Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 18

Lulus Kuliah

Hari itu merupakan suatu kebahagiaan dalam kehidupan Ramli atas kelulusan kuliahnya , kabar yang dibawa Warti teman kuliahnya merupakan tolak ukur masa depannya yang akan datang,Ramli yang masih berada di Philipina ingin cepat-cepat kembali ke Indonesia.

Warti          : “Kapan baliknya nih….kabari kalau sudah di Indonesia dan segera ikut wisuda”. sambil menunjukkan foto daftar kelulusan

Ramli          : “Oke War.., segera merapat kalau sudah tiba di Semarang….see you…”. Ramli mengabari bapaknya, tapi karena pak Sarwo masih di kamar mandi maka yang angkat Lusi

Lusi             : “Kak  Selamat ya….semoga cita-cita kak Ramli segera tercapai, ini ibu mau bicara”,

Ibu               : “Anakku selamat ya..ibu bangga padamu, ini bapak mau bicara”,

Bapak          : “Lee….Selamat yo…moga-moga cepak jodone….ni bontot mau bicara”,

Ambar         : “Kak…kakak sudah lulus , bisa dong antar sekolah Ambar….Ambar kangen…”.

Ramli           : “Iya…… kalau pas dirumah ya, terima kasih semuanya atas ucapannya..kakak amat menyayangi kalian semuanya”. Ramli pamit karena akan ketemuan dengan Mr Alexander Adulfo dan Mr Adam Lee , juga Sherley.  Bapak amat bahagia , Ramli putranya akhirnya jadi seorang sarjana. Anak-anaknya melarang memberi tahu siapapun sebelum kakaknya Ramli di wisuda bahkan Erlitapun belum diberi tahu.

Ramli mengabarkan kalau akan pulang hari ini lalu Lusi mengabarkan kepada bapak kabar bahagia ini , Ibu memasakkan masakan kesenangan Ramli yaitu sambal goreng ampela ati dan sedikit emping. Ambar bersorak dan nerkata,

Ambar          : ” Miss Sherley ikut gak kak…”.

Lusi               : “Mana kakak tahu…, harusnya ya ikut …kan miss Sherley mengajar “. Ambar yang awalnya cemberut kalau miss Sherley gak kembali tapi mendengar penjelasan Lusi menjadi lega. Keluar masuk Ambar menanti Ramli, kira-kira jam 20.30 Ramli sampai rumah bersama miss Sherley dan Mr Park Kim Sun. Bu Sarwo  menyiapkan minuman sekoteng dan kue mangkok, Ambar memeluk miss Sherley dan mengajaknya masuk langsung ruang keluarga tapi Sherley minta maaf karena ia amat kegerahan dan ingin mandi maka Ambarpun mengantar keruang tamu lalu membantu ibu .

Lusi  hendak menelpon Bu Rani kalau kak Ramli sudah sampai rumah tapi niatnya Ia urungkan biar kak Ramli sendiri nanti yang menyampaikan karena banyak yang akan di kerjakan Ramli terutama menyangkut kuliahnya. Ramli menanyakan class mode yang dibimbingnya pada Lusi dan dijawabnya baik-baik saja bahkan siswanya amat kagum dengan penampilan kakaknya juga miss Sherley, lalu Ramli berpesan kalau akan mengurus kuliahnya dulu baru ke kantor Rani Intertain.

Pagi ini Ramli amat sibuk menuju kampus bertemu Warti ,Kirana dan Irfan yang sebelumnya mengantarkan Sherley, Park Kim Sun dan Lusi ke kantor Rani Intertain setelah itu langsung ke kampus. Irfan memeluk Ramli dan diajak menuju papan pengumuman melihat nilai seutuhnya dan menuju ruang dosen menemui Bu Ariyanti dan bertemu dengan pak Kirnadi.

Bu Ariyanti    : “Hebat kamu Ram… nilai IPKmu sempurna 4 dan mendapat predikat cumlaude .

Pak Kirnadi    : “Mahasiswanya siapa dulu….pak Kirnadi gitu looo…”

Bu Ariyanti     : “Sudah kaya…, ceweknya seabrek…, pintar lagi….”.

Ramli               : “Ah…ibuk selalu memuji begitu…..”

Bu Ariyanti     : “Memang begitu kok…sudah di survey sama pak Wongso Lukito dosen phisikologi lhooooo”.

Pak Kirnadi    : “Lanjut S2 ya….biar jadi dosen, waktu bisa diatur kok” Ramli berterima kasih atas segala saran dan perhatian dosen-dosennya lalu mohon diri dan mempersiapkan acara wisuda yang segera disiapkan . Warti  minta di traktir di cafe dan Irfan meng iyakan .

Irfan                : “Iya dong…. oleh-oleh dari Philipinanya mana…?”

Ramli              : “Sabar…belum aku buka kan baru sampai…..”.

Warti            : ” Omong-omong aku dapat apaan..?”

Ramli             : “Ada deh…”

Kirana           : “Nah sampai sudah di cafe Andalusia…”

Ramli            : “Pembalap….dari tadi ngebut mulu dan diem saja…”. Kirana tertawa.

Kirana          : “Lagi mikir, gimana rasanya jadi cewek kamu….”

Ramli           : “Ah..dasar tukang ngegombal….ayuuk makan….” . Sebenarnya Kirana ngebet jadi pacar Ramli, tapi sudah ada Sherley di sampingnya mana dari Korea lagi  sehingga Kirana merasa kalah  saing saja. Mereka ngobrol sambil makan bakso dan minum orange juice lalu balik ke kampus dan pulang menuju rumah masing-masing.

Ramli langsung mengajar yang disambut murid-muridnya dengan antusias.

Alicia           : “Kak Ramli kapan nikah nya sama miss Sherley…”.

Ramli          : “Alicia…mumpung masih diberi kesempatan untuk jomlo ya terima saja dulu ….., okey siapa yang sudah siap absen yang pertama…?, baik kalau gak ada yang maju kakak tunjuk …hhhmmm……Alicia maju ke depan…silahkan”.

Alicia          : “Terima kasih kak Ramli…. selamat datang kak ,  setelah sepuluh hari mangkir di kelas ini dan yang menggantikannya Bu Rani atau kadang kak Sinta juga pak Nanang yang mengajarkan kami berjalan dengan menggunakan catwalk dengan jalan berpasangan”. Ramli memberikan standing ovation.

Ramli          : “Saya suka gayamu yang meniru miss Sherley….tapi kurang sedikit perbedaannya..”

Alicia           : “Apa itu kak…”

Ramli          : “Kamu sudah manis, cantik, bahkan kece…sayang selisih tinggimu kureng 5 cm”

Alicia           : “Wow keren….terima kasih kak…”

Ramli          : ” Tunggu…tunggu…tunggu…ini surprise…ada hadiah dari saya, bukalah”.

Alicia membuka hadiah itu ternyata Blush Brush saking gembiranya Alicia mencium pipi Ramli.

Ramli          : “Itu Blush Brush terbaru buatan Sriti Kosmetik, ada 6 alat bantu bila ada yang mau silahkan pesan di mbak Lusi sehabis jam ini.

Verra           : “Terima kasih kak Blush Brush nya buat kami…”

Ramli          : “Sudah…sudah….sudah…. kita lanjut materi baru…okey….” Class langsung diam dan mendengarkan penjelasan Ramli. Habis mengajar Ramli  berbicara di ruangan pribadi Bu Rani tentang perpanjangan kontrak yang belum diterima uangnya karena Ramli begitu sibuk.

Bu Rani      : “Terima kasih sudah membesarkan nama Rani Intertain di kancah dunia juga pendidikan Class Mode yang kini sangat marak dan pendaftarnya sudah mengantri sejak kamu pulang dari Philipina . Ini ada beberapa permintaan untuk mengadakan lomba internal untuk menambah kancah peragawan dan peragawati karena ada banyak permintaan show yang belum terlaksana terkendala keberadaan kamu”. Bu Rani memberikan cek sebesar 1M dan memberikan masda 2 beserta BPKBnya.

Ramli          : “Terima kasih sekali buk untuk semuanya yang sangat berarti sekali buat saya, saya juga sudah lulus kuliah dan seminggu lagi saya akan wisuda”.

Bu Rani      : “Syukurlah tepat pada waktunya, omong-omong kapan nikahnya nih …semua sudah kau dapatkan tinggal apa lagi…?”

Ramli          : “Masih banyak urusan saya….dan belum ada yang saya pegang..”

Bu Rani      : “Semakin lama menjomblo kamu malah akan merasa susah memutuskan…mana wanita terbaik, semua wanita ada kelemahannya dan itu adalah sisi yang harus kau jaga dan perhatikan, mulai sekarang berfikirlah untuk berumah tangga”.

Ramli          : “Iya bu , terima kasih perhatiannya”. Ramli menyimpan cek dan BPKB di dompet dalam tas.

Bu Rani      : “Mobil baru pegangamu Mazda CX 3 seminggu lagi , kamu pilih warna apa Ram..?”

Ramli         : “Apapun baik, tapi kalau ada yang warna putih”.

Bu Rani     : “Okey….ditunggu saja Ram”. Bu Rani pulang dijemput pak Nanang, begitu melihat pak Nanang Ramli langsung mengulurkan tangan dan pak Nanang memeluknya.

Pak Nanang  : “Selamat ya Ram, terima kasih sudah membuat Rani Intertain berjaya juga memenangkan tender kosmetik dan saya bisa bersantai sekarang termasuk Bu Rani, kapan-kapan kita piknik ke Paris Ram…. kangen aku sama kamu”.

Ramli        : “Iya , terima kasih pak saya juga kangen sama bapak…”.

Sherley menunggu Ramli ada yang kendak dibicarakan sama Mr Park Kim Sun.

Ramli         : “Baik…kita ke sana dan aku akan menginap semalem karena aku amat sibuk esok hari”.

Kontrakan baru Rani Intertain amat besar dengan lima kamar tidur dan satu kamar pembantu, Ramli menelepon bapaknya kalau menginap di kontrakan Rani Intertain yang baru dan besok akan  pulang. Bapak berharap Ramli segera pulang bila sudah selesai permasalahannya karena adik bontotmya si Ambar amat membutuhkannya, dia ingin sekali ulang tahunnya di hadiri kakaknya dan hampir 4 tahun Ramli tak menghadiri acara ultahnya.

Park Kim Sun mengatakan kalau Sherley habis menerima uang kontrak tanpa jaminan serta bersyarat karena tujuannya membantu Ramli mengembangkan class mode tapi Rani intertain menyamakan kedudukannya sama seperti Ramli, ini membuat bingung Park Kim Sun.

Ramli malah berterima kasih sekali berkat Sherley Rani Intertain menambah kemajuan dan akan di usulkan kontrak kerja sama kalau Sherley menginginkannya walaupun dulu hanya sekedar coba-coba. Sherley mengucapkan terima kasih sekali karena bisa membangkitkan bakatnya bersama laki-laki pujaannya.


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset