Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 2

Rani Intertain

Ramli segera mandi karena ada ketemuan dengan sisca dan Bos Rani Intertain pukul 19.00 di Wonderia , karena acara santai dia memakai celana jeans dan kaos oblong dan jaket karena ia memakai motor jadi aman berkendara. Ramli memakai parfum Lusi adiknya biar agak segar, hape berbunyi dari Siska menanyakan keadaan Ramli serta meminta kehadirannya lebih cepat karena banyak acara yang akan Ramli ikuti juga menawarkan untuk menjemputnya

” Gak usah mbak, ini aku mau jalan kok paling gak ada 10 menit nyampai” kata Ramli menolak halus .

” Okey aku tunggu di luar ” jawab Sisca dan mematikan hapenya.

Ramli segera meluncur ke Wonderia dan benar juga Sisca sudah menunggu di luar dan menyuruh keamanan untuk memarkirkan motornya ke peserta kontestan.

Ramli bingung tapi gak sempat tanya karena Sisca sudah mengarahkan menuju meja dekat podium mendampingi Boss Rani

” Bu Rani ini yang namanya mas Ramli” kata Sisca memperkenalkan Ramli pada Bu Rani.

” Owh …ini ya pesan pak Nanang kemarin Sis…?” Sambil mengamati Ramli Bu Rani menyuruh mempersiapkan pakaian dan perlengkapan untuk kontestan.

” Mas Ramli ikuti semua petunjuk Sisca yang membimbing kamu ya…”

Ramli mengikuti lagi Sisca untuk merapikan rambutnya dan mempoles mukanya,karena kulit Ramli tak bermasalah cuma diberi pemutih saja. Di ruang rias itu ada kaca kecil untuk melihat apasaja yang ada dipodium dan Ramli memperhatikannya model melenggak lenggok .

” Aduh cakepnya mas Ramli …pingin cium deh….” kata perias Ivan yang kebanci-bancian.

Sisca memberi petunjuk pada Ramli yang akan memperagakan pakaian olah raga. Ramli di kamar rias mencoba sedikit bergaya sambil berkaca , perias Ivan memeluknya sambil memotretnya Sisca melarang Ivan mendekatimya biar Ramli santai karena sebentar lagi akan tampil.

Nama Ramli Sarwo Edy dipanggil sebagai pendatang baru asuhan Rani intertain dengan pimpinan bapak Nanang Gunawan dan pelatihnya Sisca Widowati dan penata riasnya Ivan mulai berakting.

Dengan membawa raket tennis Ramli berjalan santai senyum manisnya membuat Ivan berteriak histeris sambil bertepuk tangan.

Tiba-tiba terdengar suara ” Kak Ramli….kak Ramli berulang ulang menambah semangat Ramli, dan ia berjongkok sambil berjagan di raketnya tepuk tanganpun riuh sekali, Ramli mengambil bola tenis di sakunya dan memainkannya. Tepuk tangan menghadiahi aktingnya penuh enjoy, dengan sepatu Nike menambah pede penampilannya. Bu Rani bangkit dari kursi dan naik podium menemui Ramli tiba-tiba music berubah romantis sehingga Ramli harus mengikuti iramanya, ketika bu Rani terpeleset Ramli memondongnya sehingga tepuk tangan kembali didapatnya.

Pak Nanang, Sisca, dan Ivan masuk podium sambil tepuk tangan diikuti tepuk tangan hadirin bertubi-tubi.

Acara penutup yang amat manis puji pak Nanang pada Ramli. Bu Rani memuji Ramli yang cekatan biasanya saat seperti ini model banyak yang grogi dan kelelahan .

” Kak Ramli ini Laras “, kata laras ketika acara selesai dan Ramli sedang foto bersama, Sisca tahu kalau itu gadis yang bersama Ramli tadi pagi maka Laras diajak foto bersama, woooo…senang sekali Laras tapi keamanan datang dan mengantar Laras ke tempat duduknya.

Laras menunjukkan foto selfinya dengan Ramli sambil memeluknya, sementara teman-temannya kagum sama keberanian Laras.

Hape Ramli berkali-kali bunyi tak terdengar olehnya, baru ketika ke kamar mandi Ramli terasa getarannya, ternyata bapak yang menelepon:

” Ramli ada di mana sekarang kok dari tadi tak diangkat telepon bapak.”

” Maaf pak tadi ramai sekali di Wonderia sehingga tak terdengar, saat ini ada di kamar mandi jadi kedengaran pak…”

” Ya sudah, kalau acaranya selesai segera pulang ya…ini buku kamu bapak bawa karena belum ada yang hitung pendapatan hari ini yang amat ramai , uang juga belum dihitung bapak sudah sampai rumah sekarang dan ibu sudah istirahat bapak nunggu kamu pulang juga adik-adikmu , segera pulang ya….?”

“iya pak sebentar lagi juga pulang ” Begitu Ramli keluar dari kamar mandi Sisca sudah nungguin : ” Ibu Rani sudah menunggu kamu Ramli dan akan segera dilakukan tanda tangan kontrak …ayoo dong..”

Sisca menbawaRamli di ruang meeting disana sudah menunggu bu Rani dan pak Nanang. Pak Nanang membacakan perjanjian kontrak, Ramli meralat perjanjian itu karena ia masih kuliah dan jadwal Ramli boleh mengaturnya kalau penting sekali serta sarana mobil akan diberikan seminggu lagi.

Ramli mendapat DP 25jt selanjutnya akan diberikan sesuai kebutuhan Ramli. Kontrak itu akan berlangsung seminggu lagi sampai tiga tahun kesempatan untuk urus kuliah Ramli

” Yeesss…” Ramli bersukur sekali ketika hendak pulang Pak Nanang mengatakan

” Gak usah ganti kostume pakai saja dan pakaianmu ada dalam jog , oke..aku ikutin kamu dari belakang biar aman”. Ramli tetap memakai jaketnya, Sisca bareng sama Ivan bu Rani sama pak Nanang mengikuti Ramli.

” Kamu kok bisa dapetin cowok sesuai dengan kriteria dalam waktu yang mepet begini, ” kata bu Rani pada pakNanang.

” Itupun gak sengaja…harus berminggu-minggu pengamatannya sama Sisca” Pak Nanang sedikit membanggakan diri biar dapat perhatian bu Rani.

“Tubuhnya amat seksi , gayanya enjoy kenapa tak dari dulu ketemu Ramli ” batin pak Nanang sambil senyum ceria melihat Ramli dari belakang mengendarai motornyasambil zigzag.

Sampai jembatan Bugel Ramli pelan belok kiri lurus saja dan brenti didepan muka rumahnya.

” Mampir dulu pak, Buk..?!” kata Ramli dan dijawab

” Lain kali saja , sudah malam ..sampaikan salam pada kedua orang tuamu saja ya, ingat kamu tetap absen dikantor antara jam 12 sampai jam 14 .

Bapak membuka pintu dan diikuti Lusi, karena agak gelap jadi mereka kurang perhatian dan membantu memasukkan motor Ramli .

” Kok bau parfumnya enak sekali kak…” kata Lusi dan ketika masuk rumah bapak dan Lusi terbelalak , melihat penampilan Ramli yang menakjubkan.

” Kaaaaakk…ini bener kak Ramliku…..” kata Lusi sambil mencium kakaknya.

” Bune…bune.. tangi disik ki..anakmu kok dadi maleh….” Bu Sarwo yang riyip-riyip matanya jadi terbelalak melihat Ramli yang kece…

” Ramli…Ramli…ini bener kamu naak…?” Ramli memeluk ibu dan bapaknya dan membawa mereka di ruang keluarga, Ambar terbangun karena berisik menuju ruang kluarga dan menjerit melihat kakaknya.

” Kaaakk..gantenge kakakku…aku mauuuu dicantikiiiiinnn….” celetuk Ambar sambil duduk disamping kanan dan yang sebelah kiri Lusi, Pak Sarwo dan ibu tersenyum melihat polah tingkah kedua gadisnya.

” Kok bisa begini cepatnya kakakku jadi gantheng” Ambar meraba kulit dan wajah Ramli sehingga geli dan tertawa..

” Sudah..sudah… kakak mau beri kabar baik pada ibu dan bapak nih” Mereka terdiam dan mendengarkan cerita Ramli serta menunjukkan uang DPnya juga akan kuliah sesuai cita-citanya di AKUBANK kuliah Perbankan.

Mereka semua menghitung pendapatan tadi sore dan Ramli memasukkan dibuku besarnya dan menyimpan uangnya dikotak uang dalam lemarinya.

Semua istirahat karena seharian sudah bekerja.

Pagi sekali hape Ramli berdering ternyata Laras, ” Hallo..iya Ras ada apa…?” ” Kak, aku ada di luar didepan rumah kak Ramli” Ramli bingung ada apa Laras kok pagi-pagi sekali sudah sampai sini..? Ramli mengintip tirai depan , ” Hah bener…ada apa ya….”

Ramli memakai kaos dan sarung lalu menghidupkan lampu ruang tamu dan membukakan pintu.

” Ayuk masuk…” kata Ramli tapi Laras gak mau masuk hanya minta selfi berdua pakai sarung…

” Ehhh jangan…aku tampil jorok jangan kau sebar kemana-mana foto itu Laras…aku malu…”

Laras tersenyum sambil berkata, ” Ini untuk aku pribadi kok kak…aku brangkat pagi-pagi biar semangat belajarku kak ”

” oohh ya sudah , tapi bener jangan perlihatkan pada orang lain ya…?” pesan Ramli cemas, dan Laras segera berangkat naik sepeda motornya. Ibu mengeluarkan teh hangat dua cangkir

” Lhooo tamu kamu dimana….kok sudah hilang…?!”

” Dia penggemar pertamaku sekaligus penggemar setia yang membuat PD penampilanku buk”. Ibu manggut-manggut menyuruh Ramli meminum tehnya.

Lusi dan Ambar pamit akan berangkat sekolah, pak Sarwo mengantar Lusi dan Ramli mengantar Ambar , Ramli ganti celana dan mencuci muka karena adiknya kawatir kesiangan gak keburu kalau mandi .

Habis mengantar Ambar Ramli menuju jajanan mbok Lami beli nasi bungkus untuk yang dirumah.

” Mbok Lami saya ambil nasinya empat, dan maaf ya saya belum bisa ngantar pesanan bolang-baling nya karena repot banget….maaf ya mbok” Mbok Lami bingung

” Ini mas siapa ya…? kok belum pernah lihat saya…” jawab mbok Lami heran.

Ternyata mbok Lami lupa karena ia hanya menerima titipan. Ramli lega karena ia kawatir kalau mbok Lami nunggu-nunggu .

” Mas jualan sneck ya…? ” tanya ibu yang beli jajanan.

” Oh iya buk, maksudnya ibuk saya yang jualan di pasar peterongan lantai dua namanya “sneck Sarwo Ono” silahkan beli bukanya jam 15 bu sampai malam”

” Kebetulan saya butuh untuk nanti malam, untuk arisan trima kasih mas gantheng ” jawab ibu tersebut sambil memandangi wajah Ramli membuat Ramli gak enak hati dan segera pergi meninggalkan jualan mbok Lami. Sampai rumah bapak sudah menunggu Ramli

” Kemana saja bapak tunggu kok lama nyampai rumah” Ramli membawakan nasi bungkus dan mengajak masuk untuk sarapan. Semua ikut sarapan bapak memberikan selebaran kertas,

” Ini bapak belikan formulir pendaftaran kuliah kamu Ram ” Ramli mengambilnya dan membacanya.

” Wow terima kasih pak…?! beneran ini sudah dibuka ..?! ” bapak tersenyum saja

” Ya baca sendiri…kan kamu yang akan kuliah..” Emang bener formulir itu pendaftaran baru untuk semester ganjil dan Ramli sudah terlambat satu tahun. Selesai sarapan Ramli persiapan untuk pendaftaran kuliah, dan pak Sarwo yang belanja pagi ini bersama ibuk.


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset