Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 19

Ulang Tahun Ambar

Ambar sangat bahagia Ulang Tahunnya yang ke 16 akan dihadiri kakaknya Ramli dan Miss Sherley, juga Mr Park Kim Sun . Acara yang amat di tunggu-tunggunya segera terealisasi.

Ambar yang kini kelas x di SMUN 1 Semarang akan mengundang seluruh siswa-siswi serta bapak dan ibu guru juga teman-teman SMP nya karena akan diadakan peragaan busana hijab yang diselenggarakan Rani Intertain dan dukungan kakaknya Ramli dan Lusi. Acara kurang seminggu tapi  Rani Intertain mempersiapkan modelnya dalam asuhan Ramli begitu ketat pemilihannya. Shinta dan Sherley mempersiapkan model didikannya . Sekaligus ajang pencari model internal Rani Intertain

Park Kim Sun sebagai designer akan merancang semua baju-bajunya sesuai alam Indinesia, Lusi mengundang dua orang penjahit untuk membantu Park Kim Sun. Lusi mencoba mendesain lewat laptop pakaian hijab anak sekolah yang dibantu Mr Park Kim Sun. Miss Sherley mendidik Ambar untuk memperagakan baju hijabnya dengan designer Lusi kakaknya yang akan dipakai Ambar merayakan ulang tahunnya

Ambar          : ” Wow keren kak Lusi….ini pasti banyak peminatnya”.

Lusi               : ” Semoga peminatnya banyak….Aamiin…”. Lusi yang kuliah di UNIVERSITAS STEKOM dan mengambil jurusan Desain Grafis sangat membantu dalam mengembangkan bakat dan seninya , Ramli amat mendukung adiknya dan banyak memberi masukan model pakaian termasyur di dunia.

Ambar  bekerja sama dengan sekolahnya mengatur acara peragaan busana yang sudah mulai tertata rapi. Rani Intertain membantu segala yang diinginkan Ambar karena amat membantu usahanya dan mendukungnya dengan keperluan dana yang dibutuhkan , Ambar percaya ide ulang tahunnya akan meledak karena banyak yang membantunya. Ambar minta tolong Lusi untuk bertemu Mr Park Kim Sun

Lusi               : ” Tumben kamu ingin ketemu…Mr Park Kim Sun…dia amat sibuk dan kak Lusi sebagai asistennya yang berhak ketemu dia….”

Ambar          : ” Allaaaaa…pelit amat sih mau ketemu membicarakan pakaiannya jangan yang mini-mini karena ini disekolah kak…”

Lusi               : ” Bontoooot …kak Lusi ini kakakmu ..Mr Park Kim Sun itu amat sibuk kamu jangan menyepelekannya…..dan kakak sudah memberikan kriteria model pakaiannya..percayalah pada kakak kamu pasti senang dengan kerja kakak”

Ambar           : ” Jadi kakak sudah memberikan kriterianya…alhamdulillah makasih kak….tapi mana catatan kriterianya…?”  Lusi kesal sebenarnya sama Ambar yang gak percayaan, lalu ia mengeluarkan selembar kertas dan dibaca Ambar.

Ambar           : ” Nah , begini yang aku maksud kak…maaf ya kak  kalau sudah bikin hati kak Lusi kesal,  Okey Ambar ke sekolah lagi ketemu sama pak kepala sekolah…Makasih kakakku yang cantik dan imut…see you..da…da…”.

Sore ini Ramli latihan terakhir di klas mode yang melibatkan muridnya memakai pakaian  model guru yang tingkat dewasa, Ambar disuruh melihatnya untuk menyaksikan peragaannya. Ambar langsung ngibrit kembali ke Sriwijaya bersama sahabatnya Karmila.

Ambar cukup puas walaupun hanya melihat modelnya bergaya dan melenggak-lenggok, cantik-cantik memang tapi  kak Lusi juga cantik kok. Karmila iseng-iseng bertanya :

Karmila        : ” Kak Ramli boleh gak nyoba sepatunya…dan berjalan di catwalk…”.

Ramli            : “Boleh, ukuran kakimu berapa..?”

Karmila        : ” 38 kak”. Ramli mengeluarkan sepatu ukuran 38 tapi Karmila takut melihat ketinggiannya.

Ramli            : ” Ayuuk melangkah…pelan-pelan saja…”

Karmila        : ” ‘Gak kak takut jatuh…”.  Ramli menyuruh mencoba lagi tapi Karmila tetap tak mau takut kalau sepatunya patah. Begitulah cara berjalan yang orang bilang sipil sekarang tahu kalau berjalanpun memakai seni. Ramli  gantian menyuruh Ambar memakai sepatu ukuran 37 . Ambar memakainya dan dengan langkah yang tepat serta mantap Ambar melenggang , sungguh amat semampai badan Ambar.

Ramli             : ” Cukup Ambar, okey kamu cantik manis dan anggun, cara melangkahmu mirip Miss Sherley, apakah dia idolamu..?”

Ambar            : ” Tentu dia idolaku yang menggetarkan jiwaku dan membangunkan dari tidur panjangku”.

Ramli             : ” Bagaimana dengan Erlita..?”

Ambar            : ” Dia sungguh amat sibuk dan melupakanku…” Ramli tercengang padahal dia sedang bercanda tadi tapi Ambar sudah menentukan kekalutannya.

Ramli              : ” Baik Ambar kamu boleh melepas sepatumu dan segera pulang ke rumah….sampai bertemu nanti Ambar…”.

Ambar             : ” Sampai nanti kak…”. Karmila pamit pada Ramli dan siswanya lalu kembali ke sekolah sementara murid Ramli masih kebingungan dengan percakapan Ambar.

Ramli              : ” Okey klas…ada yang membuat kalian bingung…..?”.

Ramli              : ” Baik…., kalau diam berarti klas kakak anggap mengerti…..atau bingung…..?!” se isi kelas pada berbisik sendiri-sendiri.

Tiba-tiba Paula bertanya,” Kak  kenapa disini ada Erlita…padahal Erlita bukan model”. Ramli sejenak terdiam.

Ramli               : “Ambar juga bukan model tapi Ambar pemberi gagasan , sampai Ibu Rani mendukungnya dan kalian beradu akting secara positif, dan karena kesibukan Erlita sampai lupa menghubungi Ambar, tapi Ambar memberi undangan ulang tahunnya…itu amat mengganggu kehidupannya. Klas kalian para calon model perlakukanlah diri kalian secara baik sehingga tak akan timbul rasa buruk sangka “. Ramli menunjukkan kertas yang di dalamnya ada sepuluh nama peserta peragaan dan peraga ini diminta kumpul di kantor.

Ramli               : ” Bagi peserta yang belum mendapat kesempatan pasti akan mendapat giliran nanti pada lain waktu”. Dan klas ditutup jam 14.00 , Ramli menghubungi Erlita menanyakan tentang keikut sertaannya pada Ultah Ambar, tapi kelihatannya  Erlita masih sibuk  sehingga Ramli kecewa beda dengan Laras yang penuh ceria menyambut Ramli dan akan menghadiri ulang tahun Ambar.

Miss Sherley  ikut ke rumah Ramli untuk membimbing Ambar serta membawakan hijab yang akan dipakai di hari ulang tahunnya, Ambar senang sekali dan mencoba hijab yang di desain Mr Park Kim Sun sebagai hadiah ulang tahunnya.

Ambar            : ” Wow indahnya hijab ini ada pernak-pernik di lengan dan bagian rok bawah ada bunga berbenang emas mengitarinya dan kerudungnya ada lingkaran berkain sutra merah, modelnya bagus banget….trima kasih Miss Sherley tolong sampaikan pada Mr Park Kim Sun”. Sherley memberikan hape agar Ambar berbicara sendiri pada ayahnya. Miss Sherley menelpon ayahnya dan Ambar yang menjawabnya.

Mr Park Kim Sun  : ” Hallo putriku..”

Ambar                        : ” Hallo Mr Park Kim Sun ini saya Ambar mau ngucapin terima kasih…”.

Mr Park Kim             : ” Sebentar…, apakah ini Ambarnya kak Ramli…?”

Ambar                        : ” Iya saya Ambar adiknya kak Ramli…yang sering dipanggil Bontot”

Mr Park Kim Sun     : ” Oh ya..ya..maksudnya bagaimana Bontot ?”

Ambar                        : ” Terima kasih sekali dengan hijabnya yang keren…!”

Mr Park Kim Sun     : ” Ambar menyukainya…?”

Ambar                         : ” Iya ..Ambar senang sekali hijabnya mewah dan kerudungnya panjang….keren habis…!!”

Mr Park Kim Sun     :  ” Syukurlah kalau kamu suka, sebenarnya itu kreasi kakakmu Lusi lalu Mister perbaiki , okey Ambar selamat ulang tahun yang ke 16 ya semoga sekolahmu sukses”.

Ambar                         : ” Terima kasih Mister..”

Park Kim Sun            : ” Sama-sama Ambar”. Hape langsung di matikan Park Kim Sun . Ambar memeluk Miss Sherley  terima kasih yang tak terhingga Ambar ucapkan dan Ambar disuruh istirahat karena besok  pagi adalah perayaannya . Banyak pamflet menuju arah SMUN 1  sebagai tempat berlangsungnya acara Peragaan Busana Hijab Rani Intertain

Jam lima pagi Ambar sudah sampai di sekolahnya  dan berada di ruangan yang luas  di balik panggung ayah ibunya menemani  Ambar , Siska dan Ivan membawa sarapan pagi nasi kotak, jam 06.00 model kecil  berdatangan memasuki ruang ganti .

Ambar dan orang tuanya mulai dirias jam 06.30 para siswa dan undangan mulai memasuki tempat duduk . Jam 07.00 Sambutan Kepala Sekolah .

Selesai sambutan para model kecil berbusana hijab berjalan melalui catwalk yang sudah dibentuk  memutari hadirin. Oh indah dan menakjubkan para orang tua dan undangan mengabadikan lalu satu persatu model memberagakan tampilannya…..mereka bersorak sorai  banyak mobil pada turun menyaksikan peragaan busana  yang amat menarik perhatiannya karena mereka yang terlambat tak dapat masuk dan terpaksa menyaksikan diluar dan ini  yang membuat jalan macet tapi lancar karena banyak polisi penjaganya. Lusi dan Sherley sebagai pengasuhnya mendapat acungan jempol dan berfoto bersama anak didiknya.

Jam 09.00  Ambar bersama kedua orang tuanya keluar dengan iringan piano selamat ulang tahun Ambar berjalan pelan di gandeng ibu dan  bapaknya . Hadirin pada berdiri menyaksikan Ambar meniup lilin didampingi Ayah Ibunya, Lusi dan Ramli, Mr Park Kim Sun dan Sherley serta Laras yang memeluk Ambar dan meminta maaf karena kakaknya Erlita tak bisa hadir. Ambar sendirian dan memamerkan baju Hijabnya dan banyak yang memegang kain dan memotretnya. Ambar sangat bahagia langkahnya begitu percaya diri dan yakin kalau ia akan berpengaruh dimasa depan.


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset