dan bu Rani memberikan tugas pada Lusi agar besok Minggu lembur dikantor agar pembagian klas mode betul-betul nyaman dan rapi.Lusi menerima tugas itu dengan senang hati meskipun status Lusi masih honor tapi bu Rani memberikan amplop sebagai ucapan terima kasih berkat perjuangan keluarga Ramli , Rani Intertain mendapatkan job pendidikan serta izin akan dikeluarkan setelah penilaian pendidikan berlangsung.Lusi menerima amplop itu dan disuruh membuka isinya dan menghitungnya, Lusi membukanya tapi ragu untuk menghitungnya dan menutup kembali. “Kenapa Lus..? Malu dilihat kakakmu..? atau mungkin masih kurang ya…? kalau begitu ini ibu tambahin 1juta lagi..Lusi semakin bingung, ” Bu..tidak kok bu ini sudah cukup…” Lusi terbata-bata tapi bu Rani segera pulang karena pak Nanang sudah menunggu dengan membunyikan klakson dan Lusipun mengambil uang yang ada di meja.Bu Rani mengingatkan lagi agar Lusi hari Minggu lembur .

Olala..Lusi amat gembira sekali padahal Ia hanya menyebarkan formulir cuma tiga hari karena menunggu kakaknya Ramli konfirmasi tapi hasilnya luar biasa, sungguh kakaknya Ramli powernya begitu melekat.Sherley ikut sekalian sama Ramli ,Ia pamit sama Siska karena mau tidur sama Lusi dan besok Minggupun harus lembur mengsinkronisasi jadwal dan materi pembelajaran.Erlita melihat dari spion muka Sherley yang cantik dan langsing serta tinggi semampai sedang tertawa bersama Lusi memakai bahasa campuran Inggris , Korea , serta Indonesia. Erlita mengingatkan ” Nanti mampir kerumah kak Erlita ya..? ” ” Ya tentu kak… ” Sherley membaca kamus Korea – Indonesia dan cuma bilang okey…okey…saja . Karena capek sekali Sherley tertidur juga Lusi dan ketika Erlita pamit Sherley tak bergerak sedikitpun . ” Suatu saat akan aku antar Sherley ketemu ortu kamu, don’t be sad my darling , mereka capek sekali mengurus pendaftaran yang hanya tinggal satu hari dan menerima waktu daftar ulang dengan mengembalikan formulir” . Erlita memakluminya . Ramli mengantar masuk Erlita dan pamit sama ibu bapak Erlita juga Laras adik Erlita. ” Kejamnya mereka gak mau turun”, kata Laras yang dibungkam mulutnya oleh Erlita. ” Makasih ya ayang, aku dah dikenalin sama Sherley yang cantik itu “. Ramli tersenyum ingin rasanya mengecup Erlita tapi tak enak sama pak Hernawan dan ibu . ” Dah … sampai ketemu lagi ayang assalamuallaikum “. Bapak dan Ibu Hernawan membalasnya dan titip salam buat bapak/ibu Sarwo. Erlita menarik tangan Ramli dan bersandar di bahunya Ramli memeluknya tiba-tiba Sherley keluar dari mobil dan meminta maaf kalau tadi ketiduran dan Lusi pun minta maaf karena amat capek sampai tertidur. Melihat Sherley bu Hernawan dadanya berdegup kencang apakah ini Erlina kembaran Erlita yang hilang ketika bayi ? Sherley memandang bu Hernawan dan menghormati wanita itu matanya tak berkedip ada getaran tersendiri menyelinap di dadanya . Ramli menyetir tanpa teman disampingnya dilihatnya Lusi dan Sherley tidur lagi . Ramli mendengarkan lagu Koesplus sayup-sayup Sherley mendengarkan lagu kesayangan papanya tapi matanya terasa lengket. Sampai di Simpang Lima ada penjual ice cream Ramli membelikan sepuluh plus dua tepak kemasan ice cream lalu segera melarikan masdanya menuju toko Sarwo ono menjemput Ambar , Lusi terbangun dan Ramli menyuruh Lusi menemani Sherley sambil menunjukan ice cream. Lusi langsung mengambil dan memakannya tapi dia takut mengotori mobil kakaknya dan meletakkan lagi. Dilihatnya toko masih ramai Ambar dan nenek masih membantu ibu juga Mukidi , bapak melihat Ramli lalu Ambar disuruh pulang . Ambar melihat kakaknya Lusi dan miss Sherley tertidur , dengan perlahan Ia masuk dan menutup pintunya dan Ramli menuju rumah . Sherley agak kaget dibangunkan Lusi kalau sudah sampai rumah. Ramli mengambil ice cream dan memasukkan dalam freezer. Ramli mandi dikamarnya ibu karena kamar mandi tamu dipakai Sherley sementara Ambar menata kue mangkok yang masih sisa untuk dibawa ke toko. Sherley tidur lagi Ramli pamitan tak dijawabnya Lusipun demikian maka Ramli meninggalkan pesan kalau pergi ke toko. Ambar mengangkat kue mangkok dan untir-untir yang masih tertinggal di dapur.

Ramli menuju toko , pak Sarwo menelepon Ambar: ” Iya pak ini dalam perjalanan untir-untir tak tersisa Ambar bawa semua”. Bapak sudah menanti di lantai satu dan langsung mengangkat untir-untir , Ramli membawa kue mangkoknya sementara Ambar sudah membuka ice cream oleh-oleh kakaknya. Ternyata untir-untir tersebut buat sampling makanan tradisional yang akan digelar di Masjid Agung Jawa Tengah minggu depan termauk kue mangkok dan jajanan lainnya. Ramli membantu ibunya mengecek keuangan dan mengkalkulasinya.” Heeem…ternyata mengalami kemajuan meskipun tak ditemani Lusi. Bapak mengenalkan teman Mukidi yang mengelola MAJT ( Masjid Agung Jawa Tengah) kepada Ramli. ” Mas Harjono kenalkan ini Ramli anak saya yang berani merintis awal usaha bolang-baling setelah kakeknya meninggal dan nenek bersama ibuknya kembali meracik jualannya yang mengatur Ramli “: kata pak Sarwo. ” Waaah……mas Ramli hebat sudah peragawan penuh semangat punya usaha lagi serta ganteng tak ketulungan “: kata Harjono memuji Ramli, Ramli masih membendel uang dan mengangguk sambil tersenyum. ” Maaf mas Ramli saya masih merepotkan pak Sarwo “: lanjutnya. ” Gak pa pa mas monggo silahkan dilanjut”.: jawab Ramli. “La wong ketemunya di toko bisanya, kalau dirumah malah repot nantinya karena buat kerja lari sana lari sini cari tepung dan lainnya meskipun sudah ada mukidi tapi pesanan nambah terus alhamdulillah “. Pak Sarwo nambahin pembicaraan sambil mencatat keperluan mas Harjono dan mengatur DPnya.

cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. " Ban motornya bocor harus ditambal dulu. " "kira-kira kapan selesainya...?" tanya bu Ramli minta kepastian, Ramli tanya pada tukang ban tersebut dan dijawab satu setengah jam " Buk kira-kira jam 10.00 baru nyampai rumah " " Ya sudah cepet nyampainya ya, ibu akan olah yang lainnya" " Iya buk beres. " Ramli melihat-lihat disekitarnya, ternyata tukang tambal ini namanya pak Ramelan, lima puluh meter dari sini ada orang jualan nasi bungkus Ramli pamit sebentar untuk beli sarapan. " Mbok Lami nasi bungkusnya berapa - an" tanya Ramli pada mbok Lami yang namanya tertera di dinding papan kayu. " Tiga ribuan mas tinggal pilih saja" jawab mbok Lami, " Kalau jajanan ini berapaan ?" lanjutnya " Jajanan yang sebelah sana seribuan, yang itu seribu lima ratusan yang depan itu dua ribuan dan yang ini dua ribu lima ratusan" demikian mbok Lami menjelaskan . Ramli makan disitu dan mengamati jenis makanan yang dijual. " Mbok kok disini gak ada gorengan macam gelek, bolang-baling, untir-untir " " Waaahhh makanan itu sulit carinya disini lagian gak ada yang antar kemari" jawab mbok Lami cepat " Kalau aku kirim bagaimana mbok " Kelihatannya mbok Lami setuju dengan harganya dan minta dikirim dua puluh untuk uji jualannya. Ramli makan dengan lahab, hatinya begitu berbunga mendapatkan pelanggan baru untuk ibuknya.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset