Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 20

Ratapan Park Kim Sun

Siang itu Laras mengajak Ambar sepulang sekolah, Ambar yang baru keluar kelas sudah ditunggu Laras menggunakan sepeda motor, Laras  melihat mobil masda2  parkir ditepi jalan  SMUN 1 . Laras mulai mendekat tapi hatinya ragu kenapa kak Ramli diam saja biasanya langsung menyapanya , Laras kembali ke motormya menunggu Ambar dan ketika kelihatan Ambar di pintu gerbang Laras memburunya dan menggandengnya.

Laras             : ” Itu mobil kak Ramli kan…?”

Ambar           : ” Iya… kenapa..?”

Laras              : ” Ah….gak apa…” . Mereka  menuju ke arah mobil karena Ambar mau ke rumah Laras dulu.

Ambar            : ” Kak , Ambar mau ke rumah Laras dulu bagaimana…?”

Ramli              : ” Iya gak apa….lho..itu kan Laras..?”

Laras               : ” Kak Ramli jahat…dari tadi Laras ngliatin kak Ramli tapi kak Ramli diam saja….?!”

Ramli              : ” Maaf….. kak Ramli dari tadi telpon jadi kurang fokus Ras….Oke…ayo kakak antar ke rumah?!”

Laras              : ” Laras bawa motor bagaimana ini…?”

Ramli             : ” Ya sudah  kamu pulang dulu dan kak Ramli akan ajak kak Sherley ke rumah kamu sama silaturahmi sekalian…oke…”

Laras              : ” Bener lo kak….Laras tunggu…?!”

Ramli segera melaju ke Rani intertain dan mengajak Sherley karena Sherley pernah berjanji sama bu Darmawan akan mengunjunginya, Sherly menghubungi ayahnya di kontrakan baru agar menemaninya. Sherley sudah siap ketika Ramli menjemputnya dan segera menuju Park Kim Sun di Pandanaran II .

Pekerjaan Park Kim Sun amat banyak karena pesanan hijab berlimpah dan sudah dikirim ke konveksi teman Lusi, saat ini Park Kim Sun membuat hijab modelnya Ambar dengan berbeda-beda  kain tapi sudah siap di potong . Park Kim Sun meninggalkan pekerjaannya karena ingin ikut ke rumah Bu Darmawan untuk silaturahim.

Sherley         : ” Ayah….ayuk kita berangkat..?!”

Ambar duduk dengan miss Sherley sedang Park Kim Sun di depan , Ramli menuju Kokrosono rumah Erlita . Laras sudah menunggunya dan mempersilahkan masuk.

Ramli            : ” Kak Erlita mana Ras…kok sepi…?”

Laras            : ” Kak Erlita sama dokter Firman rapat di Dinkes sejak pagi, mungkin jam 16.00 pulang kak, ditunggu ya….”

Bu Darmawan dan bapak bertemu dengan Sherley dan menyalami Park Kim Sun , Ramli juga Ambar. Pak Darmawan memandang Sherley dengan seksama  lalu menanyakan

Pak Darmawan  : ” Maaf semuanya yang ada disini ( sambil memandang tamu-tamunya) saya ingin menyuarakan kegundahan hati saya tentang anak kami Erlita” Ramli merasa hatinya dan perasaannya gundah demikian juga Sherley yang mendekatkan dirinya ke Ramli karena amat was-was…sedangkan Park Kim Sun tersenyum lalu berkata

Park Kim Sun     : ” Kalau ada yang bisa saya bantu saya akan membantunya kalau mengenai anak saya atau calon tunangan anak saya “.

Pak Darmawan  : ” Tapi saya harus menunggu anak saya Erlita yang masih rapat di Dinkes bersama calon tunangannya dr.Firman biasanya pulang jam 16.00 mungkin sebentar lagi sampai”.

Laras mengeluarkan minuman dan gado-gado , Bu Darmawan mempersilahkan tamunya menyantap hidangan seadanya sambil menunggu Erlita. Jam 16 Erlita sampai rumah dan diantar dr. Firman. Erlita melihat mobil Ramli maka dr.Firman parkir dibelakangnya dan  masuk rumah. Laras menyuruh kakaknya lewat belakang dan Erlitapun menurut. dr. Firman bertanya pada Laras

dr.Firman           : ” Ada tamu ya…..”.

Laras                    : ” Iya …kak Ramli yang datang..”

Sejenak Firman tertegun lalu ia tenang kembali . Firman pamit pada Erlita karena sudah ditunggu dr. Paulus di rumah , Erlita kecewa tapi apa boleh buat?, dan Erlita segera menemui Ramli. Ia amat kaget ternyata ada Sherley dan orang tuanya serta Ambar.

Erlita             : ” Selamat sore semua…maaf Erlita baru sampai…?!”

Sherley         : ” Kak Erlita mana tamunya….?”

Erlita            : ” Owh dr.Firman sudah pulang….karena sudah ditunggu tamunya…?”

Pak Darmawan  : ” Nah.., karena Erlita sudah ada maka saya akan sedikit bercerita.

Dua puluh lima tahun yang lalu lahir putri pertama kami tapi selang 5 menit lahir kembarannya mereka kami beri  nama Erlita dan Erlina selang beberapa  bulan tepatnya 7 bulan pembantu saya menggendong Erlina keluar karena Erlita masih nenen sedangkan Erlina sudah selesai nenen, tapi pembantu saya gak pulang-pulang, istri saya menangis sepanjang malam. Kami akhirnya lapor polisi tlah kehilangan Erlina adik Erlita yang dibawa Suriyah pembantu saya.

Pak Darmawan memperlihatkan harian Suara Merdeka dan menunjukkan beritanya, semua tetangga , kerabat , handai tolan ikut membantu bahkan mendatangi kediaman Suriyah dan menemui keluarganya. Orang tua Suriyah strees  karena Suriyah merupakan anak terkecil dari 5 saudara dan bekerja di Semarang karena umumnya mereka jadi pembantu. Suriyah asli Ngawi dan dibesarkan ibunya di Mojokerto karena ayah ibu Suriyah sudah bercerai.

Erlita         : ” Mengapa ibu tak pernah menceritakan pada Erlita….kalau Erlita punya adik kembar…?”.

Bu Darmawan  : ” Ibu tersadar ketika melihat Sherley dan menjadi rindu pada Erlina ,maaf Mr Park Kim Sun”.

Park Kim Sun   : ” Saya juga heran ketika pertama Sherley menunjukkan foto di rumah Ramli , bajunya betul-betul sama kesukaannya”

Ramli mengeluarkan foto dalam dompetnya dimana Ramli masih menggendong Erlita memakai baju bergaris hitam putih dan memasukkan kembali ke dalam dompetnya. Erlita menitikkan air matanya ternyata Ramli masih menyimpan foto itu. Ramli memandang Erlita dan merasa sakit hati karena melupakannya, bahkan ulang tahun Ambar diapun tak menghadiri. Hape Erlita berbunyi lalu Erlita masuk ke dalam.

Ramli amat muak dan jengkel pada Erlita karena dari tadi ia mencoba calling tidak bisa ternyata Erlita ganti nomor atau mungkin Erlita memblockirnya..? tapi kenapa di blockir..?. Ramli minta pamit karena ada keperluan dan mereka akhirnya pulang. Ramli pamit pada Laras dan bapak ibunya. Bapak/Ibu Darmawan melihat Ramli kelihatan marah waktu Erlita menerima telepon dan menuju kamar Erlita tetapi terdengar Erlita menangis pak Darmawan dan ibu tak jadi masuk kamar Erlita.

Sampai di Pandanaran II Ramli mengantar Sherley dan Mr Park Kim Sun. Sherley melihat Ramli agak tegang lalu Ambar disuruhnya turun dulu dan Sherley membuatkan minuman teh hangat. Ramli meminumnya dan Sherley memeluk Ramli agar tenang sementara Ambar ngemil makanan kecil yang diberikan Sherley. Ramli pamit dan mengantarkan Ambar pulang.

Sherley              : ” Ayah.., apakah ayah akan menetap di Indonesia…?”

Park Kim Sun  : ” Ayah tetap Warga Negara Asing Korea Selatan, tetapi sementara domisili di Indonesia setelah usaha mapan baru ayah balik ke Negeri sendiri”.

Sherley              : ” Berarti Sherley akan kembali ke Seoul dong..?”

Park Kim Sun  : ” Kamu wanita, alangkah baiknya tinggal bersama suamimu…”.

Sherley              : ” Betul begitu ayah…..kalau kangen bagaimana..?!”

Park Kim Sun  : ” Ya ..lebih baik begitu, kalau kangen yaa… pulang dong tentunya”.

Sherley              : ” Kita mau makan apa ayah…?”  Terdengar suara bel pintu depan ternyata Ramli dan Park Kim Sun menyuruhnya masuk.

Ramli                : ” Mr, …. Sherley ada..?”

Park Kim Sun  : ” Hhmm ada…di ruang makan dia…” Ramli mencium Sherley yang sedang mempersiapkan makan malam.

Sherley              : ” Haiii..ayo makan….”.

Ramli                : ” Wow mau makan  Gogigui”. Ramli membantu menyiapkan daging dan Sherley mengambil barbeque. Mereka sendiri – sendiri membakar daging dan mengolesi saos barbeque dan sosis lalu membalutnya dengan selada , baunya khas nikmat. Selesai makan mereka mengobrol di ruang tengah sambil nonton tivi. Ramli dikirimi foto Laras tentang tanda lahir Erlita dan Erlina yang ada waktu bayi dan berada di perut sebelah kiri. Ramli tidak mengerti ….

Ramli mengshare foto tersebut sontak Sherley menjerit…..ibuuuuu…ayah….apa benar ini….? ayah…jawab ayah…”.

Park Kim Sun : ” Tolong tenanglah dulu…faktor kebetulan bisa saja…lebih baik kita tes DNA  agar lebih meyakinkan . Sherley menangis tersedu-sedu… Ramli memeluknya.

Sherley            : ” Ayah…siapa ibuku sebenarnya….”. Park Kim Sung memeluk putrinya dia amat bingung…Laras menghubungi Ramli,

Laras               : ” Bagaimana kak…?”

Ramli              : “Kak Ramli belum ketemu kak Sherley mungkin besok pagi Laras…”.

Laras               : “Pasalnya ibu pingsan sekarang kak….” Laras menangis .

Ramli              : ” Mr , saya akan ke rumah bu Darmawan…dia pingsan…”.

Sherley           : ” Aku ikut…ayah..aku ikut, ayah ikut ‘gak..?”.

Park Kim Sun  : ” Ayah ikut menemanimu sayang…”. Sherley memeluk Park Kim Sun . Ramli menghubungi  Laras kalau dalam perjalanan ke Kokosrono.

Laras                 : ”  Kak Erlita…kak Ramli akan ke sini tengok ibu “. Erlita senang akan berjumpa Ramli lagi.

Sherley              : ” Ayah…Sherley akan bertemu ibu….ibu yang tak pernah ku miliki…”. Park Kim Sun memeluk Putrinya hatinya tersayat-sayat …

Chin-Sun Yeong istriku sebenarnya apa yang telah terjadi ketika aku di penjara di Korea Utara… aku baru melihat Sherley ketika berumur setahun lalu engkau meninggalkan aku selama-lamanya…batin Park Kim Sun hancur hanya tes DNA yang akan menyelamatkan aku…


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset