Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta episode 23

Pertunangan Ramli dan Sherley Kyung Soon

Bapak dan Ibu Darmawan menelepon Sherley yang diundang makan malam bersama Park Kim Sun di Kokrosono , Ramli akan mengantar Sherley tapi akan balik ke Rani Intertain dan gak bisa menemani makan malam karena sedang persiapan ujian kepribadian, tapi nanti akan dijemput jam 20.00 sepulang mengajar. Ramli mendapat telepon dari Pak Sarwo bapaknya ,

Pak Sarwo     : ” Le…bagaimana keadaanmu..?”

Ramli             : ” Ramli sehat pak…tapi sekarang Ramli tinggal sedikit lagi menyelesaikan permasalahan tersebut dan Ramli butuh bapak….?!” suara Ramli parau karena hatinya merasa teriris.

Pak Sarwo     : ” Pulanglah sebentar….. ayah, ibu dan adik-adikmu merindukanmu”.

Ramli             : ” Iya bapak…Ramli juga merindukan semua..”

Air mata Ramli mengalir membasahi sapu tangannya , di ruang kerjanya masih ada setumpuk berkas yang mulai dikerjakannya… terdengar nada pesan dari Sherley ” Aku siap di jemput “.

Ramli bergegas mengunci ruang kerjanya menuju Pandanaran II. Sambil melap muka dan merapikan bajunya Ramli menjemput Sherley dan tak henti menatap kaca spion belakang mengoreksi tampilannya.

10 menit kemudian……

Ramli            : ” Bajumu bagus  dan okey sekali….cantik”. Sambil mencium kening Sherley dan Sherley pun demikian.

Sherley         : ” Trima kasih, ini barusan dibuat papah dan disuruh memakainya “.  Park Kim Sun amat rapi sekali dan memberikan setelan untuk dipakai Ramli.

Ramli           : ” Pah.., Ramli tak mengikuti acara makan malam ini….Ramli amat sibuk sekali….?!”

Park Kim Sun  : ” Hargailah Sherley please…?!”

Ramli tak bisa menolaknya dan memakai setelan serta jas yang sepadan dengan warna pakaian yang dipakai ke tiganya. Sherley mendapat pesan WA dari bu Darmawan yang memberikan lokasi makan malam di Kampung Laut. Ramli menuju ke arah sana, Ramli melirik Sherley yang begitu anggun lalu tangannya merogoh kantung celananya dan tersenyum memandang Sherley.

Sherley  : ” Tampan…, kasihku …Aku amat mencintaimu”

Ramli    : ” Akupun demikian cantikku…I Love U…so much “. Park Kim Sun amat bahagia melihat mereka yang saling mencintai sambil mencorat-coret sketsa model baju untuk Sherley dan Ramli karena Park Kim Sun akan membuat pagelaran mode di Korea sambil mencari Putrinya yang sejati . Meski usianya sudah kepala 6 Park Kim Sun masih berjiwa muda dan enerjik.

Suasana Kampung Laut begitu tenang tak banyak yang datang tapi Ramli merasa heran mengapa ada bapak, ibu, Ambar dan Lusi…di lain meja  terlihat Erlita dan dokter Firman dan ibu Darmawan beserta bapak , Laras dan sepasang orang tua mungkin ayah dan ibu  dr.Firman.

Ramli tak segera keluar dari mobil meskipun dibelakang mobil sudah banyak pada mengantri parkiran .

Ramli merogoh sekali lagi memastikan kotak tersebut masih ada….dengan langkah yang tenang Ramli keluar mobil dan membukakan pintu Sherley ….keamanan langsung menjaganya, Ramli tak mau mengerti apa yang sebenarnya terjadi ternyata banyak wartawan yang mengerumuni mereka. Sherley diapit Ramli dan Park Kim Sun, Pak Sarwo dan ibu juga Pak Darmawan sekalian menyambut putra putrinya.

Sementara Erlita ,dr Fiman , Lusi serta Ambar  dan Laras mendampinginya, Ambar yang tak sabar berlari memeluk Sherley dan kakaknya Ramli merekapun berpelukan yang akhirnya Lusi dan Laras pun mengikutinya. Rindu itulah yang mereka rasakan, karena Park Kim Sun mengurung diri merenungi keadaannya dan beraktivitas di model bisnisnya yang di jual secara online sementara Sherley cuti menemani papahnya. Ramli yang mengajar bersama Ivan, Sisca , Sinta beserta crew Soraya intertain juga Lusi bekerja ekstra keras dengan cutinya Sherley. Kerinduan mereka terobati di Kampung Laut ini.

Penyanyi Mayangsari mengalunkan lagu Tiada lagi mengagetkan Ramli dan tiba-tiba memeluk Sherley…ya…Ramli begitu takut kehilangan Sherley. Pak Sarwo mengerti perasaan Putranya dan memeluk bu Sarwo sambil kepalanya bergerak mengalun mengikuti lagu tersebut.

dr. Firman dan Erlita mengumumkan pertunangannya dan meminta penyanyi Mayang sari mengiringi dengan lagu * Tiada Lagi*  karena Sherley kembarannya , maka Erlita memohon untuk menyaksikannya. Meski dada Ramli bergemuruh dia tetap tersenyum. Setelah cincin pertunangan melingkar di jari manis Erlita dan dr. Firman , Ramli meminta izin kepada ayah ibunya juga Bu Darmawan sekalian dan Park Kim Sun akan melangsungkan pertunangannya disini. Sherley mengikuti Ramli bersimpuh kepada kedua orang tua Ramli dan Sherley lalu Park Kim Sun. Sambil berlutut Ramli memberi cincin pertunangannya yang diterima Sherley lalu melinkarkan cincin dijari manis Sherley dan Ramli memeluknya serta mencium kening Sherley setelah jarinya melingkar cincin pertunangannya , wartawan lokal pada memvideokan acara pertunangan Ramli dan Sherley yang diiringi lagu * Harus Malam Ini * dari penyanyi Mayangsari yang berulang-ulang menyanyikannya. Erlita menangis…… lalu  memeluk Ramli sambil meminta maaf juga memeluk Sherley diiringi lagu *Tiada Lagi*.

Ramli menitikkan airmatanya  dan membawa Erlita kepada calon suaminya dr.Firman sambil diiringi lagu * Ku Salah Menilai * berulang-ulang, yang membuat hadirin hanyut dan ikut merasakan kepedihan dan sakit hati Ramli maupun Erlita. Ramli yang tegar dan Erlita menangis tak tertahankan. Sherley membiarkan Ramli menuju Erlita dan memaafkannya lagu * Salah Menilai* mengalun lembut membuat Ramli menitikkan air mata Sherley tak sanggup melihat calon suaminya melemah maka ia menggandeng tangan Ramli dengan anggunnya.

Wartawan mewawancarai Ramli  dan Sherley tentang pertunangannya yang sangat sederhana namun amat berkesan mendalam . Ramlipun sulit berkata-kata dia hanya mempersiapkan cincin pertunangannya berupa berlian yang diidamkan Sherley yang selalu ia bawa kemana-mana mencari moment yang tepat, ya mungkin karena Tuhan sudah menghendaki dan terlihat begitu indah dan sempurna pada akhirnya.

Lusi meminta maaf atas semua ini betul-betul surprise karena mendapat dukungan dari sponsore yang tak mau disebutkan namanya dan kesempatan ini diambil Erlita untuk melangsungkan pertunangannya dengan dr.Firman  karena  Erlita amat sulit menemui kak Ramli demikian Lusi menjelaskan dan dr. Firman memperbolehkan, tapi kak Ramli ternyata sudah siap cincin pertunangannya sehingga bapak dan ibupun heran seperti sudah dipersiapkan.

Ramli bersama Sherley dan Park Kim Sun mohon diri dan panitia memberikan flash disk rekaman pertunangannya dan mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga semua yang menghadiri pertunangannya, Lusi dan keluarganya juga memohon diri. Banyak yang meminta foto Ramli maupun Sherley dan keluarganya. Ramli tidur di rumah bapaknya di Mbugel . Orang tua Ramli mengobrol banyak dengan Park Kim Sun sementara Ramli meminta restu pada neneknya bersama Sherley.

 

Pertunangan Ramli dan Sherley yang ada di you tube tak nampak Erlita maupun dr Firman tapi hadirin terlihat jelas , dr Firman mendapatkan  flash disk sama seperti yang  dimiliki Ramli dan rekaman tersebut lalu diedit oleh penyunting youtuber Asasi dan ternyata merekalah pemberi sponsornya yang membuat viral rekaman tersebut dan mengeruk untung berlebih. Ramli yang amat ganteng bersama Sherley yang jelita nampak anggun tampak sedang  sujud meminta restu ayah ibunya nampak Park Kim Sun  dan pak Darmawan  sekalian memberi restu dan mencium kening Ramli dan Sherley ,terlihat Mayangsari menyanyikan lagu Tiada Lagi, Harus Malam Ini dan Ku Salah Menilai , lagu-lagunya meledak di pasaran.  Pengunjung yang membeludak dan amat terbatas cukup stres ingin menyaksikan Ramli maupun Sherley tapi keamanan memblockirnya sehingga penggemar Ramli maupun Sherley menunggu di jalan keluar Kampung Laut

Adam Lee juga Min Do Yoon melihat pertunangan Ramli dan Sherley yang amat sederhana tapi dengan hadirnya Mayangsari membuat pertunangan itu nampak hidup dan meriah, Adam Lee tak terima mereka akan merayakannya sekali lagi di Busan Korea Selatan. Jeong Da Rae dan suaminya Roger Casugay menyetujui acara tersebut dan sangat diharapkan  Park Kim Sun segera pulang ke Busan, tentang Pagelaran Mode tersebut semua desain pakaian sudah dikirimkan ke Mr Adam Lee dan bahan segera dibuat sesuai keinginan Park Kim Sun.

Pak Sarwo syukuran di rumahnya,  Sherley ikut membantu …  karena tak mungkin bisa memasak disebabkan banyak orang yang ingin bersilaturahmi dan berkenalan pada Ramli dan Sherley akhirnyabapak dan ibu Sarwo memesan makanan dan lain-lain dan Lusi membantu semua apa yang dibutuhkannya. Ramli berada di dalam rumah dan garasi ditutup.Banyak orang ingin bertemu Ramli atau Sherley untuk meminta foto ada bervideo bersama tapi Lusi mengatakan sedang beristirahat.

Depan rumah pak Sarwo sudah berdiri tratag untuk mengajian dan syukuran, katering sudah mempersiapkan dan menata kursi tapi malah di duduki penggemar dan keamananya mengusirnya karena akan dipakai untuk berdoa dan syukuran. Pengunjungpun berdesakan ada yang mengambil video dan meliput acara tersebut untuk menghiasi halaman facebooknya dan lain-lain. Habis maghrib acarapun dimulai dan selesai tepat waktu karena amat penuhnya Ramli dan Sherley membagikan syukurannya banyak yang mengabadikannya sedang diberi dos roti oleh Sherley Kyung Soon dan Ramli. Tamu dan penggemarnya dipersilahkan makan Bolang-baling, untir-untir dan lain-lain untuk kebahagiaan Ramli dan Sherley.

Macam-macam saja netizen memberikan komentar atas pertunangan Ramli dan Sherley dan menunjukkan pemberian hadiah paket syukuran serta memfoto dan memvideokannya.


cerbung.net

Juragan Untir-Untir Kepuntir Cinta

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia
Ramli menatap sepeda motornya dengan tajam, ia heran kenapa ban motornya kempes padahal baru saja dipompakan, terpaksa ia mendorongnya sampai ketemu tempat tambal ban. Gandum 2 zak yang diatas sedel ia turunkan disamping keranjang yang berisi gula pasir, telur dan daun pisang. " Kenapa mas motornya?" tanya tukang tambal ban". " Ini kenapa ban motor saya kok kempes lagi padahal baru saja dipompakan " jawab Ramli, dan pak tambal ban memeriksa ban sepeda motor Ramli. "Mas ini bannya kempes karena ada yang bocor, coba saya pereksa kebocorannya " Tukang ban memeriksanya ternyata ada dua kebocoran di ban motornya. Ramli duduk di kursi kayu dan menelepon ibunya," Buk , Ramli akan telat sampai tumah" " laaaah kenapa ... apa yang terjadi nak..?" tanya ibunya setengah kecewa. "Penasaran dengan kalajutan ceritanya? yuk segera simak petualangan Ramli disini

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset