Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 13

Antara Sherley dan Erlita membingungkan

Lusi amat gembira sekali menerima honor pertama dari Rani Intertain dan honor itu dibagi tiga untuk Lusi,untuk Ambar adiknya, dan untuk Ibu beserta ayah juga nenek yang mengizinkan Lusi dan Ambar mencetak brosur dan pamflet untuk klas model , padahal Lusi sendiri belum menjadi model tapi kakaknya Ramli yang mencoba kepiawaian Lusi dalam computer serta kursus computer bidang multimedia yang digandrunginya , dan kini ia siap-siap untuk menekuninya lebih mendalam dalam perkuliahan.

Lusi berkaca bergaya bak peragawati, tapi Lusi tak ingin dikejar-kejar cowok seperti kakaknya Ramli yang membuat para gadis menangis karena tergila-gila ketampanannya.Lusi ingin berhijab bila diperbolehkan kakaknya dan pak Sarwo ayahnya karena Ambarpun berhijab juga ibunya.

” Kak Lusi Minggu ini hari tenang, Ambar pinjam laptopya ya buat cari soal-soal ujian…boleh ya…?” begitu pinta Ambar sepulang sekolah.

” Apa kamu masih kurang soal kok cari soal terus, apa soal yang kemarin sudah kelar semua..?” , jawab Lusi ketus.

” Soalnya banyak yang kembar kok mau cari yang lain….please..?” , pinta Ambar dengan manjanya. Lusi pura-pura marah dan Ambar pun menangis.

” Pelit .., kak Lusi pelit..” Ambar merengek mulutnya manyun untung ada Ramli yang baru saja pulang dari BRS ( Bank Rakyat Semesta )dan langsung mengadu

” Kak Ramli, kak Lusi pelit pinjam laptop gak dibolehin…” Ramli masuk ke kamar Lusi dan mengetuk lebih dulu.

” Iya..bentar Mbar…! ” Lusi membuka pintu dan melihat Ramli dah didepan pintu.

” Maaf kak..ada apa ya…kakak dah pulang?” karena berisik ibu juga ikut ke kamar Lusi dan melihat Lusi dan Ramli sedang berbicara serta mendengarkan.

Ibu memanggil Ambar yang masih mewek diajak ke kamar Lusi

” Ambar, kak Lusi dapat honor dari Rani intertain dan sudah di hitung karena kamu mendapatkan peserta klas model dan membantu kak Lusi merekrutnya kamu dapat bagian disini, rencana akan kakak belikan laptop buat Ambar tapi duwitnya kurang maka kak Ramli juga bapak maupun ibuk membantu menyelesaikan dan nanti sore akan kak Ramli belikan laptop untuk Ambar “. Demikian Lusi mengatakan pada Ambar , Ambarpun menjerit kegirangan.

” Bener nih ..kak Lusi, kak Ramli, Ibuk …”. Ambar memeluk Lusi , Ramli dan ibuknya mengucapkan terima kasih .Ambar kembali riang dan penuh semangat.

” What are you doing sweet heart ” Ramli memperhatikan Sherley sedang membagi jumlah peserta kursus perklas secara pasti, klas balita sampai anak umur 10 tahun sehari dua kali untuk pagi dan sore, klas remaja sehari tiga kali jam 08.00, jam 15.00 dan jam 19.00 , klas dewasa sehari dua kali jam 17.00 dan jam 20.00 dengan lama mengajar 2 jam karena banyak prakteknya dengan mentor Ramli , Sherley, Sisca dan Ivan dari Rani Intertain sedangkan dari Soraya Modeling ada 13 mentor termasuk Sinta model pasangan Ramli mereka bekerja bareng untuk guru pengganti Ramli,Sherly serta Ivan dan Sisca sudah ada dari Soraya modeling dengan tujuan mencari bibit model unggulan macam Ramli ataupun Sinta.

Ramli mengamati begitu konsennya Sherley dan tak mendengar sapaannya , Ramli pun keruangan Lusi dilihatnya Lusi sedang menghitung rencana pengeluaran yang diajukan Ramli dan menghitung keuangan yang ada .

” Bagaimana Lus ? Bisa dianggarkan berapa prosen ? ” Ramli mengagetkan Lusi karena masih fokus dan menjelaskannya pada kakaknya tinggal acc Bu Rani dan pak Nanang.

Lalu mereka ke Sherley dan melihat scedul kerja

” Asiik ini jadwal aku ya….hhmm makasih Sherley cantikku “.

Sherley tersenyum dan berkata, ” Aku sepertinya tadi dengar suara kak Ramli tapi aku cari gak ada ?!”

Ramli tertawa mendengar Sherley memanggil kakak pada Ramli. ” Maaf aku ikut-ikut panggil macam Lusi karena lebih sopan katanya..bolehkan Ramli ?”

Ramli terharu…dan memeluk Sherley lalu mencium kening nya .

” Apapun baik untukmu , tapi aku lebih suka kamu panggil aku Ramli saja…oke..”

” Baiklah aku tetap panggil Ramli saja kalau begitu, bagaimana Lusi ?!”

” Tentu saja gak apa Sherley ” scedul kerja beres lalu tinggal diprint dan diserahkan ke Bu Rani.

” Jadi class ini tatap muka seminggu dua kali kalau hari Senin sama Rabu, hari Selasa sama Sabtu dan Rabu sama Jumat , Kamis sama Minggu dengan jumlah kelas tiga ruang lantai I dan 3 klas lantai II , kita bisa jangkau semuanya, terima kasih Sherley kamu begitu pandai menghitung ruang serta memanfaatkan ruangan , baiklah semuanya peralatan sudah di pesankan dan hari ini ada barang masuk biar pak kasan dan menantunya yang urus kebersihan dan perlengkapan. Untuk Lusi segala bentuk administrasi dan keuangan diperhatikan dan dijaga keamanannya semoga Senin depan awal pendidikan berjalan lancar”. Bu Rani menutup pertemuan karena mendapat telpon semua pada keluar ruangan dan kembali ketempat masing-masing.

Ramli sedang mengecek keuangan di BRS ( Bank Rakyat Semesta ), Anita memperhatikannya kelihatan sekali Ramli penuh antusias melakukan pekerjaan itu , lalu Ia mendampingi teller serta membantunya, Cintia merasa deg deg plas di dekati Ramli rasa kikuk dan canggung menggoda Cintia tapi Cintia senang sekali di dekati Ramli, parfum Ramli yang lembut , body atletis, rajin membantu dan pintar membuat siapa saja ingin mendekat.

Security menuju ruangan Anita sebentar, kemudian keluar lagi dan membawa laki-laki yang cukup tua kira-kira berumur 55 tahun dan mempertemukan dengan Anita.

Laki-laki tersebut mau menginvestasikan dana ke BRS lalu Anita memanggil Ramli untuk membantunya , ” Heee…anda mas Ramli peragawan terkenal itu kan..? ” tanya laki-laki itu sambil berjabat tangan dengan Ramli, “Perkenalkan saya Hartono “. Anita mempersilahkan pak Hartono duduk, tapi pak Hartono masih ingin berselfi dengan Ramli.

Ramli akhirnya mempersilahkan duduk dan pak Hartono menurut , Anita membawa berkas yang akan ditanda tanganinya dan Ramli mendampingi Anita .

Kelihatannya Anita kenal baik dengan pak Hartono sehingga memudahkan proses tapi mengapa investasinya menggunakan nama Anita ? ini yang membuat Ramli heran dan uang tunai sebesar 2 milyar diterima Ramli dan dibawa ke teller untuk di cek Cintia , Ramli memanggil security untuk membantu membawanya.

Sementara Cintia menghitung uang dari pak Hartono Ramli mengecek laporan keuangan sampai pukul 11.00 dan mencatatnya di agenda lalu menemui Anita dan pak Hartono lagi sambil memberikan bukti penerimaan uang serta mengecek berkas pemilik sambil menunggu jumlah penerimaan uang clear . Pak Hartono ngobrol banyak dengan Ramli sekitar model, dana dan usaha class mode serta sriti kosmetika dan meminta nomor hand phone Ramli .

Anita meminta tolong Ramli untuk mengantar pulang ke rumahnya di Damar Utara Banyumanik sekalian ingin melihat-lihat kelas model yang sedang dirintisnya bersama Sherley , sebenarnya Ramli capek banget dan ingin tidur barang sekejap,tapi gak enak karena sudah sejak pagi Anita memohonnya kerumah dan Ramli mengiyakannya .

Selesai ke BRS Anita dan Ramli menuju Banyumanik dan mampir ke Rani Intertain, Anita melihat Sherley yang dikiranya Erlita sedang mengajar clas remaja sehingga ia melongo , Sherley memanggil Ramli untuk memperagakan gaya tapi dia tak enak karena ada tamu bersamanya.

” Kenapa Erlita ada di sini, bukankah ia seorang bidan ?” tanya Anita keheranan.

” Itu Sherley bukan Erlita, mereka mirip saja ” jawab Ramli. Hape Anita berdering telpon dari ibunya yang menyuruhnya segera pulang karena sudah di tunggu.

Ketika sampai di Damar Utara sudah menunggu tamu Anita dan laki-laki itu pak Hartono membukakan pintu dan menggandeng Anita menuju tempat yang sudah di siapkan.

Ramli heran tapi ibunya Anita mempersilahkan duduk . Ternyata Anita menikah siri dengan pak Hartono , hati Ramli terasa disakiti tapi Ramli tetap tegar dan amat iba dengan Anita yang meneteskan air mata saat kyai memegang tangan Hartono dan ber ijab kobul.

Dada Ramli rasa teriris..jadi inikah bukti cinta dengan berujud uang tunai 2M ?

Ramli segera pulang di telpon Sherley karena ada class jam 20.00 kelasnya Ramli.

Ramli berhenti sebentar dan menelepon Lusi kalau agak terlambat dan class bisa di gantikan Sinta karena yang ada saat itu Sinta tapi Ramli harus datang ke class meskipun terlambat.


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset